Malam Generalisasi Kuliah Umum Kepondokan

Salah satu keunikan Program Kuliah Umum Kepondokan adalah pembagiannya menjadi 3 tahap. Pertama, kuliah umum yang dilaksanakan di pagi hari, santri dikelompokkan berdasarkan kelas/marhalahnya untuk mengikuti sesi bersama guru senior yang ditunjuk. Kedua, tahap pemantapan yakni tahap dimana santri dikumpulkan dalam kelompok yang lebih kecil seperti kelas bersama wal-wali kelas masing untuk melakukan diskusi dan tanya jawab tentang tema kuliah umum yang baru saja diikuti. Ketiga, generalisasi materi bersama salah satu Majlis Kyai PP. Al-Amien Prenduan, dalam tahap ini seluruh santri berkumpul di masjid guna mendengarkan penjelasan secara umum, selain itu akan dijawab pula pertanyaan-pertanyaan dari Santri yang menurut wali kelas dibutuhkan jawaban yang lebih mendalam. Dengan pembagian dalam tiga tahapan ini diharapkan seluruh santri dapat memahami Pondok seutuhnya tanpa ada kesalahpahaman.

Generalisasi materi tahap satu dan dua malam tadi (17/07), Pengasuh Ma’had, KH. M. Zainullah Rois mendapat dua pertanyaan yang lebih menarik untuk menjadi bahan bahasan dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh santri, diantaranya ialah pertanyaan yang berkaitan dengan makna dari Panca Jiwa Pesantren dan Pengakuan Kesetaraan Ijazah TMI dengan Ijazah MA Aliyah Negri dan SMU Negri.

Berkaitan dengan Panca Jiwa Pesantren, Pengasuh Ma’had TMI, KH. Moh. Zainullah Rois, Lc. kembali menegaskan bahwa semua poin dan unsur yang ada dalam panca jiwa pesantren sangat relevan dengan tujuan hidup kita di dunia ini, terutama bagi kehidupan yang bersifat ukhrowi.

Contohnya saja Keikhlasan. Dalam kehidupan yang berjalan di pondok, melalui sistem yang ada kamu semua ditempa agar menjadi santri yang multi ikhlas. Mulai dari bangun pagi pukul tiga hingga tidur kembali kamu terus dididik untuk selalu ikhlas beribadah kepada Allah, selalu ikhlas mengabdikan diri ke pada pondok demi masa depan kamu dunia dan akhirat.” Ungkap beliau diplomatis.Mengenai pertanyaan kedua, yakni berhubungan dengan Ijazah TMI, beliau dengan sangat tegas menekankan bahwa Ijazah TMI setara dengan iIjazah yang dikeluarkan oleh pemerintah, bahkan pemerintahan Luar Negri dengan tingkat keberhargaan yang melebihi itu semua. “Jadi kamu semau tidak perlu kawatir, Ijazah yang dikeluarkan TMI, adalah Ijazah yang setara bahkan melebihi semua lembaga yang setara, dan diterima tanpa masalah di semua perguruan tinggi yang kamu pertanyakan.” Ungkap beliau sekaligus menjadi kata penutup pada generalisasi tahap I dan II itu dan disambut dengan anggukan  antusias para santri. (Az)