Catatan

Demokrasi Relegius

Judul Buku : Demokrasi Relegius
Penulis : Idris Thaha*
Penerbit : Mizan, Bandung
Tahun Terbit : Januari, 2005
Tebal : 378 hlm.

Inilah buku pertama yang membahas secara komperatif dan kritis pemikiran politik Nurcholish Madjid dan M. Amien Rais, dua tokoh Muslim Indonesia mutakhir, tentang hubungan Islam dan demokrasi. Cak Nur, demikian Nurcholish Madjid dikenal, berhasil memisahkan beban-beban politik kaum Muslim Indonesia dari stigma pendukung negara Islam. Ia sekaligus mengangkat beban psikologis umat dari kungkungan pemikiran sempit mengenai negara melalui pembaharuan pemikiran Islam.

Namun jika Cak Nur lebih banyak berada pada dataran ide-ide semenjak masih sebagai aktivis, maka Amien telah melangkah jauh ke dataran praksis politik. Sempat menjadi “penentang keras” rezim Orde Baru, memimpin reformasi, mendirikan partai politik, dan menjabat Ketua MPR RI, ia kemudian ikut mengantar demokrasi kepada alam baru lewat pemilu langsung presiden dan legislatif, demokrasi kepada alam baru lewat pemilu langsung presiden dan legislatif.

Sebagai pewaris sebutan “Natsir Muda” dari mendiang M. Natsir yang dikenal dengan demokrasi teistikya, kedua berhasil menunjukkan secara elegan bagaimana pelembagaan nilai-nilai spiritual Islam ke wilayah politik praktis. Cak Nur dan Amien, pada akhirnya, menjadi contoh par exellence bagi apa yang disebut dalam buku ini sebagai demokrasi religius.

* Idris Thaha, alumni TMI Al-Amien Prenduan tahun 1986. Kini tercatat sebagai dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.