Guru Itu Sejatinya Sebuah Misi Kenabian, Bukan Sebuah Profesi, Ini Penjelasan Pengasuh Pondok Putri I Al-Amien

Pengasuh Pondok Pesantren Putri I KH. Saifuddin Kudsi. SHI, MA. menyampaikan prinsip-prinsip dasar seorang guru dalam pembukaan program Amaliyah Tadris untuk santri kelas akhir, yang bertempat di gedung Bapenta pada Sabtu 15 Januari.

Beliau menjelaskan bahwa jiwa guru sangatlah penting dimiliki oleh seluruh santri, terlebih lagi santri kelas akhir. “Guru atau pendidik itu sejatinya bukanlah sebuah profesi, melainkan sebuah misi kenabian. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw: “Innama bu’itstu mualliman”, sesungguhnya aku diutus untuk menjadi seorang pendidik,” paparnya.

“Apalagi kalian semua adalah calon ibu yang melekat pada dirinya sebagai seorang pendidik. Al-ummu madrasatul Ula, idza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq”. Ibu adalah sekolah pertama dan utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik,” lanjutnya.

Kyai Kudsi juga menjelaskan tujuan diadakannya program ini agar santri mengerti tentang proses belajar mengajar, yang meliputi metode, pendekatan dan langkah-langkah dalam pendidikan dan pengajaran. Dan dengan program ini mereka akan tahu bahwa cara terbaik dalam belajar adalah dengan mengajar.

“Karena dengan mengajar kita akan berusaha lebih keras untuk menemukan jawaban-jawaban dari kesulitan atau pertanyaan dari para santri,” ujarnya lebih lanjut.

Seremonial pembukaan Program Amaliyah Tadries yang rencananya akan berlangsung dari tanggal 15 Januari hingga 04 Februari ini diakhiri oleh pembahasan tentang pentingnya metode dalam mengajar hingga ruhul mudarris.

Bahwa Metode itu memegang peranan yang sangat penting dalam penyampaian sebuah materi. Karena metode itu lebih penting daripada materi. Namun lebih penting daripada metode adalah kehadiran seorang guru. Dan kehadiran jiwa dari seorang guru lebih penting dari guru itu sendiri. At-thoriqotu ahammu minal maddah, wal mudarris ahammu minat thoriqoh, wa ruhul mudarris ahammu minal mudarris nafsihi.

1 thought on “Guru Itu Sejatinya Sebuah Misi Kenabian, Bukan Sebuah Profesi, Ini Penjelasan Pengasuh Pondok Putri I Al-Amien”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *