Category: YAP

Penghargaan Pondok Hingga Tawaran Bea Siswa Bagi Sang Juara

juara 5juara 4juara 2juara 3YAP- Penyambutan juara debat se-Asean di Ponpes Al-Amien mirip tamu kehormatan. Ada sekitar 30 mobil dan Patwal yang menjemput mengiringi kedatangan mereka.

Di dalamnya terdiri dari para kiyahi, guru-guru dan para keluarga besar Al-Amien yang tersebar di Korda IKBAL Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Surabaya. Setibanya di Al-Amien mereka disambut dengan pagar betis oleh seluruh santri.

Terlihat kegembiraan dan rasa haru terpancar dari wajah para kiyahi, guru-guru dan keluarga yang mengantar. Sesekali suara takbir membahana, sebagai bentuk pengakuan bahwa prestasi ini tidak akan diraih kecuali dengan maunah dan pertolongan dari Allah SWT.

Sebagai bentuk kongkrit penghargaan pondok adalah dengan membebaskan mereka dari seluruh pembiayaan hingga menjadi alumni. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh pimpinan dan pengasuh di depan seluruh santri di masjid jami’ al-amien selepas shalat maghrib berjamaah.

KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, yang beberapa kali juga pernah mengunjungi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) ini mengatakan bahwa mereka juga ditawarkan untuk sekolah disana dan bisa mengurus bea siswa sampai S3. Kyai Ahmad mengharap semoga tawaran ini menjadi berkah bagi para santri yang lain untuk melanjutkan studi ke Universitas bergengsi ini.

Juara Debat se-Asean, Ponpes Al-Amien Prenduan Membuktikan Bahasa Arab Sebagai Mahkota Pondok

Juara AseanYAP- Sepanjang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, inilah satu-satunya prestasi paling membanggakan yang diraih oleh santri.

Pondok pesantren yang menjadikan bahasa arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-harinya ini, meraih juara pertama tingkat Association of South East Asia Nations (ASEAN) di Malaysia (2/04/18).

Ajang bergengsi yang diselenggarakan di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) ini diikuti oleh delegasi dari beberapa negara ASEAN.
Seperti Singapura, Brunai Darussalam dan Thailand.

Dalam even ini Al-Amien mengutus empat mahasiswa dari Institut Dirosat Islamiyah (IDIA) dan empat santri dari Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI). Didampingi oleh ust. Suhaimi Zuhri S.Ag. sebagai kepala Biro Pendidikan dan Ust. H. Saiful Anam, M.Pd. sebagai Kepala Jurusan PBA IDIA Prenduan.

Berikut mahasiswa dan santri Ponpes Al-Amien Prenduan yang menjuarai lomba Debat Bahasa Arab se-ASEAN di Malaysia:

Kategori juara umum : Juara I Debat Bahasa Arab tingkat sekolah menengah: Delegasi TMI Al Amien Prenduan (Firdaus ulul Abshor asal Bangkalan, Salman Biltyar asal Tasikmalaya, Ilman Faris asal Kepulauan Sapeken Sumenep dan Ali Sajad dari Bluto)

Kategori juara individu berupa pembicara terbaik (Best Speaker):

1. Ilman Faris (Babak Final tingkat SMA)
2. Firdaus Ulul Abshor (Babak Penyisihan tingkat SMA)
3. Salman Biltysr (Babak Penyisihan tingkat SMA)                                      4. Seif Robert el Haq (Babak Penyisihan tingkat Perguruan Tinggi)        5. AlfianDarmawan (Semester II IDIA asal Bogor)

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh fungsionaris Pondok Pesantren Al-Amien dan seluruh santri pada umumnya untuk meraih prestasi lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang.

Syekh Al-Arif Billah Abi At-Toyyib; ”Penuntut Ilmu Itu Harus Mukhlishien, Sholihien dan Shodiqien.”

IMG-20180405-WA0000YAP- (18/3/18) Dihadiri oleh seluruh santri Pondok Pesantren Al-Amien dan Mahasiswa IDIA, tamu pondok, syekh At-Atoyyib yang bernama lengkap Abi At-Toyyib Ahmad Amien Sa’dud Ad-Dien bin Salim Al-Murod dalam Al-Liqo’ Al-Ilmi di masjid jami’ Al-Amien Prenduan mengatakan bahwa ilmu adalah cahaya, maka untuk mendapatkan ilmu itu harus sesuai dengan syarat-syaratnya.

“Penuntut ilmu harus mukhlishien, sholihien dan shodiqien. Dan ilmu itu adalah warisan para Nabi maka kita harus mempunyai sifat yang dimiliki oleh para nabi dan rasul,”jelasnya.  

Acara liqo’ ilmi ini didahului oleh pengantar dari pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, yang memang meminta secara khusus kepada syekh wejangan dan nasehat kepada para santri.

 Kepada para santri syekh memberi nasehat agar ilmu itu bermanfaat, para santri harus senantiasa menghormati guru, karena guru mengajarkan cahaya Allah. Dan Syekh mendoakan semoga para santri Al-Amien akan menjadi pembawa cahaya Allah di tengah-tengah manusia.

Memperkokoh Akhlak Santri Al-Amien dengan Pengajian Syarah Ta’lim Muta’allim dan Taqrib

pengajianYAP- Pada malam Senin (19/3/18) setelah shalat Jama’ah Maghrib biasanya para santri Al-Amien melaksanakan kegiatan bimbingan membaca al-Qur’an. Tapi malam ini, mereka masih terlihat berkumpul rapi di dalam masjid.

Ternyata mereka dikumpulkan oleh Biro Dakwah yang tahun sekarang di ketuai oleh KH. Bastomi Tibyan, M.Pd. Alasannya, untuk mengikuti pengajian umum Syarah Ta’lim Muta’allim Bersama Pimpinan dan pengasuh Pondok Peantren Al-Amien KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA.

Menurut Kyai Bastomi, malam ini memang awal dimulainya acara pengajian umum setengah bulanan. Selain Syarah Ta’lim Muta’allim, kitab yang juga akan diajarkan adalah Taqrib, yang akan diisi oleh KH. Dr. Ghazi Mubarok Idris, MA. selaku wakil pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien.

Sebenarnya kedua kitab ini di Al-Amien sudah lama diajarkan di sekolah. Namun karena para kyai dan guru menginginkan manfaat yang lebih nyata, khususnya dalam mengokohkan jiwa dan akhlak para santri, maka kegiatan pengajian umum ini dilaksanakan.

Sosialisasi JKN-SKIN oleh BPJS di Al-Amien Agar Bisa Membantu Sesama

JKN KIS jkn kissYAP- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Pamekasan mengadakan acara Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan (9/3/18).

Sosialisasi yang diikuti oleh sekitar 35 peserta ini di mulai pada pukul 9.00 di ruang pertemuan Radio Suara Dakwah Al-Amien (RASDA). Para peserta terdiri dari Majlis Kiyai, pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam, pengurus dan karyawan Yayasan Al-Amin Prenduan serta guru-guru Al-Amien.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien KH. Dr. Ghazi Mubarok Idris, MA dilanjutkan dengan prensentasi oleh perwakilan BPJS Kesehatan cabang Pamekasan.

Harapan dari BPJS yang kantornya ada di desa Panglegur ini, agar seluruh  guru-guru dan para karyawan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien menjadi anggota dari JKN-KIS, dengan tujuan untuk membantu sesama.

Utusan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Mengikuti Pelatihan Cyber Skill di Pesantren Darun Najah Jakarta

IMG-20180302-WA0071 IMG-20180227-WA0035YAP- Utusan Pondok Pesantren Al-Amien kembali Mengikuti Cyber Skill Training di Pesantren Darun Najah Jakarta, setelah 3 tahun yang lalu juga mengikuti training serupa. Kegiatan ini merupakan bentuk wakaf intelektual Darun Najah kepada Gontor, sekaligus merupakan program kerja dari Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor.

Acara ini berlangsung mulai tanggal 25 sampai 27 Februari 2018. Dalam 3 hari ini para peserta dibekali wawasan tentang Komunikasi dan Media serta kekuatannya dalam membangun Sistem Publikasi Pesantren.

Di samping itu para peserta juga diajarkan tentang dasar-dasar Cinematograpy dan Strobist Photography. Sebuah keterampilan dalam menggunakan kamera untuk kebutuhan publikasi kegiatan-kegiatan pesantren dalam bentuk video dan gambar.

Kegiatan yang dilatih oleh para pemateri profesional ini diikuti oleh 43 peserta dari 38 pesantren yang tersebar di seluruh pelosok nusantara.

Setelah pelatihan ini, para peserta diharapkan bisa mengamalkan ilmunya di pesantren masing-masing.

KH Ma’ruf Amien: “Pesantren Harus berperan dalam Penguatan Ekonomi Keuangan Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Umat”

YAP – Kyai Ma’ruf Amien yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama kyai ma'ruf 3Indonesia (MUI) sekaligus Rais ‘Am PBNU,  memang layak disebut sebagai motor penggerak ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam acara Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan (16/2) beliau kembali menegaskan bahwa pesantren harus mengambil peran dalam penguatan ekonomi keuangan syariah dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, ekonomi syariah sudah menjadi sistem nasional kita. Dengan menggunakan dual system economic, ia berdampingan dengan sistem ekonomi konvensional yang masih menggunakan praktek ribawi.

“Perjuangan mensosialisasikan sistem ekonomi syariah ini sudah dimulai sejak tahun 90 an. Kalau santri dulu, setelah membaca kitab Fiqih kyai ma'ruf 4langsung ditaruh diatas lemari. Tapi sekarang, harus di implementasikan dalam kehidupan nyata. Seperti di Kitab al- Buyu’ (jual beli) ada al-Wikalah, ar-Rahn, sekarang sudah ada lembaga-lembaganya, ada bank syariah, asuransi syariah dan pegadaian syariah,” tuturnya.

Bersama Kyai Ma’ruf Amin ikut memberi sambutan juga direktur PT Pegadaian Persero Pusat, Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ketua Dewan Dakwah MUI KH. Cholil Nafis, semuanya siap mendukung gerakan ekonomi pesantren. “Sehingga nantinya akan bermunculan Basmalah Mart, Al-Amien Mart, An-Nuqayyah Mart di seluruh nusantara,” kata kyai yang juga merintis dan mendirikan pondok pesantren Al-Nawawiyah Banten ini.

 

Hadirilah Tablig Akbar Nanti Malam di Al-Amien…!!! Bersama Ketua MUI dan Hadroh Majlis Rasulullah

kyai ma'ruf 1 kyai ma'rufYAP– Nanti malam (16/2) sekitar pukul 19.30 Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan akan mengadakan acara Tabligh Akbar dan Kuliah Umum bersama  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat sekaligus Rais Aam, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Ma’ruf Amin.

Tabligh Akbar ini mengangkat tema ”Membangun Kesejahteraan Umat melalui Ekonomi Syariah dalam Arus Baru Ekonomi Indonesia” dan akan diramaikan juga oleh penampilan kelompok Hadroh Majlis Rasulullah asal Banyu Anyar.

Tabligh ini terbuka untuk umum, terutama seluruh masyarakat Madura yang ingin bershalawat bersama dan mencari fadhilah dengan menghadiri Majlis Ilmu bersama para ulama.

Pesan TGB Dalam Pertemuan Khusus Bersama Ulama, Kiyahi dan Cendekiawan di Al-Amien

TGB bersama para ulama TGB BERSAMA ULAMAYAP- Sebelum acara Tabligh Akbar dan Kuliah Umum di masjid jami’ Al-Amien Prenduan dimulai, bertempat di kediaman Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien, TGB menyampaikan pesan akan pentingnya memikirkan generasi umat masa depan.

Pesan ini disampaikan dalam pertemuan khusus bersama para kiyahi, ulama dan cendekiawan, di antara mereka turut hadir Bapak Bupati Sumenep, Dr. KH. Busyro Karim. Acara ini hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Diawali dengan sambutan singkat dari Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, MA, beliau menyampaikan bahwa TGB merupakan aset umat. Karena jarang sekali alumni pesantren yang menjadi gubernur,” paparnya.

Menurut TGB, generasi muda sekarang ini harus difikirkan. Sebagaimana dulu nabi Ibrahim selalu memikirkan keturunannya agar menjadi muqimasshalah (orang-orang yang selalu menegakkan shalat), bahkan beliau selalu berdo’a agar keberkahan yang diberikan Allah kepadanya juga diberikan kepada seluruh sanak keluarga dan keturunannya.

DR. KH. M. ZAINUL MAJDI : “Penuntut Ilmu dan Pemimpin Umat Masa Depan Harus Seperti Emas dan Lebah.”

tgbYAP- Acara Tabligh Akbar dan Kuliah Umum bersama Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. KH. M. Zainul Majdi di masjid jami’ Al-Amien berlangsung dengan sangat Khidmat.

Acara yang mengangkat tema “Pemimpin Umat Masa Depan” ini diikuti dengan antusias oleh para santri Al-Amien Prenduan beserta para alumninya. Ditambah para tamu undangan dari para kiyahi dan tokoh tgb bersama majlis kiyahimasyarakat dari berbagai wilayah di Madura.

Dalam Ceramahnya TGB menyampaikan nasehat yang sangat empatik kepada seluruh santri Al-Amien. Bahwa, seorang penuntut ilmu itu harus mempunyai daya tahan seperti halnya emas. Semakin banyak disepuh dengan masalah maka emas akan semakin berkilau.

“Seorang penuntut ilmu itu juga harus pintar memilih dalam mengkomsumsi ilmu dan pengetahuan. Persis seperti lebah, ia mengambil dari yang terbaik hingga tidak ada yang keluar darinya kecuali yang baik-baik, hatta lam yakhruj minhu illa toyyiban,” paparnya.

Ia kemudian menganalogikan dengan pemimpin umat. Bahwa pemimpin umat di masa sekarang dan di masa depan harus mempunyai dua karateristik ini, pertama mempunyai daya tahan yang kuat dan kedua harus pandai memilih yang terbaik dan memberikan yang terbaik.