Author: Sekretaris IDIA

IDIA Prenduan Siapkan Manager Andal Lewat Kegiatan PKM

SAM_1871-1024x768Pelatihan kepemimpinan dan manajemen (PKM), merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk mencetak pemimpin-pemimpin ummat yang andal. Kegiatan ini menjadi salah satu syarat calon pengurus BEM IDIA Prenduan. Tahun ini PKM dilaksanakan pada 28 – 31 Juli 2016, diawali dengan kegiatan pra PKM pada 19 – 27  Juli 2016.

Rabu (27/07/2016) PKM IDIA Prenduan resmi dibuka oleh Rektor IDIA Prenduan dan para majelis Kiai lainnya. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan sesi 1 dengan tema “Kepemimpinan dalam Organisasi” yang disampaikan oleh Rektor IDIA Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA,.

Pada Kamis, (28/07/2016) dilanjutkan dengan sesi II dengan tema “Membangun tradisi keorganisasian yang Islami, Ma’hadi dan Tarbawi”, kemudian sesi ke III di isi oleh Ahmadi, M.Ag dengan tema “Peran sekretaris dalam pengembangan organisasi”,  dan sesi IV “Pengolahan manajemen keuangan dalam organisasi” yang disampaikan oleh KH. M. Ridho Sudianto, M.S.I kemudian sesi ke V “Teknik Pemecahan Masalah” yang diisi oleh Dr. KH. Muhtadi Abdul Mun’im, MA. pada Jum’at, (29/07/2016) sesi VI dengan tema “Teknik Negosiasi dan Komunikasi Publik”, yang disampaikan oleh Ust. Musleh Wahid, M.Pd.I, dan sesi terakhir yaitu sesi VII “Teknik Memberi sangsi yang edukatif” yang diisi oleh KH. Ja’far Shodiq, MM.

putriSedangkan untuk putri, Kamis (28/07/2016) sesi I acara PKM di isi oleh Usth. Asmaniyah Siraj, M.Pd.I dengan tema “Pengolahan SDM dan Humas”, dan  sesi ke II dilanjutkan pada jam 15.00 – 16.30 WIB dengan pemateri yang selalu memukau para santriwati Pesantren Al-Amien Prenduan yaitu Ibunda sesepuh Al-Amien Drs. Ny. Hj. Annisah Fatimah Zarkasyi dengan tema “ Peran Pemimpin Perempuan dalam Organisasi ”.

Maka dengan diadakannya acara ini semoga bermanfaat bagi para panitia dan khususnya bagi para peserta PKM 2016-2017 “Amien”.

 

Panrimaba Online sudah Diberlakukan

pmb-1-1024x431IDIA Prenduan, sebagai satu-satunya perguruan tinggi di lingkungan Al-Amien Prenduan, mulai tahun akademik 2016/2017 memanfaatkan IT dalam penerimaan mahasiswa baru yang dikenal dengan Panrimaba. Hal ini merupakan salah satu target yang dirancang oleh Lembaga Penjaminan Mutu IDIA Prenduan, dalam pengembangan sistem informasi di IDIA Prenduan.

Dalam pelaksanaannya, calon pendaftar bisa mengisi formulir secara online di mana saja, setelah dinyatakan lengkap oleh panitia, calon pendaftar cukup membawa bukti pendaftaran online ke Kampus IDIA Prenduan guna diverifikasi oleh panitia bersama berkas-berkas pendukung lainnya.

Berbeda dengan calon pendaftar yang datang langsung ke Kampus IDIA Prenduan, dan belum mengisi formulir di rumah, di tempat penerimaan calon pendaftar harus mengisi formulir online secara mandiri. Sehingga secara tidak langsung calon pendaftar harus mengenali salah satu turunan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) di IDIA Prenduan ini, dan seolah-olah menjadi tes kemampuan IT bagi calon mahasiswa IDIA Prenduan, meskipun jika ada kendala calon pendaftar bisa meminta arahan dari panitia.

Pemerimaan mahasiswa baru IDIA Prenduan tahun ini terdapat dua gelombang, yakni gelombang pertama dengan jadwal pendaftaran mulai tanggal 10 Mei – 10 Juni 2016 M, tes masuk pada 12-14 Juni 2016 M. dan pengumuman kelulusan pada 16 Juni 2016 M. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada 15 – 25 Juli 2016 M, tes masuk 27-29 Juli 2016 M, dan pengumuman kelulusan pada 04 Agustus 2016 M.

Materi yang diujikan meliputi kemampuan pontensi akademik berupa; Pengetahuan Agama Islam, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan ujian psikotes guna mengetahui pribadi dan karakter calon mahasiswa IDIA Prenduan.

Seluruh informasi mengenai mahasiswa baru IDIA Prenduan bisa dinikmati melalui situs Panrimaba, mulai proses pendaftaran online hingga pengumuman kelulusan sudah tersedia di layanan yang dilaunching pada tanggal 05 Mei 2016 yang lalu.

IDIA Prenduan Perkuat Silaturrahim dengan LPTNU Jatim

bb3290af-917e-4fff-86fa-8ffcbb8808fc-1024x576Wakil Rektor I Bidang Akademik IDIA Prenduan, Ust. Musleh Wahid, M.Pd.I menghadiri undangan Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Jawa Timur, Senin (25/07/2016). Kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Trunojoyo, Bangkalan ini bertujuan untuk memperkuat silaturrahim perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua PW NU Jatim, Prof. Dr. H. Ali Mas’ud Kholqillah, M.Ag.,M.PdI menyampaikan bahwa LPTNU harus meningkatkan mutu pendidikannya, serta harus bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Profesor yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-48, dalam bidang Tasawuf UIN Sunan Ampel ini menyebutkan bahwa barokah akan datang jika bergerak dan berbuat menjadi siklus kehidupan, dan itulah yang harus dilakukan oleh LPTNU.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rektorat UTM Bangkalan ini, juga menjadi sarana Sosialisasi Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2016 Tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, sebagai pengganti dari Permenristedikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Sosialisasi disampaikan oleh Prof. drh. Aris Junaidi, PhD. Direktur Penjaminan Mutu Kemenristek Dikti RI ini menyampaikan bahwa peraturan menteri yang baru ini harus diikuti oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Akan tetapi perlu ditanamkan pada seluruh perguruan tinggi bahwa akreditasi hanyalah nilai, sedangkan penilaian yang sebenarnya ada di masyarakat.

Setelah sosialisasi dilakukan dialog dengan nara sumber, ditambah Prof. Dr. Ir. Mansur Ma’shum, selaku anggota BAN-PT. Dalam kesempatan ini, Warek II IDIA Prenduan, menyempatkan bertatap muka langsung dengan Pengurus LPTNU Pusat ini, sekaligus konsultasi mengenai pengembangan IDIA Prenduan kedepan, serta berpose bersama Rektor UTM Bangkalan, dan Rektor UIM Pamekasan

Masa Perkuliahan di IDIA Prenduan sudah Dimulai

IMG-20160724-WA0000-1024x614Masa liburan bagi civitas akademika IDIA Prenduan sudah berakhir. Pasalnya, semester gasal tahun akademik 2016/2017, sudah resmi dibuka oleh Rektor IDIA Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA. (Sabtu, 23/07/2016).

Acara yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika IDIA Prenduan ini, dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an yang dibawakan oleh Ust. A. Baharmi Taufik, asal Sumbawa, dilanjutkan dengan pengumandangan Hymne Al-Amien Prenduan dan Mars IDIA Prenduan.

Dalam sambutan Rektor, disampaikan preodisasi sejarah dan perkembangan IDIA Prenduan. Dimana awal berdiri perguruan tinggi di lingkungan Pesantren Al-Amien Prenduan ini adalah tahun 1983 dengan nama PTA (Pesantren Tinggi Al-Amien). Hanya butuh dua tahun, yakni tahun 1985, berhasil berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA), yang menjadi cikal bakal Fakultas Dakwah IDIA Prenduan saat ini.

Lebih lanjut Kiai yang sedang menyelesaikan Program Doktoralnya ini menyampaikan bahwa  sebelas tahun kemudian STIDA, tahun 1996, bermetamorfosa menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI). Dan pada 2002, menjadi IDIA Prenduan, sampai saat ini.

“Sudah terlalu lama, kurang lebih empat belas tahun kita dengan tiga fakultas. sudah saatnya IDIA Prenduan membuat tonggak sejarah baru agar bisa dikenang oleh generasi selanjutnya” Ungkap Wakil Pimpinan Al-Amien Prenduan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IDIA Prenduan mengharapkan agar tercipta milestone, atau tonggak ukur dan tolak ukur waktu baru. Setidaknya pembukaan prodi baru segera dilaksanakan. Dipaparkan pula oleh Kiai yang pernah mengikuti pertukaran pelajar di Jepang ini, bahwa IDIA Prenduan termasuk perguruan tinggi yang berhak untuk melaksanakan program pendidikan. Karena sudah sesuai dengan standar dari Pemerintah, bahkan IDIA Prenduan saat ini sedang menunggu SK akreditasi dari BAN-PT, karena baru saja melakukan akreditasi institusi.

IDIA Prenduan saat ini sedang berusaha menerapkan Kurikulum berbasis KKNI yang diamanahkan oleh pemerintah. Namun, bagi Rektor IDIA Prenduan secara pribadi, KKNI bukan tujuan melainkan harus mensupport visi-misi IDIA Prenduan.

Sebelum dibuka secara resmi tahun akademik fakultas, Kiai kelahiran 1980 ini menginformasikan beberapa rencana pengembangan di tubuh IDIA Prenduan, setidaknya pembangunan sistem administrasi perkuliahan, SIAKAD, manajemen keuangan, dan optimalisasi kemampuan dosen dan mahasiswa. Pada moment tersebut disampaikan pula bahwa dalam waktu dekat, sekitar tanggal 6-8 Agustus 2016, Rombongan Dosen dan Mahasiswa IDIA Prenduan akan membalas kunjungan Dosen dan Mahasiswa dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

“Selamat menempuh perkuliahan semester gasal tahun akademik 2016/2017” ujar Pimpinan tertinggi IDIA Prenduan, setelah membuka secara resmi masa perkuliahan yang diiringi riuh tepuk tangan para mahasiswa.

Sebagai infomasi, pembukaan perkulian pagi bagi mahasiswa program intensif sudah dibuka pada Senin (18/07/2016). Pada waktu yang bersamaan Rektor IDIA Prenduan, melantik guru pengabdian baru di lingkungan lembaga yang dipimpinnya tersebut (idia)

 

Kontingen Debat Bahasa Arab IDIA Prenduan Sabet Juara I

IMG-20160722-WA0003“Allahu Akbar”, begitulah tulis Dr. H. Fattah Syamsuddin, MA., Lc., dalam grup media sosial WhattsApp dengan nama grup Forum Silaturrohim IDIA. Ungkapan takbir Dekan Fakultas Dakwah ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, Kontingen Mahasiswa IDIA Prenduan memenangkan Juara I dalam Musabaqah Debat Bahasa Arab (MDBAQ) tentang Kandungan Al-Qur’an antar Mahasiswa se-Jawa Timur dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Tingkat Regional Jawa Timur IV Tahun 2016.

Kegiatan yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini dihelat mulai tanggal 19-21 Juli 2016, bertempat di Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, selaku tuan rumah bersama Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Seluruh Indonesia (ADPISI) wilayah Jawa Timur.

Ust. Ikhwan Amalih, M.Fil.I, Ketua Kontingen, menyampaikan bahwa selain memenangkan kategori MDBAQ, Kafilah IDIA Prenduan juga menjadi Juara Harapan I Musabaqah Tartilil Qur’an (MTrQ) dengan bacaan murattal kategori Putra. Lebih lanjut, salah satu peraih beasiswa  5000 Doktor tahun 2016 dari Kemenag RI ini, menambahkan bahwa kontingen yang dibinanya juga menjadi Juara Harapan II Musabaqah Hifzil Qur’an Kategori lima juz (MHQ5).

Nama-nama mahasiswa berprestasi dalam ajang ini adalah; Seif Robeth Elhaq, Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Semester III, asal Situbondo, dan Abdul Hakim, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Semester III, asal Bangkalan (Juara I MDBAQ). Khulwani, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Semester IV, asal Jambi (Juara Harapan I MTrQ). Dan Hanifah, Mahasiswi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Semester VII, asal Prenduan (Juara Harapan II MHQ5).

Ust. H. Saiful Anam, Lc. M.Pd.I, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah, menyebutkan bahwa bukan kali ini saja regu debat bahasa Arab IDIA Prenduan memenangkan perlombaan, setidaknya tercatat pada 2012, dan 2013 memenangkan lomba berbahasa Arab di UM Malang, tahun 2014 di UNIDA Gontor Ponorogo, dan 2015 kembali memenangkan lomba di UM Malang.

Ucapan syukur dan selamat mengalir dari para dosen dan civitas akademika kepada para pemenang, dan IDIA Prenduan secara umum. Dalam forum komunikasi ini saran dan harapan kepada seluruh civitas akademika terlontar dari beberapa orang. Salah satunya Shobirin, S.Pd.I, yang mengungkapkan harapannya  agar seluruh civitas akademika IDIA Prenduan selalu memupuk kemampuan, dan memotivasi mahasiswa lain untuk bersemangat dalam berprestasi, agar nama IDIA Prenduan selalu terdengar sebagai juara di tingkat regional, nasional, dan internasional. Begitulah ungkapan alumni IDIA Prenduan yang tercatat sebagai calon mahasiswa Pascasarjana UINSA, Surabaya ini. (idia)