Workshop Riset Ilmiah, Fahmul Kutub wa Bahtsul Masail Santri Nihaie MTA

pengasuh mta membuka workshopMTA – Pagi itu (11/9), majlis MTA yang bisanya kosong ditinggalkan para santri menuju  kelas, tampak terisi oleh santri niha’ie dan para asatidz yang sedang menghadiri acara pembukaan Workshop Riset Ilmiah, Fahmul Kutub wa Bahtsul Masail oleh KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I.

Setelah workshop dibuka oleh pengasuh MTA tersebut, acara dilanjutkan dengan workshop tentang Pengantar Penelitian untuk siswa SMA yang berlangsung di majlis. Sedangkan siswa MAK, pergi ke kelas untuk mengikuti workshop tentang Pengantar Fahmul Kutub wa Bahtsul Masail oleh KH. Mujammi’ Musyfi, Lc. Ust. Encung Haryadi, M.Fil.I, selaku tutor materi Pengantar Penelitian untuk siswa SMA, menjelaskan tentang riset dan penelitian  lebih mendalam. Beliau juga bercerita tentang pengalaman penelitiannya sewaktu di Kanada.

Pukul setengah delapan sampai pukul sembilan, santri mendapat jatah istirahat. Lalu dilanjutkan dengan tata cara penulisan proposal analisa data dan karya ilmiah untuk SMA dan pemaparan teknik penulisan Fahmul Kutub wa Bahtsul Masail untuk MAK. Secara berurutan, tutor diisi oleh Ust. Hamzah Arsa dan Ust. Zainal Abidin.

Barulah di sesi ketiga, siswa SMA pergi ke kelas untuk mendapatkan meteri dari masing-masing tutor, siswa IPA dengan materi Metodologi Penelitian Ilmu Eksakta oleh Ust. Khusnul Arifin, S.Si; Siswa IPS dengan materi Metodologi Penelitian Ilmu sosial oleh Ust. Drs. Moh Rusli, M.Pd; dan MAK dengan materi Praktek Fahmul kutub Bahtsul Masail oleh KH. Bustomi Thibyan, S.Pd.I. Dan pada pukul sebelas baik siswa SMA maupun MAK  melakukan  konsultasi bersama pembimbing masing-masing. Setelah itu barulah workshop resmi selesai.

Menurut penuturan A. Tsiqqif  Asyiqulloh, santri kelas akhir asal Sumenep, adanya kegietan Riset Ilmiah, Fahmul Kutub wa Bahtsul Masail sangat positif bagi santri kelas akhir. ”Karena ini merupakan perkenalan wawasan, demi mengasah keterampilan dalam berpikir kritis kami dalam suatu permasalahan pengetahuan dan juga sosial” tambahnya. Dan itu sejalan dengan misi MTA itu sendiri, berjiwa IMTAQ dan berwawasan IPTEK. (bezghy)