Tag: TMI

TMI Kuasai Gelar Juara dalam Mahrojan al-Fanni al-Aroby STAIN Pamekasan

18342116_10213549993169223_6713486607136448915_nTMI_Prestasi yang diraih Santri TMI Al-Amien Prenduan dalam Mahrojan al-Fanni al-Aroby STAIN Pamekasan
A. Debat Bahasa Arab
- Juara I: Alfian Darmawan (VI DIA A, Bogor), Moh. Ibnul Mubarok (VI DIA C, Bondowoso), dan Moh. Farisandi (VI DIA A, Banyuates)
- Juara II: Muruatul Madaliyah (VI DIA A, Arosbaya), Sofa (VI DIA A, Banyuates), dan Siti Maimuna (VI DIA A, Sumenep)
- Juara III: Moh. Rofiqi (VI DIA A, Bondowoso), Andi Dwi F. (VI DIA A, Lumajang), dan Husnul Haitami (VI DIA A, Bondowoso)
B. Pidato Bahasa Arab
- Juara I: Fahrur Rozi (VI DIA A, Bluto)18301420_10213549996129297_1550087787990967787_n
- Juara II: Winnuriyah (VI DIA A, Lenteng)
C. Olimpiade Bahasa Arab
- Juara I: Habibul Ghofur (VI DIA A, Tuban)
D. Ghina’ Arab
- Juara I: Abdus Shomad (VI DIA A, Kokop)
E. Kaligrafi
- Juara II: Farid Wajdi (VI DIA B, Galis Pamekasan)

TMI Mencetak Muhafizd Unggul Lewat JQH

JQHAcara Tasyakur JQH dilaksanakan tadi malam, (14/4/2017), di Auditorium putra. Pada acara tersebut dihadiri oleh seluruh struktur pondok pesantren baik dari Majelis kyai, santri, masyarakat, dan wali santri peserta tasyakkur  dari berbagai daerah. Pada tasyakur JQH kali ini memiliki kesan yang berbeda dari acara tasyakkur sebelumnya. Pasalnya, pada tasyakkur kali ini, JQH Memiliki Alfian Dharmawan, kelas VI DIA A sebagai salah satu peserta kamil al-Qur’an (sebutan bagi hafidz 30 juz) dari golongan santri setelah lima tahun berlalu. Dan ini adalah rekor kedua setelah santri yang sudah menjadi alumni tahun 2011 silam. “kini kita memiliki seorang yang telah menghatamkan hafalan Al-Qur`annya setelah lima tahun berlalu” Ujar Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA dalam pidatonya pada acara Tasyakkur JQH.

Hal ini adalah sebuah prestasi bagi JQH pada tahun ini, dengan prestasi ini JQH diharapkan tetap terus mencetak para hafidz berkualitas untuk masa depan. Dengan didukung semangat antusias 140 peserta tasyakkur acara dapat berlangsung secara khidmah. KH. Zainullah Rois dalam sambutannya memberikan tausiyah kepada para peserta Tasyakkur dan seluruh santri yang hadir tentang keutamaan membaca Al-Qur’an, beliau mengatakan “Alif Lam Mim bukanlah satu huruf, tapi Alif itu huruf, Lam itu huruf dan Mim itu huruf. Dan pada setiap huruf ada sepuluh pahala”. Selain itu juga para panitia memberikan apresiasi bagi para penghafal terbaik contohnya Dino santri kelas I Reg menjadi hafidz terbaik pada kategori juz ‘amma. Abd. Wahid santri kelas III Int asal Bangkalan terbaik dalam kategori 5 juz. M Nasir santri III Reg menjadi terbaik dalam kategori 10 juz, Nurul Huda santri V M-IPA terbaik dalam kategori 15 juz.

Cetak Kader Budayawan Lewat TMI Menulis

TMI MenulisAntusiasme para santri Al-Amien Prenduan, selama 8 hari dalam acara TMI Menulis sangat dirasakan, maka tak heran bila acara yang dibuka pada tanggal (22/3) tersebut dapat mengundang budayawan-budayawan yang cukup terkenal di kalangan masyarakat madura, yang di antaranya adalahnya D. Zawawi Imron dan Syaf Anton Wr.
Dalam Dialog Kepenulisan dengan D. Zawawi Imron, beliau menjelaskan bahwa budaya menulis sudah mendarah daging dalam kultur pesantren. Selain itu beliau juga menyampaikan nasehat agar dalam menulis para santri tidak kehilangahan jati dirinya“Santri harus memilih karakter puisi yang sesuai dengan jati dirinya, yang meningkatkan ketakwaan dan menyampaikan kebaikan.”
Syaf Anton Wr. sangat mendukung adanya kegiatan ini (TMI Menulis). Dikarenakan kebanyakan kalangan anak muda zaman sekarang mulai jarang aktif dalam kepenulisan, melainkan terhipnotis akan barang elektronik. Maka dari itu dengan adanya acara tersebut diharapkan para kalangan remaja terkhususnya santri dapat menjadi seseorang yang berpikir luas, sering menyampaikan aspirasi lewat tulisan dan menjadi generasi penerus budayawan-budayawan Indonesia.
Dan yang beda dari sebelumnya, kali ini TMI Menulis meluncurkan kelompok baru yang akan mewarnai jagat kepenulisan di bumi Djauhari, yakni kelompok prosa dan kelompok berita (red: Al-Amien Pos). Peresmian kelompok tersebut dilaksakan bersamaan dengan malam literasi dan penutupan TMI Menulis (29/3).

Penutupan Daurah Niha’iyah Dan Tasyakkur Akhir Masuk Kelas

Niha'ie TMIMengutip firman Allah di atas, sudah seyogyanyalah kita sebagai hamba Allah mensyukuri atas apa yang telah kita capai. Hal tersebutlah yang dilaksanakan santriwati kelas akhir TMI Al-Amien Prenduan. Sabtu (04/03) Penutupan acara Daurah Niha’iyah dan Tasyakkur Khotmu Dirosah Shobahiyah santriwati kelas akhir tahun 2017  berlangsung khidmat.

Acara yang dimulai pukul 20:15 tersebut dibuka dengan acara pembacaan surah pendek dari an-nasr sampai an-nas yang merupakan surah penutup acara khotmul qur’an yang dilaksanakan santriwati kelas akhir sejak pagi. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh PO. Niha’ie 2017 Ust. H. Fahmi Fattah, S.Sos.I

Acara yang dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA  tersebut merupakan salah satu acara niha’ie sebagai rasa syukur berakhirnya acara formal al-fashliyah as-shobahiyah santriwati kelas akhir.

Pembukaan Ujian Mid Semester II

Dr. KH. Ghozi Mubarok Idris, MA Dalam Pembukaan Ujian Mid Semester IIAhad (19/02) Pembukaan Ujian Tulis Mid Semester II, Oleh Wakil Pimpinan Dr. KH. Ghozi Mubarok Idris, MA Di MTA Putri dan KH. Fauzi Rasul Di MTA Putra.

K. Suyono dalm pembukaan UjianDalam Tausiyahnya Wakil Pimpinan Dr. KH. Ghozi Mubarok Idris, MA mengajak seluruh santriwati untuk bisa memaksimalkan waktu. tidak hanya itu, beliau juga mengajak untuk terus istiqomah, itqon dalam beramal, sehingga barokah umur dan waktu bisa didapat.

Pada waktu yang sama di TMI juga berlangsung Pembukaan Murojaah Ammah Rubu’ III. Di Putra dibuka oleh Mudir ‘Aam TMI, KH. A. Tijani Syadzili, Lc., sedangkan di Putri oleh Mudir Ma’had TMI Putri, K. Drs. Suyono Khatthab. Ujian tulis yang diikuti oleh seluruh Santri kelas I-V ini akan berlangsung mulai hari ini hingga tanggal 01 J. Tsaniyah 1438 H. / 28 Februari 2017 M.

Ujian Muroja’ah ‘Ammah TMI

Mausk WebUjian Muroja’ah Ammah di Ma’had TMI (Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah) berlangsung mulai hari Sabtu,  24 September 2016. Ujian Muroja’ah Ammah dibuka secara resmi oleh Pengasuh Ma’had TMI, KH. Zainulloh Rois, Lc,

Pada kesempatan itu, KH. Zainulloh Rois, Lc. selaku Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien Prenduan mengimbau agar seluruh santri betul-betul mempersiapkan diri secara matang menghadapi ujian ini. Di antaranya belajar di tempat-tempat yang kondusif, terutama di dalam masjid. “Karena orang-orang yang berdiam dengan belajar di masjid termasuk dari orang-orang yang meramaikan masjid,” jelasnya.

Beliau juga mengatakan bahwa, tidak belajar dalam menghadapi ujian merupakan indikasi dari kesombongan. “Kesombongan merupakan akhlak yang tidak terpuji. Apalagi jika melihat status kita sebagai santri yang tholibul-ilmiNa’udzubillahi min dzalik!” tegasnya

Ujian Mid I ini akan berlangsung selama 11 hari, terhitung dari tanggal 24 September – 04 Oktober 2016 M, atau dari tanggal 22 Dzulhijah – 03 Muharram 1438 H.

TMaI Mempersiapkan calon Pembina Handal

TMI-LDPLDP (Latihan Dasar Pembina) merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh santriwati kelas 5, sebagai latihan dasar untuk memimpin suatu organisasi. Dengan harapan natinya bisa menjadi bekal setelah mereka memegang penuh tampuk kepengurusan ISTAMA. Bukan hanya berdasarkan materi, pelatihan ini juga untuk melatih mental dan kecakapan, baik dalam keterampilan memasak, kecekatan, ketangkasan, ketajaman dalam berfikir, berdakwah kepada masyarakat , berbakti pada Bangsa dan Negara, mengenali diri, belajar melestarikan lingkungan, dan masih banyak lagi.

Pada hari Rabu 24 Agustus 2016, telah dilaksanakan upacara pembukaan LDP (Latihan Dasar Pembina) 2016 M. Acara  yang dihadiri oleh jajaran Majelis Kiyai dan Majelis Nyai, serta para ustadzah, acara ini secara resmi  dibuka oleh K.H. Khoiri Husni S.Pd.I, dan berlangsung dengan tertib serta penuh antusias dari para peserta LDP yang berjumlah 241 orang. Sebelum upacara ini dibuka, para peserta telah siap mengikuti upacara dengan menggunakan atribut yang lengkap serta berdiri tegak menanti kehadiran Inspektur Upacara dan Para petugas upacara telah siap pada posisi masing-masing.

Ketika Upacara berlangsung, para petugas upacara yang terdiri dari protokol, dirijen, pemimpin upacara, pasukan pleton, Pembaca Tri Satya dan dasa darma pramuka menjalankan tugas mereka dengan baik dan penuh khidmad. Terlebih lagi pada saat pemasangan kalung peserta oleh kabid kesantrian TMI Putri, Ny. Nur Jamilah S.Pd.I kepada pengurus shof, berlangsung dengan penuh kesungguhan sebagai tanda bahwa mereka telah siap mengikuti acara LDP 2016 M .  Dan pelaksanaan upacara ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Inspektur Upacara, sebagai harapan acara ini dapat berlangsung sesuai tujuan dan diiringi dengan ridho Allah SWT.

Ajang Pembuktian Bakat Lewat PORSENI

TMI-Porseni (pekan olahraga dan seni) 2016 TMI AL-AMIEN PRENDUAN tidak ubahnya dengan momentum pembuktian atlet dan seniman dari seluruh penjuru Indonesia. Pasalnya dalam perhelatan ini para peserta terdiri dari berbagai penjuru Indonesia. Adapun tujuan diadakannya acara ini tidak lain adalah untuk memfasilitasi santri untuk menemukan bakat yang ada pada diri mereka, sehingga nantinya bisa menjadi bekal bagi mereka setelah terjun dimasyarakat.

Acara ini berlangsung dari tanggal 17 s/d 22 Agustus 2016 M. dan secara resmi dibuka oleh Mudir Aam TMI AL-AMIEN PRENDUAN Ust. A. Tijani Syadzili, Lc. dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa pesan singkat kepada para santri,” Dengan porseni akan mewujudkan santri yang sehat dan berprestasi sehingga bakatnya bisa terlihat dari segala bidang serta disinilah semua bakat bisa tersalurkan,” Ungkap Mudir Aam Tmi Al-Amien Prenduan dalam sambutannya .

Pada perhelatan Porseni tahun ini cabang olahraga yang dilombakan antara lain : Sepak Bola, Volly, Basket, Takraw, Lari 100 M, Lari Estafet, Lari Maraton, Tarik Tambang, Bulu Tangkis, Tenis Meja dan Senam Santri. sedangkan untuk bidan seni yang dilombakan adalah Baca Puisi Tiga Bahasa, Pidato Tiga Bahasa, Debat Tiga Bahasa, Melukis, Adzan, Grafity, Pantomim, Stand Up Komedi, Fotografi, Kaligrafi, Karikatur dan Nasyid Islami.

Pun demikian Pelaksanaan Porseni kali ini juga merupakan salah satu media untuk persiapan lomba-lomba dalam perayaan 64 tahun Al-Amien. karena momennya memang pas.” porseni ini tujuannya untuk mengetahui dimana sesungguhnya kelebihan para santri dalam bidang yang telah disediakan oleh panitia. ” Ungkap Mahessa selaku Ketua pelaksana Porseni.

Pembukaan Ujian Tahriri Akhir Tahun TMI

KH. Ahmad Fauzi Tijani dalam pembukaan ujian tahriri akhir tahun TMI Al-Amien PrenduanTMI – Pagi ini (8/5) Seluruh Santri dan Guru berkumpul di depan gedung Puspagatra TMI Al-Amien Prenduan guna mengikuti Pembukaan Ujian Tahriri Akhir Tahun. Acara dipimpin oleh Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA., dimulai sejak pukul 06:00 hingga jam 06:30 dan dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian Jam I dengan materi Insya’.

Dalam sambutan beliau, Pimpinan menyampaikan tentang keutamaan memperbaiki akhlak sebelum menambah ilmu. Menurut beliau akhlak yang baik ada kunci dari suksesnya pendidikan. Pendidikan di Pondok Pesantren harus berlandaskan akhlak, karena saat Santri memiliki akhlak yang bagus otomatis dia  akan patuh dalam menjalankan sunnah dan disiplin Pondok. Hal ini senada dengan apa yang beliau sampaikan di lain kesempatan, beliau mencontohkan tentang merosotnya disiplin berbahasa Arab dan Inggris di  kalangan Santri, beliau meyakini bahwa hal tersebut bukan semata karena kurangnya ilmu dari Santri yang bersangkutan, tetapi lebih karena kurangnya akhlak sehingga tidak timbul kesadaran dan kepatuhan  terhadap aturan tersebut. Beliau menegaskan bahwa di tengah krisis moral saat ini, membina akhlak di masa pendidikan adalah modal untuk kesuksesan di masa depan.

Dalam kesempatan ini beliau juga mengajak agar santri meyakini bahwa ujian adalah ibadah. Maka, dalam menghadapi ujian seorang muslim tidak boleh main-main, karena ibadah tidak boleh main-main, harus dijalani sepenuh hati dan dengan usaha semaksimal mungkin. Beliau juga mengingatkan tentang tujuan ujian untuk belajar, bukan sebaliknya. Selain itu, beliau mengajak agar para Guru dan Pengurus untuk berperan aktif dalam pengawasan santri. Semua harus meyakini bahwa fi al-harokati al-barokatu “ada barokah dalam pergerakan” dan juga man la yarham la yurham “barangsiapa tidak mengasihi (sesama makhluk), maka tidak akan dikasihi (oleh Allah)”

KH. Ghozi Mubarok Idris dalam pembukaan ujian tahriri akhir tahun TMI Al-Amien PrenduanDi waktu yang sama Santriwati TMI Putri berkumpul di selatan kantor Idaroh Ma’had guna  mengikuti acara semisal. Pembukaan Ujian Tahriri Akhir tahun di Putri dipimpin oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh PP.  Al-Amien Prenduan, KH. Ghozi Mubarok Idris, MA. Dalam sambutan yang beliau sampaikan, beliau menyatakan bahwa kesuksesan dalama ujian ini hanyalah kesuksesan jangka  pendek. Adapaun kesuksesan jangka panjang—yakni kesuksesan sebenarnya—adalah usaha dan proses belajar. Jangan sampai kita tidak menghargai usaha untuk belajar, jangan sampai kita meremehkan proses belajar. Ada banyak orang yang lulus dalam ujian yang dijalaninya selama masa pendidikan, namun karena salah dalam proses belajar akhirnya gagal dalam menghadapi ujian hidup yang lebih banyak dan berat.

Ujian Tahriri Akhir Tahun ini akan berlangsung selama 9 hari, yakni pada hari Ahad-Selasa, 01-10 Sya’ban / 08-17 Mei. Setiap hari akan ada 3 materi yang diujikan, dengan durasi waktu per-materi selama 90 menit. Maan najah fil imtihan…

Rapat Guru Lengkap Menjelang Ujian Tahriri

RGL Ujian Tahriri TMI Al-Amien Prenduan 2016Tarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah (TMI) pada hari ini (7/5) mengadakan rapat guru lengkap (RGL) menjelang Ujian Tahriri di Mushalla Asma’ Lathifa TMI Putri. Rapat ini diikuti semua guru TMI dan juga Santri/wati kelas VI yang dalam ujian kali ini juga bertugas menjadi pengawas ujian.

RGL berlangsung pada jam 07:00 hingga jam 08:30 dan berjalan dengan lancar. Acara dipandu oleh Ust. H. Saiful Anam, M.Pd selaku Project Officer Ujian Akhir Tahun, dengan agenda utama yakni fatwa dan nasehat serta pengarahan secara umum oleh Majlis Kyai dan juga pengarahan tentang petunjuk pelaksanaan (Juklak) Ujian Tahriri oleh Mudir ‘Aam TMI.

Dalam kesempatan ini Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA menyampaikan tentang ujian sebagai ajang untuk memperbaiki moral dan akhlak. Beliau mewanti-wanti tentang kemerosotan akhlak dan juga krisis keteladanan. Saat ini kesuksesan ujian seringkali  hanya diukur dari nilai yang dicapai, sehingga ada beberapa oknum yang berbuat curang demi mendapat nilai tertinggi dan lulus ujian, hal seperti ini tidak boleh terjadi di Al-Amien. Ujian harus dilaksanakan dengan jujur dan juga ada standar penilaian kelayakan santri untuk lulus, namun nilai saja belum cukup. Hal tersebut harus diimbangi dengan akhlak yang baik, yakni bagaimana dia menghadapai ujian serta bagaiman tingkah-lakunya selama setahun penuh menjalani proses pendidikan di Al-Amien, baik di kelas maupun di luar kelas.

Hal senada ditambahkan oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA. Beliau mengingatkan tentang tujuan pesantren sebagai pembangun pribadi manusia. Beliau mengajak kita mengambil i’tibar dari pembangunan Tembok Besar China. Tembok raksasa sepanjang 8.851 km ini dibangun dengan tujuan untuk menghalau serangan musuh, namun ternyata musuh tetap saja dapat masuk bukan dengan menghancurkannya, melainkan dengan menyuap penjaganya. Kisah tersebut mengajarkan kita untuk tidak hanya mementingkan pembangunan fisik dan sarana namun melupakan pembangun mental sumber daya manusia yang menghuninya.

SamPenyerahan Soal Ujian Akhir Tahun TMI Al-Amien Prenduanbutan ketiga disampaikan oleh Pengasuh Ma’had TMI, KH. Moh. Zainullah Rois, Lc dan dilanjutkan dengan pembacaan Juklak Ujian Tahriri oleh Mudir ‘Aam TMI, KH.  Ahmad Tijani Syadzili, Lc. Beliau berpesan bahwa acara seperti ini rutin dilaksanakan–yang sebagaimana sering disampaikan oleh KH. Moh. Idris Jauhari–dengan harapan agar yang belum tahu menjadi tahu, yang lupa kembali ingat, dan yang sudah tahu serta ingat kian meyakini dan istiqomah mengamalkan.

Acara ini ditutup  dengan do’a oleh KH. Fadhli Fatrah dan juga penyerahan simbolis naskah soal ujian oleh Tim Pengadaan Soal (TPS) kepada  Mudir Ma’had Putra dan Putri melalui Pengasuh Ma’had TMI.