Pelepasan Khidmah Tarbawiyah Santri Niha’ie TMI

pelepasan khidmah tarbawiyah 2014TMI-Khidmah Tarbawiyah Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (TMI) adalah praktek lapangan –dulu KKN di perguruan Tinggi– yang wajib diikuti oleh seluruh santri kelas akhir TMI, putra-putri. Tahun ini program tersebut diikuti oleh 173 santri putra (17 kelompok) dan 133  santri putri (13 kelompok). Lokasi tujuannya ke pondok-pondok pesantren sekitar Sumenep (Rubaru, Kasengan dan Manding Deje) untuk putra dan Sampang (Gunung Maddah, Malakah Komis, Kemuning, Gedangan Deleman Kadungdung, Torjun, Taddan, Tembengan, Gudung Eleh) untuk putri, setiap kelompok menempati 1 Pondok Pesantren.

“kegiatan ini adalah sarana latihan santri untuk menerapkan ilmu yang sudah mereka peroleh selama nyantri tentang bagaimana mengatur sebuah lembaga pendidikan dan mengaplikasikan dasar-dasar didaktik metodik sistem mu’allimien” demikian menurut H. Fahmi Fattah, S.Sos.I selaku penanggung jawab acara

pelepasan khidmah pi 2014Rentetan acaranya dimulai pembekalan untuk seluruh peserta khidmah (15-17/4) dengan materi: mengajar di kelas, berinteraksi dengan kiai dan masyarakat, tilawah atau tadarrus al-qur’an, tazwidul mufrodat dan tasyji’ lughowi, membaca kitab kuning, kaligrafi/khot, membimbing belajar mandiri, mengelola administrasi sekolah, ibadah amaliyah dan kegiatan ritual keagamaan, mendirikan dan mengembangkan OSIS, pramuka atau GUDEP.

Pada (17/4) pagi hari digelar acara silaturrahim pimpinan lembaga lokasi khidmah bersama para peserta dipandu oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Maktum Jauhari, MA. “titip anak-anak kami … mohon dibimbing dan diawasi saat berkhidmah selama seminggu di lembaga bapak-bapak kiai” demikian harapan Kiai Maktum dalam sambutannya.

Mereka dilepas berangkat ke lokasi khidmah tarbawiyah (19/4) putra oleh KH. Maktum Jauhari, MA dan Putri Oleh Ketua Dewan Pengasuh Putri, Nyai Hj. Dra. Fatimah Zarkasyi.

Selamat jalan melaksanakan pengabdian masyarakat, semoga sukses amien. (abu azhar)