Karya Tulis
Merindukan Anak Dari Rantau
Kepuasan seorang ibu setelah anaknya dewasa, tidak hanya terletak pada seberapa banyak materi yang telah diraih dan dikumpulkan. Lebih dari itu, adalah seberapa besar kerinduan anak untuk kembali ke pangkuan sang ibu.
Kisah Malin Kundang merupakan perwakilan dari tesis di atas. Kekayaan dan kegagahan Malin Kundang tidak mampu menjadikan sang ibu ...
0 komentar, 05 Jun 2011 - dibaca :
Makam atau Maqam
“Hingga menjelang prosesi yasinan, tahlilan, dan tumpengan, kompleks makam keluarga Cendana itu terus dibanjiri peziarah.” Kutipan kalimat ini ditulis seorang wartawan (Seputar Indonesia), ketika memberitakan bahwa ribuan warga menghadiri peringatan tujuh hari wafatnya Pak Harto di lokasi pemakaman Astana Giribangun, Solo.
Perhatikan pula contoh kalimat yang dimuat dalam Ensiklopedia Islam (Ichtiar ...
0 komentar, 30 Mar 2011 - dibaca :
Menyelaraskan Antara Keimanan dan Progresifitas Ijtihad
….mencukupkan pemahaman Islam dari apa yang telah dihasilkan para ulama terdahulu, meggambarkan realita kemandekan bernalar, bahkan mengkerdilkan makna Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin. Islam harus tetap kita yakini akan selalu sejalan dengan realita kehidupan hingga akhir zaman. Sebuah ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Al-Amien Prenduan dan Strategi Kaderisasi Kepemimpinan Nasional
"Proyeksi untuk Suksesi Kepemimpinan Nasional 2014."
Prolog: Tulisan ini tidak ditulis oleh orang yang mengerti politik dan tidak berpretensi untuk menjadikannya sebagai analisis politik. Tulisan ini tidak lebih dari sekadar ungkapan keprihatinan seorang alumni atas fakta bahwa Al-Amien Prenduan membutuhkan negosiator tingkat tinggi, kebutuhan yang betul-betul terasa oleh banyak pihak di Al-Amien ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Surat Terbuka dari Chicago
Beberapa hari lalu, seorang kawan mem-forward-kan ke saya potongan transkrip tawsiyah Pak Kiai pada acara wisuda TMI ke-33. Tentu saja transkrip itu sama sekali tidak menggambarkan secara utuh nasehat-nasehat Pak Kiai tentang bagaimana seharusnya santri-santri al-Amien berkiprah dan mengemban amanah “mundzir al-qaum” di masa depan, karena memang dipotong dan ditranskip ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Kerugian Menyelepekan Waktu
Wujud waktu di dunia ini,
bagaikan cermin yang memantulkan “wajah” perilaku kita.
Hanya memberikan dua pilihan: kebaikan, atau keburukan. Tidak lebih.
Karena pada hakikatnya manusia di dunia ini,
tak lebih sebagai cerita bagi para penerusnya.
Kebaikan dan keburukannya,
lambat-laun akan tersingkap dalam dalam altar waktu.
Waktu termasuk modal utama manusia dalam berusaha.
Apa yang luput ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Ramadhan dalam Imajinasi Nabi
Keagungan bulan Ramadhan seringkali digambarkan dengan imajinasi yang luar biasa. Saya begitu terpukau dengan imajinasi Nabi Muhammad melukiskan keunggulan bulan Ramadhan dalam banyak hadis. Imajinasi Nabi Muhammad terasa segar, kaya, dan hidup. Sebuah hadis mendeskripsikan suasana sorga pada awal bulan Ramadhan, lengkap dengan detail alam sorga, ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Palestina: Krisis Tak Berujung
Isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya di bumi Palestina yang kian hari semakin menggurita seolah tak pernah menemukan titik temu penyelesaiannya. Pelbagai langkah damai Palestina versus Israel telah ditempuh, bahkan yang dimediasi oleh organisasi dunia pun selalu berakhir dengan kebuntuan, semisal PBB, G7, dan Liga Arab. Belum lepas dari persoalannya ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Suatu Malam di Manhattan
Dengan langkah gontai Jason menyusuri Lavayette Avenue. Dari wajahnya tampak keputusasaan, terselit di antara semburat wajahnya yang sesekali meringis menahan rasa sakit. Dilihatnya lagi kertasa hasil pemeriksaan dokter, yang baginya adalah vonis hukuman mati bagi seorang narapidana. Tiba-tiba dari arah samping kirinya, sebuah Porchet kecil berhenti. Warnanya yang merah metalik ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Jika Tuhan Menyapa
Fera Andriyani Djakfar
Suara denting besi itu masih terdengar di sela-sela gemuruh hujan dan suara petir. Sementara waktu menunjukan pukul tiga dini hari, saat yang terlalu dini bagi siapapun di komplek itu untuk mulai menjalankan roda aktivitas. Hal membuat Pak Munir yang sedari tadi tidak mengindahkan suara tersebut mulai menyadari bahwa ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :