Malam Anugrah ISMI

TMI – banansa membawa gebrakan baru pasalnya pada malam sabtu (3/6 al-wathan bergetar) banansa untuk yang pertama kalinya mengadakan malam anugerah “bagi santri yang berprestasi dalam bidang bahasa”. Lebih dari itu, pemberian anugerah diselingi dengan penampilan-penampilan bergengsi dari Al-Ghoriezm band dan beberapa santri kelas III Intensif dan kelas IV lainnya.

Acara yang dilaksanakan pada malam sabtu itu tampak indah (panggung). Hal ini karena memang sudah dipersiapkan lebih matang jauh-jauh hari.

Tapi antusias santri seakan meredup bersamaan dengan buruknya situasi listrik. Hal ini sangat disayangkan, mengingat persiapan dan usaha banansa untuk mensukseskan acara ini sudah melampaui kata maksimal. Ekspresi kekecewaan tampak pada Mlm. Yusuf, Mlm. Rizal, Mlm. Amien. Pasalnya merekalah yang sudah banyak bermimpi indah tentang acara ini.

Untungnya sang ketua ISMI, Mlm. Zainullah mampu menghibur penonton dengan kutukan puisi, sorak penonton pecah pada saat Mlm. Zainullah menghentakkan kaki , memainkan tangan serta suara yang agak sedikit melejit tinggi. Menurut Mlm. Sahidi (salah seorang penonton) “tidak efektifnya acara ini lebih dipengaruhi oleh listrik, pasalnya sudah beberapa kali Mlm. Amien dkk naik turun panggung untuk menghidupkan peralatan yang mati yang akhirnya harus turun dengan kekecewaan lantaran kurangnya dukungan listrik. “Walupun demikian itu kami bangga dengan acara ini karena dapat menghibur pada santri dari kepenatan mereka, sehingaga menjadi riang kembali sehabisnya acara tersebut” cetusnya ketika diwawancarai oleh seorang redaktur Al-Amienpos *crew*