Tag: KH. Muhammad Idris Jauhari

Diam

KH. Moh. Idris Djauhari

“Diam itu adalah paling tingginya akhlak.” (HR ad-Dailami)

Lidah seseorang seringkali menjadi sumber bencana. Bencana ini lahir manakala lidah bergerak liar tak terkendali. Lidah tidak lagi memproduksi kata-kata yang santun dan toleran, melainkan umpatan, provokasi destruktif, kebohongan, kenistaan, dan lainnya yang berujung pada lahirnya sikap disharmoni dan penuh curiga. Ibarat harimau, lidah yang berada dalam kondisi “lapar” siap menerkam siapa saja, termasuk diri kita. Maka, lidah mesti dikendalikan dan diarahkan ke hal-hal yang positif.

Karena ulah lidah ini pula, banyak kaum muslimin yang terperangkap dalam jerat permusuhan, pertumpahan darah, pertikaian, dan bentuk kekerasan lainnya. Suatu sikap yang bertentangan secara diametral dengan nilai-nilai agama Islam yang mencintai kedamaian, kesejukan, dan harmoni hidup.

Ada satu pilihan bijak, agar kita terhindar dari bencana yang bersumber dari bobroknya lidah, yaitu diam. Sikap diam adalah cermin kedalaman spiritual dan kebeningan hati seorang muslim. Seorang muslim yang bijak ia tidak akan pernah mengumbar kata-kata. Apalagi kata-kata itu menjurus kepada kenistaan dan kebencian. Ketika berhadapan dengan masalah yang pelik misalnya, seorang muslim yang bijak tidak akan pernah bersikap frontal dan kasar, ia akan mencerna dan memahami setiap detail masalah, lalu kemudian, ia bicara seperlunya sesuai konteks. Read more →