Category: TMI

Tarbiyah Iqtishadiyah dan Daurah Arobiyah Wal Fiqhiyyah, Bekal Santri Kelas Akhir TMI Terjun Ke Masyarakat

wirasawtaTMI- Tarbiyah Iqtishadiyah atau yang lebih dikenal dengan Pendidikan Kewiraswastaan di dauroh2TMI Al-Amien Prenduan merupakan program tahunan santri kelas akhir.

Acara ini diawali dengan pembekalan secara teoritis dari para pengusaha-pengusaha sukses yang salah satunya adalah Bapak H. A Nurawi Ketua Yayasan Cheng Hoo Indonesia. Selanjutnya melihat langsung ke kelapangan bagaimana usaha-usaha tersebut dijalankan. Acara ini berlangsung mulai tanggal 6 – 7 Februari 2018.

Beberapa hari setelah itu, akan dilaksanakan Daurah Arobiyah dan Fiqhiyah. Materi-materi yang diajarkan sangat aplikatif. Dalam Dauroh Fiqhiyyah diajarkan tentang cara merawat, memandikan, mewudhu’kan, mengkafani dan menguburkan jenazah. Juga tentang shalat safar, jama’ dan cara berwudhu’ yang benar.

Sedangkan Dauroh Arobiyah diisi dengan pembelajaran Bahasa Arab dari ringkasan Jadawilu an-Nahwi serta praktek I’rob dan Sharraf.

Acara ini akan berlangsung secara intensif selama 8 hari mulai hari Ahad (11/2) sampai hari senin (19/2) mendatang.

Menurut pengasuh TMI Al-Amien Prenduan KH. Moh. Zainullah Rois, Lc, dalam rapat konsolidasi bersama para musyrif nihaie mengatakan bahwa program-program tersebut merupakan keunggulan TMI, karena di dalamnya diajarkan tentang skill-skill yang akan banyak mereka temukan di tengah-tengah masyarakat.

FKN INGIN MENCETAK ALUMNI YANG MUTAFAQQIH FIDDIEN

TMI- Ada begitu banyak kelompok minat di lembaga TMI Al-Amien. Salah satunya adalah Kelompok FKN (Forum Kajian Tafaqquh Fiddin). Kelompok yang mengadakan kajian rutin pada setiap hari Ahad dan Kamis sore ini mempunyai anggota yang cukup banyak jumlahnya. Untuk di putri sekarang sudah mencapai 70 orang, sedangkan di putra hanya sekitar 15 orang.

Misi utama kelompok ini adalah ingin mencetak sosok alumni yang mutafaqqih fiddien. Karena itu kelompok ini melatih para anggotanya untuk selalu aktif dalam kajian-kajian keagamaan. Yang membedakan kelompok ini dengan kelompok lainnya adalah jika pada umumnya nara sumbernya berasal dari kawan-kawan mereka sendiri, maka pada kelompok ini pengajarnya terdiri dari para asatidz dan ustadzah, para kyai serta nyai. Hal ini dilakukan agar para anggotanya mendapat pengetahuan langsung dari orang-orang yang lebih berpengalaman.

Untuk lebih memantapkan niat serta meningkatkan semangat dalam kajian, penanggung jawab kelompok ini membuat aturan ketat bagi para anggotanya. Yaitu bagi siapa yang tidak hadir tanpa kabar selama tiga kali pertemuan berturut-turut, akan langsung di keluarkan dari kelompok ini. “Kita disini belajar bersama, jadi agar tidak ada yang main-main dan semua memantapkan niat untuk memperdalam agama khususnya ilmu Fiqih, terpaksa saya buat peraturan sedemikian rupa.” Tegas Anisah Khoifah Fudo, penanggung jawab FKN TMI putri Al-Amien. [Ah/Afm]

Suara Ujung Telepon Cukup Meredam Rindu

TMI– Kejarlah ilmu sampai ke Indonesia. Begitu yang dijalani Che Mohammad Ilham Daleng. Santri dari Thailand itu kini mengenyam pendidikan di Ponpes Al-Amien Prenduan.

Sekilas tidak ada yang berbeda dari Che Mohammad Ilham Daleng. Santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan kelas 1-F itu tidak berbeda dari teman sebayanya. Bahkan koran ini sempat tidak percaya kalau remsantri Thailandaja 13 tahun itu berasal dari Thailand.

Dari segi berpakaian semua sama seperti anak Indonesia pada umumnya. Dengan mengenakan baju putih dan celana hitam yang sedikit kebesaran, dia mendatangi Jawa Pos Radar Madura yang sudah menunggu.

Ilham, begitu dia biasa dipanggil, adalah salah seorang santri Ponpes Al-Amien Prenduan yang berasal dari luar negeri. Empat bulan sudah Ilham menimba ilmu jauh dari orang tua dan saudaranya. Dia berperawakan kurus, kulitnya sawo matang.

Ilham cenderung pendiam. Saat itu masih dalam jam pelajaran ditemui setelah mendapat izin dari pengurus pondok. Ilham tidak sendiri saat itu. Dia ditemani Ustad Fadil. Kami duduk di atas tikar depan sebuah ruangan tempat guru berkumpul. Matahari belum terlalu tinggi saat itu. Sinarnya masih tertutup sebagian pepohonan.

Cerita tentang Ilham dimulai dari awal mula dia masuk Al-Amien Prenduan. Orang tua Ilham, Che Mohammad Nasir Daleng dan Nurwati Sanji, adalah pedagang baju. Mereka memiliki kenalan yang pernah belajar di Indonesia. Kemudian, teman tersebut mengusulkan agar Ilham mendalami ilmu agama di Al-Amien Prenduan.

Orang tuanya setuju. Lalu diberangkatkanlah anak pertama lima bersaudara itu untuk menuntut ilmu ke Indonesia. Di tempat asalnya, Ilham hidup di lingkungan mayoritas beragama Budha. Meski begitu, mereka menjunjung tinggi pluralisme.

Dia belum menguasai bahasa Indoensia dengan baik. Untuk berkomunikasi, koran ini butuh bantuan Ustad Fadil. Sehari-hari, Ilham berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan Melayu. ”Kalau bahasa Melayu saya bisa. Tapi bahasa Indonesia masih sedikit-sedikit,” katanya dalam bahasa Indonesia terbata-bata.

Bagi setiap perantau, kerinduan pada kampung halaman sudah pasti ada. Tak terkecuali bagi Ilham. Namun, niat Ilham untuk belajar lebih besar daripada rindunya. Selain itu, dia memiliki banyak orang yang peduli padanya.

Setiap kerinduan datang, dia meminta tolong kepada saorang ustad untuk menelepon orang tuanya. Dengan berbicara melalui panggilan telepon, kerinduan kepada rumah sedikit terobati. ”Kalau kangen, saya telepoon ayah. Tapi tidak boleh terlalu sering,” katanya.

Menurut Ilham, menjadi santri adalah hal yang menyenangkan. Banyak hal yang dia dapat. Termasuk teman dan keluarga baru di Al-Amien Prenduan. Meski berbeda bahasa, Ilham mengaku tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan teman. Bahkan, dia bisa berteman tanpa harus berkomunikasi dengan bahasa lisan. ”Karena tidak tahu bahasa, dulu hanya tunjuk-tunjuk,” kata dia.

Sampai kemarin, Ilham bukanlah orang yang serakah. Cita-citanya pun sederhana. Dia hanya ingin melanjutkan pekerjaan orang tuanya sebagai penjual baju. Di matanya, penjual baju adalah pekerjaan mulia.

Dia juga suka menjadi penjual baju karena berarti dia punya banyak baju baru. ”Pengen jual baju dengan ayah. Jadi punya banyak baju,” ungkapnya. Ilham menyukai semua jenis masakan Indonesia yang pernah dia makan. ”Saya suka satai,” katanya.

Dimuat di Radar Madura, Senin, 23 Oct 2017 06:30 | editor : Abdul Basri

The Marvelous Tere Liye

TMI- GESERNA (06/10)TERE LEYE 1 Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah Putri Al-amien Prenduan Sumenep Madura telah melaksanakan event besar. Kali ini, dibawah naungan organisasi ISTAMA (Ikatan Santriwati Tarbiyatul Mu’allimat Al-Islamiyah) bagian BAPUSBIT mengundang penulis novel best seller Indonesia yang amat sangat terkenal namun misterius dan less identitas yang bernama pena “TERE LIYE” dalam acara seminar inspiratif dengan tema “Aku Mengenal Tuhan Karena Menulis”.

Acara yang diikuti oleh lebih dari seribu peserta putri tersebut mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari Pengasuh Ma’had TMI, KH. Zainullah Rois, Lc. Pasalnya menurut beliau, bukan hanya mendidik, novel-novel karya Tere Liye juga dapat memotivasi para santriwati dalam menghadapi kehidupan.

Di awal permulaan acara, seluruh peserta seminar dikagetkan dengan penulis yang datang dan masuk seorang diri dan hanya di dampingi oleh TERE LEYE 3seseorang pihak pondok dengan sederhana menggunakan baju kaos hitam dan celana jeans yang klop dengan sandal jepit berwarna coklat sehari-hari. Sangat sederhana dan begitu santai. Bagi beliau, penulis itu dikenal karena tulisannya bukan orangnya.

Pembawaan Narasumber yang begitu santai dengan kalimat-kalimat tidak terduga yang keluar dari mulut beliau, membuat santriwati dan seluruh peserta seminar takjub dan terpesona. Dengan lihai, Sang Darwis Tere Liye mampu membawa suasana menjadi begitu hangat dan menyenangkan.

Selain itu, Penulis novel “Tentang Kamu” tersebut juga memaparkan beberapa tips dalam menulis. Selain menemukan motivasi terbaik, menurut Beliau tips dalam menulis juga harus dilandasi dengan niat tulus ikhlas dan disertai dengan latihan terus menerus.

Acara ini mendapat apresiasi positif dari seluruh penduduk pesantren. Seluruh jajaran panitia serta para mudirun TMI sangat lega dan senang akan terlaksananya seminar inspiratif tersebut dengan sukses setelah melewati berbagai macam rintangan internal maupun eksternal.

“Kami berharap dengan diadakannya seminar ini, bisa menjadi pengalaman berharga bagi kehidupan kita serta memotivasi para santriwati dalam menulis” tutur salah seorang penanggungjawab acara seminar inspiratif dengan begitu bangga.

 

 

JALAN PINTAS MENUJU EROPA !?

lughah putriTMI- (21/08), antusiasisme para santriwati terlihat saat acara seminar dadakan yang diadakan kemarin malam. DACH (red, Edu Changes) benar – benar berhasil memikat santriwati Al – Amien untuk kuliah di luar negri dengan jalur beasiswa. Faktor yang paling menggiurkan ialah, gaji yang akan mereka dapatkan terbilang besar jika kuliah di luar negri. Selain itu, terjaminnya biaya pendidikan dan asuransi kehidupan juga mempengaruhi minat mereka. Namun, mudahnya beasiswa yang ditawarkan berbanding terbalik dengan kuota yang disediakan oleh pihak Edu Changes.

Program ini juga hanya diadakan setiap 4 tahun sekali, hal ini menambah kesulitan bagi para calon penerima beasiswa. Selain itu, banyaknya kendala yang pasti akan mereka hadapi seperti, penduduk yang minoritas islam dan kriminalitas yang tinggi membuat peminat berfikir dua kali untuk mengejar beasiswa tersebut. Padahal, Edu Changes menawarkan berbagai kemudahan. Diantaranya, mudahnya tes penyeleksian bagi para peserta. Seperti yang diungkapkan oleh pihak konsultan Edu Changes yang akrab disapa Mba Putri “ Saya ga butuh orang pinter, saya butuh orang tangguh yang bisa bangkit ketika jatuh. Karna orang pinter itu songong dan susah diatur “.

Namun banyak hal yang mengganjal, seperti biaya pendaftaran yang terbilang sangat murah (200.000) untuk beasiswa penuh S1, S2, dan S3, yang bisa dipilih di tiga Negara yaitu Jerman, Austria dan Swiss. Nah, tanda tanyanya adalah benarkah kita bisa memilih Uiversitas mana saja yang diminati di tiga negara itu?, seperti yang dikatakan Mbak Putri-Pembicara seminar. Yang lebih menggiurkan lagi yaitu, tidak adanya tes Akedemik termasuk nilai raport dan tidak perlu sertifikat TEOFL. “kita hanya pakai tes motivasi, wawancara dan tes kecepatan tanggap bahasa. Dan ” jelas mbak Putri. Namun disini tidak ada kejelasan sumber yang membiayai beasiswa ini . Anda tertarik ?

KOPASS ALPEND Juara Idol Camp

kopassTMI- Bendera KOPASS ALPEND (Komando Pasukan Khusus AL-AMIEN PRENDUAN) kembali berkibar  dalam ajang LKP (Lomba Keagamaan Pramuka) di UNISMA MALANG. Setelah sebelumnya meraih kemenangan di tingkat provinsi, yaitu sebagai juara umum tingkat SMA dan pondok pesantren yang diadakan di IAIN Jember beberapa bulan lalu.

“Untuk panen tahun ini, KOPASS mendapat gelar sebagai juara IDOL CAMP, yaitu juara yang dijatuhkan panitia kepada sangga JOKOTOLE, disusul dengan kejuaraan dari cabang lomba lainnya yaitu Juara II Cerdas Cermat, Juara II Nasyid Islami, Juara III Mading 3D, Juara II Mading 3D, juga juara II lomba MSQ.” tutur Kak. Ach. Zainur Rozikien, selaku pembina dari perlombaan kali ini.

Kemenangan kali ini menjadi motivasi tersendiri bagi peserta dan seluruh pendidik di pondok ini, bahwa dengan persiapan yang menurut peserta dan pembina lomba ini hanya ala kadarnya dan mepet, sudah mendapat prestasi yang sangat membanggakan. Apalagi dengan persiapan yang lebih matang, tentu prestasi yang akan diraih akan lebih dahsyat lagi.

PORSENI Sebagai Investasi Kemajuan Bangsa

porseni 1TMI- Pagelaran Pekan Olahraga Dan Seni (PORSENI) yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh seluruh santri TMI telah dibuka (4/8). Kegiatan ini akan berlangsung selama 8 hari, dari tanggal 4 hingga tanggal 11 Agustus. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatanPORSENI kali ini dibuka pada malam hari. Karena itulah pembukaannya lebih terkesan meriah dan lebih hikmat. Penampilan Marching Band Nusantara dan Teater Hilal Al-Amien ikut menggetarkan suasana pembukaan ini. Seluruh cabang olah raga yang ada di Pondok Pesantren Al-Amien juga diperlombakan,

Dalam upacara pembukaan KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I, menyampaikan bahwa dengan moment PORSENI ini diharapkan agar seluruh kemampuan yang dimiliki oleh santri dapat berkembang dengan pesat, sehingga berguna bagi dirinya dan masyarakat serta dapat memberikan investasi besar bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

Harapan beliau juga, agar setiap pertandingan dan perlombaan dikondisikan seefektif mungkin agar tidak terjadi perselisihan, yang dapat mengundang konflik antar satu tim dengan tim lainnya. Sehingga, segala bentuk perlombaan dapat berjalan dengan santai, sportif, dan husnul khotimah.

Perpanjangan SK Mu’adalah TMI AL-AMIEN PRENDUAN

muadalah TMITMI- Melalui SK (Surat Keputusan) Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2017, yang dikeluarkan Kementrian agama, perihal penetapan perpanjangan status kesetaraan satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren yang memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan, Tarbiyatul Mu’allimien al-Islamiyah (TMI), sebagai salah satu pondok Pesantren muadalah, telah menerima status perpanjangan muadalahnya.

Perpanjangan status permuadalahan ini dilaksanakan secara resmi pada hari Rabu 02 Agustus 2017 di kantor kementrian agama, yang diikuti oleh seluruh pondok pesantren muadalah. Perpanjangan SK Muadalah ini dilaksanakan setiap empat tahun sekali, berubah dari yang semula dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

Acara ini dihadiri oleh Ust. Ainurrahman Abbasi, S.Th.I sebagai delegasi yang mengurus perpanjangan SK Muadalah TMI menyampaikan bahwa tujuan perpanjangan SK muadalah ini adalah untuk memberikan penetapan kepastian hukum. “tujuannya memberikan penetapan kepastian hukum terhadap pesantren muadalah, agar semakin kokoh status hukumnya” ujarnya. Selaras dengan ini, status pesantren muadalah juga ditetapkan lewat Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren.

 

PERKAJUM Ingin Mencetak Pemuda Yang Mujahid

perkajumTMI- Di TMI AL-AMIEN PRENDUAN dilaksanakan kegiatan PERKAJUM (perkemahan Kamis Jum’at) yang diikuti oleh utusan dari semua pangkalan. Acara ini dilaksanakan selama dua hari, dimulai kamis (3/8) sampai hari jum’at (4/8) lalu, yang kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang. Regu yang keluar sebagai juara pada event ini ialah Regu Macan Tutul sebagai Juara I, Sangga Karmapala Sebagai Juara II, dan Regu Serigala sebagai Juara III. Acara ini dibuka secara resmi pada jam 13.30 WIB di lapangan depan pondok oleh Dr. KH. Achmad Fauzi Tidjani, MA. Selaku Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien prenduan.

Harapan beliau, tujuan diadakannya PERKAJUM ini, agar seluruh santri khususnya para santri baru lebih mencintai pramuka dan dapat mengimplementasikan nilai-nilai jihad yang ada di dalamnya dalam kehidupan mereka sehari-hari di pondok.

Acara yang dibuka pada siang hari, meskipun di bawah terik matahari yang menyengat ini tetap berlangsung dengan sangat lancar. Para undangan yang terdiri dari para mudir dan asatidz datang tepat waktu. Tampak wajah para tamu undangan berseri-seri saat menyaksikan mental peserta perkajum ini. “Acara yang benar-benar menantang!,”Ungkap salah satu andika dari peserta PERKAJUM.

Kehadiran para mudir juga turut mengundang semangat para peserta untuk selalu antusias dan kompetitif dalam mengikuti serangkaian acara yang sudah panitia pilah dan sediakan sebelum acara itu sendiri diadakan. Tambah tergenjot kembali semangat kompetitif peserta, ketika Pimpinan dan Pengasuh Ma’had katakan dengan tegas dalam orasinya saat pembukaan acara tersebut; “Anak-anakku, Pramuka adalah Praja Muda Karana. Pemuda adalah miniatur sebuah bangsa. Maka jadilah pemuda yang mujahid, agar tampak bahwasannya miniatur bangsa kedepan adalah ini! Tunjukkan, miniaturnya oleh antum sendiri, oleh ijtihad ijtihad antum dalam melaksanakan segala tugas kepramukaan.

Workshop Keguruan; Upaya Mempersiapkan Guru yang Siap Pakai

TMI-Dauroh Tarbawiyah Ijtimaiyah (Workshop Keguruan) merupakan sebuah kegiatan urgen dan lazim dilakukan di Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN, di mana para alumni yang baru lulus wajib mengikuti kegiatan ini sebelum dilepas secara resmi ke tengah-tengah masyarakat sebagai utusan Pondok. Kegiatan ini juga merupakan sebuah tradisi pondok dari tahun ke tahun yang sampai saat ini terus WhatsApp Image 2017-07-04 at 17.36.08dipertahankan.

Maka pada hari Senin (3/7) TMI AL-AMIEN PRENDUAN mengadakan kegiatan ini. Acara yang dibuka oleh Mudir ‘am TMI KH. Ach. Tijani Syadzili, Lc untuk Putra dan KH. Moh. Zainullah Rois, Lc untuk TMI Putri ini iikuti oleh 201 alumni TMI Putra dan 225 alumni TMI Putri. Kegiatan yang ditangani langsung oleh Lajnah Nihaiyah dan Biro Alumni ini menyusun materi-materi yang memang dibutuhkan oleh para alumni, antara lain 1.Implementasi Konsep Berkembang Berjasa Mandiri (BBM) di tempat pengabdian 2. Fungsi Guru di Lembaga pendidikan 3.Fungsi Guru di Tengah-tengah Masyarakat.

Selain itu, dalam rentetan acara ini diumumkan tempat-tempat pengabdian oleh Biro Alumni yang saat ini di ketuai oleh ust H. Harun Ar-rosyid, kemudian dilanjutkan dengan acara pengokohan dan diakhiri dengan pelepasan oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN bersama seluruh majlis kyai, guru-guru dan para utusan dari lembaga-lembaga pengabdian.