Search Results For “santri”

Pembukaan Ujian Tahriri Semester II dan Ujian Nasional (UN) Kelas III SMP MTA Al-Amien Prenduan Serentak

 

Pembukaan Ujian Tahriri Semester II dan Ujian Nasional (UN) Kelas III SMP MTA Al-Amien Prenduan Serentak oleh KH. Ghozi Mubarok Idris, MAMTA – Hari ini (9/5) seluruh santri beserta dewan guru berkumpul di lapangan gedung SMA MTA Al-Amien Prenduan guna mengikuti acara pembukaan Ujian Tahriri Semester II sekaligus pembukaan Ujian Nasional (UN) bagi santri kelas III SMP. Acara yang berlangsung singkat tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, K.H. Ghozi Mubarok Idris, MA. Dimulai sejak pukul 06.30 hingga pukul 06.50 WIB. Alhamdulillah, acara pembukaan tersebut berjalan dengan lancar.

Dalam pembukaan ujian yang diikuti oleh semua santri kecuali santri niha’ie tersebut,  K.H. Ghozi Mubarok Idris, MA. berharap agar ujian ini benar-benar bisa bermanfaat dan juga berkah. tentunya dengan cara-cara yang benar tanpa menyalahi sunah-sunah pondok.

Selain itu, beliau juga menghimbau agar semua santri benar-benar memusatkan pikiran terhadap ujian ataupun pelajaran yang akan diujikan serta meninggalkan segala hal yang tidak ada kaitannya dengan ujian. Beliau juga menyampaikan agar para santri tidak hanya mencintai ilmu tapi lebih penting dari itu adalah bagaimana mereka juga mencintai proses mendapatkan ilmu tersebut. Sehingga selama proses tersebut para santri tidak merasa tertekan ataupun terbebani.

Dalam pelaksanaannya, ujian kali ini dipusatkan didua tempat berbeda. Ujian Akhir Semester II dilaksanakan di gedung SMP Tahfidz MTA Pa. Sesuai agenda, ujian ini akan berlansung selama 9 hari terhitung dari tanggal 9 s/d 17 Mei 2016, sedangkan pelakasanaan Ujian Nasional untuk santri kelas III SMP ditempatkan di gedung SMA Tahfidz Pa, dan akan berlangsung selama 4 hari yaitu dari tanggal 9 s/d 12 Mei 2016.

Pembukaan Ujian Tahriri Akhir Tahun TMI

KH. Ahmad Fauzi Tijani dalam pembukaan ujian tahriri akhir tahun TMI Al-Amien PrenduanTMI – Pagi ini (8/5) Seluruh Santri dan Guru berkumpul di depan gedung Puspagatra TMI Al-Amien Prenduan guna mengikuti Pembukaan Ujian Tahriri Akhir Tahun. Acara dipimpin oleh Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA., dimulai sejak pukul 06:00 hingga jam 06:30 dan dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian Jam I dengan materi Insya’.

Dalam sambutan beliau, Pimpinan menyampaikan tentang keutamaan memperbaiki akhlak sebelum menambah ilmu. Menurut beliau akhlak yang baik ada kunci dari suksesnya pendidikan. Pendidikan di Pondok Pesantren harus berlandaskan akhlak, karena saat Santri memiliki akhlak yang bagus otomatis dia  akan patuh dalam menjalankan sunnah dan disiplin Pondok. Hal ini senada dengan apa yang beliau sampaikan di lain kesempatan, beliau mencontohkan tentang merosotnya disiplin berbahasa Arab dan Inggris di  kalangan Santri, beliau meyakini bahwa hal tersebut bukan semata karena kurangnya ilmu dari Santri yang bersangkutan, tetapi lebih karena kurangnya akhlak sehingga tidak timbul kesadaran dan kepatuhan  terhadap aturan tersebut. Beliau menegaskan bahwa di tengah krisis moral saat ini, membina akhlak di masa pendidikan adalah modal untuk kesuksesan di masa depan.

Dalam kesempatan ini beliau juga mengajak agar santri meyakini bahwa ujian adalah ibadah. Maka, dalam menghadapi ujian seorang muslim tidak boleh main-main, karena ibadah tidak boleh main-main, harus dijalani sepenuh hati dan dengan usaha semaksimal mungkin. Beliau juga mengingatkan tentang tujuan ujian untuk belajar, bukan sebaliknya. Selain itu, beliau mengajak agar para Guru dan Pengurus untuk berperan aktif dalam pengawasan santri. Semua harus meyakini bahwa fi al-harokati al-barokatu “ada barokah dalam pergerakan” dan juga man la yarham la yurham “barangsiapa tidak mengasihi (sesama makhluk), maka tidak akan dikasihi (oleh Allah)”

KH. Ghozi Mubarok Idris dalam pembukaan ujian tahriri akhir tahun TMI Al-Amien PrenduanDi waktu yang sama Santriwati TMI Putri berkumpul di selatan kantor Idaroh Ma’had guna  mengikuti acara semisal. Pembukaan Ujian Tahriri Akhir tahun di Putri dipimpin oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh PP.  Al-Amien Prenduan, KH. Ghozi Mubarok Idris, MA. Dalam sambutan yang beliau sampaikan, beliau menyatakan bahwa kesuksesan dalama ujian ini hanyalah kesuksesan jangka  pendek. Adapaun kesuksesan jangka panjang—yakni kesuksesan sebenarnya—adalah usaha dan proses belajar. Jangan sampai kita tidak menghargai usaha untuk belajar, jangan sampai kita meremehkan proses belajar. Ada banyak orang yang lulus dalam ujian yang dijalaninya selama masa pendidikan, namun karena salah dalam proses belajar akhirnya gagal dalam menghadapi ujian hidup yang lebih banyak dan berat.

Ujian Tahriri Akhir Tahun ini akan berlangsung selama 9 hari, yakni pada hari Ahad-Selasa, 01-10 Sya’ban / 08-17 Mei. Setiap hari akan ada 3 materi yang diujikan, dengan durasi waktu per-materi selama 90 menit. Maan najah fil imtihan…

Rapat Guru Lengkap Menjelang Ujian Tahriri

RGL Ujian Tahriri TMI Al-Amien Prenduan 2016Tarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah (TMI) pada hari ini (7/5) mengadakan rapat guru lengkap (RGL) menjelang Ujian Tahriri di Mushalla Asma’ Lathifa TMI Putri. Rapat ini diikuti semua guru TMI dan juga Santri/wati kelas VI yang dalam ujian kali ini juga bertugas menjadi pengawas ujian.

RGL berlangsung pada jam 07:00 hingga jam 08:30 dan berjalan dengan lancar. Acara dipandu oleh Ust. H. Saiful Anam, M.Pd selaku Project Officer Ujian Akhir Tahun, dengan agenda utama yakni fatwa dan nasehat serta pengarahan secara umum oleh Majlis Kyai dan juga pengarahan tentang petunjuk pelaksanaan (Juklak) Ujian Tahriri oleh Mudir ‘Aam TMI.

Dalam kesempatan ini Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA menyampaikan tentang ujian sebagai ajang untuk memperbaiki moral dan akhlak. Beliau mewanti-wanti tentang kemerosotan akhlak dan juga krisis keteladanan. Saat ini kesuksesan ujian seringkali  hanya diukur dari nilai yang dicapai, sehingga ada beberapa oknum yang berbuat curang demi mendapat nilai tertinggi dan lulus ujian, hal seperti ini tidak boleh terjadi di Al-Amien. Ujian harus dilaksanakan dengan jujur dan juga ada standar penilaian kelayakan santri untuk lulus, namun nilai saja belum cukup. Hal tersebut harus diimbangi dengan akhlak yang baik, yakni bagaimana dia menghadapai ujian serta bagaiman tingkah-lakunya selama setahun penuh menjalani proses pendidikan di Al-Amien, baik di kelas maupun di luar kelas.

Hal senada ditambahkan oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA. Beliau mengingatkan tentang tujuan pesantren sebagai pembangun pribadi manusia. Beliau mengajak kita mengambil i’tibar dari pembangunan Tembok Besar China. Tembok raksasa sepanjang 8.851 km ini dibangun dengan tujuan untuk menghalau serangan musuh, namun ternyata musuh tetap saja dapat masuk bukan dengan menghancurkannya, melainkan dengan menyuap penjaganya. Kisah tersebut mengajarkan kita untuk tidak hanya mementingkan pembangunan fisik dan sarana namun melupakan pembangun mental sumber daya manusia yang menghuninya.

SamPenyerahan Soal Ujian Akhir Tahun TMI Al-Amien Prenduanbutan ketiga disampaikan oleh Pengasuh Ma’had TMI, KH. Moh. Zainullah Rois, Lc dan dilanjutkan dengan pembacaan Juklak Ujian Tahriri oleh Mudir ‘Aam TMI, KH.  Ahmad Tijani Syadzili, Lc. Beliau berpesan bahwa acara seperti ini rutin dilaksanakan–yang sebagaimana sering disampaikan oleh KH. Moh. Idris Jauhari–dengan harapan agar yang belum tahu menjadi tahu, yang lupa kembali ingat, dan yang sudah tahu serta ingat kian meyakini dan istiqomah mengamalkan.

Acara ini ditutup  dengan do’a oleh KH. Fadhli Fatrah dan juga penyerahan simbolis naskah soal ujian oleh Tim Pengadaan Soal (TPS) kepada  Mudir Ma’had Putra dan Putri melalui Pengasuh Ma’had TMI.

Tasyakkur Hifdhil Qur’an JQH 2016 M.

TMI – Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) adalah Salah satu proggram unggulan Ma’had Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN Sumenep Madura. Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) adalah suatu program yang berfokus dalam mencetak Huffadz Al-Qur’an dan Qori-Qori’ah yang berkualitas. Yang nantinya selain disiapkan menjadi para pendidik (Mu’alliem) para santri juga diharapkan bisa menjadi Hafidh Al-Qur’an.

Pada tahun ini, sesuai dengan agenda Pondok menjelang akhir tahun pelajaran dilaksanakan acara Tasyakkur Hifdh Juz ‘Amma, 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 Juz pada hari Jum’at (29/04) untuk TMI Putri di Musholla TMI Putri dan TMI Putra hari Sabtunya (30/04) di Auditorium TMI Putra.

Agenda Tasyakur JQH dimulai dengan acara Silaturrahim Wali Santri/Wati peserta Tasyakkur bersama Majelis Kyai Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN. Yang dilaksanakan pada sore harinya dan dilanjutkan dengan prosesi Tasyakkur yang dilaksanakan pada malam harinya (19.30 s/d selesai).

Pimpinan dan Penagasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Muhammad Tidjani, MA menegaskan kepada seluruh peserta Tasyakkur JQH “Agar selaku Hammalatul Qur’an yang mana dia adalah orang yang paling mulia setelah para Nabi dan Ulama’, harus bertanggung jawab atas hafalan Al-Qur’annya serta mengaplikasikan ajaran-ajaran yang terkandung didalamnya.”  Hal itu mempertegas atas apa yang disampaikan oleh KH. M. Zainullah Rais, Lc yang dalam sambutannya beliau menyampaikan, “ Bahwa acara Tasyakur JQH sangat istimewa dari acara apapun, hal itu tidak lain karena pada acara ini merupakan  acara untuk mensyukuri atas karunia Allah SWT. Yang begitu istimewa terhadap santri yang dipercaya untuk bisa menghafal Al-Qur’an dan menjaganya, semoga kedepannya mereka bisa mengembangkan dan menjaga hafalan Al-Qur’annya serta bisa mengamalkannya”.

Adapun yang menjadi peserta acara Tasyakkuran JQH tahun ini untuk Ma’had TMI Putri berjumlah 52 orang dengan rincian:  Juz ‘Amma sebanyak 43 orang, 5 Juz sebanyak 5 orang, dan 30 Juz sebanyak 4 orang. Sedangkan untuk Ma’had TMI Putra berjumlah 123 orang dengan rincian: Juz ‘Amma sebanyak 71 orang, 5 Juz sebanyak 31 orang, 10 Juz sebanyak 12 orang, 15 Juz sebanyak 1 orang, 20 Juz sebanyak 1 orang, 25 Juz sebanyak 2 dan 30 Juz sebanyak 5 orang.

Semoga kita semua termasuk ke dalam keluarga Allah dan orang-orang yang diistimewakan oleh-Nya, amiin yaa rabbal ‘alamiin..

Ujian Hifdhu Al-Quran Semester II

MTA-  Ketika periode semester II akan mencapai titik nadirnya, berbagai ujian pun akan dilaksanakan. Begitupun MTA. Ujian Hifdhu Al-Qur’an semester II secara resmi dibuka kemarin (30/4) ba’da shubuh pada pukul 04.00 WIB. Pembukaan Ujian Hifdhu Al-Qur’an kali ini, dibuka secara langsung oleh KH. Khoiri Husni di Majlis MTA Putra. Dan dihadiri para Asatidz dan para santri MTA secara serentak. Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancer dan hikmat.

“Dalam ujian ini kalian harus persiapkan diri, jujur, dan doa.” Terang KH. Khoiri Husni yang dikhususkan untuk segenap santri MTA yang akan melaksanakan Ujian Hifdhu Al-Qur’an semester II selama sepekan.

Sejalan dengan adanya ujian kali ini, dari pihak Panitia Ujian Hifdhu Al-Qur’an semester II pun mempunyai obsesi untuk berhusnul khotimah dalam menjalankan amanah kepanitiaan. Dan tak hanya itu. Harapan dari segenap Panitia Ujian Hifdhu Al-Qur’an semester II dan para Masyaikh dengan diselenggarakannya Ujian Al-Qur’an ini, adalah memacu kualitas hafalan santri dan semua peserta ujian lulus sesuai target hafalan yang ditentukan.

“Sebagai pengemban amanah kepanitiaan, kami berharap dengan adanya Ujian Hifdhu Al-Qur’an ini, sebagai sarana untuk melatih dan mencetak kepribadian santri khuluqul qur’an. (bil ikhtibar yukramul mar’u aw yuhan)”  Ungkap Ketua Panitia Ujian Hifdhu Al-Qur’an semester II mewakili sleuruh harapan jajaran kepanitiaan.

Rihlah Tarbiyah Tanazzuhiyah Kelas VI TMI

TMI – Setelah kurang lebih sebulan menjalani Evaluasi Belajar Tahap Akhir atau Ujian Nihaie, program wajib kelas VI berikutnya adalah Rihlah Tarbiyah Tanazzuhiyah (RTT) yang berisi study tour ke beberapa perguruan tinggi, pondok pesantren, dan juga unit-unit usaha. Sebelum pemberangkatan santri kelas VI harus mengikuti beberapa pembekalan yang meliputi Cara Bertanya yang Baik dan Adab Sopan Santun ala Santri di perjalanan, bertamu dan tata cara sholat safar (Jama’ dan Qoshor), dan juga generalisasi materi yang disampaikan oleh majelis Pimpinan dan Wakil Pimpinan PP. Al-Amien Prenduan dalam acara pembukaan dan penutupan pembekalan ini.

Dalam pembekalan yang berlangsung selama dua hari, KH. Ghozi Mubarok Idris, MA berpesan kepada seluruh kafilah agar menjaga nama baik almamater dan senantiasa bersikap sebagaimana seharusnya seorang santri bersikap serta agar tidak lupa berdo’a semoga diberi keselamatan sampai tujuan dan juga kembalinya. Beliau juga menjelaskan bahwa as-safaru qith’atun minal adzab, sesungguhnya perjalanan adalah bagian dari cobaan, sehingga harus senantiasa berdo’a agar diberi kemudahan dan juga kesabaran sehingga menjadi perjalanan yang barokah.

In syaAllah Rihlah Tarbawiyah Tanazzuhiyah yang diikuti oleh 165 Santri kelas VI Putra dan 178 Santriwati Kelas VI Putri ini akan berlangsung masing-masing selama 4 hari. Meski dengan rute yang hampir sama, namun rombongan Putra dan Putri dibedakan dengan jarak sehari. Rombongan Putra akan dilepas dan berangkat pada hari Jum’at malam (29/04) dan kembali ke Pondok pada hari Selasa (03/05), sedankan rombongan Putri akan dilepas dan berangkat pada hari Sabtu malam (30/04) dan kembali ke Pondok pada hari Rabu (04/05).Agenda RIhlah Putra Agenda Rihlah Putri

Perfotoan Santri Kelas Akhir TMI

Santri Kelas VI TMI Al-Amien Prenduan Santri Kelas VI TMI Al-Amien PrenduanTMI – Sebanyak 163 Santri dan 178 Santriwati kelas VI berkumpul di sekitar Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan pagi ini (28/4) untuk mengikuti perfotoan angkatan. Selain dihadiri oleh Santri/wati kelasVI, perfotoan ini juga diikuti oleh Majlis Kyai, para Mudir di TMI,  Lajnah Nihaiyyah, dan juga Musyrif kelompok bersama wakil.

Sujud Syukur Akhir Ujian Nihaie

Sujud Syukur Kelas VI TMI Al-Amien PrenduanTMI – Sebanyak 178 Santriwati kelas VI TMI Putri melaksanakan sujud syukur di halaman Marhalah Aliyah TMI Putri. Hal tersebut mereka lakukan sebagai bentuk rasa syukur atas berakhirya Ujian Nihaie yang belangsung kurang-lebih selama sebulan.

Di waktu yang hampir bersamaan, santri kelas VI TMI Putra juga melaksanakan sujud syukur di Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan usai Shalat Dzuhur berjamaah dengan diikuti oleh seluruh santri. Kegiatan ini dibuka dengan pengantar dari Lajnah Nihaiyyah dan dilanjutkan dengan sujud syukur yang dipimpin oleh Ust. Abbad Ibnu Vahzan yang bertugas sebagai imam.

Berbeda dengan Ujian Nasional, Ujian di TMI terdiri dari beberapa tahap, yakni Ujian Syafahi (Tulis) yang dilaksanakan pada tanggal 02-09 April dan Ujian Tahriri (Tulis) yang berlangsung pada tanggal 14-27 April. Adapun materi yang diujikan yakni semua materi pelajaran dari kelas I hingga kelas VI.

Setelah Ujian Nihaie, Santri/wati kelas VI masih harus menjalankan beberapa program Nihaie yang lain hingga Yudisium Kelulusan dan Wisuda yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-29 Mei 2016.

TMI Menulis dan Kontes Juara Menulis 2016

Penutupan TMI Menulis 2016 di TMI Al-Amien PrenduanTMI – Mengingat banyaknya bibit-bibit penulis muda di kalangan Santri dan besarnya potensi yang mereka miliki, maka TMI Al-Amien Prenduan secara rutin mengadakan kegiatan bertajuk TMI Menulis. Banyak santri yang memiliki bakat dan juga minat untuk menulis, baik tulisan ilmiah maupun sastra. Selain itu tradisi tulis-menulis dan penerbitan di TMI memang sudah berjalan sejak lama sehingga wajar bila banyak alumni TMI Al-Amien Prenduan yang memiliki nama besar di bidang tersebut, baik sebagai cendekiawan, sastrawan, maupun wartawan. Oleh karena itu, dengan kegiatan seperti ini para santri diharapkan dapat mengembangkan potensi yang mereka milika dan juga memantapkan niat dan komitmen mereka untuk menekuninya.

Kegiatan yang berlangsung selama seminggu ini berisi tiga jenis kegiatan. Pertama, Workshop Kepenulisan yang diikuti oleh 240 santri TMI yang merupakan utusan-utusan kelas serta kelompok-kelompok minat keilmuan dan kebahasaan dan memiliki minat pada dunia kepenulisan. agar lebih efektif workshop kepenulisan ini dibagi menjadi beberapa kelas berdasar minat para peserta, yakni: Kelas Cerpen, Kelas Puisi, Kelas Artikel, Kelas Esai, Kelas Berita, Kelas Penerjemahan Bahasa Arab dan Kelas Penerjemahan Bahasa Inggris, dengan pemateri dari Pengurus dan Guru. Selain itu, diadakan pula Latihan Menulis bersama Syaf Anton WR yang diselenggarakan di Auditorium TMI Putra Pada hari Jum’at 22 April 2016. Kedua, Menulis Serentak yang dilaksanakan di Masjid jami’ Al-Amien Prenduan dan diikuti oleh seluruh santri TMI. Sebanyak kurang-lebih 850 Santri dari kelas I hingga IV dikumpulkan dan diberi kesempatan untuk menulis sesuai minat mereka, dengan harapan agar timbul minat untuk menulis serta menghilangkan rasa takut bahwa menulis adalah hal yang sulit. Ketiga, Lomba Karya Tulis dan Penerbitan yang berisi beberapa macam lomba kepenulisan, baik regu maupun perseorangan. Kompetisi ini diadakan agar sesama Santri mampu bersaing secara adil dan dapat saling belajar untuk menjadi yang terbaik.

Kegiatan ini dibuka oleh KH. Ghozi Mubarok Idris, MA pada tanggal 18 April 2016 dan ditutup oleh KH. Moh. Zainullah Rois, Lc pada tanggal 24 April 2016. Selain berisi penampilan-penampilan, di malam penutupan tersebut juga diumumkan para pemenang dalam Lomba Karya Tulis dan Penerbitan. Untuk tahun ini Juara Umum diraih oleh shof III Intensif.

IMG_8560Beberapa hari sebelumnya di Ma’had Putri juga diadakan acara serupa dengan tajuk Kontes Jawara Menulis (KJM). Acara yang juga berisi pelatihan dan kompetisi kepenulisan ini dibuka oleh KH. A. Tijani Syadzili, Lc pada tanggal 15 April 2016 dan ditutup oleh KH. Moh. Zainullah Rois pada tanggal 23 April 2016. Di malam penutupan yang juga diselingi dengan penampilan-penampilan, diumumkan pula pemenang dalam kegiatan ini, yakni Shof III Intensif sebagai Juara Umum dan Shof I Intensif sebagai juara favorit.

Ujian Amaliyah Taddris (Praktek Mengajar) di MTA

Pembukaan Ujian Amaliyah Tadris(Praktek Mengajar) MTA

MTA – Pembukaan Ujian Amaliyah Tadris (praktek mengajar) yang dilaksanakan kemarin pagi (17/04), dibuka langsung oleh pengasuh Ma’had Tahfidhil Qur’an, KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I. dalam sampbutannya beliau menyampaikan “setiap calon almuni Al Amien wajib mengikuti kegiatan Amaliyahtud Tadris, sebagai persyaratan lulus” tegas beliau.

Acara ini dimulai pukul 06.30 WIB dan dihadiri oleh Mudir’Aam MTA, Mudir Ma’had MTA Pa, Kepala sekolah MAK, para asatidz, dan santri kelas akhir yang berjumlah 79 orang. Acara ini berlangsung selama 1 minggu.