“The Real Muslimah” = “No Couple Before Akad”

IDIA- Jum’at (14/07) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMi) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan, mengadakan seminar Remaja Muslimah dengan tema “No Couple Before Akad” bersama Bayu Dwi Septiyan (Mas Vedha) dan Ust. Yosi Al-Muzanni, serta Tim Klinik Nikah Indonesia dalam rangka mengisi kekosongan aktifitas para Mahasiswa/i, yang dalam hal ini panitia hanya merekrut peserta dari kaum hawa. Acara ini berlangsung di Gedung GESERNA, TMI putri Al-Amien Prenduan, pada pukul 07.00 Wib sampai 11.00 Wib, yang secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik yaitu Ust. Musleh Wahid, M.Pd.I yang dalam waktu terdekat ini akan meraih gelar Doktor. Para nara sumber sempat terkejut dan heran serta kurang pede, pasalnya mereka dihadapkan oleh banyak bidadari-bidadari yang cantik dan sholehah, yang mana kata beliau insyaAllah semuanya merupakan penghuni surga. Amien ya Rabbal Alamin.

Acara berlangsung dengan lancar dan meriah, dengan dipenuhi canda tawa para peserta seminar, pasalnya ada 3 moderator khusus membantu berjalannya acara ini dari awal hingga penutupan, 3 moderator ini adalah personil dari club Mlumah dengan nama-nama yang unik dan mungkin bisa dikatakan religi diantaranya Ipul Singelillah, Rian fi sabilillah, dan Efri lillahi ta’ala. Mereka ikhlas menghibur peserta dengan beberapa percakapan pendek mereka yang kental akan logat jawanya, membuat para peserta tidak bisa berhenti menahan gelak tawanya.ust musleh

Seminar ini memberikan beberapa renungan bagi para muslimah mengenai fitrah cinta yang sesungguhnya, karena di era globalisasi ini banyak para remaja yang mulai mengerjakan beberapa pekerjaan yang keluar dari syariat-syariat agama dan melupakan tugas pokok diembankan kepada manusia. Berkaitan dengan masalah cinta, banyak orang-orang diluar sana yang mau mati konyol, seperti bunuh diri dan lain sebagainya, hanya gara-gara putus cinta, dan tidak sedikit juga orang pintar menjadi gila karena cinta. Mas Vedha menuturkan bahwa kita harus bangga menjadi jomblo saat ini, karena saat ini jarang ada orang yang bahagia ketika dinyatakan dirinya jomblo, pasalnya banyak anak muda saat ini mulai mengikuti kebiasaan buruk dan gaya hidup kebarat-baratan. Hal ini akan membawa dampak negatif untuk penerus bangsa kita, beliau juga menyatakan bahwa dirinya pernah menjomblo selama 25 tahun, dan masa-masa itu merupakan masa-masa sulit baginya, tapi semua itu beliau lewati dengan berbagai aktifitas positif yang menghasilkan manfaat bagi siapapun, sehingga masa jomblonya tidak ngenes.

Kemudian dilanjutkan lagi oleh ust. Yosi yang menjelaskan beberapa keterangan mengenai bahasan tersebut, dan beliau juga merangkum perkataannya melalui beberapa puisi dan lagu-lagu yang membuat para peserta seminar merasa tersentuh dan merenungkan kembali setiap kata-kata dari ust. Yosi. Diakhir acara ust. Yosi memimpin semua hadirin untuk berdo’a, adapun salah satu dari do’a yang dipanjatkannya yakni “Ya Allah, jangan sampai kecintaan kami kepada makhluk ciptaan-Mu, melebihi rasa cintaku kepada-Mu”.

Disitulah, kami bisa mengambil manfaat dari ulasan-ulasan luas yang membuat kita tercengang akan fitrah yang diberikan sang sutradara dunia