KH Ma’ruf Amien: “Pesantren Harus berperan dalam Penguatan Ekonomi Keuangan Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Umat”

YAP – Kyai Ma’ruf Amien yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama kyai ma'ruf 3Indonesia (MUI) sekaligus Rais ‘Am PBNU,  memang layak disebut sebagai motor penggerak ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam acara Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan (16/2) beliau kembali menegaskan bahwa pesantren harus mengambil peran dalam penguatan ekonomi keuangan syariah dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, ekonomi syariah sudah menjadi sistem nasional kita. Dengan menggunakan dual system economic, ia berdampingan dengan sistem ekonomi konvensional yang masih menggunakan praktek ribawi.

“Perjuangan mensosialisasikan sistem ekonomi syariah ini sudah dimulai sejak tahun 90 an. Kalau santri dulu, setelah membaca kitab Fiqih kyai ma'ruf 4langsung ditaruh diatas lemari. Tapi sekarang, harus di implementasikan dalam kehidupan nyata. Seperti di Kitab al- Buyu’ (jual beli) ada al-Wikalah, ar-Rahn, sekarang sudah ada lembaga-lembaganya, ada bank syariah, asuransi syariah dan pegadaian syariah,” tuturnya.

Bersama Kyai Ma’ruf Amin ikut memberi sambutan juga direktur PT Pegadaian Persero Pusat, Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ketua Dewan Dakwah MUI KH. Cholil Nafis, semuanya siap mendukung gerakan ekonomi pesantren. “Sehingga nantinya akan bermunculan Basmalah Mart, Al-Amien Mart, An-Nuqayyah Mart di seluruh nusantara,” kata kyai yang juga merintis dan mendirikan pondok pesantren Al-Nawawiyah Banten ini.