Brosur dan Informasi Penerimaan Santri Baru PP. Al-Amien Prenduan tahun 1442 H. (2021 M.)

PENERIMAAN SANTRI BARU PONDOK PESANTREN AL-AMIEN PRENDUAN TAHUN AJARAN 1442/1443 H. (2021/2022 M.)

Assalamu’alaikum Wr wb.

Penerimaan Santri Baru di TMI, MA’HAD TAHFIDHIL QURAN, IDIA, PUTRI 1, PONDOK TEGAL dan MA’HAD SALAFI akan dilaksanakan pada secara online/daring dan offline/luring, dengan waktu dan tempat sebagai berikut.

  • ONLINE/Daring (Melalui website PSB masing-masing lembaga) yakni pada tanggal 01 Ramadhan s/d 29 Syawal 1442 H. / 13 April s/d 10 Juni 2021 M.
  • OFFLINE/Luring (Datang ke lokasi di masing-masing lembaga dan mengikuti prosesi penyerahan kepada Majlis Kyai PP. Al-Amien Prenduan) yakni pada tanggal 15 s/d 29 Syawal 1442 H. / 27 Mei s/d 10 Juni 2021 M.

Mohon perkenan Antum untuk menyebarkan informasi ini kepada yg memerlukan. Atas perkenan Antum kami haturkan terima kasih. Jazakumullah khairal jaza’

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Narahubung Penerimaan Santri Baru: Ust. Suhaimi Zuhri, S.Ag. 081703253289 (Panitia Terpadu), Ust. H. Abd. Qodir Jailani, M.Pd, 087851010003 (TMI), Ust. A. Habibi Walidil Kutub, M.Pd. 081703798703 (Ma’had Tahfidh), Ust. Fathorrahman Defri, M.Pd. 085336133133 (IDIA), KH. Syaifuddin Qudsi 085258833199 (Putri 1), Ust. Efendi, 081807536466 (Ponteg) dan Ust. Muhyiddin, 085231242197 (Ma’had Salafy).

Brosur dan Informasi Penerimaan Santri Baru PP. Al-Amien Prenduan (Terpadu)

1.  Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (TMI) Putra-Putri

Laman Pendaftaran Daring:

Informasi dan pendaftaran online bisa diakses di http://psb.tmial-amien.sch.id/

Brosur:

Syarat Penerimaan:

  1. Muslim/Muslimah berusia 12-22 tahun, belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa-masa pendidikan.
  2. Berijazah SD/MI (program Reguler) masa studi 6 tahun, dan untuk lulusan MTs/SMP (Program Intensif) masa studi 4 tahun.
  3. Memiliki latar belakang kehidupan  pribadi, keluarga dan sosial yang baik (diutamakan kader-kader lembaga).
  4. Mendapat restu dan dorongan semangat dari orang tua/walinya bersedia hidup berdisiplin di dalam pondok dan berniat menyelesaikan studinya sampai tamat ke kelas VI.
  5. Memiliki motivasi dan semangat tinggi untuk menjadi Guru/Pendidik atau Kader Pemimpin Ummat.
  6. Lulus dalam seleksi masuk yang meliputi ujian penempatan (Psikotes, Tulis dan Lisan).

Syarat Pendaftaran:

  1. Menyerahkan berkas-berkas pendaftaran awal berupa:
  2. 2 Fotokopi SKHUN, NISN dan Ijazah Terakhir yang telah dilegalisir
  3. 2 Fotokopi Akta Lahir dan Kartu Keluarga (KK)
  4. Pasfoto terbaru ukuran 3×4 (4 lembar) dan 4×6 (4 lembar) dan berjilbab (untuk putri)
  5. Surat Keterangan Sehat dari dokter Klinik Al-Amien Prenduan (KAP)
  6. Surat Pindah Desa (bagi yang berusia 17 tahun atau lebih)
  7. Mengisi Formulir Pendaftaran yang tersedia dengan jujur dan lengkap

2. Ma’had Tahfidz Al-Qur’an (MTA) Putra-Putri

Laman Pendaftaran Daring:

Informasi dan pendaftaran online bisa diakses di https://mta.al-amien.ac.id/psb

Brosur:

Syarat Penerimaan:

  1. Muslim/Muslimah berusia 12-22 tahun, belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa-masa pendidikan.
  2. Berijazah SD/MI (program SMP) dengan masa studi 6 atau 7 tahun, dan untuk lulusan MTs/SMP (Program SMA/MAK) dengan masa studi 3 atau 4 tahun.
  3. Memiliki latar belakang kehidupan  pribadi, keluarga dan sosial yang baik (diutamakan kader-kader lembaga).
  4. Mendapat restu dan dorongan semangat dari orang tua/walinya bersedia hidup berdisiplin di dalam pondok dan berniat menyelesaikan studinya sampai tamat ke kelas VI.
  5. Memiliki motivasi dan semangat tinggi untuk menjadi Guru/Pendidik atau Kader Pemimpin Ummat dan menjadi Hafidh Kamil Al-Qur’an
  6. Lulus dalam seleksi masuk yang meliputi ujian penempatan (Psikotes, Tulis dan Lisan).

Syarat Pendaftaran:

  1. Menyerahkan berkas-berkas pendaftaran awal berupa:
  2. 3 lembar fotokopi SKHUN & Ijazah Terakhir yang telah dilegalisir dan menyertakan NISN.
  3. 2 Fotokopi Akta Lahir dan Kartu Keluarga (KK)
  4. Pasfoto terbaru ukuran 3×4 (6 lembar) dan 4×6 (2 lembar) dan berjilbab (untuk putri)
  5. Surat Keterangan Sehat dari dokter Klinik Al-Amien Prenduan (KAP)
  6. Surat Pindah Desa (bagi yang berusia 17 tahun atau lebih)
  7. Mengisi Formulir Pendaftaran yang disediakan panitia dengan jujur dan lengkap

3. Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan Putra-Putri

Laman Pendaftaran Daring:

Informasi dan pendaftaran online bisa diakses di https://idia.al-amien.ac.id/panrimaba/

Brosur:

Syarat Pendaftaran:

  1. Pendaftaran diantar oleh orang tua/wali
  2. Menyerahkan berkas-berkas pendaftaran awal berupa:
  • 2 lembar fotokopi STTB/Ijazah Terakhir (SMA/SMK/MA/Sederajat)  yang telah dilegalisir
  • Pasfoto terbaru ukuran 2×3 (3 lembar), 3×4 (3 lembar) dan 4×6 (3 lembar)  serta berjilbab (untuk putri)
  • Mengisi Formulir Pendaftaran yang disediakan panitia dengan jujur dan lengkap.

Syarat Penerimaan:

  1. Memenuhi semua syarat pendaftaran
  2. Lulus Tes Masuk
  3. Telah Melakukan Her-Registrasi

Materi Ujian Tes Masuk:

  1. Pengetahuan Agama Islam
  2. Bahasa Indonesia
  3. Bahasa Arab
  4. Bahasa Inggris
  5. Psikotes
  6. Mengaji Al-Qur’an

4. Pondok Putri I Al-Amien

Laman Pendaftaran Daring:

Informasi dan pendaftaran online bisa diakses di http://putri1alamien.epizy.com/

Brosur:

5. Pondok Tegal Al-Amien

6. Ma’had Salafy Al-Amien

Pendaftaran santri baru ke Ma’had Salafi Al-Amien Prenduan dilakukan sesuai kebijakan internal kedua lembaga tersebut.

KETENTUAN PAKAIAN SANTRI PUTRA         

A. PRINSIP PAKAIAN SANTRI

  1. Pakaian harus islami, tarbawi, dan ma’hadi.
  2. Pakaian mencerminkan sikap santri yang sopan, tawadhu’, dan tidak arogan.
  3. Pakaian senantiasa suci dan bersih setiap waktu.
  4. Pakaian sederhana, rapi, wajar, dan tidak terlalu mewah.

B. KETENTUAN UMUM BAJU & KAOS

  1. Model baju dan kaos formal.
  2. Motif baju polos.
  3. Warna baju dan kaos bebas, tapi tidak mencolok .
  4. Baju sekolah diatur sebagai berikut:

–       Sabtu-Ahad        : Putih Polos

–       Senin-Selasa      : Polos (warna bebas)

–       Rabu-Kamis       : Pramuka

  1. Baju ibadah/shalat adalah baju takwa berlengan panjang, warna bebas, motif sederhana, dada berkancing, dan bukan berbahan kaos. Baju takwa bermodel hem atau hem berlengan panjang (di masukkan dalam sarung dan diikat dengan sabuk).
  2. Baju pramuka dilengkapi atribut kepramukaan.
  3. Macam-macam Baju & kaos terlarang: takwa berlengan pendek, kotak-kotak, batik, warna dan motif norak, ada logo partai politik, ormas, atau gambar-gambar  tidak islami.

C. KETENTUAN UMUM CELANA

  1. Model celana formal/dinas.
  2. Motif celana polos.
  3. Warna celana bebas, tapi tidak mencolok (seperti warna merah).
  4. Celana sekolah diatur sebagai berikut:

– Sabtu-Ahad          : Hitam

– Senin-Selasa         : Warna bebas

– Rabu-Kamis         : Pramuka

  1. Macam-macam celana terlarang: celana jeans, celana pensil, celana kargo (banyak saku), celana cino, celana seperempat.

D. KETENTUAN SARUNG, KOPIAH, IKAT PINGGANG DAN SEPATU

  1. Warna sarung bebas, tidak norak, dan motif sederhana.
  2. Kopiah warna hitam polos dan putih (khusus Jum’at) dengan tinggi min. 8 cm dan maks. 9 cm. (Khusus pengurus, wajib memakai kopiah putih pada setiap pelaksanaan shalat)
  3. Ikat pinggang warna hitam polos dengan kepala ikat pinggang sederhana dan tidak bergambar.
  4. Sepatu berwarna hitam wajib ketika masuk kelas.

KETENTUAN PAKAIAN SANTRI PUTRI

A. Ketentuan Umum

  1. Tidak Transparan
  2. Tidak Ketat
  3. Menutup Aurat
  4. Warna Tidak Menyilaukan mata
  5. Bermodel anggun dan sederhana
  6. Tidak bermotif (binatang, artis/figuran, boneka, tulisan dan gambar)
  7. Tidak Menyerupai laki-laki
  8. Tidak berbahan levis dan denim
  9. Tidak terlalu panjang (menyapu lantai)

B. Ketentuan Khusus

  • Jubah

1)   Tidak bermodel terlalu lebar dibagian bawah

2)   Tidak bermodel rompi pisah (yang didalamnya you can see& pendek)

3)   Tidak bermodel ikat pinggang

  • Baju Atasan

Panjang baju minimal 15 cm di atas lutut

E. KETENTUAN LAIN

  1. Mempunyai pakaian secukupnya, tidak berlebihan, serta menjaga keutuhan dan kelengkapannya.
  2. Memberi tanda (nama atau NIS) pada setiap pakaian.
  3. Tidak membawa pakaian bernilai mahal, seperti sarung Donggala, Lamiri, BHS, dan lain-lain.
  4. Tidak memakai pakaian berbahan sutera.
  5. Semua pakaian yang dipakai harus dimasukkan ke dalam celana/sarung kecuali baju takwa untuk shalat.
  6. Saat memakai jas, baju harus dimasukkan ke dalam celana/sarung dan memakai ikat pinggang.
  7. Memakai sajadah pada setiap pelaksanaan shalat berjamaah.