Al-Amien I


Sejarah Singkat

Pondok Pesantren Tegal Al-Amien Prenduan Pragaan Sumenep disingkat Pontegal adalah cikal bakal dari segala yang ada di Al-Amien sekarang. Awal berdirinya tahun 1952 ditetapkan secara resmi sebagai permulaan berdirinya Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN secara keseluruhan. Di kompleks ini jasad para pendiri AL-AMIEN PRENDUAN seperti KH. Ahmad Khotib bin Idris dan KH. Ahmad Djauhari dikebumikan dan dari kompleks ini pula jiwa atau semangat perjuangan mereka dipompakan kepada generasi-generasi penerus.

Sebagai warisan Kiai Khotib dan Kiai Djauhari yang tak ternilai, Pondok Tegal tetap dipertahankan bahkan dikembangkan oleh generasi-generasi penerusnya. Setelah Kiai Djauhari wafat dan Kiai Idris mengasuh TMI di lokasi baru, Pondok Tegal diserahkan sepenuhnya kepada Kiai Musyhab Fatawi hingga akhirnya beliau wafat tahun 2005. Saat ini, Pondok Tegal dipimpin oleh putranya, KH. Muhajiri Musyhab Fatawi.

Visi dan Misi Lembaga

Visi Pondok Tegal adalah mencetak pribadi-pribadi yang unggul dan berkualitas menuju terbentuknya khoiru ummah (masyarakat terbaik) yang pernah tampil di atas panggung sejarah dunia, serta mempersiapkan kader-kader ulama’ dan pemimpin ummat (mundzirul qoum yang mutafaqquh fiddin) serta berwawasan IMTAQ dan IPTEK yang mampu mengelola segala bidang kehidupan.

Sementara misinya adalah:

Memperoleh ilmu yang bermutu tinggi, baik pengetahuan agama ataupun pengetahuan umum.

Mengusahakan tercapainya nilai UNAS dengan nilai optimal.

Menguasai dengan baik 3 bahasa: Indonesia, Arab, Inggris.

Meningkatkan mutu guru melalui pelatihan dan MGMP.

Membiasakan hidup yang islami.

Mewujudkan kinerja yang ideal serta memelihara cinta profesi.

Meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme tenaga kependidikan.

Program Pendidikan

Proram pendidikan di Pondok Tegal dikemas dalam bentuk kegiatam intra kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler. Program intra kurikuler dilaksanakan pada pagi hari saat pelajaran formal berlangsung.

Sedangkan program ko kurikuler terdiri dari tadarus Al-Qur’an, belajar muwajjah, bimbingan akhlak dan ibadah sehari-hari, bimbingan bahasa Arab dan Inggris. Kegiatan ini dilakukan oleh para wali kelas, dibantu oleh guru-guru tertentu. Sedangkan program ekstra kurikuler meliputi: latihan berorganisasi, latihan pramuka, latihan pidato 3 bahasa, latihan bela diri, latihan shalawat, tahlil dan hadrah, latihan drumband, dan olahraga.

Lembaga Pendidikan

Sampai saat ini, Pondok Tegal dipertahankan sebagai pesantren tradisional yang memiliki nilai-nilai historis tersendiri. Namun demikian, Pondok Tegal juga mengelola berbagai lembaga pendidikan formal yang berkiblat kepada Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional yang dikombinasikan dengan program lokal. Lembaga-lembaga itu antara lain: Pendidikan Anak Usia Dini (diresmikan tahun 2008), Taman Kanak-Kanak (Induk), Madrasah Ibtidaiyah (terakreditasi B), Madrasah Tsanawiyah (terakreditasi B), Madrasah Aliyah dengan dua jurusan yaitu IPA dan IPS (terakreditasi B), MUDA Awwaliyah dan Wustho, dan TIBDA khusus Putri.

Kurikulum

Kurikulum yang digunakan pada semua lembaga pendidikan tersebut adalah kurikulum sekolah-sekolah negeri yang ditetapkan oleh Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional dengan penekanan dan pendalaman khusus pada bidang studi agama dan pengetahuan bahasa Arab/Inggris. Untuk itu, disediakan satu Laboratorium bahasa dan komputer.

Struktur 

Pengasuh : KH. Muhajiri Musyhab Fatawi, Wakil Pengasuh : KH. Muhammad Ridho Sudianto, Lc. M.Si, K. Abd. Wahed, M.Hi, Bendahara : Ustdzh. Lilis Lusianti, S.Sos.I, Sekretaris : Ust. Emha Ainun Najib, Pengajaran : Ust. Hasan Thohir, S.Pd.I, Ust. Misyono, Ust. Moh. Fauzi, Ust. Nanang Qosim, Ust. Mansyur, Dana dan Sarana : Ust. H. Su’aidi Hasan, S.Pd.I, Ust. H. Zain Zaiduhri, S.Ag, Humas : Ust. Zainul Fattah, S.Pd.I, Ust. Miftahol Arifin, S.Ag, Lembaga-lembaga : Play Group (PG),TK,MI, MTs, MA, SMK, MUD, TIBDA, dan Tathbieq.