Karya Sastra
Sajak-sajak Lutfi Andi Zulkarnain
PAGAR KAYU
pagar kayu mengetuk hatiku dalam dalam
kubuka pintu, dan kupersilahkan masuk setelah mencuri
sedikit pandang dari resah wajahnya
ia bercerita sambil menyeruput segelas teduh hangat
"seorang pencuri memperhatikan isi hatimu berhari
sudah kuusir tapi tak juga mau pergi."
bisa kulihat tangannya yang semakin gemetar, dadanya
yang serasa terbakar
aku tersenyum dan menepuk pundaknya
“sudahlah, tidak usah dipikirkan. ...
12 komentar, 04 Apr 2009 - dibaca : 396 kali
Sajak-sajak Moh. Ghufron Cholid
KUTEMUKAN ALLAH
Kutemukan Allah dalam sujudku
Lantas aku tahu
Aku hanya kayu
Tak tahu kapan jadi abu
Al-Amien, 2008
30 komentar, 30 Dec 2008 - dibaca : 479 kali
Bila Malam Itu Malaikat
Matahari baru saja tenggelam di antara deru nafasku yang tersenggal-senggal. Aku sengaja berlari meninggalkan kepekatan yang memburuku. Begitu juga teman-temanku yang ada dalam pasukan ini. Magrib ini kami harus menemukan tempat persinggahan untuk sekedar berbuka puasa dan ...
3 komentar, 07 Dec 2008 - dibaca : 239 kali
Tentang Penambak Garam dan Petani Tembakau
bilamana penambak garam itu mengeluh,
nyanyian sunyi batu-batu
rimbun memenuhi geladak-geladak pertambakan
berpadu pekat dengan keakraban matahari.
merapuhkan jari-jemari baling-baling raksasa
adalah mengenal keparkasaan mereka
membimbing angin pada air menyeberangi
tanah-tanah pedih
ke dalam asin lautan.
tak pernah pensiun
tak kenal ngungun.
madura adalah saksi sempurna
setiap tetes peluh mereka.
saat menjilati air laut
dan selalu mandi api-api matahari.
wahai, saksikanlah seorang tua itu;
menderes garam ...
4 komentar, 07 Dec 2008 - dibaca : 113 kali
Kepada Anak Garam
di petak-petak tanah per-tambak-an
warna putih menjadi sebendung salju
menjadi musim beku.
nafasmu yang nanar seperti mengembara di himalaya
yang penuh dengan udara lembut
menyimpan kesederhanaan.
dengan menghitung peluh mentari
yang jatuh di persenggamaan purba
dan semedi garam-garam,
barangkali kau mampu terlepas
dari cemas dan ketakutan.
siklus air
adalah nyanyian sunyi tak henti-henti
pada tanah berbau amis.
baling-baling berhenti perlahan
memecah angin laut
menjadi selaksa arah ...
5 komentar, 07 Dec 2008 - dibaca : 115 kali

