Author: admin

Brosur Penerimaan Santri Baru Terpadu PP. Al-Amien Prenduan Tahun 2021

Penerimaan Santri Baru di TMI, MA’HAD TAHFIDHIL QURAN, IDIA, PUTRI 1 , PONTEG dan MA’HAD SALAFI akan dilaksanakan pada secara online/daring dan offline/luring, dengan waktu dan tempat sebagai berikut.

ONLINE/Daring (Melalui website PSB masing-masing lembaga) yakni pada tanggal 01 Ramadhan s/d 29 Syawal 1442 H. Atau 13 April s/d 10 Juni 2021 M.

OFFLINE/Luring (Datang ke lokasi di masing-masing lembaga dan mengikuti prosesi penyerahan kepada Majlis Kyai PP. Al-Amien Prenduan) yakni pada tanggal 15 s/d 29 Syawal 1442 H. Atau 27 Mei s/d 10 Juni 2021 M.

Narahubung Penerimaan Santri Baru: Ust. Suhaimi Zuhri, S.Ag. 081703253289 (Panitia Terpadu), Ust. H. Abd. Qodir Jailani, M.Pd, 087851010003 (TMI), Ust. A. Habibi Walidil Kutub, M.Pd. 081703798703 (Ma’had Tahfidh), Ust. Fathorrahman Defri, M.Pd. 085336133133 (IDIA), KH. Syaifuddin Qudsi 085258833199 (Putri 1), Ust. Efendi, 081807536466 (Ponteg) dan Ust. Muhyiddin, 085231242197 (Ma’had Salafy).

Brosur PSB Terpadu PP. Al-Amien Prenduan

Santri Nihaie TMI Al-Amien Prenduan Rayakan Kelulusan dengan 309 Judul Buku

“Rayakan kelulusan dengan buku, bukan dengan corat-coret baju”. Prinsip ini dipegang teguh oleh para santri kelas akhir (nihaie) TMI Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan guna merayakan kelulusannya.

Pada tahun ajaran ini, santri Nihaie yang berjumlah 424 orang (putra 186 putri 238 berhasil mempersembahkan 309 judul buku (putra: 230 judul, putri: 79 dengan beragam tema dan genre. Ada tentang pemikiran keislaman, motivasi, kumpulan puisi, kumpulan cerpen, how to, pramuka, astronomi, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan tema-tema lainnya. Keragaman tema tersebut sesuai dengan minat dan potensi santri. Dari 309 buku tersebut sebanyak 115 sudah dilengkapi nomor ISBN.

Pagi ini, Sabtu, 3 April 2021, bertepatan dengan Wisuda Alumni Tahun 2021, buku-buku tersebut dilaunching dan dihadiahkan kepada Pimpinan Pondok Al-Amien Prenduan sekaligus sebagai kado wisuda mereka.

KH. Dr. Ghozi Mubarok, M.A, Pengasuh Ma’had TMI, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya perihal keberhasilan Santri Nihaie mempersembahkan karya besar mereka dalam bentuk buku dengan jumlah yang sangat produktif.

“Termasuk juga yang patut kita syukuri, ini tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Ma’had TMI Al-Amien. Para calon wisudawan berlomba-lomba untuk menerbitkan karya tulis mereka dalam bentuk buku,” ucap beliau.

Tak hanya itu, Pengasuh juga mengungkapkan harapan terbesarnya di hadapan para Santri Nihaie agar keberhasilan yang telah dicapai dalam menerbitkan buku ini, bisa menjadi pemacu semangat untuk terus melanjutkan dan menghasilkan karya-karya hebat di masa depan mereka nanti.

“Kita berharap bahwa mereka memulai sebuah langkah untuk menjadi penulis-penulis yang hebat di masa yang akan datang, dan orang-orang bilang, langkah pertama yang selalu sulit, ketika mereka hari ini, pada saat mereka di wisuda telah memiliki satu atau dua buku karya mereka sendiri, maka buku kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya, insya Allah akan lebih mudah mereka lahirkan di masa-masa yang akan datang. Kita berharap Bapak Ibu sekalian mari kita doakan mereka bahwa dari generasi mereka yang kita wisuda hari ini akan lahir penulis-penulis hebat, penulis-penulis yang mampu memperjuangkan Islam, menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui tulisan-tulisan mereka, dan hari ini mereka telah memulai langkah untuk menuju kesana,” lanjut KH. Dr. Ghozi Mubarok, M.A. saat menyampaikan laporan pidato kelulusan.

Apresiasi juga datang dari Ust. H. Moh. Hamzah Arsa, M.Pd, selaku Mudir Marhalah Aliyah Putra. Menurutnya, penerbitan buku sebagai kado wisuda alumni TMI sudah menjadi tradisi di lembaga TMI Al-Amien Prenduan yang berlangsung secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini sekaligus menandai keberlangsungan tradisi menulis di TMI. Tidak ada kewajiban bagi setiap santri Nihaie untuk menerbitkan buku, hanya mereka yang berminat saja.

“Menerbitkan buku bagi calon alumni TMI tidak wajib. Mereka yang berminat diarahkan dan diberi bimbingan selama setahun,” jelas Ustadz Hamzah.

Beliau juga menjelaskan bahwa proses penerbitan buku murni hasil kreativitas para santri. Mulai dari lay out, desain cover, hingga editing oleh teman sendiri. “Inilah keunikan mereka, di tengah kesibukan melaksanakan program Nihaie yang sangat padat, mereka masih sempat meluangkan waktu untuk menulis.” Pengalaman menerbitkan buku menjadi kenangan tersendiri bagi santri-santri nihaie sebagaimana dirasakan oleh Bahrul Jadid santri nihaie asal Bondowoso yang menerbitkan buku berjudul “Mengenal dan Mengenang Sosok KH. Moh. Zainullah Rois, Lc, “Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi saya untuk terus berkarya dan produktif menulis buku,” tegasnya.

Wisuda Alumni TMI Al-Amien Prenduan Tahun 2021

Ma’had TMI Al-Amien Prenduan Sumenep menggelar wisuda alumni angkatan XLVI (Putra) dan XXXII (Putri) pada hari Sabtu, 03 April 2021. Para santri akhir yang diwisuda pada tahun ini berjumlah 424 orang (putra 186 orang dan putri 238).

Dalam kesempatan ini Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA., Ph.D., menyampaikan bahwa predikat sebagai alumni merupakan predikat yang penuh tanggung jawab besar yang senilai nyawa dan harga diri para santri.

“Predikat alumni bukan hanya sekedar predikat, ini adalah predikat yang penuh tanggung jawab besar. Bukan hanya sekedar usaha dan perjuanganmu saja, melainkan nyawa dan harga dirimu,” tegas beliau.

Selain dengan nilai yang memuaskan, wisudawan dan wisudawati tahun ini juga berhasil menerbitkan 309 buku sebagai persembahan kepada almamater tercinta. Buku-buku tersebut kemudian dilaunching bertepatan dengan prosesi wisuda. Hal tersebut mendapatkan sambutan hangat dari Pengasuh TMI Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ghozi Mubarok Idris, MA. Beliau berharap keberhasilan yang telah dicapai dalam menerbitkan buku ini, bisa menjadi pemacu semangat untuk terus melanjutkan dan menghasilkan karya-karya hebat di masa depan mereka nanti. “Kita berharap bahwa mereka memulai sebuah langkah untuk menjadi penulis-penulis yang hebat di masa yang akan datang, dan orang-orang bilang, langkah pertama yang selalu sulit, ketika mereka hari ini, pada saat mereka diwisuda telah memiliki satu atau dua buku karya mereka sendiri, maka buku kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya, insya Allah akan lebih mudah mereka lahirkan di masa-masa yang akan datang. Kita berharap Bapak Ibu sekalian mari kita doakan mereka bahwa dari generasi mereka yang kita wisuda hari ini akan lahir penulis-penulis hebat, penulis-penulis yang mampu memperjuangkan Islam, menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui tulisan-tulisan mereka, dan hari ini mereka telah memulai langkah untuk menuju kesana,” terang pengasuh.

IDIA Prenduan Selenggarakan Wisuda Dua Angkatan

Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep kembali menyelenggarakan wisuda dua angkatan sekaligus pada Kamis (01/04/2020) secara daring dan luring. Wisuda secara daring dilaksanakan melalui aplikasi zoom dan secara live streaming di kanal youtube IDIA Prenduan. Sementara wisuda secara luring dilaksanakan di GESERNA TMI Putri Al-Amien Prenduan.

Tahun ini, wisuda alumni IDIA Prenduan digelar untuk dua angkatan sekaligus. Sebab, angkatan sebelumnya, IDIA Prenduan tidak menggelar prosesi wisuda dikarenakan situasi pandemi. Keputusan itu diambil untuk menekan rantai penyebaran virus dan sebagai suatu tindakan antisipatif.

Rektor IDIA Prenduan, KH. Dr.Muhtadi Abdul Mun’im, MA. menyatakan  “wisuda adalah momentum bagi para wisudawan/wati untuk senantiasa mengingat bahwa wisuda ini bukanlah purna tugas bagi seorang akademisi, melainkan awal mula dari sekian banyakmya tugas yang akan dihadapi di masa-masa yang akan datang.

Melanjutkan arahan Rektor IDIA Prenduan, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA., mengingatkan kepada para wisudawan dan wisudawati beserta para walinya agar menjadikan ilmu yang diperoleh selama empat tahun tidak menjadi sia-sia.

“Kepada Bapak dan Ibu mudah-mudahan setelah kembali ke rumah bukan memikirkan bagaimana mencari jodoh, tapi bagaimana mengamalkan ilmu anak-anaknya,” pungkasnya.

Wisuda alumni tahun akademik 2019/2020 dan 2020/2021 itu kemudian ditutup dengan do’a oleh KH. Fauzi Rosul, Lc.

Wisuda IDIA Prenduan Program Intensif

Wisuda kepondokan program Intensif Istitut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan sukses diselenggarakan pada hari rabu 31 april 2021, di gedung serba guna (Geserna) TMI Putri Al-amien Prenduan.

Wisuda Kepondokan ini diikuti oleh  72 orang dari program intensif. Yang terdiri dari 30 orang wisudawan dan 42 orang wisudawati. Wisuda kepondokan ini merupakan agenda yang khusus diselengggarakan untuk mahasiswa dan mahasiswi program intensif, setelah mengikuti beberapa rangkain kegiatan ke niha’ian. wisuda kepondokan ini dihadiri oleh jajaran majlis kyai Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, rektor IDIA Prenduan, para mudir, wali wisudawan/i dan seluruh civitas akademika IDIA Prenduan.

Dalam penyampaian nasehat oleh pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, beliau berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar senantiasa mengerjakan kebaikan dan jangan pernah melupakan guru-guru yang telah mengajarkan ilmu dan jangan pernah menjadi alumni yang hilang. “Kerjakanlah kebaikan maka hatimu akan tenang, dan jika hatimu telah tenang jangan lupa untuk mengingat kami, dalam doa-doa kalian.” nasehat beliau.

Acara wisuda kepondokan ini dirangkai juga dengan acara tasyakuran Jam’iyatul Qurra’ Wal Hufadz. (JQH). Meskipun acara wisuda kepondokan ini dilaksanakan secara offline namun semua peserta wisuda dan juga para tamu undungan tetap mengacu kepada protokol kesehatan. Demi mematuhi anjuran pemerintah dan juga sebagai ikhiar mencegah penularan covid19. Acara wisuda kepondokan ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa setelah itu dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Kasdam V Brawijaya Silaturrohim Ke Ponpes Al-Amien Prenduan

Kepala Staf Komando Daerah Militer V Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan, S.E. melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Rabu(24/2/2021).Beliau didampingi Aspers Kasdam V Brawijaya, Kolonel Inf Heri Budi Purnomo, S.I.P, M.M., serta Dandim 0827 Sumenep, Letkol Inf Nur Cholis.

Kehadiran Kasdam dan rombongan dalam rangka mempererat tali silaturrahim disambut langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Ahmad Fauzi Tidjani, Ph.D. dan jajaran Majelis Kiai Al-Amien Prenduan. “Senang bisa silaturrahim di pondok besar ini untuk memperkuat silaturrahim antara umara dan ulama,” tegas Brigjen Agus Setiawan.

Dalam kesempatan itu, Bapak Kasdam menyampaikan situasi terkini, khususnya di masa pemberlakukan PPKM di masa pandemi Covid-19. “Saya mohon dukungan dan doa dari para ulama, para kiai, agar pandemi ini segera berlalu dan kondisi kehidupan masyarakat kembali normal,” pinta Brigjen Agus yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan ke Pimpinan berupa al-Qur’an, sajadah, masker, dan setengah ton beras. 

Brigjen Agus juga meminta dukungan dan doa dari Pimpinan Pondok karena beliau saat ini sedang merintis pendirian pondok pesantren. “Doakan Kiai, mudah-mudahan segera terwujud dan bermanfaat untuk umat Islam,” harapnya.

Pimpinan Pondok menyambut baik kunjungan silaturrahim Kasdam Brigjen Agus setiawan. “Ini bentuk sinergi yang positif antara ulama dan umara, apalagi di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini. Saya yakin, kunjungan beliau membawa barokah dan manfaat untuk pondok.”

Pada momen silaturrahim itu Pimpinan mengenalkan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan berikut perkembangannya saat ini. Beliau juga menyinggung tentang kesiapan santri Al-Amien Prenduan mengikuti program Bela Negara yang digagas oleh Kementerian Pertahanan. “Saya menilai program Bela Negara sangat positif bagi santri agar mereka memiliki wawasan baru dan kesiapan untuk lebih mencintai dan membela negaranya,” jelasnya.

Kiai Fauzi Tidjani juga menyampaikan tentang beberapa alumni Al-Amien Prenduan yang saat ini menjadi anggota TNI. Beliau juga menjelaskan tentang kesulitan yang dialami alumni Al-Amien Prenduan saat ini ketika mendaftar sebagai calon caba TNI.  “Dengan diundangkannya Undang-Undang Pesantren Nomor 18 Tahun 2019, saya mohon alumni pesantren mu’adalah di Indonesia seperti lembaga TMI Al-Amien Prenduan, bisa diterima dan dipermudah saat mendaftar di TNI,” harap Kiai Fauzi Tidjani yang dilanjutkan dengan penyerahan dokumen contoh ijazah TMI Al-Amien Prenduan kepada Kasdam untuk diproses.

Menanggapi harapan Pimpinan Pondok, Brigjen Agus Setiawan menyatakan kesiapannya untuk menerima dan membantu alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang berhasrat masuk dan mendaftar ke TNI. “Siap. Saya minta Aspers Kasdam V Brawijaya untuk memproses hal ini. Syaratnya kurang-kurang dikit dibantulah,” jawab Kasdam.

Pada kesempatan kunjungan, Bapak Kasdam beserta rombongan meluangkan waktu untuk menunaikan ibadah shalat dhuhur berjamaah di masjid serta berkeliling ke lokasi pesantren. (Humas)

Pengokohan Pengasuh TMI dan Rektor IDIA

Sore ini (Kamis, 21/01) Rapat Terpadu ma’ahid kembali digelar. Rapat yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh K. Moh. Bakri Sholihin, selaku ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Dalam rapat yang dihadiri langsung oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok beserta Pengasuh Ma’had Tahfidhil Qur’an itu, telah diumumkan secara resmi terkait penetapan dan pengokohan Dr. KH. Ghozi Mubarok sebagai Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien Prenduan yang sekaligus menjadi wakil dari pengasuh pondok, dan Dr. KH. Muhtadi Abdul Mun’im sebagai rektor baru IDIA.

Terkait penetapan dan pengokohan ini, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menegaskan bahwa siapapun berhak memimpin TMI, selama yang bersangkutan benar-benar mumpuni dan paham benar dengan sistem-sistem dan sunnah yang sudah berjalan sejak dirintisnya Ma’had TMI ini. Terutama bagi yang sudah menyandang predikat sebagai alumni TMI itu sendiri.

“Siapapun pemimpin TMI, dia harus alumni. Karena mereka bagian dari keluarga TMI. Karena bagaimanapun, siapapun yang mau memimpin TMI ini, yang bersangkutan harus paham betul dengan TMI. Mulai dari ke-khasan-nya, sunnah-sunnahnya, hingga tahu betul bagaimana (cara) menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pondok ini, khususnya Ma’had TMI.” Tegas beliau disambut antusias hadirin.

Pada kesempatan yang cukup singkat itu pula selaku Pengasuh baru Ma’had TMI, Dr. KH. Ghozi Mubarok diberi kesempatan untuk menyampaikan beberapa kata sambutan di hadapan hadirin rapat terpadu tersebut. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, bahwa para mudir, asatidz, beserta seluruh jajaran fungsionaris Pondok khususnya TMI, agar selalu memprioritaskan cita-cita TMI di atas cita-cita pribadi, demi tercapainya tujuan-tujuan utama berdirinya pondok pesantren Al-Amien Prenduan ini, khususnya bagi Ma’had TMI itu sendiri.

“Maka dari itu, jika ada dari para guru, asatidz, atau dosen-dosen di IDIA misalnya, mempunyai cita-cita yang bertentangan dengan cita-cita pondok kita, maka (yang bersangkutan) sesungguhnya adalah penumpang gelap di pondok ini. Di mana-mana, bagaimanapun dia (penumpang gelap) harus segera keluar dari pondok ini. Karena kehadirannya hanya akan membuat kita (terasa) gelap saja.” Tegas beliau.

Dr. KH. Muhtadi Abdul Mun’im  dalam sambutan singkatnya juga menyampaikan “bahwa jabatan ini bagi saya pribadi adalah musibah.” pungkasnya. Karena menurut beliau pertanggungjawaban amanah yang paling berat adalah ketika dihadapan Allah SWT.

Acara pun berakhir dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Ma’had Tahfidhil Qur’an, usai sesi jabat tangan antar mudir dan dewan riasah sebagai tanda syukur dan selamat atas keputusan yang telah ditetapkan oleh para dewan majlis kiyai dalam musyawarah yang cukup singkat itu.

Innalillah Wa Inna Ilaihi Rajiun, Pengasuh TMI Al-Amien Prenduan KH. Moh. Zainulloh Rais, Lc Wafat

Kabar duka di awal tahun 2021 datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Jawa Timur, salah satu Angota Majlis Kyai dan juga Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien Prenduan, KH. M. Zainullah Rois, Lc meninggal dunia.

Beliau wafat pada hari Jum’at, 17 Jumadal Ula 1442 H. / 01 Januari 2021 pukul 16.20 WIB di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Almarhum meninggal akibat sakit.

Kabar wafat almarhum disampaikan oleh Ust. Ainurrahman Abbasi, selaku Humas TMI Al-Amien Prenduan dan juga Koordinator Harian PP. Al-Amien Prenduan.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah KH. Moh. Zainullah Rois, Lc. Pada jam 16;20. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah, Amien.” kata Ust. Ainur melalui pesan (01/01/2021).

Lahir di Sumenep pada tanggal 07 Agustus 1956, KH. M. Zainullah Rois adalah Putra dari pasangan H. Moh. Rois dan Hj. Mugirah. Beliau menamatkan pendidikan dasar di MI Mabdaul Falah Kaduara Barat pada tahun 1971.

Beliau mendaftar di TMI Al-Amien Prenduan pada tanggal 08 Agustus 1971 dan tamat sebagai alumni perdana TMI Al-Amien Prenduan pada tahun 1977. Setelah tamat dari TMI beliau melanjutkan studi ke Universitas Madinah dan meraih gelar Lc setelah tamat pada tahun 1985.

Setelah menyelesaikan pendidikan beliau di luar negeri, KH. M. Zainullah Rois kembali ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, jabatan yang pernah beliau pegang di antaranya adalah sebagai Ketua MPO TMI Al-Amien Prenduan, Kepala Biro Alumni Yayasan Al-Amien Prenduan, Kepala SMP Ma’had Tahfidh Al-Quran Al-Amien Prenduan, Kepala SMA Ma’had Tahfidh Al-Quran Al-Amien Prenduan, Pengasuh Ma’had Tahfidh Al-Quran Al-Amien Prenduan (2007 s/d 2012), dan Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien Prenduan (2011 s/d 2020) yang beliau jabat hingga wafat.

Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Beliau dimakamkan di dekat makam KH. Muhammad Tidjani Djauhari, KH. Muhammad Idris Djauhari, dan KH. Maktum Jauhari.

Selamat jalan Pak Kyai. Kami bersaksi bahwa Pak Kyai adalah orang baik. Semoga ilmu yang Antum ajarkan kepada kami dan juga pengabdian Antum di Al-Amien Prenduan menjadi amal jariyah hingga akhir zaman.

Menko POLHUKAM Kunjungi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. Muh. Mahfud MD mengunjungi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura Ahad, 4 Oktober 2020.
Rombongan tiba di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan pukul 13.00 WIB dan disambut langsung oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA., Ph.D. Beserta anggota Majelis Kiai Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Kunjungan Menko POLHUKAM pertama RI yang berasal dari kalangan sipil ini dalam rangka Sillaturrahim kepada Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sekaligus menjqdi pembicara dalam acara Halaqoh Kebangsaan yang bertajuk “Peran Pesantren Dalam Menanamkan Nilai-nilai Kebangsaan”
Acara Halaqoh Kebangsaan dihelat di Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan dihadiri oleh beberapa Pengasuh Pondok Pesantren di Madura, Pimpinan Perguruan Tinggi se-Madura, Asatidz Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan Civitas Akademika IDIA Prenduan.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok menyampaikan bahwa kunjungan Prof. Dr. Mahfud MD ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan kali inu bukanlah kunjungan yang pertama. “Pak Mahfud ini dari zaman (alm) Kh. Moh. Tidjani Jauhari, MA di masa tahun 90 an sampai awal tahun 2000 an sering berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.” Ujar Pimpinan Pondok yang merupakan Putra Sulung (alm) KH. Moh. Tidjani Jauhari, MA.

Di awal sambutannya, Menko Polhukam berdarah asli Madura ini menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan untuk memenuhi undangan Sahabat beliau (KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.) “Saya di WA oleh Kiai Ahmad Fauzi, caepon Ajunan entar ka Sumenep, nyara mampir.” Ujar Prof. Mahfud dalam bahasa Madura.
Pak Mahfud juga menyempatkan diri untuk menyapa dan memberikan sedikit nasehat kepada peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar (KMD) yang berada di Masjid. “Saya dulu anggota Pramuka, saya dulu juga aktif melakukan penjelajahan, pengembaraan dan camping. Kemudian mencintai Allah, mencintai alam dan mencintai sesama, sehingga kita ini menjadi kader bangsa yang baik nanti.” Ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi
Setelah mengisi acara Halaqoh Kebangsaan Rombongan melanjutkan perjalanan ke kediaman ibunda Pak Mahfud MD sebelum terbang ke Jakarta melalui Bandara Juanda
*Nur Holis

Pekan Olahraga dan Seni 2020, Pimpinan Pondok: Jadilah Atlet yang Berakhlaq

Pagi ini, Jum’at 18 September 2020 M, bertempat di Gedung Pusat Pengembangan Gagasan dan Kreatifitas Santri Putra (PUSPAGATRA) Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA., Ph.D. membuka secara langsung Acara Pekan Olahraga dan Seni PORSENI 2020.

Di awal sambutannya, Pimpinan Pondok membawa seluruh santri dan semua undangan yang hadir untuk flash back ke tahun 1992 dimana pada tahun itu untuk pertama kalinya Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan mengirim santri untuk berlomba di ajang perlombaan Olahraga tingkat Nasional dalam rangka 8 Windu Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. “Alhamdulillah, pada tahun itu, Santri-santri yang menjadi utusan Pondok berhasil menunjukkan taji dan mental Sakeranya.”

“Kemudian di ajang Perayaan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor 2016 lalu, Santri-santri yang kita utus kembali membuat kami bangga dan mengharumkan nama Al-Amien Prenduan.” Lanjut Pimpinan.

Di depan ribuan Santri Putra TMI Al-Amien Prenduan, Pimpinan menghimbau seluruh santri agar menjadi Atlet yang Berakhlakul Karimah dan Berakhlakul Amien. Yang menjunjung tinggi sportifitas dan fair play dalam setiap pertandingan yang dilakoni. “Anak-anakku, Ingat Nak Jadilah Antum Atlet yang Berakhlakul Karimah, yang selalu menjungjung tinggi nilai-nilai sportivitas dalam bertanding.”

Tak lupa Pimpinan menitipkan pesan kepada Santri-santri yang sudah senior di pondok untuk memberikan uswah yang baik dalam berlomba khsusunya kepada santri baru. “Untuk Anak-anakku santri baru,  PORSENI ini adalah ajang dan momentum bagi Antum untuk belajar dan memetik pelajaran di setiap cabang perlombaan. Untuk Anak-anakku Santri-santri Kelas 5, 4 dan 3 Intensif menunjukkan Uswah yang baik bagi adik-adik Antum.”

Terakhir Pimpinan berpesan agar PORSENI ini dijadikan momentum terbaik untuk mencari, mengenali dan mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki oleh santri. “Jadikan PORSENI ini sebagai ajang bagi Antum untuk menggali dan mengembangkan bakat, skill dan keterampilan Antum.”

Acara Peka Olahraga dan Seni PORSENI 2020 ini berlangsung selama sepekan dimulai dari hari ini dan akan ditutup pada hari kamis pekan depan dengan total 40 cabang perlombaan mulai dari cabang olahraga, kesenian dan kepramukaan.

(Nur Holis)