Search Results For “santri”

Tidak Sekedar “AL-AMIEN PRENDUAN”

sisi lain al-amienSungguh suatu nikmat pengalaman dan perjalanan hidup yang amat berharga sekaligus kebanggaan bagi penulis sebagai orang yang ditakdirkan pernah nyantri di Pondok Pesantren Al-Amien. Kiranya perasaan serupa juga dialami oleh segenap santri yang pernah mondok di almamater tercinta kita ini. Rasa kecintaan dan kebanggaan sebagai bagian dari Al-Amien akan terpatri kepada setiap alumninya, dan akan terus terpancar dalam sepak terjang peran dan aktivitasnya di masyarakat luas.

Melekatnya identitas sebagai ‘orang pondok’ begitu kuat, bahkan sampai dalam hal cara penyebutan nama mereka dalam pergaulan sehari-hari. Tidak jarang kita dengar ada penyebutan, misalnya si-Fulan Al-Amien, si-B Al-Amien, si-Anu Al-Amien, dan seterusnya, untuk mengindikasikan bahwa seseorang tersebut adalah santri atau alumni dari pondok ini. Tentu saja, kecenderungan penyematan label demikian bukan sekedar sebagai laqob saja, melainkan lebih merupakan bentuk entitas dan indentitas yang membawa konsekuensi bagi penyandangnya bahwa mereka menjadi agen-agen individu dan sosial yang bertugas serta bertanggung jawab menyebarkan nilai-nilai ke-Al-Amien-an itu di tengah-tengah masyarakat.

Perihal penggunaan nama Al-Amien bagi lembaga pondok kita tentu ada latar belakang naskah pemikiran yang biasanya sudah disosialisasikan dan ditatarkan sewaktu acara Kuliah Kepondokan tahunan bagi setiap santri baru. Berdasarkan ingatan penulis, wawasan tentang alasan kemengapaan (reasoning) dari penggunaan nama Al-Amien antara lain sebagai bentuk penghormatan dan kenangan kepada pendiri pondok yaitu nama kecil beliau: Amin, sebagai bentuk pemberian kepercayaan dan amanah dari masyarakat kepada lembaga, sekaligus sebagai bentuk do’a dan harapan bagi perkembangan pondok di masa mendatang.

Setelah sekitar tiga dasawarsa perkembangan, pimpinan pondok memandang penting untuk menambah-sandingkan ‘Prenduan’ di belakang Al-Amien, dan jadilah “Al-Amien Prenduan” sebagai nama kelembagaan resmi pondok pesantren ini. Pemberian nama ini lebih memberikan penguatan aspek kesejarahan di mana cikal-bakal pondok ada di desa Prenduan. Lengkapnya, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep Madura Jawa Timur Indonesia.

Belajar dari Nama Klub Sepakbola

Bagi para penggemar kompetisi sepak bola di tanah air tentu tidak akan asing dengan klub-klub besar kontestan LSI (Liga Super Indonesia), untuk sekedar disebutkan di antaranya Persija Jakarta, Persib Bandung, Persipura Jayapura, Arema Malang, Madura United. Nama-nama klub tersebut begitu familiar di telinga dan mempermudah penyimpanannya dalam memori seseorang karena dalam penamaan tersebut ada penisbahan langsung secara proporsional kepada daerah/area tempat klub tersebut berada.

Pandangan Jean Peaget, seorang pakar psikologi kognitif dari Prancis, tentang teori asosiasi-akomodasi dalam proses berpikir dan memori seseorang, dalam tataran konteks bagaimana sebuah informasi nama diterima secara khas dan bermakna tampaknya juga relevan sebagai dasar pemikiran. Secara kognitif, orang akan mudah menghubungkan informasi luar dengan struktur kognitif yang sudah ada jika sebelumnya terdapat informasi nama lain yang bermakna. Ingatan seseorang tentang nama-nama klub sepakbola yang dilekatkan langsung kepada nama daerah sebagai dimensi yang bernuansa primordial di satu sisi akan mudah dan tahan lama diingat, dan pada saat yang sama ikut pula dimasukkan semangat dan kebanggaan kapasitas dalam jangkauan konstalasi nasional-global. Ketika disebutkan Persija Jakarta atau  Madura United sebagai contoh, selain tentu orang akan berpikir tentang sebuah klub sepak bola yang ada di Jakarta dan Madura, juga dengan sendirinya terbersit pandangan tentang sebuah klub yang besar dalam kancah nasional, menyejarah, khas, dan disegani. Belum lagi jika klub (=group) itu dalam kiprahnya berikutnya benar-benar cemerlang tentu penamaan itu akan semakin berkharisma. Mengapa demikian, salah satu faktornya adalah penggunaan identitas tersebut yang selain bermuatan nilai kebanggaan daerah tetapi juga mengandung semangat progresif serta potensi kapasitas keorganisasian yang luas, marketabel, dan lebih bisa diandalkan.

Sebenarnya tidak ada yang salah pada nama “Al-Amien Prenduan” pondok kita tercinta. Hanya saja sebagai sebuah wacana, menurut penulis bisa saja juga dimunculkan alternatif nama yang lebih berpeluang dapat meningkatkan dan memperkuat kapasitas dan progesivitas kelembagaan tanpa kehilangan jatidiri. Dalam hal ini terkadang penulis berpikir seandainya pondok kita bernama misalnya “Al-Amien Madura”. Dari identitas ini kapasitas kelembagaan tampak lebih terlihat secara meyakinkan. Sebagai sebuah pondok pesantren yang kredibel di pulau Madura, ya Al-Amien Madura; sebuah pondok yang sangat megah berdiri sisi jalan poros lintas Madura, ya Al-Amien Madura; sebuah pondok unggul dan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan pesantren, ya Al-Amien Madura, Al-Amien ya Madura, Madura ya Al-Amien. Kiprah pondok kita secara nasional yang sejak berdiri hingga saat ini terus berkembang pesat dan terus diprospek ke depan dengan lompatan-lompatan inovasi bil jadiidil ashlah, kiranya tidak berlebihan dan menjadi garansi apabila diwujudkan identitas sebagai Al-Amien Madura, Prenduan Sumenep Jawa Timur Indonesia.

Semoga lembaga pondok kita tercinta terus berkibar, kita berdo’a dan berharap akan terus berkiprah abadi di tengah amanat umat ila yamil qiyamah, tidak se-temporal kiprah klub sepak bola yang seketika pamornya bisa turun dratis bahkan tidak terdengar lagi kharismanya manakala sering kalah dalam kompetisi dan bahkan terdegradasi. Penyematan nama identitas yang lebih berkapasitas dan progresif bagi pondok kita kiranya juga tidak berlebihan, atau setidaknya sebagai wacana sementara yang didasari semangat kecintaan dan kebanggaan, serta rasa ikut memiliki lembaga pondok kita agar terus berkembang dan berjaya. Karena itu, diskursus lanjutan yang lebih dalam kiranya dapat memperkuat khazanah berbagai perspektif terhadap nama dan identitas lembaga idaman kita bersama.

AGUS WEDI

Alumni TMI Al Amien Tahun 1994 (GENOSTIECA)

Saat ini, Tim Penjaminan Mutu dan Dosen Universitas Negeri Malang

aguswedi123@gmail.com

Cetak Kader Pemimpin Umat Dengan Diklat KKS

diklat kks 2014TMI – (22/08/2014). Diklat Kepemimpinan Kelompok Santri (KKS) kembali dilaksanakan. Acara yang rutin diadakan setiap awal semester ini melingkupi seluruh kelompok santri baik yang bentuknya wajib maupun minat. Selama satu hari penuh, mereka dibekali dengan pendidikan-pendidikan kepemimpinan dan manajemen dari para instruktur.

Diklat KKS kali ini diikuti oleh 574 santri dan 504 santriwati yang terdiri dari seluruh santri kelas V, VI dan ketua kelompok-kelompok beserta wakilnya. Pembukaan KKS dilaksanakan di tempat berbeda yang sekaligus menjadi lokasi pembekalan. Untuk putra ditempatkan di Audiorium TMI, sedangkan di putri ditempatkan di Geserna.

Dalam pembukaan ini pengasuh TMI, KH. M. Zainullah Rois, Lc. membuka secara resmi di putra dan wakil pengasuh Ma’had TMI Al-amien prenduan KH. Ghozi Mubarok, MA. di putri.

Selain bertujuan untuk mencetak pemimpin ummat yang mutafaqquh fid-dien, acara ini juga bertujuan memberikan wawasan yang luas bagi santri-santrinya. Terlebih dari itu, TMI Al-Amien prenduan menjadikan acara ini sebagai sarana untuk menambah wawasan keilmuan, pendidikan dasar kepemimpinan serta melatih mereka menjadi pemimpin yang andal di bidangnya.

Sebagaimana yang disampaikan oleh KH. Ghozi Mubarok, MA  dalam fatwa dan nasehatnya, “Setiap orang memang memiliki potensi untuk memimpin. Namun pemimpin tidaklah dilahirkan melainkan dicetak atau dipersiapkan dan dibentuk. Maka tujuan dari diadakannya acara ini ialah membentuk kalian sebagai pemimpin-pemimpin yang kompeten di bidangnya”. (Sulhan)

Pembukaan Tahun Ajaran Baru TMI

Pembukaan TA Baru 1435 HTMI - Menjadi sebuah sunnah bagi lembaga TMI untuk memulai segala bentuk program ma’had dengan pembukaan. Dan pada hari ini (09/08)  secara resmi KH. M. Zainullah Rois, Lc selaku Pengasuh Ma’had TMI membuka tahun ajaran baru 1435-1436 H./2014-2015 M. untuk putra bertempat di Puspagatra dan Direktur TMI, K. Drs. Suyono Khatthab untuk putri di depan Geserna TMI Putri.

Acara  ini diikuti oleh seluruh mudir-mudir, asatidz dan asatidzah serta seluruh santri/wati. Dalam pembukaan ini, pengasuh TMI menyampaikan ucapan selamat “alfu mabruk” kepada para santri yang telah lulus dan naik ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, dalam kesempatan tersebut beliau juga menyampaikan bahwa status ijazah TMI (mu’adalah) sudah diakui langsung oleh Mentri Agama. “Jangan ragu dengan ijazah TMI!” tegas beliau.

Beliau juga menyampaikan secara tegas kepada para santri untuk lebih giat dalam belajar serta menghimbau seluruh santri, pengurus dan asatidz/ah untuk  senantiasa menegakkan disiplin yang ada di TMI.

Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan acara perkenalan bersama wali kelas baru, penentuan fungsionaris kelas, dan lain-lain.  Setelah ini, santri akan mulai aktif mengikuti KBM di tahun ajaran baru. (Sulhan)

Selamat Datang Siswa-Siswi SMA 3 Pamekasan Di AL-AMIEN

pondok ramadan sma 3 pmkYAP – SMA 3 Pamekasan tiap tahun mengirimkan siswa-siswinya ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan untuk ber-Ramadhan In Campus bersama para santri-sanriwati Al-Amien yang mukim di Pondok. Tahun ini diikuti siswa-siswi kelas X-XII dengan jumlah peserta, putra: 65 orang dan putri berjumlah 132 orang.

Acara ini belangsung selama empat hari, 17-20 Juli dengan agenda kegiatan: sholat taraweh, tadarrus Al-Qur’an dan menimba ilmu kepada para masyayikh dengan berbagai materi: dialog interaktif keagamaan (aqidah, fiqh, hadits, tafsir), Praktek Sholat (perbaikan sholat), Praktek Adab Sopan Santun, Kajian Aqidah tentang Taqwa dan Tawakkal, Mengenal Pondok Pesantren Al-Amien dan acara puncak diisi dengan renungan malam.

Acara Ramadhan in kampus ini dibuka (17/7) oleh Anggota Majlis Kiyai Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Moh. Khairi Husni yang diadakan terpadu di Majlis Ma’had Tahfidh Al-Qur’an. Dalam sambutannya, KH. Moh. Khairi berpesan: “ … program ini sangat besar manfaatnya antara lain untuk menjalin silaturrahim antara Al-Amien dengan SMA 3 Pamekasan, antara kami dengan kalian, kerjasama ini berlangsung tiap tahun alhamdulillah, kalian bisa menikmati mondok (tholabul ilmi) di Al-Amien ini, menimba ilmu walau hanya dalam waktu singkat. Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, ikuti acara dengan penuh ikhlas” “Semoga kita semua mendapatkan ilmu nafi’ dan barokah, karena dengan mendapatkan ilmu nafi’ dan barakah kita akan memperoleh mardhotillah (ridha allah), karena apapun tanpa ridha Allah akan sia-sia.“

Selamat ber-Ramadhan in Campus buat siswa-siswi SMA 3 Pamekasan, semoga besar manfaatnya, amien. (abu azhar)

Seribu Motivasi Pipit Senja untuk santri Al-Amien di Bulan Ramadhan

pipit senja 1TMI – Sabtu (5/7) gemuruh ratusan santriwati Al-Amien (TMI, MTA dan IDIA) terdengar dari lantai bawah mushola Asma lathifah yang terletak di komplek pondok TMI putri Al-Amien Prenduan Sumenep Madura. Berbeda dari hari-hari lainnya, biasanya suasana khusyu’ sholat dhuha dan dentuman ayat suci Al-Quran yan terdengar namun pagi ini sorak sorai tepuk tangan menggema memenuhi bangunan ini

Ratusan mata kini tertuju kagum kepada tamu kehormatan yang namanya sudah tidak asing di telinga para penikmat novel, beliau berdiri kokoh menggetarkan hati para santriwati dengan ribuan kata yang sarat motivasi. Teh Pipit Senja, begitulah beliau biasa dipanggil. Suara tangguw perempuan asal Sumedang ini sangat membahana dan memotivasi para santriwati untuk menulis.

Acara yang mengusung tema “Gerakan Zakat Melalui Goresan Pena” ini bekerja sama dengan dompet dhuafa, sebuah organisasi penghimpun zakat nasioanal. Acara yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-quran yang dibacakan oleh salah seorang santriwati kelas V TMI Putri tersebut kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Mudir Aam TMI Al-Amien Prenduan, K. Drs. Suyono Khottob, beliau melontarkan sebuah pertanyaan pilihan kepada para hadirin dengan jawaban berteriak untuk menjadi seorang penulis.

Jawaban ini seolah-olah menjadi lem perekat dengan kata-kata yang disampaikan teh Pipit “berdakwah dengan pena lebih efektif dan menyenangkan, seperti yang saya jalani saat ini.” tutur teh Pipit dengan nada Sunda yang begitu kental.pipiet senja 2

Kemudian sesi dilanjutkan dengan sesi menulis bebas nan serentak oleh para santriwati. Dengan tempo waktu yang tidak banyak, para santriwati begitu antusias dan semangat ketika diperintahkan untuk menulis apa saja yang dipikirkan mereka saat itu sesuai dengan tema workshop.

Tidak perlu waktu lama, segepok kertas beberapa santriwati telah terkumpulkan dan dikoreksi langsung oleh teh Pipit. Dan akhirnya terpilihlah 5 karya terbaik dari, 3 santriwati TMI Putri dan 2 santriwati MTA yang berhak menerima hadiah berupa buku gratis plus tanda tangan langsung dari teh Pipit.

Acara diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan bagi beliau serta untuk dokumentasi acara pondok. “Semoga setelah acara ini, akan ada kunjungan-kunjungan dari penulis lain yang semakin memotivasi kami untuk menulis.” Tutur salah satu santriwati kelas V asal Sepulu, Bangkalan.

Merupakan harapan besar, dengan diadakan acara ini dapat memotivasi seluruh santriwati untuk tidak pernah berputus asa untuk menulis, menulis dan menulis. (dh)

Program Dauroh Al-Qur’an dan Bahasa Arab

dauroh 2014TMI– Sudah menjadi agenda tahunan Ma’had Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah mengadakan program dauroh (pelatihan) Al-Qur’an dan Bahasa Arab yang wajib diikuti oleh seluruh santri Marhalah ‘Aliyah (III Intensif, IV & V). Selama mengikuti program dauroh para santri wajib mukim di pondok sampai bulan Ramadan. Untuk santri kelas III Intensif & IV sampai tanggal 10 Ramadan, dan untuk santri kelas V sampai tanggal 27 Ramadan.

Program ini merupakan salah satu syarat kelulusan kenaikan kelas. Jadi para santri harus benar-benar aktif dan semangat mengikutinya. Yang tidak serius dan main-main akan ditangguhkan kenaikan kelasnya.

Khusus santri kelas V (Lima) TMI hanya mengikuti dauroh bahasa Arab saja. Karena mereka disibukkan untuk menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Ilmu Nahwu Shorrof (SKINS) dan Syarat-syarat Kecakapan Kenaikan Kelas Akhir (SKKA) kepada para pembimbing masing-masing, namun sebelum itu mereka harus mengikuti ujian membaca Al-Qur’an terlebih dahulu.

Kegiatan dauroh ini secara resmi dibuka oleh Wakil Pengasuh Ma’had TMI KH. Ghozi Mubarok Idris, MA tadi (24/06) ba’da sholat Isya’ di masjid jami’ Al-Amien untuk Putra dan yang membuka di Putri Mudir ‘Aam TMI KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I di Geserna.

Dalam sambutannya Kyai Ghozi menyampaikan, “pelaksanaan dauroh ini memiliki 2 (dua) nilai positif dan istimewa; yang pertama, karena dilaksanakan menjelang bulan Ramadan dan selama bulan Ramadan. Insya Allah penuh berkah. Yang kedua, kemulian dari ilmu itu diukur berdasarkan pada apa yang dipelajarinya. Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Kalimat Al-Qur’an sendiri menggunakan bahasa Arab. Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an maka baginya pahala dari setiap huruf yang dibaca.”

Adapun untuk para pengajar dauroh Al-Qur’an oleh Ust. Abdul Jalil (Qori Dewasa Nasional Sumenep), Ust. Rofi’uddin (Pembina MTQ Pamekasan), Ust. Syafa’at (Pembina MTQ Sumenep), KH. Abdullah Zaini, M.Th.I, Lc.Q dan KH. Umarul Faruq, Lc.

Sedangkan untuk pengajar dauroh bahasa Arab oleh KH. Moh. Marzuqi Ma’ruf, KH. Umarul Faruq, Lc., Ust. H. Lukman Hakim, Lc., Ust. Hasbiyallah, Lc., Ust. Suhaimi Syatroh, Ust. Drs. Fahmi Yunus, MA (TMI Putra), K. Drs. Suyono Khattab, Ust. H. Ah. Tijani Syadzili, Lc., Ust. H. Fahmi Fattah, S.Sos.I, KH. Bastomi Tibyan, S.Pd.I, Ust. Zainal Abidin, S.Sos.I, dan Ust. Abdul Muiz, M.Th.I, Lc.

Program dauroh Al-Qur’an dan bahasa Arab ini diikuti oleh 434 santri Putra dan 407 santri Putri. (Ishlah)

Wisuda Alumni TMI 2014

wisuda tmi 2014TMI – (20/06/2014) sebanyak 177 santri putra angkatan XXXIX dan 133 santri putri angkatan XXV diwisuda. Setelah mengikuti serangkaian agenda akhir tahun, di hadapan Pengasuh Pondok, Majlis Kiai, guru-guru serta semua yang hadir di Gedung Serba Guna (GESERNA), mereka mengucapakan Sapta Setia Guru, tanda bahwa mereka telah siap untuk menjadi alumni TMI.

Kegiatan Niha’ie akhir tahun ini dimulai dengan beberapa rentetan acara yang telah dilaksanakan mulai Jum’at sore (20/06/2014) kemarin. Diawali dengan silaturrahim wali wisudawan/wati bersama pengurus pondok, kemudian dilanjutkan dengan prosesi Yudisium Kelulusan pada malam harinya. Dalam acara Yudisium ini, Pengasuh Ma’had TMI, KH. M. Zainullah Rois, Lc. menyampaikan laporan kegiatan dan keuangan niha’ie.

Acara wisuda dihadiri oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Maktum Jauhari, MA, Majelis Kiai, guru-guru, para tamu undangan dan wali wisudawan/wati. Dalam sambutannya, KH. Maktum Jauhari, MA menyampaikan agar para santri yang diwisuda tetap setia dengan Pondok, tidak menjadi anak hilang dan senantiasa mengamalkan apa yang sudah diperoleh dari pondok ini, baik ilmu atau kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.

Hadir pula dalam acara tersebut, Bapak Kiai Nur Syahid dari Gontor, sebagai perwakilan dari Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor yang menyampaikan pidato perpisahan.

Prosesi Wisuda akhirnya menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan santri/wati Niha’ie selama mereka nyantri di TMI. Dengan bekal-bekal yang pernah didapatkan selama enam tahun bagi santri reguler dan empat tahun bagi santri intensif mereka siap dilepas ke tengah-tengah masyarakat guna mengamalkan ilmu-ilmunya. (Sulhan)

Temu Alumni dan Haul Masyayikh Haromain Ke-21 di Al-Amien Prenduan

haul haromaian 2014Al-Amien – Temu Alumni Haromain Mekkah-Madinah dan Peringatan Tahunan wafatnya (haul) ulama’ haromain syarifain tahun ini diadakan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Madura  (23/6) ditempatkan di halaman Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan dihadiri para murid Syeikh Dr. Muhammad Isma’iel Utsman Az-Zain (berasal dari: Madura, Jawa Timur, Bali, Lombok, Jawa Tengah, Jakarta, Kalimantan dan lainnya), simpatisan pondok, masyarakat sekitar pondok dan para santri berjumlah sekitar 2.500 orang.

Temu Alumni dan Haul ini alhamdulillah berjalan penuh khidmah dimulai setelah sholat Maghrib hingga selesai pada pukul 23:45, dengan rentetan acara: mada’ih nabawiyah, pembacaan rotibul haddad, pembacaan yasin dan tahlil, sambutan tuan rumah oleh KH. Maktum Jauhari, MA, sambutan koodinator pusat haul masyayikh oleh KH. Izzat Hasan Iraqie, pembacaan manaqib syeikh Muhammad Ahyad Bin Muhammad Idris al-Bogori, muhadhoroh ‘ammah oleh syekh Muhammad Isma’iel, pembacaan siroh nabawiyah dan diakhiri dengan do’a bersama.

Taushiyah Syeikh Muhammad Isma’iel disampaikan dengan bahasa arab dan diterjemah oleh Habib Ubaidillah.

Dalam taushiyahnya, syekh berpesan agar sesama ummat islam harus bisa hidup berdampingan satu sama lainnya dengan penuh rukun dan damai, jauh dari rasa iri, dengki dan hasud sehingga benar-benar akan tercipta masyarakat penuh kedamaian

Pesan syeikh agar peran para ulama di bumi indonesia ini adalah: menyampaikan dakwah islamiyah kepada saudara sesama ummat dan tidak boleh saling mendholimi satu sama lainnya; agar para ulama menyampaikan ajakan kepada ummat agar berbakti kepada kedua orang tua, dan orang tua tidak boleh  membiarkan anak-anaknya dididik oleh TV, internet, lingkungan yang kotor; agar para ulama menanamkan kesadaran kepada ummat supaya mereka tidak menganggap enteng dalam menghadapi persoalan agama, baik dari segi pelaksanakaan kewajibannya kepada Allah dan Rasul-Nya atau tantangan yang menimpa agama; agar para ulama selalu berupaya membersihkan hati ummat dari perbuatan jahat; dan agar para ulama menanamkan rasa cinta kepada ummat untuk melaksanakan sholat malam semata-mata dzikrulloh.

Semoga Allah menurunkan barokahnya sehingga harapan-harapan beliau tidak sekedar didengar dan dipaham, tapi lebih dari itu agar semua ummat islam, terutama yang hadir pada acara ini diberi kemampuan oleh Allah untuk mengamalkannya ajaran islam dengan baik amien …

Pagi ini (24/6) Syeikh bertolak menuju Surabaya dan langsung ke Jeddah, selamat jalan ... ma’as salamah wa ilal-liqoo’ … (abu azhar)

Malam Anugerah TMI AWARD 2014

TMI Award 2014 1TMI - Malam Anugerah TMI AWARD adalah kegiatan tradisi tahunan ma’had TMI Al-Amien Prenduan yang sengaja diadakan untuk meramaikan kegiatan puncak akhir tahun (HAFTAM) Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN Sumenep Madura, khususnya untuk Ma’had TMI sendiri.

Selain itu, kegiatan Malam Anugerah TMI AWARD merupakan salah satu alat evaluasi pendidikan selama satu tahun ajaran. Semua personel yang terlibat didalam proses pendidikan baik para santri maupun Asatidz, akan mengetahui seberapa jauh prestasi-prestasi yang telah dicapai selama satu tahun ajaran ini. Bagi yang memiliki tingkat prestasi lebih akan memperoleh reward (penghargaan), dan bagi yang masih memiliki prestasi biasa-biasa saja agar ke depan lebih ditingkatkan lagi, fastabiqul khairaat.

Adapun pelaksanaan acara tersebut untuk Ma’had Putra pada hari Sabtu (21/06) di gedung Puspagatra dan untuk Ma’had Putri pada hari Ahad (22/06) di GESERNA.

Berikut nama-nama nominator terbaik dari setiap kategori:

TMI Putra

Santri Teladan: Ahmad Jufri/I’dadi/Ra’as SMP (Syu’bah), Firdaus Ulul Absar/I Reg A/Bangkalan (MTs), Ach. Syaiful Islam/IV A/Proppo PMK (MA).

Santri Favorit: Ferdinan Rizal Maulana/Tamhidi/Prenduan (Syu’bah), Rasul/II F/Banyuates SPG (MTs), Ach. Mu’allimul Umam/V DIA-B/Lombok Utara (MA).

Ustadz Teladan: Ust. Fitriyadi/Bangka (Syu’bah), Ust. Junaidi Al-Hasani (MTs), Ust. Suhaimi Syatroh (MA).

Ustadz Favorit: Ust. Sudarmono/Ketapang SPG (Syu’bah), Ust. Abdul Hadi/Geger BKL (MTs), Ust. Arif Ismawan/Pontianak (MA).

TMI Putri;

Santriwati Teladan: Siti Maysaroh/I’dadi (Syu’bah), Umi Kultsum/III Reg E (MTs), Kholifah/V DIA-B (MA).

Santriwati Favorit: Aisyah Roudhotul Janah/Tamhidi (Syu’bah), Mu’allifah/I Int B (MTs), Neily Fatma Zahroh/ III Int A (MA).

Dalam sambutannya Wakil Pengasuh Ma’had TMI KH. Ghozi Mubarok Idris, MA menyampaikan, ”salah satu ciri dari istibaq fil khoirot adalah baik yang menang maupun yang kalah semuanya merasa bahagia…”.

Acara malam anugerah TMI AWARD 2014  yang kali ini diprakarsai oleh Ust. Ishlahuddin Madsari Sama/Cirebon, juga menampilkan beberapa penampilan-penampilan terbaik dari para santri/wati seperti; Tari Zapin Melayu, Dramatisasi Puisi, Seni Musik Ul Daul, Dance Santri, Drama Komedi, fashion Show, dan masih banyak lagi.

Selain itu, sebelum acara ditutup diadakan pembagian hadiah kepada para pemenang terbaik lomba mading 3 Dimensi, Robot (Zoid), Stand EXPO, Fashion Show, Lomba Essay Yamaha, dan lomba-lomba yang lain. (Panitia)

Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen di MTA

pkm mta 2014MTA - Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen (PKM) di Ma’had Tahfidh Al-Qur’an (MTA) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan diadakan di awal para santri-santriwati MTA baru saja menikmati kelas baru, yakni kelas XI, putra berjumlah 79 orang dan putri: 99 orang.

PKM ini dibuka oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA di putra bertempat di Majlis MTA (19/6) dengan seribu harapan agar para santri siap menjadi pemimpin ummat di masa yang akan datang. Sedangkan di Putri dibuka oleh Pengasuh Ma’had MTA KH. Moh. Khairi Husni, S.Pd.I di Aula Aliyah MTA (18/6) yang berpesan agar para santriwati siap menjadi qo’idah liqoumiha (pemimpin bagi kaumnya), yang juga mereka harus berupaya menempa diri menjadi sosok wanita sholehah wa hafidhah linafsiha fi baiti zaujiha (wanita yang bisa menjaga dirinya di rumah suaminya kelak).

Acara ini berlangsung selama 3 hari di putra yang dilaksanakan dari 20-22 Juni 2014, sedangkan di Putri dilaksanakan pada 19-22 Juni 2014, dengan materi: how to be great manager, pemimpin sebagai top figure, pemimpin sebagai pengemban amanah, pemimpin sebagai administrator, public relationship, financial managering, kekuatan akhlak sebagai pemimpin, mengelola organisasi santri, mengelola tata warkat, mengelola inventaris dan lingkungan, manajemen keuangan, mengelola SDM dan SDA organisasi, kaderisasi kepemimpinan, quantum of creative imajinative and innovative, how to be managerial memorizer, cara memberikan sanksi edukatif, kepemimpinan dalam kaidah Islam

Harapan panitia yang diketuai oleh Ustadz Nailurrahman agar para santri calon-calon pengurus ini mampu mencerna semua materi PKM, sehingga mereka mempunyai bekal dasar yang sebentar lagi mereka akan memegang tanggung jawab sebagai pengendali OSIS sekolah di MTA. Selamat bertugas dan berjuang … (abu azhar)