Berkah Allah pada KH. Ahmad Fauzi Tidjani - Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan

Berkah Allah pada KH. Ahmad Fauzi Tidjani

(Sekelumit pengalaman Tim Pengurus IKBAL mendampingi perjalanan Safari Dakwah KH. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A., Ph.D)

Kamis, 17 Februari 2022 Pesawat Batik Air yg ditumpangi KH. Ahmad Fauzi Tidjani didampingi Ust. Fahmi Yunus setelah delay beberapa jam akhirnya mendarat mulus di bandara internasional Kuala Namu Sumut pukul 21.15 wib.

Setelah dialog beberapa saat di kediaman Ust Haris Al-Haq (Mantan Ketua IKBAL Sumut/Alumni TMI Al-Amien 91) Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan bersama rombongan dengan menggunakan 2 unit mobil bergerak menuju Kotacane, ibukota kabupaten Aceh Tenggara pukul 22.30 wib. Rute ini melaui jalan berliku dan berkelok di jejeran Bukit Barisan menempuh waktu 6 jam dengan target tiba sebelum shalat Shubuh.

Alhamdulillah, 30 menit sebelum adzan Shubuh rombongan tiba di Masjid Taqwa Kotacane disambut beberapa alumni yang bermukim di sini. Di masjid terbesar dan termegah di Kotacane Kiai Fauzi mengisi tausiyah ba’da sholat Shubuh.

Pada hari Jum’at, 18 Februari 2022, usai sarapan dan ngobrol dengan para alumni asal Kotacane, maka kunjungan menjalin ukhuwah dari pesantren ke pesantren dimulai dari Pesantren Darul Iman yang dipimpin oleh Buya Tgk. Bukhari Husni. Disini Ust Zuhdi Badri (Alumni TMI Al-Amien) berperan sebagai Ustadz Senior dan kharismatik.

Jumat siang Kiai Fauzi mengisi khutbah Jum’at jg di masjid Taqwa Kotacane. Tanpa mengenal lelah demi ukhuwah dan padatnya jadwal, siang itu juga Kiyai Fauzi dan rombongan lanjut mengunjungi Pesantren Nurul Huda pimpinan Ust. Tgk Putra Lastika (Alumni IDIA Al-Amien Prenduan)

Menjelang ashar rombongan Kiyai Fauzi lanjut mengunjungi Pesantren Raudatus Sholihin pimpinan Ust Amonyadi (Alumni IDIA Al-Amien Prenduan). Di pesantren ini rombongan menyempatkan diri beristirahat sejenak utk kemudian bakda maghrib lanjut berkunjung ke pesantren Darul Azhar pimpinan Ny Sri Wahyuni Disini rombongan menyempatkan diri berziarah kubur pendiri pesantren.

Ba’dal ‘Asyaa’ rombongan lanjut ke pesantren Darul Amin di perbatasan Sumut-NAD pimpinan Ust. Mukhlisun Deski (Alumni KMI Gontor). Ternyata di pesantren modern ini telah menunggu para sahabat Kiai Fauzi petinggi pesantren Raudhatul Hasanah di antaranya Ust. Rasyidin Bina dan Ust. Miftahuddin di pesantren modern ini setelah ngopi ala kadarnya rombongan menyempatkan diri beristirahat walau malam telah berganti tanggal.

Sabtu, 18 Februari 2022 pukul 7.30 acara di pondok Darul Amin dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, lagu hymne Oh Pondokku dan tausiyah Kiyai Fauzi kepada seluruh santri/santriwati.

Pukul 09.30 wib rombongan Kiyai Fauzi meninggalkan tanah alas Aceh Tenggara menuju Medan melewati jejeran Bukit Barisan yang tajam berkelok dan kaki Gunung Sinabung yang meletus beberapa waktu lalu.

Sebuah perjalanan yang menantang bagi seorang Kiyai pesantren terbesar di Madura, dimana keselamatan dan kesehatan beliau harus dipantau oleh tim IKBAL yang turut bersama rombongan.

Sesuai target pukul 15.15 wib rombongan tiba di Medan dan menuju Yayasan Darul Ilmi Murni (DIM) pimpinan Ust. Dedi Masri pengusaha kota Medan. Di DIM Kiyai Fauzi berziarah ke makam pendiri DIM (alm Masri Nur) Sekedar info tahun 2017 alumni Aliyah DIM ini 85% lulus di PTN bergengsi di Indonesia seperti UGM, ITB, UI, UNPAD, USU, IPB dan lainnya.

Tidak lama di DIM rombongan Kiyai Fauzi bergerak ke pesantren modern di kota Medan Raudhatul Hasanah. Di pesantren ini Kiyai Fauzi mengisi tausiyah dihadapan para santri santriwati.

Ba’da isya Kiyai Fauzi dan rombongan bersantap malam di RM Wong Solo atas inisiasi dan fasiltasi KH Iskandar Mirza.

Ahad, 20 Februari 2022 semalam menginap di pesantren modern Raudhatul Hasanah atas undangan Ust Nazrul Fakhri (Alumni Tahfiz Al-Amien 91) Kiai Fauzi mengisi kuliyah shubuh di masjid jln. Amal Medan.
Tidak menunggu lama jam 8.00 Kiyai Fauzi dan tim kembali berangkat menuju Serbelawan Simalungun. Kali ini dalam tim rombongan ikut serta tokoh kota Medan juga alumni Tsanawiyah TMI Al-Amien Prenduan Ust Salman Alfarisi Tokoh kondang ini jg yg menjadi mediator pertemuan kiyai Fauzi dgn Gubernur Sumut Edi Rahmayadi

Pukul 9 wib, rombongan menuju pesantren Baitussalam Desa Simpang Mangga Serbelawan Simalungun pimpinan Ust Hotmatua Harahap dengan agenda kunjungan silaturahmi dan ziarah ke makam pendiri pesantren.

Tidak lama di Serbelawan, dibawah teriknya matahari rombongan bergerak menuju pesantren Darul Mukhlisin Desa Cempedak Lobang Sergei pimpinan Ust Wasis Atmosuwito (Alumni TMI Al-Amien 91). Pesantren ini juga dikomandoi oleh tokoh² jebolan TMI Al-Amien Prenduan seperti Ust Sunarto “Bonar” alumni TMI 90, Ust Kamaluddin alumni TMI 92 dan banyak alumni TMI lainnya. Di pesantren ini Kiyai Fauzi dan rombongan disambut pagar betis dan lantunan shalawat, dihadiri seluruh alumni, abituren serta kelurga besarnya. Acara temu ramah, silaturahim badan dan tausiyah kepada seluruh santri santriwati.

Menjelang Maghrib Kiyai Fauzi mendapat undangan mendadak (setelah sebelumnya sempat batal) dari Gubernur Sumut Edi Rahmayadi. Disela-sela sempitnya waktu disempatkan memenuhi temu ramah Kiyai Fauzi dgn tokoh nomor 1 di propinsi Sumatera Utara ini.

Seusai dari petemuan dgn Gubsu, Kiyai Fauzi lanjut ke pesantren Mawaridus Salam Desa Sena Batangkuis Sumut pimpinan Buya Syahid Markum. Di pesantren modern ini Kiyai Fauzi mengisi kuliah di hadapan para santri dan santriwati pada acara milad pesantren untuk kemudian beristirahat.

Senin, 21 Februari 2022 pukul 5.30 almukarrom KH. Ahmad Fauzi Tidjani dan Ust. Fahmi Yunus kembali take off dari bandara KNO menuju Madura. Sebuah perjalanan mulia menempuh ratusan kilo meter, antar propinsi, dari dukuh terpencil hingga perkotaan modern, melewati gunung berapi, bukit terjal berliku, jurang dalam, tikungan berkelok dan menantang dari pesantren ke pesantren semoga semua menjadi ibadah. Perjalanan penuh berkah!

Berhari-hari bermalam-malam full aktifitas tentu sangat melelahkan dan touring yang langka mengingat kegiatan ini benar-benar menguras tenaga dan kelelahan yang luar biasa. Namun, semua itu tidak terasa dengan kehadiran Kiai Fauzi. Banyak hal tidak disangka terjadi “Min haitsu laa yahtasib” dan itu menjadi pelajaran pengalaman Tim Pengurus IKBAL yang turut bersama mendampingi Kiyai Fauzi dan Ust Fahmi Yunus secara protokoler dan safety.

Ucapan “Afwan, al-insanu mahallul khotok wan nisyaan” serta “Syukron katsiron, jazakumullah” kepada segenap pihak yang tidak tersebut namanya dan tidak tertulis gelar-gelarnya. Semoga segenap bantuan materi, immateri, ide pemikiran serta gagasan-gagasan yang diberikan menjadi kebaikan untuk kita semua.

Wassalam min adh-dho’if
M. Yazid Syah Putra
Alumni TMI Al-Amien Prenduan 91

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top