Tarbiyah Iqtishodiyyah 2010

Dari sekian banyak program Niha`ie, ada satu program yang sangat menarik bagi para santri kelas akhir, yaitu Tarbiyah Iqtishodiyah. Bisa dibilang, program ini adalah pelajaran lanjutan dari KOMDAS B Kewirausahaan yang telah mereka pelajari. Bedanya, pembekalannya kali ini diisi oleh pengusaha sukses beneran. Para santri juga diajak untuk melihat langsung beberapa tempat usaha yang sukses, di Sumenep dan Pamekasan. “Progam ini saya beri tema ‘Bagaimana Menjadi Orang Kaya’”, kata Pimpinan dan Pengasuh Pondok, KH. Muhammad Idris Jauhari sembari tersenyum, dalam pembukaannya di Geserna (13/12/10).

Pembekalan dilaksanakan selama 3 hari, dilaksanakan di Aula putra dan Geserna Putri. Panitia Pelaksana Program Niha’ie (P3N) tidak hanya mendatangkan para pengusaha sukses lokal, akan tetapi juga dari luar Madura. Contohnya saja, ustadz Amien dari Jakarta, redaktur utama PT. Amsa Nur. Juga Ustadz Zainul Ishaq dari Jakarta. Perusahaannya memberangkatkan TKI ke luar negeri. “Saya jauh-jauh datang dari Jakarta, tidak lain hanya ingin melihat calaon-calon pengusaha sukses”, ucap ustadz Zainul Ishaq kepada seluruh santri Niha’ie.

Setelah acara pembekalan selesai, keesokan harinya para santri melihat secara langsung ke tempat-tempat usaha di sekitar pondok. Antara lain: Laundry, Toserba, UKK, AMDK Lana, Book Store, Dll. Besoknya, para santri dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberangkatkan ke Pamekasan dan Sumenep. Para santri mengunjungi beberapa tempat. Di antaranya, pabrik kerupuk, konveksi, persablonan, pabrik ayam petelur, pabrik rajungan, karimata FM, kerajinan batik tulis, dan lain-lain.