Category: YRSI

BSMI Adakan Pelatihan Basic Life Support

Pengurus Perhimpunan BSMI Jawa Timur melalui BSMI Sumenep menepati janjinya untuk mengadakan pelatihan BLS (Basic Life Support) kepada santri pondok pesantren Al-Amien. (7/4/18).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari silaturrahim ketua perhimpunan BSMI Jawa Timur dr. Eko Subagyo, Sp.BS dan ketua BSMI Sumenep, Naryo SPd di Ponpes Al-Amien Prenduan awal Januari lalu.

Acara ini dibuka langsung oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA selaku pimpinan dan pengasuh pondok. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan pengamalan dari perintah at-ta’awun dalam kebaikan sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an.

Kemudian dari pihak BSMI mengamanatkan langsung kepada dr. Teguh Setyo Nugroho, Sp. THT. Kl. Setelah menjelaskan tentang pentingnya pertolongan kepada sesama, dr. Teguh mempertajam materinya dengan praktek secara langsung, khususnya tentang bagaimana cara memberi pertolongan pada mereka yang berada dalam kondisi gawat darurat.

Pelatihan yang diadakan di aula pertemuan Radio Suara Dakwah Al-Amien (RASDA) ini diikuti oleh sekitar 100 orang, sebagian mereka juga ada siswa tingkat SMA yang berasal dari Pamekasan dan Sampang.

Histeria Memenuhi Suasana Santriwati Putri dalam Program Suntik Difteri

YRSI- Dalam rangka mencegah penularan bakteri difteri yang sedang merajalela, maka pihak kesehatan mengerahkan 25 tenaga medis dari Puskesmas Pragaan yang dikirim dinas Kesehatan Provinsi (21/03/18).

 Program ini dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia, karena ini merupakan program pemerintah sebagai tindak lanjut dari adanya kejadian luar biasa, ketika bakteri difteri memakan korban jiwa sebanyak 16 orang.

 Salah satu faktor lainnya seperti yang diucapkan salah satu penyelenggara dari Puskesmas Pragaan Sumenep, Bu Yulianti ; “ini adalah tindak lanjut dari kasus yang terjadi kemarin, dengan tujuan pencegahan bukan pengobatan”, paparnya.

 Namun yang terlihat kemarin, kurangnya antusiasme sebagian santri dan santriwati. Seperti yang terjadi di TMI Putri, sebagian santriwati ada yang menangis histeris, memeluk wali kelasnya, hingga berlarian kabur sepeti yang dilakukan anak kecil.

Prilaku para santri ini cukup beralasan karena beredarnya kabar vaksin palsu di media sosial.

“Gak mungkin kalo program kaya gini. Vaksin yang kami gunakan asli dikirim dari Jakarta dalam suhu 800′c yang tetap terjaga,” ujar Bapak Imam Muttaqien selaku Dinas Kesehatan Kabupaten yang memantau jalannya program.

Bapak Suradi selaku Dinas Kesehatan Provinsi juga berpendapat bahwa “Vaksin palsu itu terjadi di provinsi Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Sedangkan di Jawa Timur sendiri saya tidak menemukan meski saya sudah keliling ke setiap apotik yang menyediakan, dan tujuan dari vaksin ini seperti yang di Negara Arab Saudi dengan analogi mencegah kematian,” dalam wawancara singkat di TKP bersama wartawan Al-Amien Pos.