PEMBINAAN CALON GURU DAN CALON PENGURUS SANTRI

PEMBINAAN CALON GURU DAN CALON PENGURUS SANTRIDi Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN terdapat beberapa kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh Alumni baru, diantaranya pengabdian di lembaga-lembaga pendidikan di penjuru Indonesia (untuk alumni Tarbiyatul Muallimin Al-islamiyah), sedangkan di Ma’had Tahfidh Al-Qur’an sendiri disebut dengan Tafarrugh Al-Qur’an (menyelesaikan/mengulang hafalan Al-Qur’an). Antara dua kegiatan tersebut, Workshop Keguruan merupakan salah satu kegiatan wajib lainnya, kegiatan ini bertujuan untuk membina calon guru sebelum benar-benar menjadi guru.

Workshop Keguruan tahun ini dilaksanakan pada hari Senin-Selasa, 30-31 Mei 2016, diikuti oleh 51 Putra dan 89 Putri. Acara dibuka oleh Pimpinan dan Pengasuh PP. AL-AMIEN PRENDUAN (Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, MA) untuk Putra dan Wakil Pimpinan dan Pengasuh PP. AL-AMIEN PRENDUAN (KH. Ghozi Mubarok, MA) untuk Putri. Bertempat di dua tempat yang berbeda, acara dihadiri oleh Pengasuh, para mudir dan asatidz.

PEMBINAAN CALON GURU DAN CALON PENGURUS SANTRISalah satu pesan Pimpinan dan Pengasuh PP. AL-AMIEN PRENDUAN bagi calon guru dalam pembukaan acara: “hendaknya calon guru lebih bersikap dewasa dan bersungguh-sungguh mengayomi adek-adeknya (para santri)”. Sedangkan dalam acara penutupan beliau (Pimpinan dan Pengasuh) berpesan: “agar melaksanakan tanggungjawab (tugas-tugas kepondokan) dengan penuh keikhlasan”.

Selama berlangsugnya workshop keguruan, berlangsung juga kegiatan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen (PKM) untuk calon pengurus santri. Secara pelaksanaan, kegiatan tersebut hampir sama dengan workshop keguruan, hanya saja, kegiatan tersebut diikuti oleh calon Pengurus (para santri kelas 2 SMA/MA). Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini (29 Mei-1 Juni 2016) ditutup oleh Pengasuh Ma’had Tahfidh Al-Qur’an (KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I), dalam pesannya beliau menyampaikan: “kemarin kalian (calon pengurus) adalah orang yang diurus, dan nanti kalianlah yang akan menjadi pengurus, maka jadilah orang-orang yang benar-benar mengurus”.