Mata Alumni MTA Prenduan

18425268_1367555283312203_6011625003190603990_nMTA_Malam ini, malam luarbiasa, setidaknya bagi sebagian santri (yang hadir saat itu). Acara “mata Alumni” dikemas dalam bentuk talk show dengan bintang tamuya adalah alumni MTA Al-Amien Prenduan, layaknya kick andy atau hitam putih, mengupas sisi-sisi kehidupan seorang hafidz dan napak tilas menuju tangga kesuksesan, dan bahwa al-Quran adalah kunci dari terbukanya Pintu-pintu kesuksesan.
Acara ini mengusung tema, “Membina Generasi Qur’ani sebagai Pelopor Umat”. Hadir dalam acara ini sebagai bintang tamu, dr. Ust. Nur Wahid. Alumni perdana MTA Al-Amien Prenduan, dan merupakan salah satu santri yang memboyong Penghargaan dari Mendikbud Bpk. Prof. Wardiman Djoyodiningrat Tahun 1994-1995, saat itu beliau duduk dikelas VI MTA (X SMA). saat ini beliau sibuk sebagai Dokter di salah satu rumahsakit di surabaya. Hadir sebagai bintang tamu kedua, adalah ust. Abdurrahim, mewakili generasi menengah, adalah alumni ke-11 MTA, Mereka yang aktif di “dunia” MTQ, inshaallah cukup familiar dengan nama dan wajahnya, Juara MTQ tingkan Surabaya, juara MTQ Tafsir bahasa arab tingkat Provinsi jawa timur dan beberapa juara-juara MTQ yang lain. Diusia beliau yang masih cukup muda (lahir tanggal 20 April 1989), saat ini beliau Aktif sebagai Ketua Yayasa Pendidikan Tahfidz Al-Qur’an, Qur’anic School, Sidoarjo. Direktur Operasional di Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Nurul Furqon, sekaligus Direktur Utama di Yayasan Amil Zakat (Tazakka Foundation).
Diharapkan dari acara ini, santri mengambil banyak pelajaran, bahwa al-Qur’an tidak hanya tentang membaca atau menghafal saja! Al-Qur’an adalah kunci dari pintu-pintu kesuksesan. bahwa menjadi hafidz, tidaklah harus tentang ngaji, khotmul Quran dan sarungan, Hafidz adalah identitas bahwa kita adalah orang yang berharga, untuk kita jaga dan kita syukuri dengan terus memurojaah hafalan, mempelajari dan mengamalkannya.