Gema Malam Takbiran: Menyambut Hari Raya Qurban

Gema Malam TakbiranAl-Amien PrenduanAllahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…  kalimat-kalimat takbir yang sedari sholat Maghrib (14/10) terus bergema dari masjid jami’ Al-Amien dan masjid-masjid/musholla disekitar pondok saling sahut menyahut.

Dalam rangka menyambut Idul Adha esok hari, Selasa (15/10), Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menggelar acara bertajuk Gema Malam Takbiran, segenap santri dan guru Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan berkumpul bersama Wakil Pimpinan & Pengasuh Pondok di masjid jami’ Al-Amien Prenduan, guna mendengarkan tausiyah malam takbiran. Isinya mencakup hikmah dari ibadah kurban yang disyariatkan Islam, termasuk disyariatkannya ibadah haji pada bulan Dzulhijjah.

Tausiyah pada  malam takbiran kali ini disampaikan oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA, Wakil Pimpinan & Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. “Idul adalah kembali. Qurban adalah dekat atau mendekatkan. Idul Qurban berarti hari kembali mendekatkan diri kepada Allah,” ungkap beliau dalam isi tausiyahnya.

Beliau juga menegaskan betapa pentingnya mendekatkan diri kepada Allah dalam kehidupan ini, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama anak tercintanya, Nabi Ismail ‘alaihis salam. “Nabi Ibrahim rela mengorbankan anaknya yang sangat dicintai demi mendekatkan diri kepada Allah SWT,”. (Ishlah Sariboni)