Dauroh Tadribiyah Para Muharrik Bahasa Pondok

YAP – Biro Pendidikan, Divisi Markazul Lughoh senantiasa akan terus berusaha untuk mengembalikan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris pada posisinya, yaitu sebagai MAHKOTA PONDOK. Al-Amien terkenal ke seluruh penjuru Indonesia karena dua bahasa tersebut.

Dalam rangka menuju kesana, salah satu usaha yang dilakukan Divisi Markazul Lughoh adalah dengan mengadakan “Dauroh Tadribiyah Para Muharrik Bahasa”.  Dengan tujuan: 1) menciptakan lingkungan berbahasa dikalangan keluarga pondok  2) Ghorsul ma’lumat maharoot al-lughowiyah dan 3) Ta’limuhum thuruqo ta’liimil lughoh al-‘arobiyah.  

Acara pembukan dauroh dibuka secara resmi oleh Wakil Pimpinan dan pengasuh Pondok KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA tadi (24/02) pukul 20.15 WIB di Auditorium TMI Pa (Ma’had Banin), sedangkan yang membuka di Geserna TMI Pi Anggota Majelis Kyai KH. Moh. Zainullah Rois, Lc (Ma’had Banat).

Para peserta “Dauroh Tadribiyah” ini berjumlah 157 Orang Pa-Pi, dengan rincian TMI (Pa: 45 orang/Pi: 47 orang), MTA (Pa: 20 orang/Pi: 20 orang), IDIA (Pa: 10 Orang/Pi: 10 Orang) dan Putri 1 5 orang.  Dan untuk para asatidz otomatis semuanya adalah para Muharrikiin.

Pesan kyai Zainullah, “seluruh peserta dauroh diharapkan bisa menggerakkan bahasa Arab di lembaga masing-masing setelah pelaksanaan dauroh. Selain itu,  yang paling penting bisa menyelamatkan dan mengembangkan bahasa Arab sebagai MAHKOTA PONDOK.”

Sesuai agenda acara ini berlangsung pada 24-28 Februari 2014, dengan materi: Hiwar wa Munaqosyah, Thoriqotu Istikhdamil Wasail, Nahwu Wa Shorf, Tadrib ‘alaa An-Nawi wa i’roobihi, Istima’, Thoriqotu Tazwid Mufrodat, al-‘Ab Lughowiyah, Insya’ wa Tarjamah, Muthola’ah Arobiyah, Ta’bir wal Muhadatsah dan Muhadloroh al-‘Amiyah.

“Inna Fil Muharrikah Barokah” Sesungguhnya dengan menjadi penggerak bahasa akan mendatangkan barokah. Sebagaimana pesan wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok dalam sambutannya.  (admin)