Category: YAP

KH. Moh. Zainullah Rois: “Kita Patut Memberikan Apresiasi Yang Tinggi akan munculnya Para Dai’ Muda seperti Kyai Zulfansyah ini.”

YAP-Kyai Zainullah Rois memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kyai Zulfansyah, karena beliau telah mewakili para alumni yang eksis menjadi dai’ muda di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini beliau sampaikan ketika memberikan sambutan singkat pada acara pembukaan Tabligh Akbar memperingati tahun baru Hijriyah 1440 di depan seluruh santri dan santriwati Pondok Pesantren Al-Amien II yang bertempat di depan Puspagatra.

Acara yang dikomandoi oleh KH. Bastomi Tibyan sebagai Kepala Biro Dakwah Yayasan Al-Amien Prenduan ini berjalan dengan khidmad dan lancar. Sesuai dengan harapan Kyai Zainullah pada sambutan pembukaan.

“Selamat datang kepada Kyai Zulfansyah di al-mamater tercinta dan terima kasih, kita berharap acara peringatan ini seiring dengan Ridha Allah Swt.”

Tahun Baru Hijriyah Sebagai Momentum Perubahan

Memperingati pergantian tahun baru Hijriyah 1440 Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan kembali menggelar Tabligh Akbar di depan Puspagatra TMI putra bersama KH. Zulfansyah At-Tijani.

Kyai Zulfansyah adalah alumni TMI tahun 1998 yang saat ini menjadi muballigh sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwariyah Malang.

Dalam ceramah yang diikuti oleh seluruh santri dan santriwati Pondok Pesanten Al-Amien II ini, Kyai Zulfansyah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan pondok kepadanya.

“Pada tahun baru hijriyah ini, hal yang menjadi paling urgen bagi kita adalah perubahan. Para santri sekalian, mari kita jadikan acara peringatan tahun baru hijriyah ini sebagai momentum untuk berubah menjadi lebih baik, terutama sebagai momentum bagi kita untuk segera berhijrah dari kesalahan-kesalah besar yang selama satu tahun ini kita lakukan, secara sengaja ataupun tidak,”pungkas beliau dengan berapi-api.

Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan, Ajak Santri Bersyukur dan Teladani Nabi Ismail

YAP-Dalam penutupan Gebyar Iedul Adha yang bersamaan dengan acara Ma’dubah Sanawiyah dan Milad Hijri, Pimpinan pondok KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA menyampaikan pentingnya bersyukur kepada Allah, para masyayikh, para guru yang telah mendidik mereka dengan baik.

Syukur ini menurut Kyai Ahmad harus diwujudkan dengan cara belajar yang baik, mengikuti segala sunnah dan disiplin yang telah ditentukan oleh pondok. Karena dengan cara inilah, menurut beliau insya Allah para santri dapat meneladani pribadi Ismail Alaihissalam.

“Saya berharap semoga dengan adanya GIA ini para santri menjadi Ismail-Ismail yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, guna menggapai ridha dan maqom yang mulia disisi Allah. Maka dari itu, jiwa fastabiqul khairat harus tetap tertanam kedalam jiwa kita,”pungkasnya seraya menutup acara ini dengan doa’.

 

 

Tahun ini Milad Hijri Digabung Dengan Ma’dubah Sanawiyah

YAP-Mulai tahun ini, acara Milad Hijri digabung dengan Ma’dubah Sanawiyah. Kebijakan ini diputuskan dalam Rapat Selasaan tanggal 25 Dzul-Qo’dah yang dihadiri oleh Majlis Kiyahi, pengasuh-pengasuh Lembaga dan fungsionaris Yayasan Al-Amien Prenduan.

Pasalnya, acara Haul Masyayikh yang awalnya Bersama Milad Hijri akan lebih difokuskan kepada haul keluarga Bani Idris, sedangkan pada Milad Hijri undangannya lebih bersifat umum yang terdiri dari para anshorul ma’had, tokoh-tokoh masyarakat dan alumni serta masyarakat sekitar pondok. Karena itu dilihat dari sisi undangan, kegiatan Milad Hijri cukup sesuai dengan undangan pada Ma’dubah Sanawiyah yang juga terdiri dari masyarakat sekitar.

Disamping itu, Milad Hijri atau Ulang Tahun Al-Amien juga diharapkan bisa disyukuri oleh seluruh santri dan tokoh-tokoh alumni, yang mana mereka dulu ikut merasakan langsung sentuhan pendidikan yang telah diberikan pondok kepada mereka.

KH. Dr. Ghazi Mubarok: “Tujuan Dari Haul Masyayikh ini Adalah Untuk Mempererat Silaturrahim Keturunan Bani Idris Patapan yang Mengabdi Di Masyarakat.”

IMG_3017YAP- Haul Masyayikh Bani Idris Patapan (28/09) merupakan silaturrahim tahunan keluarga Ponpes Al-Amien dari keturunan Kyai Idrsi Patapan.

Silaturrohim yang bertempat di Aula TMI putra ini diawali dengan pengantar dari wakil Pimpinan Ponpes Al-Amien KH. Ghazi Mubarok Idris, MA. Beliau menceritakan bahwa Haul Masyayikh diadakan pertama kali pada akhir tahun 2000. Waktu itu hanya terfokus pada keturunan Bani Khotib saja.

Baru pada awal tahun 2011 cakupannya lebih luas ke seluruh keturunan Bani Idris Patapan. Kyai Idris Patapan adalah orang tua dari Kyai Khotib yang merintis Ponpes Al-Amien Prenduan. Acara berlangsung dengan sangat khidmat.

Setelah sambutan dari wakil pimpinan dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin bersama yang dipimpin oleh KH. Sufyan. Pembacaan tahlil dipimpin oleh KH. Lailurrahman Nawawi, yang diakhiri dengan acara silaturrahim yang dipimpin oleh KH. Afif Nawawi sebagai Pembicara Utama.

Menurut Kyai Ghazi, tujuan perluasan cakupan menjadi Haul Masyayikh Bani Idris Patapan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim tokoh-tokoh masyarakat dan agama keturunan Bani Idris Patapan yang mengabdi di masyarakat.

Ponpes Al-Amien Ucapkan Terima Kasih atas Kepercayaan Masyarakat

YAP-Antusiasme masyarakat untuk berkorban tahun ini ternyata masih tinggi. Menurut Ketua panitia penggalangan hewan qurban ust. H. Harun Ar-Rosyid, S.Sos.I, panitia tahun ini berhasil menggalang hewan qurban sebanyak 47 ekor sapi dan 19 ekor kambing. Sementara tahun sebelumnya berjumlah 45 ekor sapi dan 37 ekor kambing.

Ketua panitia GIA KH. Junaidi Rosyidi ketika ditemui menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh simpatisan atas kepercayaan mereka memasrahkan pemotongan hewan qurban mereka ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

“Al-Hamdulillah semua hewan qurban telah disalurkan ke sekitar 8.500 orang,”pungkas kyai Junaidi.

Gebyar Iedul Adha (GIA) Kegiatan Santri Al-Amien Menjelang Lebaran

YAP- Suasana menjelang Iedul Adha umumnya membuat santri kangen akan suasana keluarga di rumah. Karena itulah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan membuat rentetan kegiatan yang jauh berkwalitas dari sekedar kumpul dan makan bersama keluarga.

Kegiatan tersebut antara lain, lomba hifdzul qur’an, baca qur’an mujawwad dan murottal, ceramah agama, busana muslim Muslimah, lomba adzan dan iqomah, lomba kekompakan shalat berjamaah, takbir keliling, dan khusus putri ditambah lomba memasak. Puncaknya adalah ma’dubah sanawiyah (hidangan tahunan).

Ketika mengikuti kegiatan ini seluruh perhatian mereka tersita memikirkan bagaimana mengikuti kegiatan ini dengan baik, bahkan bagaimana mereka memenangkan lomba. Karena proses ini maka kesempatan untuk berkumpul dengan kawan yang seangkatan menjadi ajang adaptasi yang sangat mendidik, sehingga secara otomatis mereka melupakan kenangan semasa di rumah.

Rentetan kegiatan GIA ini secara formal dibuka secara terpadu oleh KH. Zainullah Rois untuk santri putra dan KH. Ghazi Mubarok untuk santriwati putri. Dan agar lebih maksimal, pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan perlembaga.

Penghargaan Pondok Hingga Tawaran Bea Siswa Bagi Sang Juara

juara 5juara 4juara 2juara 3YAP- Penyambutan juara debat se-Asean di Ponpes Al-Amien mirip tamu kehormatan. Ada sekitar 30 mobil dan Patwal yang menjemput mengiringi kedatangan mereka.

Di dalamnya terdiri dari para kiyahi, guru-guru dan para keluarga besar Al-Amien yang tersebar di Korda IKBAL Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Surabaya. Setibanya di Al-Amien mereka disambut dengan pagar betis oleh seluruh santri.

Terlihat kegembiraan dan rasa haru terpancar dari wajah para kiyahi, guru-guru dan keluarga yang mengantar. Sesekali suara takbir membahana, sebagai bentuk pengakuan bahwa prestasi ini tidak akan diraih kecuali dengan maunah dan pertolongan dari Allah SWT.

Sebagai bentuk kongkrit penghargaan pondok adalah dengan membebaskan mereka dari seluruh pembiayaan hingga menjadi alumni. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh pimpinan dan pengasuh di depan seluruh santri di masjid jami’ al-amien selepas shalat maghrib berjamaah.

KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, yang beberapa kali juga pernah mengunjungi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) ini mengatakan bahwa mereka juga ditawarkan untuk sekolah disana dan bisa mengurus bea siswa sampai S3. Kyai Ahmad mengharap semoga tawaran ini menjadi berkah bagi para santri yang lain untuk melanjutkan studi ke Universitas bergengsi ini.

Juara Debat se-Asean, Ponpes Al-Amien Prenduan Membuktikan Bahasa Arab Sebagai Mahkota Pondok

Juara AseanYAP- Sepanjang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, inilah satu-satunya prestasi paling membanggakan yang diraih oleh santri.

Pondok pesantren yang menjadikan bahasa arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-harinya ini, meraih juara pertama tingkat Association of South East Asia Nations (ASEAN) di Malaysia (2/04/18).

Ajang bergengsi yang diselenggarakan di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) ini diikuti oleh delegasi dari beberapa negara ASEAN.
Seperti Singapura, Brunai Darussalam dan Thailand.

Dalam even ini Al-Amien mengutus empat mahasiswa dari Institut Dirosat Islamiyah (IDIA) dan empat santri dari Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI). Didampingi oleh ust. Suhaimi Zuhri S.Ag. sebagai kepala Biro Pendidikan dan Ust. H. Saiful Anam, M.Pd. sebagai Kepala Jurusan PBA IDIA Prenduan.

Berikut mahasiswa dan santri Ponpes Al-Amien Prenduan yang menjuarai lomba Debat Bahasa Arab se-ASEAN di Malaysia:

Kategori juara umum : Juara I Debat Bahasa Arab tingkat sekolah menengah: Delegasi TMI Al Amien Prenduan (Firdaus ulul Abshor asal Bangkalan, Salman Biltyar asal Tasikmalaya, Ilman Faris asal Kepulauan Sapeken Sumenep dan Ali Sajad dari Bluto)

Kategori juara individu berupa pembicara terbaik (Best Speaker):

1. Ilman Faris (Babak Final tingkat SMA)
2. Firdaus Ulul Abshor (Babak Penyisihan tingkat SMA)
3. Salman Biltysr (Babak Penyisihan tingkat SMA)                                      4. Seif Robert el Haq (Babak Penyisihan tingkat Perguruan Tinggi)        5. AlfianDarmawan (Semester II IDIA asal Bogor)

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh fungsionaris Pondok Pesantren Al-Amien dan seluruh santri pada umumnya untuk meraih prestasi lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang.

Syekh Al-Arif Billah Abi At-Toyyib; ”Penuntut Ilmu Itu Harus Mukhlishien, Sholihien dan Shodiqien.”

IMG-20180405-WA0000YAP- (18/3/18) Dihadiri oleh seluruh santri Pondok Pesantren Al-Amien dan Mahasiswa IDIA, tamu pondok, syekh At-Atoyyib yang bernama lengkap Abi At-Toyyib Ahmad Amien Sa’dud Ad-Dien bin Salim Al-Murod dalam Al-Liqo’ Al-Ilmi di masjid jami’ Al-Amien Prenduan mengatakan bahwa ilmu adalah cahaya, maka untuk mendapatkan ilmu itu harus sesuai dengan syarat-syaratnya.

“Penuntut ilmu harus mukhlishien, sholihien dan shodiqien. Dan ilmu itu adalah warisan para Nabi maka kita harus mempunyai sifat yang dimiliki oleh para nabi dan rasul,”jelasnya.  

Acara liqo’ ilmi ini didahului oleh pengantar dari pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, yang memang meminta secara khusus kepada syekh wejangan dan nasehat kepada para santri.

 Kepada para santri syekh memberi nasehat agar ilmu itu bermanfaat, para santri harus senantiasa menghormati guru, karena guru mengajarkan cahaya Allah. Dan Syekh mendoakan semoga para santri Al-Amien akan menjadi pembawa cahaya Allah di tengah-tengah manusia.