Rapat Senat Terbuka IDIA Prenduan

Rapat Senat Terbuka IDIA PrenduanRabu, 25 Mei 2016. Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan (IDIA) melaksanakan salah satu agenda penting yaitu wisuda sarjana strata I ke-XIX. Wisuda tahun ini diikuti oleh 131 wisudawan/wisudawati yang terdiri dari 3 fakultas (Dakwah, Ushuluddin dan Tarbiyah). Acara yang dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D., majlis kyai, civitas akademika IDIA Prenduan, dewan guru Ponpes Al-Amien dan wali wisudawan/ti IDIA Prenduan berlagsung khidmah dan dibuka langsung oleh Rektor IDIA Prenduan KH. Ghozi Mubarok, MA.

Acara wisuda tahun ini menyuguhkan konsep baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana jajaran pimpinan rektorat dan senator, selayaknya kampus lain pada umumnya sejak awal acara menempati panggung kehormatan dengan seragam kebanggaan pimpinan IDIA Prenduan.

Selanjutnya, pasca prosesi wisuda dilanjutkan orasi ilmiah oleh Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA. Ph.D.,  dengan tema “Tanggung Jawab Sarjana Muslim Dalam Membangun Peradaban”. Dalam orasinya beliau menyampaikan secara khusus bahwa Sejarah Islam di Indonesia berbeda dengan dengan sejarah Islam di Negara-negara lainya. Sejarah Islam Indonesia menggambarkan kepada kita bahwa Islam pra kemerdekaan telah mengikat dan mempersatukan komunitas akidah penduduk nusantara secara sukarela sehingga berjasa besar terhadap proses kemerdekaan Negara Indonesia. Dengan demikian, Tanggung jawab sarjana muslim dalam era kekinian adalah bagiamana menjaga, melestarikan dan mengembangkan segala potensi, warisan luhur dan keutuhan NKRI sebagai hasil ijtihad para pendahulu kita.

Acara wisuda ini diakhiri dengan fatwa dan nasehat oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, MA. Dalam nasehatnya, beliau mengharapkan agar para wisudawan/ti agar tampil sebagai duta-duta pondok yang secara konsisiten menanamkan akidah kepada masyarakat sekitar, mengabdi kepada ummat dan membentengi diri dari gerakan Islam yang menyimpang.