Category: TMI

Mengenal Pondok Lebih Dalam; Rangkaian Acara Kuliah Umum Kepondokan (KUK)

TMI – (17/09/2013). “ Tak kenal maka tak sayang”. Sebuah pepatah yang pantas ditanamkan kepada setiap diri para santri akan pentingnya mengenal lembaga tempat mereka berada, khususnya bagi santri baru yang belum genap satu semester berada di pondok. Mengingat akan pentingnya mengenal pondok, berbagai program diberikan kepada para santri agar mereka semakin mengenal pondok ini. Diharapkan dengan mengenal pondok dengan baik, mereka akan lebih mengenal dan lebih cinta kepada pondok.

Salah satu acara yang diadakan bagi para santri/wati yakni Kuliah Umum Kepondokan (KUK). Acara KUK adalah acara yang rutin yang diadakan setiap dua kali dalam setahun. Kali ini, KUK dilaksanakan selama satu minggu, dimulai dari hari Senin, 10 September 2013 s/d 17 September 2013 dengan agenda pembukaan terpisah putra putri. Untuk santri putra dibuka secara resmi oleh wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. Sedangkan pembukaan KUK untuk santri putri oleh wakil Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA.

Selain membuka acara, dalam sambutannya, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani juga menekankan akan pentingnya kepedulian kepada pondok. Beliau menegaskan akan loyalitas santri dan guru terhadap pondok. “Salah satu bentuk loyalitas kita kepada pondok adalah hadir ke tempat acara” ucap beliau.

Dalam acara seminggu ini, serangkaian acara disusun untuk para santri/wati dengan materi disiplin-disiplin pondok dan pengenalan elemen-elemen pondok. Dalam acara ini pula diadakan acara Ta’aruf antara santri/wati dengan pengurus Pondok, mulai dari Pimpinan Pondok, Pengurus Yayasan dan para Mudir beserta staf-stafnya. (L. Sulhan)

 

Silaturrahim dan Launching Buku kumpulan puisi “Turob Fauqa At-Turab” Bapak DR. (HC) H. Taufiq Ismail

Al-Amien II – (Sabtu 7/9/2013), untuk keempat kalinya Bapak DR. (HC) H. Taufiq Ismail berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Beliau didampingi oleh istri dan diikuti oleh beberapa sastrawan lainnya seperti Ust. Jamal D. Rahman, Linda Djalil dan beberapa sastrawan lainnya.

Kedatangan beliau kali ini adalah untuk silaturrahim sekaligus melaunching buku kumpulan puisi karya beliau yang berjudul “Turob Fauqa at-Turab” yakni terjemahan kumpulan 111 puisi dalam antologi “Debu di Atas Debu” Yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Prof. Dr. Nabilah Abdul Fattah Lubis dari Mesir.

Sebelum berkunjung ke Al-Amien Prenduan, beliau menghadiri acara yang sama di Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-guluk Sumenep. Acara dengan tema “Silaturrahim & Malam Baca Puisi” ini diadakan di depan masjid Jami’ Al-Amien Prenduan. Hadir dalam acara tersebut Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Maktum Jauhari, MA yang sekaligus membuka acara, diikuti oleh anggota majelis Kiai, majelis a’wan dan mudir-mudir di kompleks Al-Amien II.

Dalam sambutannya di depan para santri/wati, Bapak DR. H. (HC) Taufiq Ismail menyampaikan bahwa mereka merupakan masa depan yang cerah bagi Indonesia. “Setiap bertemu kalian, saya bertemu dengan masa depan Indonesia yang cerah” sambut beliau. Selain itu, beliau juga berpesan agar menjadi pemimpin umat yang membawa bangsa ke arah ketaqwaan.

Sebelum acara ditutup, Bapak DR. H. (HC) Taufiq Ismail membacakan dua buah puisi beliau, didampingi beberapa orang santri yang membacakan terjemahanya ke dalam bahasa Arab. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan beberapa penampilan dari sastrawan, alumni dan santri antara lain; membaca puisi bahasa Indonesia dan bahasa Arab, musikalisasi puisi, dll. (L. Sulhan)

Diklat Kepemimpinan Kelompok Santri

Diklat KKS

TMI – Jum’at (30/08/13), tampak beberapa santri yang berpakaian putih dengan setelan hitam berlari-lari kecil menuju gedung Auditorium TMI Putra. Santriwati pun demikian, tidak kalah semangat dari santri putra. Mereka harus tepat waktu sampai ke tujuan masing-masing. Mereka tidak sedang olahraga, ataupun sedang dikejar seseorang melainkan akan menghadiri acara Pendidikan Kilat Kepemimpinan Kelompok Santri (KKS).

Ya.. Acara Diklat KKS kembali diadakan di TMI Al-Amien Prenduan, acara yang rutin diadakan setiap dua kali setahun (dua semester). Kali ini, Diklat KKS diikuti oleh beberapa peserta yang terdiri dari beberapa kelompok santri/wati antara lain; kelompok wajib, kelompok minat, kelompok belajar, dapur, olahraga, kesenian dll. Peserta dari santri putra sebanyak 487 orang dan santri putri sebanyak 474 orang.

Diklat KKS dilaksanakan terpisah putra-putri. Diklat di TMI Putra dibuka oleh Direktur TMI Al-Amien Prenduan, K. Drs. Suyono Khatthab di Auditorium TMI Putra. Disaat yang sama Wakil Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien Prenduan, KH. Ghozi Mubarok Idris, MA. membuka acara Diklat Kepemimpinan Kelompok Santri (DKKS) di Geserna TMI Putri.

Dalam acara yang berlangsung selama satu hari ini, ketua-ketua kelompok santri bersama wakilnya diharapkan mendapatkan pendidikan khusus tentang pentingnya pengetahuan di bidang kepemimpinan agar mereka bisa menjadi ketua ataupun pemimpin yang andal dan bisa memimpin anggota-anggotanya sebagaimana mestinya. Terlebih dari itu, pendidikan ini juga diharapkan menjadi bekal dasar para santri agar nantinya mereka siap terjun di tengah-tengah masyarakat kelak. Sebagimana salah satu prinsip pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan “Siap memimpin dan siap dipimpin”. (Sulhan)

Reuni Perdana Alumni 2012 TMI

TMI – Setelah menyelesaikan tugas pengabdian wajib di lembaga-lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, alumni tahun 2012 TMI Al-Amien Prenduan angkatan XXXVII (Putra) XXIII (Putri) mengikuti acara reuni perdana sekaligus pengambilan ijazah TMI di Al-Amien Prenduan.

Reuni dilaksanakan terpisah, reuni alumni putri (Levhicausta) dilaksanakan mulai tanggal  23-25 Mei 2013 dan dibuka langsung oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan di Geserna TMI Putri. Sedangkan acara reuni putra (Alghoriezm) dibuka langsung oleh Pengasuh Ma’had TMI, KH. Moh. Zainullah Rois, Lc, di Aula TMI Putra. Read more →

Tasyakkur Hifdhil Qur’an JQH

wisuda jqhTMI – Sebanyak 136 orang santri dari anggota kelompok Jamiyyatul Qurro Wal Hufadz (JQH) menjalani prosesi wisuda Tasyakkur hifdzil Qur’an, Jum’at (24/05) di Auditorium TMI Putra. Acara ini dibuka oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Maktum djauhari MA.

Dalam sambutannya, Pengasuh Ma’had TMI, KH. Zainullah Rais, Lc, menyampaikan rasa haru dan bangganya terhadap para wisudawan yang telah berusaha mencuri-curi waktu untuk menyempatkan diri menghafal Al-Qur’an. “Saya yakin bapak ibu lebih mengutamakan anak-anak kita ini untuk mengahafal ayat Al-Qur’an dari pada perguruan tinggi,” tegasnya. Read more →

GEMA ISTAMA 2013

gema 2013TMI – ISTAMA TMI Putri kembali adakan GEMA (Gebyar ISTAMA), 03-10/05/2013. GEMA adalah kompetisi bergengsi antar shof dalam berbagai bidang perlombaan; praktek ibadah, bahasa, seni, dsb. Tentu saja, seluruh rangkaian perlombaan harus menggunakan bahasa Arab dan Inggris. GEMA 2013 dibuka secara resmi oleh KH. Zainullah Rois, Lc, Jum’at 03/05/2013.

“Acara ini berperan penting dalam pengembangan bahasa, baik bahasa Arab maupun bahasa Inggris,” jelas Kiai Zainullah dalam bahasa Arab. Karena itu beliau berharap agar para santri mengikuti kegiatan ini dengan semarak dan antusias. Read more →

TMI Menulis

TMI – TMI kembali menggelar acara menulis bertajuk “TMI Menulis”, Senin, (06-13/05/2013). Kegiatan ini diikuti oleh 180 santri putra, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Pengasuh Ma’had TMI, KH. Ghozi Mubarok Idris, MA.

Menurut Kiai Ghozi, menjadi penulis yang handal lebih baik dari pada menjadi pembicara yang handal. “Dengan menulis, tulisan kita akan tetap bisa dikenang meskipun kita sudah meninggal,” jelas beliau.  Beliau juga mengingatkan, bahwa tradisi menulis di TMI sudah berlangsung sejak lama. Beliau berharap, para santri dapat meneruskan tradisi positif tersebut di masa depan.

Amaliyah Tadries Ikhtibariyah (ATI)

ATITMI – Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mencetak Guru-guru Islam sesuai dengan namanya Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyah  (TMI) Al-amien Prenduan, terus mendidik para santri-santriwatinya untuk berproses menjadi guru-guru profesional yang siap mengabdi di tengah masyarakat luas. Salah satu program untuk mencapai arah tujuan ini adalah pelaksanaan program Amaliyah Tadris Ikhtibariyah (Ujian Praktek Mengajar), salah satu program kelas akhir. Tahun ini, ATI diikuti oleh putra 178 orang dan putri 162 orang, ditunjuk sebagai Penanggung Jawabnya: Ust. H.A. Tijani Syadzili, Lc. Program ini resmi dibuka pada hari ini selasa (23/04/2013) secara terpisah, putra di aula TMI Putra dan putri di GESERNA TMI Putri.

Mengikuti ujian praktek mengajar ini merupakan tahap akhir setelah sebelumnya mereka dibekali dasar-dasar ilmu didaktik methodik mulai kelas III di TMI. Sejak kelas V tatkala mereka diangkat menjadi Pengurus Organisasi Santri (ISMI di Putra, ISTAMA di Putri), mereka dipercaya untuk memulai praktek mengajar pada kegiatan kursus siang (KOMDAS B). Tiba saatnya kini mereka diuji dalam program ATI. Karena ujian kata KH. Ghozi Mubarok Idris, MA saat membuka acara ini di putra beliau mengatakan bahwa dengan adanya ujian, manusia bisa dibedakan: ada yang mulia dan ada yang tercela. Read more →

Khidmah Tarbawiyah Santri Kelas Akhir

TMI - Memasuki rubu’ ketiga tahun ajaran, santri kelas akhir TMI Al-Amien Prenduan sudah tidak mengikuti proses pembelajaran kelas pagi, mereka difokuskan untuk menyelesaikan program-program khusus keniha’iean. Salah satu program santri kelas akhir adalah Khidmah Tarbawiyah. (26/04-04/05/2013) Khidmah Tarbawiyah adalah program di mana santri ditugaskan untuk melaksanakan praktek pengabdian di sebuah pesantren selama beberapa hari.

Program ini, menurut Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Maktum Jauhari, MA adalah sarana bagi santri-santri TMI untuk mengamalkan ilmunya. “… tidak hanya pandai berteori, tapi benar-benar dapat mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari, saksikan dan yang sudah mereka amalkan di pondok ini,” ujar Kiai Maktum dalam Silaturrahim dan Konsolidasi Pimpinan Lembaga Lokasi Khidmah Tarbawiyah di Aula TMI Putra (25/03/2013).

Lebih dari itu, menurut Kiai Maktum, kegiatan ini merupakan bentuk silaturrahim dan kerjasama antar pesantren. “Wa ta’awanu ‘ala al-birri wa at-taqwa wala ta’awanu ‘ala al-itsmi wal al-‘udwani Mudah-mudahan tidak hanya berhenti di Khidmah Tarbawiyah ini, namun berkelanjutan dalam berbagai bidang,” harap beliau.

Kepada peserta Khidmah Tarbawiyah, Kiai Maktum berpesan, bahwa selain untuk belajar, mereka juga duta-duta pondok yang sedang mengemban tugas dakwah, menjadi penghubung silaturrahim antar pesantren, dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada pesantren tempat Khidmah Tarbawiyah.

Senada dengan Kiai Maktum, Wakil Pengasuh Ma’had TMI, KH. Ghozi Mubarok, MA menegaskan. “Kalian akan menjadi pelayan, tapi bukanlah sembarang pelayan. Melainkan pelayan untuk tujuan yang suci, dan pelayan bagi pencari ilmu, demikianlah kalian nanti selama masa khidmah tarbawiyah,” ujar Kiai Ghozi.

Sebelum pelaksanaan khidmah santri kelas akhir mengikuti pembekalan selama 2 hari. Peserta khidmah hanya diperbolehkan untuk membantu dalam urusan administrasi dan manajemen  pendidikan di lembaga yang dimaksud, tidak diperkenankan untuk mengurusi kegiatan-kegiatan di luar pesantren. Karena itu, para peserta ditekankan untuk memahami materi-materi tentang pengelolaan sekolah/pesantren, organisasi sekolah (OSIS), metodologi pengajaran, kegiatan ekstrakurikuler dsb.

Khidmah tarbawiyah dilaksanakan selama 10 hari. Santri putra dibagi menjadi 16 kelompok, dan menempati 16 pondok pesantren di kabupaten Bangkalan. Sedangkan santri putri dibagi menjadi 15 kelompok untuk ditempatkan di 15 pondok pesantren di kabupaten Sumenep. Ma’an Najah.

Penutupan Dauroh ‘Arobiyah Santri Kelas VI

TMI – Program Dauroh Arobiyah santri kelas VI putra putri resmi ditutup. Penutupan dauroh dilaksanakan secara terpisah. Penutupan Dauroh putra dilaksanakan rabu malam (20/03/2013), sedangkan untuk putri dilaksanakan kamis malam (21/03/2013).

Setelah menjalani program dauroh selama satu bulan di Al-Amien III, akhirnya santri kelas VI kembali ke Al-Amien II. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya tasyakuran sekaligus penutupan yang diadakan di Al-Amien III.

Hadir dalam acara tersebut beberapa anggota majelis kiai, para mudir, asatidz dan masyarakat yang ikut menyaksikan jalannya acara. Pentingnya program ini dilaksanakan agar santri bisa membaca kitab kuning dengan lancar  serta mengerti isinya. “Mengapa kita diwajibkan untuk mempelajari kitab kuning? Adalah karena kitab kuning media kita untuk mempelajari Al-Qur’an dan Hadis, yang mana dua hal inilah yang telah diwasiatkan oleh Rasulullah. Apabila kita berpegang teguh pada keduanya, kita tiada akan pernah tersesat. Di dalam kitab kuninglah kita menemukan penjelasan Al-Qur’an dan Hadis,” Ungkap KH. Fauzi Rosul, Lc dalam sambutannya.

Sedangkan di putri, penutupan dauroh arobiyah dihadiri langsung oleh pimpinan dan pengasuh pondok pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Maktum Jauhari, MA, diikuti oleh beberapa anggota Majelis Kiai, para mudir, dan asatidzah.

Sebagai bentuk rasa syukur, acara ini juga dimeriahkan dengan beberapa penampilan santri salah satunya Demontrasi Baca Kitab Kuning Enam Bahasa yaitu Bahasa Arab, Inggris, Indonesia, Madura, Jawa dan Bangka. (shofi)