Category: Kabar Pondok

Silaturrahim Menkominfo dan Syekh Ismail Al-Yamani

Bulan ini, Al-Amien Prenduan kedatangan 2 tamu istimewa. Pertama, menteri Komunikasi dan Informasi RI, Prof, Dr. Muhammad Nuh pada Ahad (05/07/09). Kedatangan beliau adalah dalam rangka mempererat ikatan silaturrahim yang sebelumnya memang sudah terjalin dengan baik, terutama saat beliau masih menjabat sebagai Rektor ITS.

Yang kedua, yaitu kunjungan Syekh Muhammaad Ismail Al-Yamani pada hari Sabtu (17/07/09). Kunjungan beliau termasuk kunjungan yang hampir rutin dilakukan setiap tahun sekaligus safari dakwah. Syekh Muhammad memberikan tausiah di depan para santri dan pengurus tentang pentingnya memperjuangkan Dakwah Islamiyah.

Kopontren Buka AMDK

Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) meresmikan unit usaha baru, yaitu AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) pada 1 Juli 2009. AMDK produk Kopontren Al-Amien ini diberi nama LANA, artinya ‘milik kita’.

Usaha ini diharapkan menjadi energi baru dalam peningkatan ekonomi pondok. Saat ini usaha ini masih menangani produksi air galon 19 liter dan kemasan air botol 600 ml.

Menurut manajger LANA, Ust. Hafiz Rianto, target utama konsumen unit usaha ini adalah internal pondok dan masyarakat sekitar. “Mudah-mudahan di masa mendatang, kita bisa ekspansi ke berbagai daerah. Khususnya di wilayah Madura,” harapnya.

Proliga Voli Santri

Semarak olah raga voli di Indonesia menginspirasi Bagian Olahraga ISMI TMI Putra untuk melaksanakan even serupa. Tepat pada Sabtu (20/06/09) Proliga Voli ISMI dibuka secara resmi oleh Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Muhammad Idris Jauhari.

Setelah melalaui pertandingan yang sangat ketat, santri kelas III Intensif akhirnya keluar sebagai juara Proliga Voli ISMI 2009, setelah di final mengalahkan kelas IV Reguler dengan skor 3-1. Sedangkan Juara III diraih oleh kelas III Reguler.

Selamat!

Juara Perkemahan Nasional

Gudep 1177 PP. Al-Amien Prenduan terpilih sebagai Juara II Sanggar Tergiat dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PERKASA) di Sumedang Jawa barat (16-20/06/09).

Dalam perkemahan yang dibuka oleh Presiden RI, H. Dr. Susilo bambang Sudhoyono ini, kontingen PP. Al-Amien Prenduan mengirim satu regu penegak yang terdiri dari 10 orang. Kontingen didampingi oleh Mabigus, Drs. H. Ja’far Shodiq, MM.

Sebelum berangkat, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Muhammad Idris Jauhari berpesan agar setiap peserta dari Al-Amien bisa menjadikan ajang ini sebagai wadah untuk ibadah, thalabul ilmi dan promosi pondok. “Jadi kalian harus berbuat yang terbaik demi nama baik pondok,” pesan beliau.

Prestasi Bulan Mei 2009

Dalam Lomba Cerdas cermat Al-Qur’an (CCQ) se Jawa Timur di UIN Maliki Malang, Abdullah Zahir, Moh. Fawaid, dan Anfaul Ulum mewakili MTA meraih juara I. Dan Jeva Martin, Ayatullah Muntadar, dan Akmal meraih juara II  (24/05/09).

Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat SMA se Jawa Timur di IAIN Sunan Ampel Surabaya, Moh. Zuhri santri kelas IV MTA meraih juara II. (20/05/09).

Kemudian dalam Kompetisi Pidato Tiga Bahasa tingkat SMP dan SMA di PP. Mathlabul Ulum, Jambu Lenteng, TMI ditetapkan sebagai Juara Umum setelah meraih 5 emas dan 2 perak dan 3 perunggu  (09-10/05/09).

Kemudian dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Cerpen se Madura di STAIN Pamekasan, Moh. Noer santri kelas VI TMI meraih Juara I dalam Lomba Cerpen, dan Masna El-Hani Mahasiswi semester IV IDIA Prenduan Juara II dalam LKTI, Krisman Ariyandi Mahasiswa semester VIII IDIA Prenduan Juara III LKTI, dan Moh. Iqbal kelas VI TMI Putra Juara Harapan II LKTI.

Teater Roda di Festival Teater se Sumenep

Teater Roda dari IDIA Prenduan meraih tropi dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep sebagai salah satu dari 5 penampilan teater terbaik pada ajang Festival Teater se Kabupaten Sumenep (30/05/09).

Dalam festival tersebut, anak-anak Roda menampilkan naskah berjudul “Colo’, Tabu’, Kento’”. Mereka tampil all out selama sekitar 15 menit. Naskah itu menggambarkan tentang budaya gotong royong warga Madura ketika musim panen tiba. Selain tropi, Roda juga memperoleh uang pembinaan. Selamat!

Jelang Idul Fitri, Masjid Jami’ Berbenah

Masjid pun harus selalu indah, agar jamaah bisa lebih khusyu’ beribadah. Untuk maksud itu, dan menjelang Idul Fitri 1429, Takmir Masjid Jami’ Al-Amien melakukan pembenahan terhadap masjid megah yang dibangun pada tahun 1989 ini. Pembenahan dimulai tanggal 20 September dan direncanakan selesai satu hari sebelum lebaran.

Kali ini, pembenahan diprioritaskan pada pengecatan dinding, termasuk kubah masjid, yang sudah mulai kusam warnanya. Selain itu, penempatan Al-Qur’an juga dilakukan beberapa perubahan agar semakin mempermudah jamaah. Pembenahan ini menghabiskan biaya sebesar 18 juta.

“Memang sudah sewajarnya tahun ini masjid Jami’ Al-Amien ini dicat ulang. Yang terakhir kali 2 tahun yang lalu. Kondisi dinding masjid sudah kusam. Selain pengecatan kita juga membenahi tempat Al-Qur’an. Perbaikan tempat wudhu’ dan beberapa perbaikan lainnya,” jelas Ust. Sa’id Amien selaku Ta’mir Masjid.

Pembenahan-pembenahan tersebut memang sengaja dilakukan pada masa liburan santri agar tidak menggangu kegiatan pendidikan yang sebagian besar dilakukan di Masjid Jami’ ini, terutama kegiatan-kegiatan pendidikan ubudiyah yang hampir mencapai 40 % dari total pendidikan di Al-Amien.

Yudisium Kenaikan Santri Kelas V TMI

Gembira bercampur haru. Demikian perasaan 192 santri dan 141 santriwati kelas V TMI setelah kemarin, Ahad (21/09) mereka dinyatakan lulus naik ke kelas VI dan diyudisium oleh Pengasuh Pondok, KH. Muhammad Idris Jauhari.

Dari total 192 orang santri, 188 dinyatakan naik dan 4 orang tidak naik. Sedangkan dari 141 santriwati, 140 dinyatakan naik dan 1 orang tidak naik ke kelas 6.

Proses penentuan kenaikan kelas sendiri dilakukan melalui serangkaian musyawarah yang melibatkan wali kelas, para guru, musyrif kegiatan Ramadhan, dan Majlis Pertimbangan Organisasi (MPO). Penentuan kenaikan didasarkan pada beberapa aspek, baik afektif, kognitif dan psikomotor selama mereka duduk di kelas V, terutama yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keorganisasian di organisasi santri, ISMI/ISTAMA.

Kami berharap inilah yang terbaik dari yang terbaik. Kami telah berusaha untuk seobjektif mungkin dalam menilai,” ungkap Ust. Abdul Warits, S.Pd.I selaku Mudir Ma’had TMI Putra usai acara yudisium di Geserna TMI Putri.

Santri kelas 5 sendiri setelah prosesi yudisium akan segera melakukan pergantian pengurus organtri ISMI/ISTAMA. Rencananya pada hari Senin (22/09) akan dilakukan pelantikan secara resmi susunan pengurus baru ISMI/ISTAMA. Selain itu, mereka juga harus segera merampungkan musyawarah rencana pembiayaan kegiatan kelas akhir sebelum nantinya berlibur pada tanggal 25 Ramadhan.

Gerindra Kunjungi Al-Amien

 

Al-Amien menjadi daya tarik tersendiri bagi partai politik. Apalagi menjelang Pemilu 2009. Tak heran, kalau banyak pengurus partai politik datang bersilaturrahmi ke pondok yang terkenal netral ini. Kali ini, pengurus Partai Gerindra yang datang silaturrahmi (19/08). Kedatangan pengurus partai yang baru lahir ini disambut oleh KH. Muhammad Idris Jauhari, selaku pimpinan pondok.

Dalam silaturrahmi itu, Suprayitno sebagai caleg dari partai Gerindra menyampaikan visi dan misi partainya yang berpihak pada nasib kaum petani. “Saya akan mengumpulkan seluruh kepala desa se-Indonesia. Saya akan mengajak mereka bertani dengan benar. Karena saya yakin, lewat pertanian inilah bangsa Indonesia akan maju,” papar Suprayitno. Selain itu, dia juga sangat mengharapkan teguran dan masukan dari pihak pesantren jika kelak sudah menjadi anggota dewan legislatif. “Kalau kelak kami ditakdirkan menjadi anggota dewan, kami sangat berterima kasih sekali jika Bapak Kiai inilah yang menjewer kami sebelum kami dijewer oleh Allah” tambahnya.

Saat itu pula ia menyerahkan beberapa eksemplar buku berjudul Nasionalisme Ekonomi yang ia tulis kepada pihak Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN. Lewat bukunya itu, ia mengharapkan agar semakin banyak orang yang sadar bahwa dengan mengembangkan sektor pertanian inilah bangsa Indonesia akan maju.

Pada kesempatan yang sama, KH. Muhammad Idris Jauhari mengajak fungsionaris Partai Gerindra untuk senantiasa memperbaiki niat dan komitmen, termasuk dalam ranah politik. “Apa pun tugas kita, yang paling utama adalah Niat. Komitmen. Kalau dia komitmen, dia akan memiliki niat yang tulus. Kalau dia tulus, insya-Allah, Allah akan membukakan jalan baginya. Tapi kalau ada seseorang terjun ke politik dan niatnya sudah macam-macam, ya dia tidak akan memberikan kontribusi apa-apa. Malah sangat mungkin akan menjadi bumerang bagi dirinya. Jadi yang paling penting adalah niat. Komitmen. Apa pun partainya, dari golongan apa pun dia datang. Niat adalah yang utama,” pesannya.

Kandepag Sumenep Silda ke Al-Amien

Silaturrahmi memperpanjang umur dan memperbanyak rizki, demikian sabda Nabi. Makna silaturrahmi inilah yang ingin diraih oleh Kepala Departemen Agama, Sumenep, beserta jajarannya ketika menggelar Silaturrahim Ramadhan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan (16/09).
Dalam kesempatan itu, H. Imron Rosyidi selaku Kakandepag menyampaikan harapannya agar silaturrahmi dan jaringan kerjasama antara Depag dan AL-AMIEN PRENDUAN semakian erat terjalin. Karena bagaimanapun pondok pesantren merupakan salah satu bidang garapan utama Depag. “Kenapa Depag harus bekerja sama dengan pondok pesantren seperti Al-Amien? Karena kerja-kerja Depag tidak jauh dengan pesantren. Akan selalu berhadapan dengan kiai. Dan yang dijadikan contoh adalah Al-Amien. Dengan demikian Depag harus selalu menjalin silaturrahmi dengan Al-Amien. Demikian pula dengan pondok-pondok yang lainnya,” tegasnya.
Dengan adanya silaturrahmi tersebut diharapkan tercipta sinergi kerja antara Depag dengan pondok pesantren. Sehingga nantinya akan muncul silang feedback baik dari pihak pesantren maupun Depag demi kemajuan kinerja masing-masing. Di pihak yang berbeda, pihak pondok mengharapkan informasi-informasi baru dari pihak Depag agar segera dapat disampaikan kepada pihak pondok sehingga dapat direspon dengan cepat.
Dalam pertemuan tersebut pula dibicarakan pula tentang informasi peluang-peluang yang mungkin bisa didapatkan oleh Al-Amien sebagai bentuk nyata dari kerja sama antara Al-Amien dengan Depag. Peluang tersebut bisa berbentuk beasiswa pendidikan bagi guru ataupun peluang yang berupa bantuan pengembangan dan perbaikan sarana. Selain itu juga dibicarakan tentang peluang yang berkenaan dengan perbaikan kebijakan-kebijakan sebelumnya yang harus segera diantisipasi oleh Al-Amien.
Di akhir pertemuan, Kakandepag mengharapkan agar Al-Amien dapat memberikan bantuan kepada pihak Depag untuk memberikan training kepada beberapa lembaga binaan Depag di sekitar Al-Amien berkenaan dengan sertifikasi dan dana BOS yang hingga saat ini seringkali terjadi manipulasi data.
Hadir bersama kepala Kandepag 10 orang staf yang terdiri kepala seksi serta beberapa pejabat teras Depag Sumenep. Dari pihak pondok sendiri selain pimpinan hadir pula KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I, Kepala Humas KH. Ja’far Shodiq serta Kepala Sekretariat Ust. H. Slamet Fiddien, S.Sos.I, mudir-mudir ma’had dan marhalah serta beberapa pengurus inti Yayasan AL-AMIEN PRENDUAN.