Tag: TMI Al-Amien Prenduan

Pembukaan Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) 2018

Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) di TMI Al-Amien Prenduan telah dibuka secara resmi oleh KH. M. Zainullah Rois. Kegiatan ini akan berlangsung selama seminggu, dimulai sejak hari ini (30/7) hingga tanggal 5 Agustus, terdiri dari 11 cabang perlombaan olah raga dan 14 cabang lomba kesenian.

Dalam sambutan beliau, Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien Prenduan menyatakan bahwa kegiatan olah raga adalah bagian dari pendidikan di TMI. Karena dengan berolahraga diharapkan santri akan memiliki tubuh yang sehat dan kuat sehingga bisa menjalankan ibadah, belajar, serta kegiatan-kegiatan lainnya.

Kepanitiaan PORSENI tahun ini yang diketuai oleh Ust. Amrul berusaha menyajikan nuansa ASIAN Games melalui desain serta opening ceremony. Di antara penonton yang hadir pun menyatakan “Seakan-akan TMI mencuri start dengan mengadakan ASIAN Games tandingan” namun sebenarnya kegiatan ini juga layak disebut sebagai pertandingan tingkat internasional, karena selain melibatkan peserta dari Santri yang berasal dari seluruh Indonesia, juga terdapat peserta dari Santri yang berasal dari Malaysia dan Thailand.

Opening ceremony yang berlangsung hingga pukul 17:00 ini juga dimeriahkan dengan pertandingan ekshibisi tenis meja ganda antara Ust. Abd. Warits dan Ust. Ja’far Shodiq melawan Ust. A. Tijani Syadzili dan Ust. Moh. Hamzah Arsa serta dimeriahkan pula dengan penampilan Marching Band Al-Amien Prenduan. (Kz)

Berlomba serta Mengenalkan Seni dan Budaya melalui PERSADA

Pekan Raya Seni dan Budaya (PERSADA) tahun ini kembali digelar senin malam (30/7/18) ba’da isya’ sekitar pukul 20.00 WIB. Seperti pada acara kepondokan lainnya yang selalu dihadiri oleh para mudir, ustadzat, serta seluruh santriwati TMI Al-Amien, namun bedanya kali ini KH. Zainullah Rais, Lc yang menjabat sebagai pengasuh TMI itu hadir dengan pakaian santai. “Karena saya baru saja hadir di pembukaan PORSENI putra, dan di putri adalah PERSADA, makanya saya masih pakai kaos ini lagi. Maaf buat teman-teman yang memakai baju resmi.” Ujar beliau menjawab pertanyaan yang muncul pada benak setiap orang di Geserna. Beliau juga yang membuka acara PERSADA dengan ummil furqon setelah disambut  dengan opening acara yang menakjubkan. Tiap shof mengirim kontingen yang memakai kostum sesuai dengan suku-suku daerah di Indonesia. Dan tiap kontingen yang dipimpin oleh kepala suku (Red, Ketua Shof) menyampaikan laporan kepada pengasuh TMI menggunakan bahasa daerah suku yang dibawanya. Terhitung enam suku daerah yang dihadirkan pada malam hari ini, yaitu Madura, Betawi, Minangkabau, Dayak, Toraja, Asmat, dan Minahasa. Selanjutnya acara diakhiri dengan penampilan tari Minahasa yang dibawakan oleh shof lima.

Dalam pidato sambutannya, KH. Zainullah Rais, Lc sangat bangga atas penampilan ini, “Melihat ini memang seperti nusantara. Tapi bukan islam nusantara atau islam yang dinusantarakan. Melainkan budaya nusantara yang diislamkan. Kalau melihat presiden yang berkunjung ke tiap daerah dan disuguhi semacam ini, tidak jauh beda dengan penampilan kalian saat ini. Saya bangga punya kalian.”