Category: Kesyukuran 64 Tahun

Resepsi Kesyukuran 64 Tahun dan Peringatan Hari Santri Nasional

IMG_0424

Al-Amien Prenduan - Acara Resepsi Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan Peringatan Hari Santri Nasional Berjalan sebagaimana mestinya (14/11). Resepsi Kesyukuran yang berlangsung di depan masjid jami’ Al-Amien Prenduan ini ditutup secara resmi oleh Mentri Agama RI, KH. Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam kesempatan ini beliau mengajak kepada seluruh yang hadir pada saat itu untuk mengingat pejuang-pejuang Negara kita. Tidak sedikit dari mereka adalah seorang santri yang pernah belajar di Pondok-pondok Pesantren yang ada di Indonesia. Berkat mereka semua Indonesia menjadi Negara yang merdeka dan berdaulat. ”Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki kontribusi besar dalam mendirikan dan membangun Negara kita tercinta” tegas beliau saat itu.

Turut hadir di acara Resepsi Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan Peringatan Hari Santri Nasional, KH. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan dan Pengasuh Pondok  Pesantren Darus Salam Gontor Ponorogo. Turut hadir juga KH. A. Busyro  Karim, M.Si, Bupati Sumenep.

Reuni Akbar 64 Tahun Al-Amien Prenduan

IMG_9773

Deklarasi dan Pengokohan oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

Ribuan alumni hadiri acara Reuni Akbar 64 Tahun Al-Amien Prenduan

Ribuan alumni hadiri acara Reuni Akbar 64 Tahun Al-Amien Prenduan

Al-Amien Prenduan - Hidup adalah seberapa besar kamu memberi. Pertanyaannya apa yang sudah kamu berikan kepada pondok kita yang tercinta ini? Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA terharu dengan kedatangan para alumni yang tak pernah lekang kecintaanya kepada Al-Amien Prenduan. Kenapa rasa cinta alumni tak pernah luntur kepada Al-Amien? Sebab dunia pendidikan di pondok pesantren Al-Amien Prenduan mengajarkan agar para santri memperjuangkan apa yang kita cintai, Almarhumin akan bangga sekali, bahwa sejauh apapun jarak, untuk Al-Amien kami datang, Pak Kia.

Pagi hari tadi (12/11) Reuni Akbar terbesar dalam sejarah pondok pesantren Al-Amien Prenduan yang dihadiri oleh sekitar enam ribu para alumni, Pimpinan menyatakan bahwa dirinya sangat senang dan berterima kasih atas kedatangan para alumni ini. Karena kedatangan para alumni ini menunjukkan bahwa pada diri alumni-alumni ada cinta yang membara kepada Al-Amien Prenduan ini. Beliau juga menghimbau kepada seluruh alumni untuk selalu berjuang bersama sama demi terciptanya cita-cita para Almarhumin, lizzil Islam Wal Muslimien

Dalam acara ini juga MC memberikan kesempatan kepada para alumni untuk berbagi cerita selama menjadi santri di pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Diantaranya KH. Baihaqi Safiuddin dan H. Ahmadi Toha.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan Deklarasi dan Pengokohan Forum-forum. Dintaranya sebagai berikut:

DEKLARASI DAN PENGOKOHAN FORUM

FOKAL (Forum Kiyai Al-Amien Prenduan)

Ketua : KH. Irham Rofi’ie
Waka : KH. Zarkasyi Rahim
Sekjen : K. Mahfud Sudahnan

FORUM AKADEMISI DAN FRAKTISI

Ketua : Dr. H. Masyhuri Thaha
Waka : Dr. H. Iskandar Mirza
Sekjen : Dr. H. Fattah Syamsuddin, MA

HIPULA (Himpunan Pengusaha Al-Amien Prenduan )

Ketua : Ust. Aminullah
Waka : Ust. Zainal Ishak
Sekjen : Ust. Dwiono Tandoer

Malam Pentas Seni Kesyukuran 64 Tahun Al-Amien Prenduan

DSC_0063

penyair nasional Dr. (HC) Dzawawi Imron ikut menyemarakkan malam Pentas Seni Kesyukuran 64 Tahun Al-Amien Prenduan.

Al-Amien Prenduan- Tadi malam (09/11), Acara Pentas Seni (PENSI) dalam rangka Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan berjalan sebagaimana mestinya. Acara Pentas Seni ini diselenggarakan di lapangan depan Al-Amien Prenduan dan dibuka langsung oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

Hujan tak menyurutkan semangat santri-santri untuk tetap menyaksikan Pentas Seni. Kemudian Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA juga mengajak kepada seluruh santri untuk selalu bersyukur kepada Allah. Karna hujan yang turun pada saat ini merupakan rahmat dari Allah SWT. Beliau juga mengharapkan dengan adanya acara Pentas Seni ini santri-santri Al-Amien Prenduan terinspirasi untuk selalu berkarya. “(Karya-karya, red) dan penampilan penampilan yang ada di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan harus mempunyai tiga unsur yaitu Islami, Tarbawi, dan Ma’hadi”. Tegas beliau.

Dalam acara ini turut hadir Dr. (HC) Zawawi Imron, penyair nasional dari Madura. Dr. Abdulrashid Abdullah Hameeyae, Rektor Jamiah Islam Syeikh Daud Al-Fathani (JISDA) Yala, Thailand. dan Dr. Sulaiman Ahmad Sulaiman, dari Universitas Tripoli, Libya.

Expo dan Galeri Foto

DSC_0025Al-Amien Prenduan- Hari ini (08/11) Pembukaan Expo dan Galeri Foto Sejarah Al-Amien Prenduan dalam rangka Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan telah diresmikan secara simbolis dengan memotong pita oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA di Stand Expo dan Galeri Foto Sejarah Al-Amien, Auditorium TMI Putra.

Pada kesempatan itu, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA menyampaikan bahwa Acara Expo ini sebenarnya merupakan acara tahunan yang sering dilaksanakan pada haflatul Ihtitam. Akan tetapi Expo kali ini berbeda sebab bertepatan dalam rangka Kesyukuran 64 Tahun Al-Amien Prenduan. Selanjutnya beliau juga menuturkan kepada seluruh santri agar mengetahui dan mengenal sejarah. Karna dengan mengetahui dan mengenal sejarah kita akan mengetaui apa yang harus kita lakukan untuk masa depan kita. “Man laa ya’rif At-Taarikh laa yasna’ Al-Mustaqbal” tegas beliau saaat itu.

Expo dan Galeri Foto Sejarah Al-Amien ini akan berlangsung selama satu minggu terhitung dari tanggal 08-14 November 2016 M.

The International Conference, Muslim’s Future; Opportunity and Challenge In Globalization Era.

DSC_0050

Majlis Kiai berpose bersama Para Speakers The International Conference

Al-Amien Prenduan- Diskusi Ilmiah Seminar Internasional yang membahas tentang Masa Depan Umat Islam: Antara Peluang dan Tantangan dalam rangka kesykuran 64 tahun pondok pesantren Al-Amien Prenduan hari ini (11/08) telah berlangsung dalam suasana yang khidmat, sangat intelektual, penuh dengan nuansa islami di Gedung Serba Guna (GESERNA) TMI Al-Amien Putri berjalan lancar.

Dalam Seminar Internasional tentang masa depan umat Islam antara peluang dan tantangan, pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menghadirkan para cendekiawan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Diantaranya; dari Director of Malay Studies In National University Of Singapore (NUS), Dr. Azhar Ibrahim Alwee, MA. Deputy Rector (Academic dan Reseach) Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor (KUIS), Malaysia, Dr. Mokmin bin Basri, M.Sc. Kemudian, Dr. Abdulrashid Abdullah Hameeyae, Rector Jamiah Islam Syaikh Daud Al-Fathani (JISDA) Yala, Thailand sekaligus karib dari Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sewaktu keduanya kuliah di Al-Azhar University, Cairo, Mesir. Dan Speaker yang terakhir adalah Dr. Sulaiman Hasan Sulaiman, dari University of Tripoli, Libya.

Dr. Mokmin Basri, dalam makalah (Globalization- Muslim Future Opportunities and Challenges from Technological Prespective) yang disampaikannya, beliau memberikan penjelasan bahwa Globalization give Impact to various areas, and among areas that get the effect of Globalization is Technology and Education. And we Could not get away from the rapidly evolving technological advances, particulary to the field of education. Dan bahwa kita perlu menciptakan dan membuat globalisasi kita sendiri, ekonomi sendiri, ilmu pengetahuan sendiri. Dan semua itu bisa kita temukan hanya berada di pondok pesantren. Al-Amien Prenduan, juge merupeken macam satunya.

Sedangkan Dr. Abdulrashid Abdullah Hameeyae hanya menuturkan sejarah dibangunnya pendidikan Islam di selatan Thailand (Fathani) yang menganut sistem pendidikan pondok pesantren juga dan membeberkan terkait bagaimana Dr. H. Harun Muhammad Thahir, membangun sebuah pendidikan Islam di Thailand serta bagaimana langkah-langkah yang diambil oleh Mudir Haji Harun yala dalam merekonstruksi pendidikan Islam, semoga dakwah almarhum untuk menciptakan sebuah pendidikan Islam di negara yang penduduknya minoritas muslim dapat dengan cepat merambat dengan baik, amiin.

Dr. Azhar Ibarhim, PhD memberikan statment yang membuat para audiens memberikan aplause yang meriah terkait dengan apa yang disampaiakannya bahwa “Globalisasi adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Untuk itulah diperlukan kebranian untuk merespon. Bukan justru lari menjauhi, apalagi menghindarinya dengan mengkritik, mencela, atau bahkan mencaci maki. Langkah untuk meresponnya bukan sekedar defensive (bertahan), akan tetapi ofensif, bahkan juga mesti progresif”. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Dr. Azhar ibarhim, ada beberapa pihak juga dosen yang menyanggah “bahwa merspon saja tidak cukup, kita perlu aksi untuk melawan arus globalisasi. Dan mengapa bangsa Yahudi, yang paling sedikit kaumnya bisa begitu cerdas menguasai dunia, dengan berbagai macam penwaran kepada kita umat Islam, serta perekonomian kita yang ekonomi yang kapitalis, serta perlu juga untuk meniru bangsa Yahudi dan barat yang globalisasinya begitu pesat, begitu pertanyaannya.

Dr. Azhar Ibrahim menanggapi bahwa  kita mesti memberikan perlawanan pada kapitalisme yang sama sekali tidak mengenal sepadan, sederajat. Dan perlawanan kita adalah dengan mencari solusi dan memberikan kontribusi yang baik sesuai dengan unsur-unsur keislaman.

Dalam Seminar Nasional ini juga telah dilakukan kerja sama dengan pihak-pihak di dalam negeri maupun luar negeri. Juga telah dilantik dewan pengurus dosen Antarbangsa daerah Jawa Timur di pondok pesantren Al-Amien Prenduan.

TABLIGH AKBAR

14963000_1006526126141205_1899342903_n (1)Al-Amien Prenduan- Malam ini (07/11) Acara Tabligh Akbar dalam rangka Kesyukuran 64 tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan berlangsung dalam suasana ta’dhim dan meriah di depan mesjid jami’ pondok pesantren Al-Amien Prenduan. Acara Tabligh Akbar ini diikuti oleh seluruh santri dan santriwati Al-Amien Prenduan  serta masyarakat yang yang berada di lingkungan pondok pesantren Al-Amien Prenduan.

Dalam sambutannya Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA menyampaikan bahwa hari ini arus globalisasi semakin memperburuk keadaan bangsa kita. Oleh sebab itu dirasa perlu untuk konsisten mengadakan perkumpulan, muhasabah, pencerahan agama, sebagai media untuk introspeksi diri, dan memberikan kita pengetahuan hingga kita tak pernah terpengaruh oleh arus globalisasi itu. Serta media untukbersykur kepada Allah karena telah memberikan kepada kita hal-hal baik itu.

Acara Tabligh Akbar dalam rangka kesykuran 64 tahun pondok pesantren Al-Amien Prenduan ini menghadirkan KH. Muhammad Tamim Sufyan sebagai penceramah yang merupakan pimpinan dan pengasuh pondok pesantren Sumber Bunga Sletreng, Situbondo

Dalam ceramahnya, KH. Muhammad Tamim Sufyan ini menyampaikan pentingnya menuntut ilmu dan menjujung tinggi rasa tunduk kepada pak kiai yang menjadi figur di sebuah pondok pesantren. Sebab dengan memiliki rasa tunduk kepada kiai yang ada di pondok pesantren, itu akan memberikan kemudahan kepada para santri untuk mendapat keberkahan dan menjalani hidup dengan penuh nuansa dan cinta. Inilah yang perlu diperhatikan oleh santri dan santriwati di setiap pesantren.

Penutupan Turnamen Bola Voli Antar Perguruan Tinggi Se-Madura

IMG-20161106-WA0002[1]Al-Amien Prenduan- Turnamen Bola Voli Antar Perguruan Tinggi Se-Madura dalam rangka kesyukuran 64 tahun Al-Amien Prenduan berakhir dengan sukses dan Meriah (6/11/2016). Turnamen Bola Voli ini ditutup secara resmi oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA di Arena olahraga Al-Amien Prenduan.

Pada kesempatan ini, beliau hanya  menyampaikan banyak terima kasih kepada para kontingen yang antusias mengikuti Turnamen Bola Voli Antar Perguruan Tinggi Se-Madura ini yang berlangsung selama enam hari.

Berikut nama-nama kontingen yang menang dalam  Turnamen Vola Voli Antar Perguruan Tinggi Se-Madura 2016:

  1. Juara 1, STKIP (A) Sumenep.
  2. Juara 2, UNIJA (A) Sumenep.
  3. Juara 3, STKIP (B) Sumenep.

Turnamen Bola Voli Kesyukuran 64 Tahun Al-Amien Prenduan

DSC_0014

Al-Amien Prenduan – Pembukaan Turnamen Bola Voli Antar Perguruan Tinggi Se-Madura dalam rangka Kesyukuran 64 Tahun Al-Amien Prenduan Berlangsung dengan sukses dan meriah (01/11/2016). Turnamen Bola Voli ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA yang berlangsung di Arena Olahraga Al-Amien Prenduan.

Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa olahraga adalah hal yang penting untuk keberlangsungan hidup seorang manusia. Lebih-lebih seorang Muslim. Karena Muslim yang kuat itu lebih baik daripada Muslim yang lemah. “Al-Mukmin al-Qowiyyu Khoirun min al-Mukmini adh-dho’if,” ujar beliau menegaskan.

Turnamen ini diikuti oleh beberapa Perguruan Tinggi di Madura. Seperti UNIJA Sumenep,STAIN Pamekasan, STKIP Sumenep,  AL-Mujtama’ Pamekasan, dan IDIA. Turnamen ini berlangsung dari 1-6 November 2016 / 1-6 Shafar 1438 H.

Seminar Nasional: Reposisi Pesantren Sebagai Rahmatan Lil ’Alamin

DSC_0055Al-Amien Prenduan- Seminar Nasional Kepesantrenan dalam tema Reposisi Pesantren Sebagai Rahmatan Lil ’Alamin salah satu rangkaian dalam acara kesyukuran 64 tahun pondok pesantren Al-Amien Prenduan telah berlangsung ramai dan meriah. Acara ini berlangsung pada hari Senin (31/10) di Gedung Serba Guna (GESERNA) TMI Putri. Seminar Nasional ini dibuka langsung dan diikuti dengan khidmat oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

Rencana awal dalam Seminar Nasional kepesantrenan ini panitia akan mengundang para cendekiawan. Diantaranya; Tuan Guru KH. Dr. M. Zainul Majdi, MA, Sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat. KH. Hasyim Muzadi, Pimpinan Pesantren Al-Hikam. Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.SI, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. KH. Dr. Abdul Ghafur Maimoen, MA, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Al-Anwar Sarang. KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA, Dekan Fakultas Ilmu Humaniora, Universitas Darussalam, Gontor. Akan tetapi dalam pelaksanaannya Gubernur yang akrab di panggil Tuan Guru Bajang berhalangan hadir dan KH. Hasyim Muzadi yang mengalami sakit, hingga tak bisa memberikan ultimatum kepada para audien karena hal itu.

Peserta Seminar ini terdiri dari Santri dan santriwati, Mahasiswa dan Mahasiswi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, delegasi dari setiap perguruan tinggi dan Pesantren di Madura, serta peserta umum dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia.

Bakti Sosial dan Seminar Muslimah bersama Menteri Sosial RI

14690917_1053749061409050_6902808228539501069_nAl-Amien Prenduan – Bakti Sosial dalam rangka Kesyukuran 64 Tahun Al-Amien Prenduan digelar di Auditorium putra (30/10/2016). Bakti Sosial ini dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial RI, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, yang ikut juga bersamanya beberapa pejabat dari Kementerian Soaial.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial RI mengatakan bahwa santri harus berprestasi. Harus siap menghadapi kompetisi dunia. Apalagi kalau kita melihat bahwa saat ini kita telah masuk dalam ASEAN Economic Community, artinya harus ada persiapan untuk menghadapi kompetisi ekonomi ke depannya. “Sangat penting untuk menyiapkan SDM yang mumpuni, agar ada pengelolanya,” tegasnya.

Bakti Sosial ini terbagi menjadi dua kegiatan, yaitu Kesejahteraan Masyarakat dan Kesehatan Masyarakat. Kesejahteraan Masyarakat berupa santunan untuk fakir miskin yang terdiri dari 100 orang lansia dan 100 anak yatim dan  akan dilanjutkan dengan kegiatan  Kesehatan Masyarakat, yaitu berupa khitanan massal yang akan dilaksanakan pada tanggal 30-31 Oktober 2016, pengobatan gratis dan posyandu untuk ibu hamil dan balita akan dilaksanakan pada tanggal 02 November 2016 kemudian dilanjutkan dengan donor darah pada tanggal 07 November 2016.

Selain itu, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa juga mengisi seminar Muslimah dengan tema Peran Keluarga Muslimah dalam Membangun Kehidupan Masyarakat Indonesia, bersama Ustazah. Oki Setiana Dewi dan juga ketua Aliansi Cinta Keluarga Indonesia, Rita Soebagio, M.Si. Seminar Muslimah ini dihadiri ribuan peserta, baik dari dalam pesantren maupun undangan yang hadir dari berbagai lembaga.