Category: TMI

KOPASS ALPEND Juara Idol Camp

kopassTMI- Bendera KOPASS ALPEND (Komando Pasukan Khusus AL-AMIEN PRENDUAN) kembali berkibar  dalam ajang LKP (Lomba Keagamaan Pramuka) di UNISMA MALANG. Setelah sebelumnya meraih kemenangan di tingkat provinsi, yaitu sebagai juara umum tingkat SMA dan pondok pesantren yang diadakan di IAIN Jember beberapa bulan lalu.

“Untuk panen tahun ini, KOPASS mendapat gelar sebagai juara IDOL CAMP, yaitu juara yang dijatuhkan panitia kepada sangga JOKOTOLE, disusul dengan kejuaraan dari cabang lomba lainnya yaitu Juara II Cerdas Cermat, Juara II Nasyid Islami, Juara III Mading 3D, Juara II Mading 3D, juga juara II lomba MSQ.” tutur Kak. Ach. Zainur Rozikien, selaku pembina dari perlombaan kali ini.

Kemenangan kali ini menjadi motivasi tersendiri bagi peserta dan seluruh pendidik di pondok ini, bahwa dengan persiapan yang menurut peserta dan pembina lomba ini hanya ala kadarnya dan mepet, sudah mendapat prestasi yang sangat membanggakan. Apalagi dengan persiapan yang lebih matang, tentu prestasi yang akan diraih akan lebih dahsyat lagi.

PORSENI Sebagai Investasi Kemajuan Bangsa

porseni 1TMI- Pagelaran Pekan Olahraga Dan Seni (PORSENI) yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh seluruh santri TMI telah dibuka (4/8). Kegiatan ini akan berlangsung selama 8 hari, dari tanggal 4 hingga tanggal 11 Agustus. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatanPORSENI kali ini dibuka pada malam hari. Karena itulah pembukaannya lebih terkesan meriah dan lebih hikmat. Penampilan Marching Band Nusantara dan Teater Hilal Al-Amien ikut menggetarkan suasana pembukaan ini. Seluruh cabang olah raga yang ada di Pondok Pesantren Al-Amien juga diperlombakan,

Dalam upacara pembukaan KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I, menyampaikan bahwa dengan moment PORSENI ini diharapkan agar seluruh kemampuan yang dimiliki oleh santri dapat berkembang dengan pesat, sehingga berguna bagi dirinya dan masyarakat serta dapat memberikan investasi besar bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

Harapan beliau juga, agar setiap pertandingan dan perlombaan dikondisikan seefektif mungkin agar tidak terjadi perselisihan, yang dapat mengundang konflik antar satu tim dengan tim lainnya. Sehingga, segala bentuk perlombaan dapat berjalan dengan santai, sportif, dan husnul khotimah.

Perpanjangan SK Mu’adalah TMI AL-AMIEN PRENDUAN

muadalah TMITMI- Melalui SK (Surat Keputusan) Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2017, yang dikeluarkan Kementrian agama, perihal penetapan perpanjangan status kesetaraan satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren yang memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan, Tarbiyatul Mu’allimien al-Islamiyah (TMI), sebagai salah satu pondok Pesantren muadalah, telah menerima status perpanjangan muadalahnya.

Perpanjangan status permuadalahan ini dilaksanakan secara resmi pada hari Rabu 02 Agustus 2017 di kantor kementrian agama, yang diikuti oleh seluruh pondok pesantren muadalah. Perpanjangan SK Muadalah ini dilaksanakan setiap empat tahun sekali, berubah dari yang semula dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

Acara ini dihadiri oleh Ust. Ainurrahman Abbasi, S.Th.I sebagai delegasi yang mengurus perpanjangan SK Muadalah TMI menyampaikan bahwa tujuan perpanjangan SK muadalah ini adalah untuk memberikan penetapan kepastian hukum. “tujuannya memberikan penetapan kepastian hukum terhadap pesantren muadalah, agar semakin kokoh status hukumnya” ujarnya. Selaras dengan ini, status pesantren muadalah juga ditetapkan lewat Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren.

 

PERKAJUM Ingin Mencetak Pemuda Yang Mujahid

perkajumTMI- Di TMI AL-AMIEN PRENDUAN dilaksanakan kegiatan PERKAJUM (perkemahan Kamis Jum’at) yang diikuti oleh utusan dari semua pangkalan. Acara ini dilaksanakan selama dua hari, dimulai kamis (3/8) sampai hari jum’at (4/8) lalu, yang kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang. Regu yang keluar sebagai juara pada event ini ialah Regu Macan Tutul sebagai Juara I, Sangga Karmapala Sebagai Juara II, dan Regu Serigala sebagai Juara III. Acara ini dibuka secara resmi pada jam 13.30 WIB di lapangan depan pondok oleh Dr. KH. Achmad Fauzi Tidjani, MA. Selaku Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien prenduan.

Harapan beliau, tujuan diadakannya PERKAJUM ini, agar seluruh santri khususnya para santri baru lebih mencintai pramuka dan dapat mengimplementasikan nilai-nilai jihad yang ada di dalamnya dalam kehidupan mereka sehari-hari di pondok.

Acara yang dibuka pada siang hari, meskipun di bawah terik matahari yang menyengat ini tetap berlangsung dengan sangat lancar. Para undangan yang terdiri dari para mudir dan asatidz datang tepat waktu. Tampak wajah para tamu undangan berseri-seri saat menyaksikan mental peserta perkajum ini. “Acara yang benar-benar menantang!,”Ungkap salah satu andika dari peserta PERKAJUM.

Kehadiran para mudir juga turut mengundang semangat para peserta untuk selalu antusias dan kompetitif dalam mengikuti serangkaian acara yang sudah panitia pilah dan sediakan sebelum acara itu sendiri diadakan. Tambah tergenjot kembali semangat kompetitif peserta, ketika Pimpinan dan Pengasuh Ma’had katakan dengan tegas dalam orasinya saat pembukaan acara tersebut; “Anak-anakku, Pramuka adalah Praja Muda Karana. Pemuda adalah miniatur sebuah bangsa. Maka jadilah pemuda yang mujahid, agar tampak bahwasannya miniatur bangsa kedepan adalah ini! Tunjukkan, miniaturnya oleh antum sendiri, oleh ijtihad ijtihad antum dalam melaksanakan segala tugas kepramukaan.

Workshop Keguruan; Upaya Mempersiapkan Guru yang Siap Pakai

TMI-Dauroh Tarbawiyah Ijtimaiyah (Workshop Keguruan) merupakan sebuah kegiatan urgen dan lazim dilakukan di Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN, di mana para alumni yang baru lulus wajib mengikuti kegiatan ini sebelum dilepas secara resmi ke tengah-tengah masyarakat sebagai utusan Pondok. Kegiatan ini juga merupakan sebuah tradisi pondok dari tahun ke tahun yang sampai saat ini terus WhatsApp Image 2017-07-04 at 17.36.08dipertahankan.

Maka pada hari Senin (3/7) TMI AL-AMIEN PRENDUAN mengadakan kegiatan ini. Acara yang dibuka oleh Mudir ‘am TMI KH. Ach. Tijani Syadzili, Lc untuk Putra dan KH. Moh. Zainullah Rois, Lc untuk TMI Putri ini iikuti oleh 201 alumni TMI Putra dan 225 alumni TMI Putri. Kegiatan yang ditangani langsung oleh Lajnah Nihaiyah dan Biro Alumni ini menyusun materi-materi yang memang dibutuhkan oleh para alumni, antara lain 1.Implementasi Konsep Berkembang Berjasa Mandiri (BBM) di tempat pengabdian 2. Fungsi Guru di Lembaga pendidikan 3.Fungsi Guru di Tengah-tengah Masyarakat.

Selain itu, dalam rentetan acara ini diumumkan tempat-tempat pengabdian oleh Biro Alumni yang saat ini di ketuai oleh ust H. Harun Ar-rosyid, kemudian dilanjutkan dengan acara pengokohan dan diakhiri dengan pelepasan oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN bersama seluruh majlis kyai, guru-guru dan para utusan dari lembaga-lembaga pengabdian.

Membekali Santri Kelas Akhir dengan Workshop Nihaie

w2w3TMI-Pada hari Sabtu (1/7) diadakan acara pembukaan Workshop Nihaie. Acara ini merupakan awal dari rentetan program kenihaiyan yang akan dilaksanakan setahun penuh oleh santri-santri kels 6. Acara yang selalu dilaksanakan terpisah ini, di putri dibuka oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN KH. Dr. Ghozi Mubarak Idris, MA sementara di putra dibuka oleh Pengasuh TMI KH. Moh. Zainullah Rois, Lc.

Acara yang dikomandani oleh PO Nihaie ust Ni’am S.Pd.I ini dilaksanakan selama 2 hari lamanya, yang inti kegiatannya adalah memperkenalkan seluruh program kenihaiyan yang meliputi tujuh kompetensi, antara lain 1. Kompetensi diri 2. Kompetensi Sosial 3. Kompetensi Intelektual 4. Kompetensi Kejuruan 5. Kompetensi Kepemimpinan 6. Kompetensi Pendidikan dan 7. Kompetensi Kebahasaan.

Lebih dari itu, dengan acara workshop ini diharapkan nantinya mereka bisa menyerap, memahami, menghayati dan menggali nilai-nilai positif dari program-program ini. Selain memperkenalkan program, acara ini juga memperkenalkan para pembimbing mereka (musyrif/ah). Pertemuan dengan musyrif/ah ini berlangsung perkelompok, yang masing-masing berjumlah 10 sampai 13 orang. Para Musyrif terdiri dari guru-guru berpengalaman yang sudah siap mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk membimbing mereka, hingga mereka sampai ke garis finis, menjadi alumni TMI yang berkwalitas.

Indahnya Romadhan IN CAMPUS

453

TMI-Di antara sunnah dan tradisi yang berjalan di ma’had TMI (Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah) adalah mewajibkan santri putra-putrinya untuk bermukim di dalam pondok. Mereka terdiri dari santri kelas III Intensif, kelas IV dan kelas V. Acara mukim ini ternyata bukan hanya sekedar menjalankan rutinitas sunnah pondok belaka, tapi ada kegiatan pendalaman kerohanian dan keilmuan yang lebih intens dari biasanya.

Untuk kelas III Intensif dan kelas IV, selain pengawasan ibadah shalat jama’ah, qiyamullail dan disiplin harian yang lebih ketat dari sebelumnya, ada kegiatan tambahan untuk mereka yaitu kewajiban mengikuti Dauroh Arobiyyah dan Qur’aniyah, yang pada tahun ini di komandani oleh ust H. Lukman Hakim, Lc dan ust H. Fahmi Fattah S.Sos.I, dibantu oleh personel markazul lughah dan Jam’iyatu al-Qurra’ wa al-Huffadz. Kegiatan ini diisi dengan pendalaman dan praktek ilmu-ilmu nahwu dan sharraf serta ilmu tajwid dan qiroah. Menurut ust Rowi sebagai Wali Shof mereka mengatakan bahwa, para santri sangat antusias sekali dalam mengikuti kegiatan ini, karena sistem pengajarannya yang lebih aplikatif dan praktis. Di samping itu juga seperti yang ditegaskan oleh pengasuh TMI KH. Moh. Zainullah Rois Lc pada acara pembukaan bahwa keaktifan berikut kemampuan berbahasa dan membaca al-Qur’an yang baik adalah merupakan prasyarat kelulusan mereka ke kelas yang lebih tinggi.

Begitu juga harapan Pengasuh kepada santri-santri kelas V. Keaktifan dalam kegiatan-kegiatan ibadah di bulan Romadhan ini dan penuntasan SKIN (Syarat Kecakapan Ilmu Nahwu dan Sharraf) merupakan syarat mutlak untuk duduk di bangku kelas VI. Di samping kecakapan berbahasa, mereka juga dituntut untuk menghafal surat-surat pilihan, memimpin tahlil dan tarawih serta do’anya, melantunkan diba’, menghafal teks khutbah pertama dan kedua dalam Khutbah Jum’at. Untuk aplikasinya, mereka disebar ke mushalla-mushalla sekitar pondok untuk praktek menjadi bilal dan asisten Imam dalam pelaksanaan shalat isya’ dan tarawih. Dan ada satu tradisi baik yang dilakukan oleh santri kelas V pada romadhan tahun ini, yaitu kegiatan bakti sosial yang berupa pembagian zakat fitrah dan mal kepada para pekerja di lingkungan Pondok. Aktifitas ini merupakan kebiasaan baru di pondok kita dan perlu dipertahankan agar santri-santri kita biasa berbagi, begitu menurut ust Samhadi S.Pd.I yang menjadi wali shof kelas V tahun ini.

Di samping kegiatan yang bernuansa ibadah dan keilmuan tadi, aplikasi dari teori-teori  kepemimpinan dan menejemen yang telah mereka pelajari juga tidak ditinggalkan. Maka dibawah komando Mudir Ma’had dan Ketua MPO, seperti tahun-tahun sebelumnya mereka mengadakan acara MUSTETA (Musyawarah tengah Tahunan) untuk mengevaluasi  LPJ pada masa bakti setengah tahun pertama. Di samping itu juga ada perubahan di personalia kepengurusan baik di tingkat DPP maupun DPS. Hal ini dimaksudkan sebagai penyegaran agar kepengurusan yang akan datang menjadi lebih baik.

Semua kegiatan ini kemudian diakhiri dengan acara khatmul qur’an dan selamatan kelulusan bersama Majlis kyai, para Mudir, wali kelas dan seluruh guru-guru pembimbing sebagai rasa syukur ke hadirat Allah SWT.

TMI Kuasai Gelar Juara dalam Mahrojan al-Fanni al-Aroby STAIN Pamekasan

18342116_10213549993169223_6713486607136448915_nTMI_Prestasi yang diraih Santri TMI Al-Amien Prenduan dalam Mahrojan al-Fanni al-Aroby STAIN Pamekasan
A. Debat Bahasa Arab
- Juara I: Alfian Darmawan (VI DIA A, Bogor), Moh. Ibnul Mubarok (VI DIA C, Bondowoso), dan Moh. Farisandi (VI DIA A, Banyuates)
- Juara II: Muruatul Madaliyah (VI DIA A, Arosbaya), Sofa (VI DIA A, Banyuates), dan Siti Maimuna (VI DIA A, Sumenep)
- Juara III: Moh. Rofiqi (VI DIA A, Bondowoso), Andi Dwi F. (VI DIA A, Lumajang), dan Husnul Haitami (VI DIA A, Bondowoso)
B. Pidato Bahasa Arab
- Juara I: Fahrur Rozi (VI DIA A, Bluto)18301420_10213549996129297_1550087787990967787_n
- Juara II: Winnuriyah (VI DIA A, Lenteng)
C. Olimpiade Bahasa Arab
- Juara I: Habibul Ghofur (VI DIA A, Tuban)
D. Ghina’ Arab
- Juara I: Abdus Shomad (VI DIA A, Kokop)
E. Kaligrafi
- Juara II: Farid Wajdi (VI DIA B, Galis Pamekasan)

TMI Mencetak Muhafizd Unggul Lewat JQH

JQHAcara Tasyakur JQH dilaksanakan tadi malam, (14/4/2017), di Auditorium putra. Pada acara tersebut dihadiri oleh seluruh struktur pondok pesantren baik dari Majelis kyai, santri, masyarakat, dan wali santri peserta tasyakkur  dari berbagai daerah. Pada tasyakur JQH kali ini memiliki kesan yang berbeda dari acara tasyakkur sebelumnya. Pasalnya, pada tasyakkur kali ini, JQH Memiliki Alfian Dharmawan, kelas VI DIA A sebagai salah satu peserta kamil al-Qur’an (sebutan bagi hafidz 30 juz) dari golongan santri setelah lima tahun berlalu. Dan ini adalah rekor kedua setelah santri yang sudah menjadi alumni tahun 2011 silam. “kini kita memiliki seorang yang telah menghatamkan hafalan Al-Qur`annya setelah lima tahun berlalu” Ujar Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA dalam pidatonya pada acara Tasyakkur JQH.

Hal ini adalah sebuah prestasi bagi JQH pada tahun ini, dengan prestasi ini JQH diharapkan tetap terus mencetak para hafidz berkualitas untuk masa depan. Dengan didukung semangat antusias 140 peserta tasyakkur acara dapat berlangsung secara khidmah. KH. Zainullah Rois dalam sambutannya memberikan tausiyah kepada para peserta Tasyakkur dan seluruh santri yang hadir tentang keutamaan membaca Al-Qur’an, beliau mengatakan “Alif Lam Mim bukanlah satu huruf, tapi Alif itu huruf, Lam itu huruf dan Mim itu huruf. Dan pada setiap huruf ada sepuluh pahala”. Selain itu juga para panitia memberikan apresiasi bagi para penghafal terbaik contohnya Dino santri kelas I Reg menjadi hafidz terbaik pada kategori juz ‘amma. Abd. Wahid santri kelas III Int asal Bangkalan terbaik dalam kategori 5 juz. M Nasir santri III Reg menjadi terbaik dalam kategori 10 juz, Nurul Huda santri V M-IPA terbaik dalam kategori 15 juz.

Cetak Kader Budayawan Lewat TMI Menulis

TMI MenulisAntusiasme para santri Al-Amien Prenduan, selama 8 hari dalam acara TMI Menulis sangat dirasakan, maka tak heran bila acara yang dibuka pada tanggal (22/3) tersebut dapat mengundang budayawan-budayawan yang cukup terkenal di kalangan masyarakat madura, yang di antaranya adalahnya D. Zawawi Imron dan Syaf Anton Wr.
Dalam Dialog Kepenulisan dengan D. Zawawi Imron, beliau menjelaskan bahwa budaya menulis sudah mendarah daging dalam kultur pesantren. Selain itu beliau juga menyampaikan nasehat agar dalam menulis para santri tidak kehilangahan jati dirinya“Santri harus memilih karakter puisi yang sesuai dengan jati dirinya, yang meningkatkan ketakwaan dan menyampaikan kebaikan.”
Syaf Anton Wr. sangat mendukung adanya kegiatan ini (TMI Menulis). Dikarenakan kebanyakan kalangan anak muda zaman sekarang mulai jarang aktif dalam kepenulisan, melainkan terhipnotis akan barang elektronik. Maka dari itu dengan adanya acara tersebut diharapkan para kalangan remaja terkhususnya santri dapat menjadi seseorang yang berpikir luas, sering menyampaikan aspirasi lewat tulisan dan menjadi generasi penerus budayawan-budayawan Indonesia.
Dan yang beda dari sebelumnya, kali ini TMI Menulis meluncurkan kelompok baru yang akan mewarnai jagat kepenulisan di bumi Djauhari, yakni kelompok prosa dan kelompok berita (red: Al-Amien Pos). Peresmian kelompok tersebut dilaksakan bersamaan dengan malam literasi dan penutupan TMI Menulis (29/3).