Biro Dakwah
Yayasan AL-AMIEN PRENDUAN berusaha selalu aktif dalam memperhatikan bidang dakwah. Hal itu tak lain adalah untuk memaksimalkan fungsi dakwah agar selalu bisa dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu peran Biro Dakwah dan Pengembangan Masyarakat diharapkan bisa mengisi kekosongan ini dalam kiprahnya di masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Biro Dakwah dan Pengembangan Masyarakat membawahi beberapa divisi, yaitu: Divisi Ta’mir Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan, RASDA FM dan LPPM.
Struktur
Kepala Biro : Ust. Maliji Jalali, S. Sos.I,
Waka Biro : Ust. Sa’id Amin, S.Pd.I
Sekretaris : Ust. Moh. Darso BS
Bendahara : Ust. Abd. Syukur Joha
Ta’mir Masjid : Ust. Sa’id Amin, S.Pd.I
Rasda FM : Ust. Luqman Aji
LPPM : Ust. Muhammad Darso BS
Visi dan Misi
Visi :
- Beribadah kepada Allah Swt
- Menjalin Ukhuwah Islamiyah antar sesama Muslim
- Mengimplementasikan fungsinya sebagai sarana dakwah yang tercermin dalam sikap proaktif, inovatif, kreatif, edukatif dan informatif
- Menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat luas, khususnya Madura
- Menyalurkan aspirasi masyarakat dan mempertahankan budaya dan bahasa Madura.Misi :
- Menyebarluaskan Dakwah Islamiyah di tengah-tengah masyarakat
- Meningkatkan Mutu Pendidikan dan dakwah
- Memberdayakan Kebudayaan yang Islami dan Tarbawi.
- Meningkatkan keterampilan berbahasa Arab, Inggris dan Indonesia; dan
- Memperkaya Informasi aktual, jujur, dan berkualitas.
Divisi Ta’mir Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan
Dalam dunia Islam masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah atau tempat ritual keagamaaan saja. Akan tetapi juga berfungsi sebagai pusat berbagai kegiatan dalam kaitannya dengan perjuangan, penegakan, dan pengembangan agama Islam dan umatnya. Fungsi-fungsi masjid tersebut pada dasarnya memang sudah menjadi ajaran agama yang termanifestasi dalam kehidupan nabi pada zamannya, sehingga selayaknya dan seharusnya diikuti oleh umatnya selanjutnya dalam memanfaatkan peranan dan fungsi masjid.
Divisi Ta’mir masjid Jami’ Al-Amien Prenduan bertugas khusus dalam bidang ini, yaitu memfungsikan masjid Jami’ Al-Amien Prenduan sebagai pusat segala kegiatan dan kehidupan dari pondok pesantren Al-Amien Prenduan. Dengan begitu, divisi inilah yang paling bertanggung jawab terhadap segala kegiatan di masjid Jami’ Al-Amien Prenduan.
Jami’atul Qurra’ Wal Huffadz (JQH)
Ta’mir masjid juga membina Jam’iyah Qurro’ wal Huffadh (JQH). Kelompok ini pada mulanya memiliki nama “Jam’iyatul Qurro’ (JMQ) yang kegiatannya difokuskan pada pengembangan tilawatil qur’an, dan Jama’ah Tahfidz (JMT) yang kegiatannya difokuskan pada bidang hafalan al-qur’an. Kedua kelompok tersebut tebentuk sekitar tahun 1983 dan alhamdulillah sudah beberapa kali melahirkan para hafidz dan qori’ yang cukup bisa dibanggakan.
Misi dan visi kelompok ini adalah “mencetak para qori’ yang hafidh dan bisa dibanggakan serta mampu menerapkan isi kandungan dan pesan-pesan yang tertera dalam Al-Quran”.
Divisi Rasda FM
Radio Swara Dakwah Al-Amien Prenduan berdiri atas kerjasama Panitia Pelaksana Kesyukuran Setengah Abad Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN, dan didirikan dalam rangka menyemarakkan pelaksanaan Kesyukuran Setengan Abad tersebut. RASDA diresmikan oleh Bapak Malik Fajar, menteri Agama Republik Indonesia masa itu, di depan masjid Jami’ AL-AMIEN PRENDUAN pada tanggal 15 Januari 2002 M. Dengan kekuatan Power sementara 200 Watt dan dengan ketinggian Tower 60 M dari permukaan laut.
Divisi LPPM
Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) bertanggungjawab secara langsung terhadap dakwah masyarakat sekitar. Adapun program LPPM diantaranya yaitu: pengajian mingguan, anggotanya terdiri dari para karyawan Pondok dan masyarakat sekitar yang juga disiarkan langsung lewat Radio Swara Dakwah AL-AMIEN PRENDUAN, pengajian setengah bulanan. Pengajian ini diberi nama “Muhajirin”.

