Tag: TMI Al-Amien Prenduan

Gebyar Iedul Adha (GIA) Kegiatan Santri Al-Amien Menjelang Lebaran

YAP- Suasana menjelang Iedul Adha umumnya membuat santri kangen akan suasana keluarga di rumah. Karena itulah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan membuat rentetan kegiatan yang jauh berkwalitas dari sekedar kumpul dan makan bersama keluarga.

Kegiatan tersebut antara lain, lomba hifdzul qur’an, baca qur’an mujawwad dan murottal, ceramah agama, busana muslim Muslimah, lomba adzan dan iqomah, lomba kekompakan shalat berjamaah, takbir keliling, dan khusus putri ditambah lomba memasak. Puncaknya adalah ma’dubah sanawiyah (hidangan tahunan).

Ketika mengikuti kegiatan ini seluruh perhatian mereka tersita memikirkan bagaimana mengikuti kegiatan ini dengan baik, bahkan bagaimana mereka memenangkan lomba. Karena proses ini maka kesempatan untuk berkumpul dengan kawan yang seangkatan menjadi ajang adaptasi yang sangat mendidik, sehingga secara otomatis mereka melupakan kenangan semasa di rumah.

Rentetan kegiatan GIA ini secara formal dibuka secara terpadu oleh KH. Zainullah Rois untuk santri putra dan KH. Ghazi Mubarok untuk santriwati putri. Dan agar lebih maksimal, pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan perlembaga.

Mengenalkan Seni dan Budaya melalui PERSADA

Pekan Raya Seni dan Budaya (PERSADA) tahun ini kembali digelar senin malam (30/7/18) ba’da isya’ sekitar pukul 20.00 WIB. Seperti pada acara kepondokan lainnya yang selalu dihadiri oleh para mudir, ustadzat, serta seluruh santriwati TMI Al-Amien, namun bedanya kali ini KH. Zainullah Rais, Lc yang menjabat sebagai pengasuh TMI itu hadir dengan pakaian santai. “Karena saya baru saja hadir di pembukaan PORSENI putra, dan di putri adalah PERSADA, makanya saya masih pakai kaos ini lagi. Maaf buat teman-teman yang memakai baju resmi.” Ujar beliau menjawab pertanyaan yang muncul pada benak setiap orang di Geserna. Beliau juga yang membuka acara PERSADA dengan ummil furqon setelah disambut  dengan opening acara yang menakjubkan. Tiap shof mengirim kontingen yang memakai kostum sesuai dengan suku-suku daerah di Indonesia. Dan tiap kontingen yang dipimpin oleh kepala suku (Red, Ketua Shof) menyampaikan laporan kepada pengasuh TMI menggunakan bahasa daerah suku yang dibawanya. Terhitung enam suku daerah yang dihadirkan pada malam hari ini, yaitu Madura, Betawi, Minangkabau, Dayak, Toraja, Asmat, dan Minahasa. Selanjutnya acara diakhiri dengan penampilan tari Minahasa yang dibawakan oleh shof lima.

Dalam pidato sambutannya, KH. Zainullah Rais, Lc sangat bangga atas penampilan ini, “Melihat ini memang seperti nusantara. Tapi bukan islam nusantara atau islam yang dinusantarakan. Melainkan budaya nusantara yang diislamkan. Kalau melihat presiden yang berkunjung ke tiap daerah dan disuguhi semacam ini, tidak jauh beda dengan penampilan kalian saat ini. Saya bangga punya kalian.”