Biro Alumni & Kaderisasi


Biro Kaderisasi dan Pembinaan Alumni secara umum bertugas mem-back up kegiatan kaderisasi pondok dan pembinaan seluruh alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Biro ini membawahi tiga divisi khusus, yaitu: Divisi IKBAL (Ikatan Keluarga Besar Al-Amien Prenduan); Divisi FORSIKA-P3M (Forum Silaturrahim Kiyai, Pengasuh Pondok Pesantren, Madrasah, Masjid dan Mushalla); Divisi Pembinaan Guru Tugas (PGT); dan divisi Pembinaan Kader Khusus (PKK).

Divisi IKBAL (Ikatan Keluarga Besar Al-Amien Prenduan)

IKBAL dideklarasikan pada saat kesyukuran 45 tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, persisnya tanggal 05 Januari 1997 M. bertepatan dengan 25 Sya’ban 1417 H. Sesuai statuta IKBAL, masa khidmah kepengurusan IKBAL adalah perlima tahun masa pengabdian. Masa khidmah priode pertama adalah pada tahun 1997-2002.

Ikatan Keluarga Basar Al-Amien Prenduan atau disingkat IKBAL, adalah wahana silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah berbentuk paguyuban bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Pembentukan paguyuban ini berdasarkan kepada hasrat untuk membangun kesamaan visi, misi dan aksi bagi peningkatan kualitas alumni, wali santri dan simpatisan. Sehingga, dengan adanya paguyuban IKBAL ini diharapkan akan tercipta masyarakat yang khoirul ummah di tengah masyarakat. Selain itu IKBAL juga berfungsi mensenergikan para alumni di tengah-tengah masyarakat.

Divisi PKK (Pembinaan Kader Khusus)

Lewat Pembinaan Kader Khusus Biro Kaderisasi dan Pembinaan Alumni Yayasan Al-Amien Prenduan dalam tahun–tahun belakangan ini telah menjadikan program kaderisasi sebagai prioritas utama dengan metode pengembangan dan pembinaan kualitas dan kuantitas. Dalam hal pengkaderan ini, pondok terus selektif melakukan rekrutmen kualitas kader yang bukan hanya lewat pertimbangan meteriokrasi semata, namun juga pada pertimbangan “Sense of Belonging”, kader yang memilki kesadaran bahwa Al-Amien Prenduan adalah milik umat dan semua orang bertanggung jawab memelihara simultansinya sampai hari kiamat kelak.

Kemudian dalam hal pembinaan kader tersebut, ada dua jenis kader yang disediakan oleh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, kader umum yang berupa khairu ummah (SDM yang berkualitas) dan kader-kader khusus yang sengaja dipersiapkan untuk melanjutkan estafeta perjuangan para pendirinya. Dengan demikian, diharapkan pondok pesantren Al-Amien Prenduan bisa bertahan abadi, walau kiyai pendirinya tiada. Maka kalimat “patah tumbuh hilang berganti” tidak akan lenyap begitu saja dari hadapan generasi di pondok. Bahkan semboyan yang tepat bagi regenerasi di lembaga ini adalah “tumbuh sebelum patah”.

Divisi FORSIKA-P3M (Forum Silaturrahim Kiyai, Pengasuh Pondok Pesantren, Masjid, Madrasah dan Mushalla)

Divisi FORSIKA-P3M berperan sebagai wahana silaturrahim kiyai-kiyai yang berada di sekitar Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Berdirinya FORSIKA-P3M dilatarbelakangi oleh keinginan untuk berpartisipasi dalam mengembangkan masyarakat, di samping juga keinginan kuat untuk ikut berpartisipasi menetaskan bibit unggul daerah (SDM yang berkulitas) yang dapat mengembangkan lembaga-lembaga yang banyak tersebar di daerah Sumenep dan sekitarnya. FORSIKA-P3M diresmikan pada tanggal 9 September 2000 di Auditorium TMI putra Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, dan dihadiri oleh sekitar 70 kiyai dari berbagai lembaga yang berbeda.

Divisi PGT (Pembinaan Guru Tugas)

Divisi Pembinaan Guru Tugas berperan sebagai bagian yang membina secara khusus para alumni yang ditugaskan untuk mengabdi di lembaga lain. Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan selalu berusaha menjaga kepercayaan dan amanah ini dengan berusaha memberikan yang terbaik pada setiap lembaga. Selain itu, Yayasan Al-Amien Prenduan juga menawarkan pengkaderan dari lembaga yang bersangkutan, dengan harapan setelah mereka menyelesaikan studinya di berbagai lembaga yang ada di bawah naungan Yayasan Al-Amien Prenduan, mereka dapat kembali ke lembaga tersebut.