Category: Kabar Pondok

KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I Memimpin Do’a Akhir Tahun

sujudYAP- Senin (11/9) menjelang adzan Maghrib seluruh santri Pondok Pesantren Al-Amien Putra II berkumpul di Masjid jami’ Al-Amien untuk membaca doa akhir Tahun yang dipimpin langsung oleh anggota Majelis Kiyai, KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I.

Acara ini berjalan dengan khusyu’ hingga adzan maghrib tiba. Setelah shalat maghrib berjama’ah dilanjutkan dilanjutkan oleh KH. Basthomi Tibyan, M.Pd, yang membacakan doa awal tahun. Keesokan harinya tepat pada hari Rabu tanggal 1 Muharrom 1440 akan dilanjutkan dengan Khotmul Qur’an yang dilaksanakan perlembaga.

SELAMAT DATANG TAHUN BARU HIJRIYAH 1440.

KH. Moh. Zainullah Rois: “Kita Patut Memberikan Apresiasi Yang Tinggi akan munculnya Para Dai’ Muda seperti Kyai Zulfansyah ini.”

YAP-Kyai Zainullah Rois memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kyai Zulfansyah, karena beliau telah mewakili para alumni yang eksis menjadi dai’ muda di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini beliau sampaikan ketika memberikan sambutan singkat pada acara pembukaan Tabligh Akbar memperingati tahun baru Hijriyah 1440 di depan seluruh santri dan santriwati Pondok Pesantren Al-Amien II yang bertempat di depan Puspagatra.

Acara yang dikomandoi oleh KH. Bastomi Tibyan sebagai Kepala Biro Dakwah Yayasan Al-Amien Prenduan ini berjalan dengan khidmad dan lancar. Sesuai dengan harapan Kyai Zainullah pada sambutan pembukaan.

“Selamat datang kepada Kyai Zulfansyah di al-mamater tercinta dan terima kasih, kita berharap acara peringatan ini seiring dengan Ridha Allah Swt.”

Tahun Baru Hijriyah Sebagai Momentum Perubahan

Memperingati pergantian tahun baru Hijriyah 1440 Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan kembali menggelar Tabligh Akbar di depan Puspagatra TMI putra bersama KH. Zulfansyah At-Tijani.

Kyai Zulfansyah adalah alumni TMI tahun 1998 yang saat ini menjadi muballigh sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwariyah Malang.

Dalam ceramah yang diikuti oleh seluruh santri dan santriwati Pondok Pesanten Al-Amien II ini, Kyai Zulfansyah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan pondok kepadanya.

“Pada tahun baru hijriyah ini, hal yang menjadi paling urgen bagi kita adalah perubahan. Para santri sekalian, mari kita jadikan acara peringatan tahun baru hijriyah ini sebagai momentum untuk berubah menjadi lebih baik, terutama sebagai momentum bagi kita untuk segera berhijrah dari kesalahan-kesalah besar yang selama satu tahun ini kita lakukan, secara sengaja ataupun tidak,”pungkas beliau dengan berapi-api.

Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan, Ajak Santri Bersyukur dan Teladani Nabi Ismail

YAP-Dalam penutupan Gebyar Iedul Adha yang bersamaan dengan acara Ma’dubah Sanawiyah dan Milad Hijri, Pimpinan pondok KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA menyampaikan pentingnya bersyukur kepada Allah, para masyayikh, para guru yang telah mendidik mereka dengan baik.

Syukur ini menurut Kyai Ahmad harus diwujudkan dengan cara belajar yang baik, mengikuti segala sunnah dan disiplin yang telah ditentukan oleh pondok. Karena dengan cara inilah, menurut beliau insya Allah para santri dapat meneladani pribadi Ismail Alaihissalam.

“Saya berharap semoga dengan adanya GIA ini para santri menjadi Ismail-Ismail yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, guna menggapai ridha dan maqom yang mulia disisi Allah. Maka dari itu, jiwa fastabiqul khairat harus tetap tertanam kedalam jiwa kita,”pungkasnya seraya menutup acara ini dengan doa’.

 

 

Tahun ini Milad Hijri Digabung Dengan Ma’dubah Sanawiyah

YAP-Mulai tahun ini, acara Milad Hijri digabung dengan Ma’dubah Sanawiyah. Kebijakan ini diputuskan dalam Rapat Selasaan tanggal 25 Dzul-Qo’dah yang dihadiri oleh Majlis Kiyahi, pengasuh-pengasuh Lembaga dan fungsionaris Yayasan Al-Amien Prenduan.

Pasalnya, acara Haul Masyayikh yang awalnya Bersama Milad Hijri akan lebih difokuskan kepada haul keluarga Bani Idris, sedangkan pada Milad Hijri undangannya lebih bersifat umum yang terdiri dari para anshorul ma’had, tokoh-tokoh masyarakat dan alumni serta masyarakat sekitar pondok. Karena itu dilihat dari sisi undangan, kegiatan Milad Hijri cukup sesuai dengan undangan pada Ma’dubah Sanawiyah yang juga terdiri dari masyarakat sekitar.

Disamping itu, Milad Hijri atau Ulang Tahun Al-Amien juga diharapkan bisa disyukuri oleh seluruh santri dan tokoh-tokoh alumni, yang mana mereka dulu ikut merasakan langsung sentuhan pendidikan yang telah diberikan pondok kepada mereka.

KH. Dr. Ghazi Mubarok: “Tujuan Dari Haul Masyayikh ini Adalah Untuk Mempererat Silaturrahim Keturunan Bani Idris Patapan yang Mengabdi Di Masyarakat.”

IMG_3017YAP- Haul Masyayikh Bani Idris Patapan (28/09) merupakan silaturrahim tahunan keluarga Ponpes Al-Amien dari keturunan Kyai Idrsi Patapan.

Silaturrohim yang bertempat di Aula TMI putra ini diawali dengan pengantar dari wakil Pimpinan Ponpes Al-Amien KH. Ghazi Mubarok Idris, MA. Beliau menceritakan bahwa Haul Masyayikh diadakan pertama kali pada akhir tahun 2000. Waktu itu hanya terfokus pada keturunan Bani Khotib saja.

Baru pada awal tahun 2011 cakupannya lebih luas ke seluruh keturunan Bani Idris Patapan. Kyai Idris Patapan adalah orang tua dari Kyai Khotib yang merintis Ponpes Al-Amien Prenduan. Acara berlangsung dengan sangat khidmat.

Setelah sambutan dari wakil pimpinan dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin bersama yang dipimpin oleh KH. Sufyan. Pembacaan tahlil dipimpin oleh KH. Lailurrahman Nawawi, yang diakhiri dengan acara silaturrahim yang dipimpin oleh KH. Afif Nawawi sebagai Pembicara Utama.

Menurut Kyai Ghazi, tujuan perluasan cakupan menjadi Haul Masyayikh Bani Idris Patapan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim tokoh-tokoh masyarakat dan agama keturunan Bani Idris Patapan yang mengabdi di masyarakat.

Ponpes Al-Amien Ucapkan Terima Kasih atas Kepercayaan Masyarakat

YAP-Antusiasme masyarakat untuk berkorban tahun ini ternyata masih tinggi. Menurut Ketua panitia penggalangan hewan qurban ust. H. Harun Ar-Rosyid, S.Sos.I, panitia tahun ini berhasil menggalang hewan qurban sebanyak 47 ekor sapi dan 19 ekor kambing. Sementara tahun sebelumnya berjumlah 45 ekor sapi dan 37 ekor kambing.

Ketua panitia GIA KH. Junaidi Rosyidi ketika ditemui menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh simpatisan atas kepercayaan mereka memasrahkan pemotongan hewan qurban mereka ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

“Al-Hamdulillah semua hewan qurban telah disalurkan ke sekitar 8.500 orang,”pungkas kyai Junaidi.

Bank Indonesia Bekerja Sama dengan PP. Al-Amien Prenduan dalam Program Santri Cinta Rupiah

Bank Indonesia melalui Perwakilan Provinsi Jawa Timur mencanangkan program Santri Cinta Rupiah khususnya untuk wilayah Madura, dengan mengadakan sosialisasi dan penyuluhan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Program yang bertajuk “Bank Indonesia Mengajar Santri Cinta Rupiah Penyuluhan tentang Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah” ini diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri dari Santri/Mahasiswa dan Guru/Dosen dari TMI, MTA, dan IDIA. Acara berlangsung mulai pukul 09:00 hingga menjelah Dzuhur, yang terdiri dari dua sesi yakni sambutan-sambutan, yakni dari Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Bapak Yudi Harimukti dan sambutan dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan oleh KH. Dr. Ghozi Mubarok Idris.

Dalam sambutannya Bapak Yudi menyatakan bahwa program ini bertujuan mengenalkan rupiah kepada seluruh kalangan masyarakat Indonesia dengan harapan agar semuanya lebih mencintai rupiah yang merupakan mata uang resmi negara Indonesia. Tujuan lain diadakannya program ini adalah menciptakan kesadaran tentang apa yang bisa dilakukan masyarakat dalam mendukung rupiah dengan harapan tercipta kemandirian masyarakat dan bangsa dalam bidang ekonomi. KH. Ghozi Mubarok dalam sambutan beliau menanggapi sambutan dari Bank Indonesia dengan menyatakan bahwa bila yang diharapkan adalah kemandirian ekonomi, maka Pesantren akan mendukung karena sudah melakukannya sejak dulu. Pesantren dan kesederhanaannya selalu mengajarkan santrinya untuk mandiri dalam bidang ekonomi.

Setelah sambutan dari kedua belah pihak, acara dilanjutkan dengan serah terima cinderamata dan berfoto bersama, serta dilanjutkan dengan acara utama yakni penyuluhan tentang Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah oleh staf Bank Indonesia perwakilan Jawa Timur.

Gebyar Iedul Adha (GIA) Kegiatan Santri Al-Amien Menjelang Lebaran

YAP- Suasana menjelang Iedul Adha umumnya membuat santri kangen akan suasana keluarga di rumah. Karena itulah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan membuat rentetan kegiatan yang jauh berkwalitas dari sekedar kumpul dan makan bersama keluarga.

Kegiatan tersebut antara lain, lomba hifdzul qur’an, baca qur’an mujawwad dan murottal, ceramah agama, busana muslim Muslimah, lomba adzan dan iqomah, lomba kekompakan shalat berjamaah, takbir keliling, dan khusus putri ditambah lomba memasak. Puncaknya adalah ma’dubah sanawiyah (hidangan tahunan).

Ketika mengikuti kegiatan ini seluruh perhatian mereka tersita memikirkan bagaimana mengikuti kegiatan ini dengan baik, bahkan bagaimana mereka memenangkan lomba. Karena proses ini maka kesempatan untuk berkumpul dengan kawan yang seangkatan menjadi ajang adaptasi yang sangat mendidik, sehingga secara otomatis mereka melupakan kenangan semasa di rumah.

Rentetan kegiatan GIA ini secara formal dibuka secara terpadu oleh KH. Zainullah Rois untuk santri putra dan KH. Ghazi Mubarok untuk santriwati putri. Dan agar lebih maksimal, pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan perlembaga.

Mengenalkan Seni dan Budaya melalui PERSADA

Pekan Raya Seni dan Budaya (PERSADA) tahun ini kembali digelar senin malam (30/7/18) ba’da isya’ sekitar pukul 20.00 WIB. Seperti pada acara kepondokan lainnya yang selalu dihadiri oleh para mudir, ustadzat, serta seluruh santriwati TMI Al-Amien, namun bedanya kali ini KH. Zainullah Rais, Lc yang menjabat sebagai pengasuh TMI itu hadir dengan pakaian santai. “Karena saya baru saja hadir di pembukaan PORSENI putra, dan di putri adalah PERSADA, makanya saya masih pakai kaos ini lagi. Maaf buat teman-teman yang memakai baju resmi.” Ujar beliau menjawab pertanyaan yang muncul pada benak setiap orang di Geserna. Beliau juga yang membuka acara PERSADA dengan ummil furqon setelah disambut  dengan opening acara yang menakjubkan. Tiap shof mengirim kontingen yang memakai kostum sesuai dengan suku-suku daerah di Indonesia. Dan tiap kontingen yang dipimpin oleh kepala suku (Red, Ketua Shof) menyampaikan laporan kepada pengasuh TMI menggunakan bahasa daerah suku yang dibawanya. Terhitung enam suku daerah yang dihadirkan pada malam hari ini, yaitu Madura, Betawi, Minangkabau, Dayak, Toraja, Asmat, dan Minahasa. Selanjutnya acara diakhiri dengan penampilan tari Minahasa yang dibawakan oleh shof lima.

Dalam pidato sambutannya, KH. Zainullah Rais, Lc sangat bangga atas penampilan ini, “Melihat ini memang seperti nusantara. Tapi bukan islam nusantara atau islam yang dinusantarakan. Melainkan budaya nusantara yang diislamkan. Kalau melihat presiden yang berkunjung ke tiap daerah dan disuguhi semacam ini, tidak jauh beda dengan penampilan kalian saat ini. Saya bangga punya kalian.”