Category: YAP

Sosialisasi Keimigrasian Untuk Santri Luar Negri

imigrasi 4YAP- Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan mengadakan kegiatan Sosialisasi Keimigrasian di Pondok Pesantren Al-Amien (25/1).imigrasi 3

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 80 orang, yang diantaranya terdiri dari santri dan santriwati yang berasal dari luar negri yang saat ini berjumlah 20 orang. Selebihnya terdiri dari para Mudir, sekretaris dari semua lembaga dan guru-guru yang berkompeten dalam pengurusan santri-santri luar negri di Pondok ini.

Acara dibuka langsung oleh kordinator harian Majlis Riasah KH. Ja’far Shadiq, MM. Dilanjutkan dengan sambutan dari anggota Majlis Kiyahi KH. Moh. Khairi Husni, S.Pd.I.

Puncaknya adalah presentasi dan dialog bersama penanggungjawab keimigrasian khusus luar negri Kelas III Pamekasan, yang intinya menegaskan bahwasanya urusan keimigrasian harus mengikuti persyaratan dan ketentuan yang sudah ada, karena imigrasi harus mempertahankan sebagai lembaga yang memiliki data paling valid, terutama tentang warga asing ketimbang lembaga-lembaga kenegaraan yang lain,”ungkap bapak Usman selaku kepala Imigrasi Pamekasan.

Menanamkan Jiwa Pendidik dengan Amaliyah Tadris

TMI- Amaliyah Tadris merupakan salah satu Program Nihaie yang wajib diikuti oleh seluruh santri kelas 6 di TMI AL-AMIEN PRENDUAN. Program ini bertujuan untuk semakin menumbuh suburkan jiwa pendidik dalam pribadi santri kelas akhir, di samping juga untuk mengembangkan wawasan mereka tentang skill keguruan dan mempraktekkan teori-teori pendidikan dan pembelajaran yang telah mereka terima selama ini.

Acara ini berlangsung dari tanggal 31 Desember sampai 9 Januari untuk Amaliyah Tadris Namudzajiyah (ATN), sebagai praktek percontohan bagi seluruh santri kelas 6. Dipilih dari mereka yang mempunyai kemampuan lebih dari yang lain yang meliputi materi Conversation, Sejarah Nabi dan Muthala’ah.

Dilanjutkan dengan Amaliyah Tadris Ikhtibariyah (ATI) dari tanggal 10 Januari sampai 31 Januari. ATI ini melibatkan hampir semua Kyai/Nyai dan guru-guru senior yang ada di pondok dalam kapasitas mereka sebagai Musyrif dan Musyrifah yang membimbing dan menilai langsung di lapangan.

Acara ini di Komandani langsung oleh Ust Suhaimi Zuhri yang juga merupakan wakil dari Guru Master Tarbiyah di Pondok Pesantren Al-Amien bersama seluruh staff Lajnah Nihaiyah tahun ini.

Menjaga Mahkota Pondok dengan Usbu’ul Lughah

YAP- Usbu’ul Lughah (5-12/1) merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN. Kegiatan ini didahului oleh Dauroh Tadribiyyah li Muharriki wa Muharrikat al-Lughah (1-4/1) yang sudah berlangsung pada awal Januari lalu.

Peserta dari Dauroh ini terdiri dari para pengurus di lembaga IDIA, TMI, MTA dan Putri I yang dibekali dengan skill Keguruan seperti cara menambah kosa kata bahasa Arab sekaligus memperaktekkannya. Dengan harapan mereka nantinya akan menjadi penggerak dalam kegiatan Usbuul Lughah khususnya dan pada kegiatan-kegiatan kebahasaan pada umumnya di lembaga masing-masing.

Kegiatan Usbu’ul Lughah al-Arabiyah ini di putra dibuka secara resmi oleh salah satu anggota Majelis Kiai Al-Amien Prenduan, KH. Moh. Khairi Husni, S.Pd.I di masjid Jami’ Al-Amien Prenduan pada hari malam Jum’at, 5 Januari 2018 diikuti oleh seluruh santri putra Al-Amien Prenduan. Sedangkan di Putri oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ghazi Mubarok, MA di Geserna yang dihadiri oleh seluruh santri putri.

Beliau berdua menegaskan perlunya para santri untuk menggunakan bahasa Arab dalam kegiatan sehari-hari di pondok serta menyadari akan manfaat yang akan mereka petik kelak di kemudian hari. Karena menurut beliau, Bahasa Arab merupakan kunci ilmu pengetahuan sekaligus mahkota dari Pondok Pesatren Al-Amien Prenduan.

Kegiatan Pekan Bahasa Arab ini diisi dengan kegiatan-kegiatan kebahasaan yang sangat padat mulai habis shalat Subuh hingga menjelang tidur di malam hari. Seperti penambahan kosa kata, kalimat-kalimat bahasa Arab serta lomba-lomba untuk mengasah skill berbahasa. Diakhiri dengan al-Laylah al-Arobiyyah yang diisi dengan hiburan-hiburan berbahasa Arab sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang diadakan selama sepekan ini. Seperti pada tahun sebelumnya, kegiatan Dauroh dan Usbu’ul Lughah tahun ini di Komandani langsung oleh kepala Biro Pendidikan ust Suhaimi Zuhri, S.Ag dan kepala Markazul Lughah ust. H. Fahmi Fattah, S.Sos.I.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

IMG_8127YAP-Biro Dakwah Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN mengadakan acara Maulid Nabi besar Muhammad SAW (16/12) yang diikuti oleh seluruh santri dari ma’ahid yang ada di Pondok Pesantren Al-Amien antara lain TMI, MTA dan mahasiswa IDIA.

Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alqur’an oleh Moh. Anis santri MTA asal Kalimantan. Dilanjutkan dengan sambutan dari wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien KH. Dr. Ghazi Mubarok MA. Dan diakhiri dengan do’a oleh KH. Bastomi Tibyan, M.Pd.I.

Untuk Peringatan Maulid Nabi tahun ini Biro Dakwah mengundang KH. Ahmad Madzkur Wasi’ Lc pengasuh Pondok Pesantren an-Najah Karduluk. Menurut Kyai Madzkur, peringatan Maulid Nabi ini sangat penting karena hampir 70 persen Alqur’an berisi kisah-kisah dan cerita tentang Nabi-Nabi dan ummat terdahulu, di samping juga untuk meningkatkan kwalitas ibadah.

Wakil Pimpinan ketika memberikan kata sambutan menyampaikan bahwa Kyai Ahmad Madzkur dulunya juga pernah berguru kepada Sayyid Ibnu Alawi al-Makki al-Hasani yang hampir tiap tahun bersilaturrahmi ke Pondok dan juga merupakan keluarga besar Al-Amien.

 

Liburan Untuk Berdakwah

YAP– Bagi santri Al-Amien, berlibur bukan hanya sekedar untuk istirahat dari rutinitas belajar dan melepas kangen dengan keluarga. Tapi Exif_JPEG_420mereka mempunyai misi yang lebih mulia yaitu berdakwah. Berdakwah tentu harus terjun langsung di tengah-tengah keluarga dan masyarakat.

Maka mulai tanggal 30/11/2017 (khusus santri putra, dan sehari sebelumnya untuk santri putri) santri Al-Amien Prenduan akan meninggalkan pondok untuk melaksanakan misi tersebut.

Sebagaimana biasanya untuk masa berlibur Maulid Nabi Muhammad SAW., antara santri Tarbiyatul Mu’allmin al-Islamiyah (TMI) dan Ma’had Tahfidih Al-Qur’an (MTA) memiliki perbedaan tanggal kembali ke pondok.

Santri TMI wajib kembali pada tanggal 11 Desember 2017 untuk yang putra  dan tanggal 10 Desember 2017 untuk santri yang putri. Sedangkan santri MTA santri wajib kembali ke pondok tanggal 16 Desember 2017 untuk yang putra dan tanggal 15 untuk yang putri.

Perbedaan liburan antara TMI dan MTA ini disebabkan karena masa liburan mereka berbeda pada liburan Ramadhan, TMI berlibur sebelum Ramadhan sedangkan MTA berlibur pada pertengahan bulan dari Ramadhan.

Sedangkan IDIA (Institut Dirasat al-Islamiyah Al-Amien) masa liburannya mengikuti masa liburan TMI.

Menggagas Even Lomba Hifdhul Qur’an Tingkat Nasional

YAP-IMG-20171102-WA0032Kedatangan Duta Besar Arab Saudi Syeikh Usamah bin Muhammad bin Adullah Al-Syu’aibi (1/11/) memberikan motivasi yang sangat besar bagi para pelaku pendidikan di pondok ini.

Setelah berjanji akan membantu menyelesaikan proyek Rumah Sakit Islam (RSI) Al-Amien Prenduan,  Usamah juga akan membantu sepenuhnya pelaksanaan Lomba Hifdzul Qur’an tingkat nasional pada 2018 mendatang.

Sementara untuk persiapan lomba ini, pondok memberikan kepercayaan kepada KH. Junaidi Rosyidi, S.Pd.I untuk membentuk kepanitiaan dan mempersiapkan segalanya. Tentu saja para alumni yang banyak bergerak dalam lapangan ketahfidzan juga akan diajak urun rembuk demi terlaksananya even ini.

Terbukanya peluang ini tentu saja tidak luput dari tirakat KH. Muhammad Tijani Jauhari MA yang dulu telah menjalin kerjasama dengan para Muhsinin yang berasal dari Saudi Arabia, yang sekarang dilanjutkan oleh putranya KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani MA. “Ini betul-betul ma’unah dan berkah dari Allah, kita harus bergerak cepat, sebelum tutup tahun persiapan lomba ini harus sudah matang,”tegasnya di sela-sela pertemuannya dengan pengurus Yayasan Al-Amien Prenduan pagi tadi (7/11).

Meningkatkan Ekonomi Ummat Bersama Yayasan Cheng Hoo

CHENG HOYAP-Pondok Pesantren Al-Amien terus mengembangkan sayapnya, terutama di sektor pendidikan, da’wah dan perekonomian.

Salah satunya adalah Seminar Nasional yang diadakan pada 27 Oktober di Geserna TMI Putri lalu bekerjasama dengan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia. Seminar yang mengangkat tema “Menelusuri Jejak Dakwah Laksamana Cheng Hoo” ini menitik-tekankan pembahasannya pada upaya-upaya membuka kesadaran ummat akan pentingnya upaya peningkatan ekonomi, pendidikan dan keagamaan ummat Islam Indonesia.

Seminar ini dihadiri langsung oleh H. Abdullah Nurawi sebagai Ketua Pelaksana Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia untuk periode 2014-2019. Dalam seminar ini  Abdullah Nurawi menjadi pembicara utama yang membahas tentang Peran Laksamana Cheng Hoo Dalam Pengembangan Ekonomi Ummat, ditemani oleh penyair Clurit Emas KH. Zawawi Imron yang membahas tentang Peran Laksamana Cheng Hoo dalam pengembangan Pendidikan dan Keagamaan Ummat Islam serta Serta Kardono wartawan Jawa Pos yang membidik Jejak Sejarah Laksamana Cheng Hoo di Indonesia. Even ini juga dihadiri Komunitas Pengusaha Cheng Hoo se Jawa Timur serta ribuan peserta lainnya.

Tentu saja, kegiatan ini bukan sekedar sosialisasi konsep belaka, tapi juga ditindak lanjuti dengan aksi nyata. Menurut Ust H. Affandi Ahmad, Lc sebagai wakil Biro Eksar Yayasan Al-Amien Prenduan mengemukakan bahwa “Sebenarnya kerjasama Al-Amien dengan Yayasan Cheng Hoo sudah berlangsung lama, dan sebagai wujud dari bekerjasama itu kita akan segera bergerak dalam sektor perekonomian antara lain, pendirian pabrik roti, pendirian pabrik grosir untuk pangan dan kebutuhan rumah tangga, pengadaan kursus bahasa Mandarin, barber shop syari’ah dan pelatihan akupresur, semoga gagasan ini berjalan lancar dan barokah,” pungkasnya.

Bey Machmudin; Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden; “Presiden Bangga Santri Tanah Air Berprestasi dan Berkarakter Baik”

SEKRETARIAT PRESIDEN- Presiden Joko Widodo optimis Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Optimisme SEKRETARIAT PREESIDENtersebut terjawab dengan banyaknya santri berprestasi yang ada di Pulau Madura.SANTRI PRESDTASI

Oleh sebab itu, Kepala Negara tak segan memberikan apresiasi tinggi kepada para santri berprestasi se-Madura tersebut. Setelah berdiskusi dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Presiden pun memilih untuk memberikan apresiasi berupa beasiswa pendidikan.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat menghadiri Halaqah Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pesantren, dan Santri Berprestasi se-Madura di Pondok Pesantren Al Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu, 8 Oktober 2017.

“Saya tadi sudah bisik ke Menteri Sekretaris Negara, Profesor Pratikno. Beliau ini dulu rektor Universitas Gajah Mada (UGM). Enaknya ini diapain 500 siswa? Kita akan beri beasiswa, tetapi diseleksi,” ujar Presiden dihadapan para ulama, pengasuh pesantren, serta santri yang hadir.

Beasiswa tersebut diberikan bukan tanpa alasan. Mengingat semakin dekatnya era kompetisi yang harus dihadapi setiap negara, termasuk Indonesia. Sehingga Presiden menginginkan perguruan tinggi terbaik untuk para santri berprestasi di Madura.

“Nantinya 15-20 tahun akan datang akan terjadi kompetisi global yang sangat sengit. Kita memiliki sumber daya alam, tetapi kalau sumber daya manusianya tidak dibenahi, kalah bersaing kita,” ungkapnya.

Namun, Presiden bersyukur anak-anak muda Indonesia khususnya para santri memiliki karakter pribadi yang baik dan kuat serta mampu bersaing dengan negara-negara lain.

“Saya sangat bersyukur anak muda, santri, didampingi difondasi karakter yang baik. Oleh sebab itu, saya sekali lagi mengimbau kita semuanya terus berjuang baik dalam _scope_ individu dan pesantren,” ucapnya.

Sebagai Presiden pertama yang hadir di pondok pesantren yang telah berdiri sejak tahun 1952 tersebut, kehadiran Presiden disambut meriah dan antusias oleh para santri. Alunan drumband hingga hadrah turut menyambut kedatangan Presiden beserta rombongan.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Staf Khusus Presiden Johan Budi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

Sumenep, 8 Oktober 2017

Halaqoh Kebangsaan bersama Presiden RI Joko Widodo

YAP-Presiden Joko Widodo akhirnya menginjakkan kaki ke Pondok Pesantren Al-Amien PrPresiden 2enduan pada hari Ahad 08/10/2017 jam 13:31 WIB.presiden 3

Presiden Jokowi disambut para santri dengan pagar betis dari pintu gerbang Al-Amien Prenduan hingga kediaman Pimpinan dan Pengasuh Al-Amien Prenduan, KH. Ahmad Fauzi Tijani. Dilanjutkan dengan acara pertemuan tertutup bersama 22 kyai sepuh yang berlangung selama 10 menit.

Pada jam 14.05 Presiden Jokowi memasuki masjid Jami’ Al-Amien dan menempati tempat yang sudah disediakan bersama Gubernur Jawa Timur, pimpinan dan wakil pimpinan Al-Amien Prenduan.

Dalam sambutan KH. Ahmad Fauzi Tijani menyampaikan bahwasanya Pondok Pesantren Al-Amien ini bukan milik golongan tertentu, bukan milik pribadi, milik milik kiai, melainkan milik umat Islam.

Pondok Pesantren Al-Amien merupakan lembaga Pondok Pesantren yang telah diwakafkan kepada umat Islam, siapapun berhak untuk membantu dan mengembangkan pondok pesantren Al-Amien.“Al-Amien berdiri di atas dan untuk semua golongan”,  demikian penjelasan beliau.

Pimpinan menyampaikan bahwa jumlah santri Al-Amien saat ini mencapai 7000 lebih yang terdiri dari seluruh pelosok nusantara. Dan di antara mereka terdiri dari 500 santri yang berprestasi. 200 diantaranya merupakan santri yang sudah hafal al-Qur’an 30 Juz.

Menanggapi santri yang berprestasi tersebut, presiden Jokowi ketika menyampaikan pidatonya menyampaikan bahwa beliau bersedia memberi beasiswa kepada para santri yang berprestasi tersebut.

“Kita akan beri beasiswa, tetapi diseleksi, …. kita harus mempersiapkan generasi untuk 15 hingga 20 tahun yang akan datang”, demikian respon presiden RI yang disambut dengan tepuk tangan dari para hadirin.

Lebih jauh dari itu, Bapak Jokowi dalam sambutannya menyinggung dengan panjang lebar tentang pentingnya mempertahankan semangat persatuan dalam keanekaragaman suku, budaya dan bahasa yang dimiliki oleh Negara Indonesia. “Karena kekayaannya ini, negara kita dikagumi oleh semua negara di dunia, mari kita jaga kekayaan bangsa ini dengan saling menjaga kerukunan dan persatuan di antara kita,”tegasnya.

Diakhir halaqoh, presiden memberikan hadiah 2 sepeda kepada 2 santri yang bisa menjawab pertanyaan seputar kebinnekaan dan Pancasila. Mereka adalah Moh. Ikhsan santri kelas VI TMI DIA A asal Palembang dan Firdaus santri kelas 5 DIA A TMI asal Bangkalan.

Setelah acara halaqoh selesai, dilanjutkan dengan peresmian asrama santri MTA yang diberi nama Asrama Al-Yaqdhah dan terletak di sebelah barat masjid jami’ Al-Amien Prenduan .

Acara diakhiri dengan foto bersama di depan masjid jami’ Al-Amien.

Apel Tahunan Upaya Membangun Semangat Persatuan dalam Kebinnekaan

apel tahunan putriYAP- Seperti tahun sebelumnya, kegiatan Apel Tahunan dan Parade Konsulat di Al-Amien tahun ini tetap mengusung semangat persatuan dalam kebinnekaan. Semangat ini sesuai parade konsulat putradengan temanya “Satukan Derap Langkah Menuju Izzil Islam wal Muslimin”, serta konsep parade baris berbaris yang dibagi per-daerah. Acara yang dirayakan oleh seluruh penghuni pondok, masyarakat sekitar, aparat desa, Koramil dan kepolisian setempat  ini berlangsung dengan sangat meriah mulai hari Sabtu (30/9) yang dilanjutkan dengan Parade Konsulat pada keesokan harinya (1/10).

Dan sebagai peraih juara umum untuk Parade Konsulat pada tahun ini adalah Konsulat Sumatra untuk putra, diikuti oleh konsulat Kalimantan sebagai juara I, Konsulat Pamekasan I juara II dan Pamekasan II sebagai juara III. Sedangkan untuk putri, juara I di raih oleh Konsulat Jember, konsulat Surabaya I sebagai juara II dan Konsulat Sumenep III sebagai juara III.

Acara Parade Konsulat secara seremonial dilepas di depan PUSPAGATRA bagi santri putra dan di lapangan parkir TMI/MTA putri bagi santri putri. Acara dimulai dari jam 6.30 WIB dengan dihadiri oleh segenap dewan guru Al-Amien Prenduan. Bahkan dalam acara parade konsulat tahun 2017 ini juga diikuti oleh santri yang berasal dari luar negeri: Arab Saudi, Malaysia, dan Thailand, baik putra maupun putri.