Tag: YAP

Haul Bani Idris Patapan Ke-66

_MG_5863Ahad (02/10/2016) – Haul Bani Idris yang ke-66 berlangsung hari ini. Acara ini berlangsung di Auditorium TMI Putra Al-Amien Prenduan. Acara tahunan ini merupakan agenda silaturrahmi kekeluargaan yang diikuti oleh anak, cucu dan keluarga besar Kiai. Idris Patapan.

Acara ini berlangsung dengan khidmat. Para hadirin terlihat antusias mendengar kata sambutan yang disampaikan oleh para masayikh yang secara bergantian menyampaikan sambutan-sambutan selama acara berlangsung. salah satunya dari Pimpinan dan Pengasuh Pon-Pest Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

Dalam kata sambutan yang disampaikan oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. selaku pimpinan dan pengasuh Pon-Pest Al-Amien Prenduan, beliau menyerukan untuk terus menyambung tali silaturrahmi.  Hal ini disampaikan beliau merujuk kepada hadist yang disampaikan oleh Rasulullah Saw, bahwa barang siapa yang beriman kepada Allah Swt dan hari akhir, maka hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi. Beliau juga berharap, dengan adanya Haul Bani Idris ini, bisa semakin memperkokoh tali silaturrahmi yang sudah terjalin antara satu dengan lainnya.

Peringatan Tahun Baru 1348 Hijriah

WebsiteAl-Amien Prenduan (01/10/2016) –  1 Muharram adalah momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia, yaitu momen hijrahnya Nabi Muhammad Saw. dari kota Mekkah ke Madinah (Yastrib). Di Al-Amien Prenduan, pergantian tahun hijriah ini dirayakan dengan doa bersama sebelum dan selepas shalat Maghrib, sebagai tanda berakhirnya tahun 1347 H, juga sebagai perayaan dimulainya tahun baru 1348 H.

Selain itu, selepas sholat Isya, berlangsung juga ceramah agama, sebagai peringatan untuk tahun baru Hijriah, yang diisi oleh KH. Zarkasyi Rahman, salah satu alumni senior ma’had TMI Al-Amien Prenduan. Peringatan tahun baru hijriah ini adalah salah satu tradisi yang terus dijaga sampai hari ini. Mengingat bahwa pergantian tahun dalam Islam merupakan salah satu sejarah penting dalam catatan perjalanan Islam sampai hari ini.

Acara ini berlangsung dengan khidmat. Para santri terlihat antusias mendengarkan KH. Zarkasyi Rahman bercerita tentang sejarah Nabi dan sahabat-sahabat yang berkaitan dengan momen hijrahnya Nabi Muhammad Saw. Ajaran-ajaran edukatif, nilai-nilai kejuangan, kesederhanaan, kesabaran juga keikhlasan dalam kehidupan nabi, dipaparkan dengan menanyakan kembali kepada diri kita, bagaimana kita menyikapi pergantian tahun baru hijriah ini dengan sewajarnya. Sehingga wajar jika ajakan pertama kali yang diserukan oleh KH. Zarkasyi Rahman adalah untuk melibatkan diri dalam proses sampainya Islam ke tengah-tengah masyarakat, sebagaimana disampaikannya siang kepada malam, malam kepada siang, oleh Allah Swt, dan akan terus begitu sampai yaumil-qiyamah. (Red)

Silaturrahim Kapolres Sumenep di Al-Amien Prenduan

c5a068d1-b95f-4814-aa8f-8289868aefcc

Kapolres Sumenep, AKBP H. Joseph Ananta Pinora, S.IK. M.Si. melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, (Jum’at, 30/9/2016). Kedatangan Kapolres beserta rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A. bersama anggota Majelis Kiai lainnya.

Kehadiran Kapolres dalam rangka untuk melakukan koordinasi pengamanan selama pelaksanaan acara Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, yang akan digelar mulai tanggal 7 Oktober 2016 mendatang hingga 14 November 2016.

Selain untuk silaturrahim, Kapolres berharap bisa menjalin kerja sama yang baik dengan pondok pesantren, khususnya Al-Amien Prenduan dalam rangka terciptanya Sumenep yang aman dan damai, serta bebas narkoba.

Kapolres juga menyampaikan keinginannya untuk mengadakan lomba santri terampil, di antara lomba yang akan dilaksanakan adalah turnamen futsal, lomba kebahasaan, lomba memasak dan merangkai bunga, di mana panitianya dipercayakan kepada para guru di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. (syam)

Tingkatkan Kreativitas Lewat Lomba Memasak

Lomba Masak Nasi BukhoriSelasa 13/16 Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ditempati  Lomba memasak nasi Bukhori yang di adakan oleh BNI Syari`ah, bertempat di Dapur Umum yang akrab di sebut dengan PURUM, lomba tersebut di mulai pada pukul 10.00  dan berakhir pada jam 12.00.

Hadiri pada acara tersebut Nyai  Hj. Dra. Anisah Fatimah Zarkasih dan Nyai Mamnunah dan beberapa karyawan BNI Syari’ah yang sekaligus betindak sebagai juri. lomba memasak ini di ikuti oleh 7 kelompok yang mana setiap kelompok berjumlah 5 orang , 1 kelompok berasal dari  Ma’had tahfidul Qur’an ,1 kelompok lagi berasal dari IDIA, dan 5 kelompok berasal dari TMI Al-amien.

Setelah para juri melaksanakan tugasnya maka  mengumumkan para pemenang lomba yaitu : juara pertama di raih oleh kelompok 1, dan juara 2 diraih oleh kelompok 3 dan yang terakhir diraih oleh kelompok 4 yang kesemuanya berasal dari TMI Al-Amien.

Qurban Party Hasanah Bersama BNI Syari’ah

BNI  Syariah Santunan Anak YatimDalam rangka memeriahkan Idul Adha dan menjalin silaturrahim antara nasabah dengan karyawan, untuk ketiga kalinya BNI Syariah mengadakan kegiatan “Qurban Party Hasanah” yaitu kegiatan mengumpulkan Hewan Qurban yang diberikan oleh nasabah, masyarakat, maupun karyawan melalui seluruh Kantor Cabang BNI Syariah.

Kegiatan yang dilaksanakan di antaranya pemotongan dan penyerahan qurban kepada keluarga dhuafa selaku mustahiq di wilayah sekitar cabang. Serta dimeriahkan dengan lomba memasak nasi goreng kambing, yang diikuti oleh anak-anak dhuafa bersama karyawan kantor cabang dengan juri dari nasabah BNI Syariah.

Pelaksanaan “Qurban Party Hasanah” di kantor cabang Surabaya berkerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura. Dalam cara tersebut panitia mengundang 100 anak dhuafa dan nasabah serta masyarakat sekitar. Adapun hewan qurban yang terkumpul sebanyak 4 sapi. Sebanyak 21 pria dan 4 wanita yang datang ikut memeriahkan dalam acara santunan.BNI Syariah

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 September 2016 di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Rentetan acara dimulai dari penyembelihan hewan qurban hingga pembagian santunan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Hadir pada acara tersebut Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A., beserta jajaran Majelis Kiai lainnya. Sedangkan dari pihak BNI syariah itu sendiri dihadiri oleh Bapak Edwin selaku Pemimpin BNI Syariah Cabang Indonesia Timur.

Dalam acara santunan tersebut pihak BNI Syariah menyampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mempersiapkan kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. “Kegiatan ini mudah-mudahan berjalan secara istiqomah untuk tahun-tahun berikutnya. Dan untuk selanjutnya kami akan mempersiapkan lebih baik lagi,” tutur Edwin selaku ketua rombongan BNI Syari’ah.

PERLANTASI (Pekan Perkenalan dan Orientasi)

KUKPondok Pesantren AL-Amien Prenduan secara rutin melaksakan kegiatan Perlantasi (pekan perkenalan dan orientasi)setiap awal tahun ajaran baru. pada tahun ini, kegiatan perlantasi secara resmi dibuka pada hari selasa malam tanggal 09 Agustus 2016 M. oleh KH. Moh. Zainullah Rois, Lc untuk Putra secara terpadu TMI, MTA dan IDIA di masjid jami’ AL-Amien Prenduan dan KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I untuk putri, TMI, MTA dan IDIA di GESRNA. kegiatan tersebut bertujuan agar para santri bisa lebih mengenal lagi akan Pondok Pesantren Al-Amien khususnya lagi bagi santri baru.

” Kegiatan ini bertujuan agar kalian semua tahu tentang Pondok kita ini, sehingga kalian tidak salah memahapi pondok ini” ucap KH. Zainullah Rois, Lc dalam sambutannya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dari tanggal 09 Agustus 2016 M. s/d 14 Agustus 2016 M. oleh lembaga-lembaga yang ada di Al-Amien Prenduan khususnya Lembaga TMI Pa-Pi, MTA Pa-Pi dan IDIA Pa-Pi. dan diakhir kegiatan ini dilaksanakan Ta’aruf Majlis Kyai dan Fungsionaris Pondok secara terpadu, untuk Putra (TMI, MTA dan IDIA) di Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan, Putri (TMI, MTA dan IDIA)di GESERNA dan Putri I di Musholla Pondok Putri I.

 

Ta’aruf Fungsionaris Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan

Ta'ArufYAP- Ta’aruf (perkenalan) Fungsionaris Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura  dilaksanakan pagi ini (14/8), dengan para santri TMI (Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah), MTA (Ma’had Tahdifh Al-Qur’an) dan Mahasiswa IDIA (Instritut Dirosat Islamiyah Al-Amien) bertempat di Mesjid Jamik Al-Amien Prenduan

Acara Ta’aruf dipandu oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Muhammad Tidjani, MA. Beliau menjelaskan akan fungsi Majlis Kiyai/ Dewan Ri’asah; yaitu sebagai nadhirul waqfi (pemegang wakaf) pondok, pengambil kebijakan tertinggi di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, dan sebagai pembina dua yayasan, yaitu: Yayasan Al-Amien Prenduan (YAP) dan Yayasan Rumah Sakit Islam Al-Amien (YRSI-A). dalam sambutannya beliau juga berharap dengan acara ta’aruf ini santri bisa lebih mengenal terhadap organ pengurus Pondok

Pimpinan Pondok memperkenalkan anggota Majlis Kiyai/Dewan Riasah, yang terdiri dari 6 orang, yaitu: KH. Dr. Ahmad Muhammad Tidjani, MA (ketua), KH. Ghazi Mubarok Idris, MA (wakil), KH. Moh. Zainullah Rois, Lc (sekretaris), KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I (bendahara), KH. Ach. Fauzi Rosul, Lc dan KH. Moh. Bahri As’ad, S.Pd.I (sebagai anggota).

Badan Pembina Yayasan diperkenalkan oleh ketuanya: KH. Fadli Fatrah, S.Sos.I, K. Bagus Amirullah, M.Sy (wakil merangkap sebagai kepala div. Program dan SDM), Moh. Syarifuddin, B.Sc (kepala div. Pemeriksa keuangan).

Yayasan Al-Amien Prenduan diperkenalkan oleh ketuanya: KH. Moh. Marzuqi Ma’ruf, Lc, KH. Shobri Shiddiq, S.Sos.I (wakil), Khairun Ni’am, S.Th.I (sekretaris), H. Abd. Muiz, Lc, M.Th.I (bendahara), Suhaimi Zuhri, S.Ag (kepala biro pendidikan), KH. Basthomi Tibyan, M.Pd.I (kepala biro dakwah), H. Harun Ar-Rasyid, S.Pd.I (kepala biro alumni), K. Abd. Warits, S.Sos.I (kepala biro ekonomi dan sarana), H. Fahmi Yunus, M.Ud (kepala pusat studi islam)

YRSI diperkenalkan oleh ketuanya: KH. Drs. Abdurahman As’ad, H. Slamet Fiddien.S.Sos.I (wakil dan sekretaris), Imam Suwandi, S.Th.I (bendahara), Zaenuddin (direktur klinik)

Travel Mutiara Al-Amien Prenduan (ALPEN) diperkenalkan oleh komisarisnya: KH. Basthomi Tibyan, M.Pd.I, Mujib (divisi umroh haji)

Untuk lembaga-lembaga, personil kepala-kepala sekolahnya diperkenalkan oleh masing-masing pengasuh: KH. Moh. Zainullah Ro’is, Lc (TMI), KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I (MTA), KH. Ghozi Mubarok, MA (IDIA), KH. Halimi Sufyan, S.Pd.I (Putri I, sebagai wakil Pengasuh), KH. Ach. Fauzi Rosul, Lc (Ma’had Salafi), KH. Muhajiri Musyhab (Pondok Tegal Al-Amien).

Lomba Hifdhul Quran juz 30 dan PILDACIL

MHQ dan PILDACIL di Rasda FMAl-Amien, Radio Swara Dakwah Al-Amien(RASDA 107.7 FM) menggelar lomba Hifdhul Quran juz 30 dan PILDACIL, lomba tersebut dubuka pada hari Rabu, 03 Ramadhan 1437 H/ 08 Juni 2016 M. di gedung Rasda FM.

Acara yang berlangsung hingga Sabtu 06 Ramadhan 1437 H/11 Juni 2016 M. dibuka secara resmi oleh KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I, selaku salah satu anggota Majlis Kiai  Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Adapun tujuan diadakannya acara tersebut agar dapat memotifasi dan memfasilitasipara Generasi pejuang Islam dalam menggali potensi dan kreatifitasnya yang dikemas dalam dua lomba tersebut. perlombaan tersebut merupakan kali pertama untuk Radio Swara Dakwah Al-Amien dalam mengemas perlombaan tingkat anak-anak (usia 6-11 Tahun). para peserta terdiri dari tiga kabupaten, Sumenep, Pamekasan dan Sampang.

Wakil Pimpinan Lepas Alumni Ke- Al-Azhar Mesir

lepas alumni pa ke mesirYAP – “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar..” suara takbir menggema di masjid jami’ Al-Amien Prenduan pada Jum’at (15/8) malam. Dipimpin langsung oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA selaku wakil pimpinan dan pengasuh PP. Al-Amien Prenduan seluruh santri serentak menggemakan takbir. Takbir itu  sebagai tanda pelepasan beberapa alumni dari PP. Al-Amien Prenduan yang akan melanjutkan pendidikannya ke universitas Al-Azhar Kairo lewat jalur beasiswa.

Ada 7 orang alumni yang akan melanjutkan pendidikannya ke universitas Al-Azhar Kairo. Terdiri dari 5 santri dan 1 santriwati alumni Ma’had Tahfidz Al-Qur’an (MTA)  yaitu: Muhammad dari Banten, Miftahul Umam dari Kalimantan tengah, Mufti al-faruqi dari Surabaya, Ahmad Faisol Afif Sahal dari Bangkalan, Ahlul Ulum dari Lombok, Rahmatul Husniah dari Lumajang dan 1 santri alumni Tarbiyatul Mu’allimin al-Islamiyah (TMI) yaitu: Khoirul Anam dari Sumenep. Meski ada 2 alumni yang berhalangan hadir, acara tetap berjalan dengan khidmat.

Setelah memperkenalkan dirinya masing-masing, salah seorang perwakilan diminta oleh Wakil Pimpinan PP. Al-Amien Prenduan untuk memberikan sedikit motivasi kepada seluruh santri yang berjumlah ribuan dengan pengantar bahasa Arab, yang kemudian diterjemahkan. Dalam sambutannya ada 3 point yang disampaikan. Pertama, ucapan syukur kepada Allah Swt. Kedua, ucapan terimakasih kepada seluruh ustadz dan Kiai yang telah membimbing selama ini. Ketiga, pesan kepada santri untuk tetap mempersiapkan diri dalam 2 hal utama yaitu bahasa Arab dan al-Qur’an “selama tes tahap 1 di malang dan tahap ke-2 di Jakarta, materi ujiannya ya bahasa arab dan al-Qur’an, makanya untuk santri yang masih di pondok harus mempersiapkan 2 hal itu dengan baik ”  jelas Muhammad lepas alumni pi ke mesiryang mewakili sambutan.

Sebelum ditutup dengan do’a, KH. Ahmad Fauzi Tidjani menjelaskan bahwa semua santri wajib bersungguh-sungguh dalam belajar “man jadda wa jada”. Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dapatlah. “Man shobara dhofira” Barang siapa yang sabar pasti akan menuai hasil. Supaya kalian bisa kemana saja, bukan hanya ke universitas Al-Azhar Kairo, tapi ke negara manapun kalian mau” ujar Bapak Kiai yang juga merupakan alumni dari universitas Al-Azhar tersebut. Beliau juga berpesan agar para alumni yang akan melanjutkan pendidikannya ke universitas Al-Azhar Kairo mampu menjadi pemimpin masa depan di daerahnya masing-masing.

Sebenarnya, ada 15 alumni PP. Al-Amien Prenduan yang lolos untuk melanjutkan pendidikannya ke universitas al-Azhar Kairo. Namun, karena beberapa alasan hanya 7 orang yang mengambil kesempatan itu. Selamat atas diterimanya antum sekalian, alfu mabruk! (Buya)

Santri MTA Sabet Juara Lomba MHQ

mta juara mhq 2014 aMTA – Tiga utusan santri Ma’had Tahfidh Al-Amien Prenduan akhirnya pulang dengan kepala tegak. Pasalnya, mereka baru saja membawa pulang 3 trofi kejuaran sekaligus dalam Musabaqoh Hifdul Qur’an (MHQ) juz 30 se-Madura di  PP. Al-Fudhola Desa Baturambat Kab. Pamekasan. Lomba yang diadakan  dalam rangka Haflatul Imtihan ke-21 itu berlangsung dari tanggal 27-29 Agustus yang lalu. Sebanyak 30 peserta dari berbagai lembaga yang tersebar di Madura mengikuti lomba tersebut. Butuh waktu 2 malam untuk menentukan  10 peserta yang berhak lolos ke putaran final. Dan akhirnya, ketiga santri utusan MTA yang keluar sebagai juara lomba.

Ketiga santri MTA tersebut ialah: Izzul Islam, santri kelas 2 B SMP sebagai juara 1. Santri kelahiran sampang 3 Januari 2001 tersebut memang sering mengikuti perlombaan dalam dunia tarik suara dan hafalan, bahkan hampir selalu tampil sebagai juara. Ditanya resepnya, santri yang sudah memiliki hafalan 7 juz ini mengaku bahwa persiapan yang matang, mengetahui tekniknya serta konsentrasi menjadi modal utama disamping do’a para guru dan orang tua. Baginya orang tua adalah yang paling berjasa mengantarkannya pada kesuksesan ini. “paling berjasa adalah orang tua, karena beliau sering mengetes hafalan saya” ungkapnya.

Kemudian, Amar Shiddieqy. Santri asal Batam ini juga mengaku bahwa dulu  sering ikut lomba namun selalu mentok di tingkat kota. Namun, dia tidak pernah putuas asa. Kebiasan inilah yang membuat santri kelahiran 8 november 1999 ini tidak begitu grogi ketika di panggung.  Dan akhirnya dia pun keluar sebagai juara 2. Santri yang telah menghafal al-Qur’an sebanyak 10 juz ini merasa senang bisa memberikan penghargaan untuk pondok. Santri yang termotivasi untuk selalu membahagiakan orang tua ini pun siap jika dikemudian hari kembali di tunjuk pondok untuk mengikuti lomba. “jadilah santri berprestasi, agar orang tua bangga dan tidak kecewa membiayai kita” begitu pesan santri yang masih duduk di kelas 3 A SMP ini kepada seluruh santri lainnya.

Lain lagi cerita Deva. Santri asal jember itu merasa sangat senang meski hanya keluar sebagai juara harapan 2. Pasalnya, ini kali pertama dia mengikuti perlombaan diluar pondok. Meski baru pertama dia mengaku tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam menjawab pertanyaan juri. Santri yang berulang tahun setiap tanggal 12 Juni ini telah menghafal al-Qur’an sebanyak 7 juz dan saat ini sedang duduk di kelas 2A SMP.

Tak lupa, ketiga santri ini juga berterima kasih kepada para pendamping utusan, Ust. Ali Wafa dan K. Junaidi Rosyidi, S.Pd.I, yang telah mendampingi mereka hingga akhirnya berhasil meraih juara. Kepada masing-masing juara diberikan uang tunai + piala + piagam. Selamat… alfu mabrukk!!! semoga dengan kemenangan tersebut semakin memotivasi untuk lebih baik lagi kedepannya. Amin… (Hamka)