Category: Kabar Pondok

Bedah buku Generasi Robbi Rodliyya

TMI- Jum’at (3/6) Bedah buku “Generasi Robbi Rodliyya” berlangsung semarak. Pasalnya, acara yang dilaksanakan atas kerjasama BAPUSBIT ISMI dengan shof III Intensif yang di ikuti 135 santri ini berisi pesan-pesan menggugah dari moderator.

Dalam kesempatan itu, KH. Moh. Ghozi Mubarok menyampaikan tentang esensi generasi robbi rodliyya. “Generasi robbi rodliyya akan mendapatkan S3, Salamun yauma wulida, salamun yauma yamutu, salamun yauma yub’atsu hayya. Selamat ketika dilahirkan, selamat ketika meninggal, selamat ketika dibangkitkan serta disambut gembira oleh Allah”. Ungkapnya disambut tepuk tangan meriah para peserta.

KH. Mujammi’, Lc., hadir sebagai pembanding dan menanyakan beberapa hal yang memancing pertanyaan-pertanyaan lain dari para peserta. Penyampaian Kiai Ghozi yang begitu cermat dan mudah ditanggapi oleh santri shof III Intensif membuat peserta lebih aktif bertanya ketika diberi sessi pertanyaan oleh Ust. Rudi Hartono sebagai moderator.

Bedah buku yang berlangsung tiga jam, dari jam 08.00 sampai jam 11.00 WIB ini juga dihadiri oleh beberapa ustadz senior. Mudir ma’had TMI putra, Ust. Abd. Warits S.Pd.I. dan ustadz Tidjani Syadzili, Lc juga hadir meramaikan acara.(xZ)

Malam Anugrah ISMI

TMI – banansa membawa gebrakan baru pasalnya pada malam sabtu (3/6 al-wathan bergetar) banansa untuk yang pertama kalinya mengadakan malam anugerah “bagi santri yang berprestasi dalam bidang bahasa”. Lebih dari itu, pemberian anugerah diselingi dengan penampilan-penampilan bergengsi dari Al-Ghoriezm band dan beberapa santri kelas III Intensif dan kelas IV lainnya.

Acara yang dilaksanakan pada malam sabtu itu tampak indah (panggung). Hal ini karena memang sudah dipersiapkan lebih matang jauh-jauh hari.

Tapi antusias santri seakan meredup bersamaan dengan buruknya situasi listrik. Hal ini sangat disayangkan, mengingat persiapan dan usaha banansa untuk mensukseskan acara ini sudah melampaui kata maksimal. Ekspresi kekecewaan tampak pada Mlm. Yusuf, Mlm. Rizal, Mlm. Amien. Pasalnya merekalah yang sudah banyak bermimpi indah tentang acara ini.

Untungnya sang ketua ISMI, Mlm. Zainullah mampu menghibur penonton dengan kutukan puisi, sorak penonton pecah pada saat Mlm. Zainullah menghentakkan kaki , memainkan tangan serta suara yang agak sedikit melejit tinggi. Menurut Mlm. Sahidi (salah seorang penonton) “tidak efektifnya acara ini lebih dipengaruhi oleh listrik, pasalnya sudah beberapa kali Mlm. Amien dkk naik turun panggung untuk menghidupkan peralatan yang mati yang akhirnya harus turun dengan kekecewaan lantaran kurangnya dukungan listrik. “Walupun demikian itu kami bangga dengan acara ini karena dapat menghibur pada santri dari kepenatan mereka, sehingaga menjadi riang kembali sehabisnya acara tersebut” cetusnya ketika diwawancarai oleh seorang redaktur Al-Amienpos *crew*

Ujian Niha’ie

TMI Pi – Setelah hampir 6 tahun mengenyam pendidikan di pondok, akhirnya ujian akhir akan segera mereka lewati. Tepatnya rabu (01/06), puluhan santriwati berjejer di GESERNA untuk mengikuti pembukaan resmi ujian tahriri nihai’e yang dibuka langsung oleh salah satu dewan riasah pondok pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Fauzi Tidjani. Dalam nasehatnya beliau berkata “do’a itu tujuh puluh persen dan belajarnya hanya tiga puluh persen .” Ujian nihai’e ini akan berlangsung selama sebelas hari dimulai dari hari rabu dan berakhir pada hari senin lusa

Menurut KH. Soeyono Khottob, mudir ma’had TMI putri dalam pidatonya menjelang pembukaan nihai’e, ujian ini merupakan ujian terberat selama di pondok, yang mana materi ujiannya mencakup palajaran syu’bah (kelas persiapan) hingga kelas 6.

Hal ini memang dirasakan betul oleh para santriwati kelas 6, Setiap harinya mereka dituntut untuk belajar yang difokuskan di mushola Asma’ lathifah seperti pada ujian sebelumnya. Para santriwati lebih memilih membudayakan meteri SKS (Sistem Kebut Semalam), yang mana mengharuskan mereka untuk begadang semalaman. “Ujian EBTA membaut saya dan teman-teman capek dan ngantuk sepertinya waktu tertinggal sedikit saja sudah merasa bersalah.” Ujar Mualliah Yulis, salah satu santriwati kelas 6. *rF*

Sambut Santri Baru, Perpindahan Dilakukan Lebih Awal

MTA pa – berbagai upaya dilakukan oleh jajaran asatidz menyambut datangnya santri baru. Bukan hanya memperbaharui asrama, tapi penambahan dan perpindahan pun dilakukan.

Menurut ketua MPO, Ust. Hefni Mubarak. Perpindahan kali ini selain untuk menyambut para santri baru, juga untuk memfokuskan terhadap pergantian pengurus baru. “kami memang sengaja mengadakan perpindahan kamar lebih dini, jadi biar tidak repot dua kali.” Ujar pria yang lahir 23 tahun silam itu.

Perpindahan yang dilaksanakan pada jum’at pagi tadi (3/6) itu dikordinir langsung oleh jajaran MPO Pa. Hal ini juga dilakukan guna menertibkan jalannya perpindahan kamar itu sendiri.(Crew)

Reuni Perdana Angkatan 35

TMI – El-Zhivodexta, nama yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita yang baru saja membuka acara temu alumni perdana di TMaI Al-Amien (03/06) di GESERNA dan dibuka langsung oleh KH. Khoiri Husni S.Pd.I bersama jajaran pengasuh pondok. Pada pukul (14.53). Acara reunian ini berlangsung selama 3 hari mulai jum’at hingga minggu sore mendatang, bertempat di gedung aisyah 1/1. Acara ini di ikuti sekitar 109 orang yang untuk sementara waktu. Tidak sedikit para alumni yang tidak bisa hadir dalam acara ini karena suatu hal atau kendala tertentu, seperti sedang sibuk mengawasi ujian di lembaga mereka atau hanya sekedar terlambat dikarenakan jarak antara Madura dan daerah mereka yang cukup jauh.

Tadi malam, tepat pukul 18.15 sampai dengan pukul 21.30, mereka berkumpul di GESERNA, untuk mengadakan acara “berbagai kisah” pengalaman yang di dapat dari pengabdian mereka di lembaga masing-masing, “iya, pastinya ada suka dukanyalah, sudah biasa yang penting cepet selesai ”ujar salah satu alumni pada wawancara singkat kemarin sore.

Acara ini bukan hanya untuk mengikat kembali tali silahtirahmi tapi yang paling penting adalah pada saat di penghujung acara mereka dapat memperoleh ijazah untuk melanjutka study S1 mereka yang sempat tertinggal satu tahun. *eR_Ve*

Lomba Cipta Puisi

IDIA Prenduan – Sekitar pukul 08.30, acara tersebut resmi dibuka oleh KH. Saifurrohman, selaku koordinator bagian bahasa yang berada di IDIA. Peserta yang datang tidak hanya dari TMI dan MTA saja, melainkan dari lembaga pendidikan luar pondok Al-Amien Prenduan.

Lomba Cipta Puisi Spontanitis (LCPS) ini dilaksanakan berdasarkan kerjasama dari berbagai sponsor yang ada, salah satunya dari Dewan Koordinator Pers Mahasiswa (DKPM) dan teh botol sosro.

Peserta yang hadir memang tidak banyak, namun mereka mempunyai kemampuan yang tangguh hingga menjadi lawan yang cukup sulit untuk digulingkan. Terutama, hasil puisi yang telah selesai menjadi perdebatan kecil para dewan juri yang berasal dari kalangan usthzad dan juri dari luar untuk diangkat menjadi juara.

Pembacaan juara lomba diumumkan pukul 13.00 yang diraih oleh peserta dari Pamekasan delegasi dari STAIN Pamekasan. Sementara MTA PI mendapat harapan I, namun sudah cukup menggembirakan jajaran pengasuh, karena santriwari Al-Amien Prenduan sanggup bersaing dengan peserta luar. *Age*

Lomba Pidato Tingkat MI Sederajat

IDIA Prenduan – Rabu (01/06/11) mahasiswa Fakultas Dakwah jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester enam bekejasama dengan Radio Suara Dakwah Al-Amien RASDA FM menyelenggaraka Lomba pidato tingkat MI sederajat dengan Tema “mencetak generasi Da’I da’iah masa depan” se-kecamatan pragaan yang diketuai oleh Rudi Hartono mahasiswa semester enam program reguler. Acara ini berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal (01-02/06/11) yang disiarkan langsung secara on air oleh RASDA FM. Acara tersebut berlangsung di gedung RASDA FM dan dihadiri oleh dekan Fakultas Dakwah KH. Moh. Fikri Husein. MA, biro Dakwah Al-Amien, Ust. Fahmi Fattah. S.Sos.I, dan direktur utama RASDA FM Ust. Ubaidillah. S.Th.I dan acarapun dibuka secara resmi oleh KH. Moh. Fikri Husein. MA selaku dekan Fakultas Dakwah IDIA Prenduan.

Menurut KH. Moh. Fikri Husein. MA dalam kata sambutannya mengatakan bahwasannya Acara ini merupakan even yang sangat baik guna mencetak kader-kader da’I da’iah masa depan sesuai dengan tema yang diangkat oleh panitia dan juga beliau menambahkan bahwasannya acara ini merupakan acara pertama yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Dakwah jurusan KPI sehingga beliau mendukung atas terselenggaranya acara ini dan berharap agar acara ini menjadi agenda tahunan mahasiswa KPI. Sedangkan Ust. Ubaidillah. S.Th.I selaku direktur utama RASDA FM mengatakan bahwa dia sangat senang karena mahasiswa Fakultas Dakwah KPI mempercai RASDA FM untuk bekerja sama dalam acara tesebut.

Acara tersebut diawali melalui penyeleksian peserta untuk masuk kesepuluh besar yang akan masuk kebabak final untuk diseleksi lagi menjadi tiga besar. Setelah penyeleksian yang cukup ketat maka terpilihlah 10 peserta yang masuk kebabak final yang berlangsung pada hari berikutnya (02/0/06/11) dan disiarkan secara on air oleh RASDA FM. Pada acara final tersebut seluruh dewan juri adalah orang yang berkompeten dibidang dakwah yaitu K. Jakfaf Shodiq. MM, Ust Anwar Nuris. Ms.I dan Rudi Hartono. M.Kom. Menurut K. Jakfaf Shodiq. MM peserta yang masuk sepuluh besar ini diharapkan bisa melanjutkan potensinya dalam berdakwah guna menuruskan ajaran Rasulullah dalam mensyiarkan Islam sehingga ajaran islam tetap tersiarkan ketengah-tengah masyarakat, begitu pemaparannya kepada redaksi.

Setelah penyeleksian yang cukup ketat oleh para dewan juri, maka dewan juri memutuskan tiga pemenang masing-masing lembaga. Juara pertama diraih oleh Moh. Nur Avivi dengan nilai 720 utusan dari MI Nurul Asrar Pekamban Daya, Juara kedua diraih oleh Raudatul Jannah dengan nilai 710 utusan dari MI Al-Ihsan sedangkan juara ketiga diraih Alfan Jamil dengan nilai 660 utusan dari MI Nurul Asrar Pekamban Daya. Hadiah yang disediakan oleh panitia adalah juara I tropi, meja belajar dan uang tabanas sebesar RP 150.000, juara II, tropi, meja belajar seta uang tabanas sebesar Rp. 100.000, juara III tropi, meja belajar serta uang tabanas sebesar Rp. 75.000. dan meja belajar merupakan hadiah persembahan dari RASDA FM. Kepala sekolah MI Nurul Asrar Pekamban Daya merasa senang karena juara I dan III diraih oleh anak didiknnya. Sedangkan menurut Moh. Nur Avivi peserta juara pertama, memaparkan bahwa dia merasa senang dan sangat bangga karena bisa menjadi yang terbaik dalam acara lomba pidato tingkat MI sederajat, “saya sangat senang dan bangga karena saya bisa membawa nama baik sekolah saya” begitu pemaparannya kepada redaksi. (red/jedi)

Istighosah Kubro


TMI – Kamis (03/06), setelah isya’ tepat yang berlokasi di GESERNA. Telah padat dipenuhi para santriwati yang begitu semangat untuk melakukan ritual berdo’a bersama yang di dominasi oleh para santriwati.

Acara yang merupakan rutinitas Bagian Peribadatan (BAPERDAT) setiap malam jum’atnya. Namun kegiatan ini berlangsung setiap satu bulan sekali yang dihadiri tiga lembaga sekaligus, diantaranya MTA PI, IDIA PI dan TMaI sebagai tuan rumah.

Acara dipimpin oleh pengasuh putri, nyai Nur Jalilah. Istighosah berlangsung cukup hikmat dan antusias. Tujuan dari acara ini sebagai wahana atau rutinitas memohon penjagaan dan apunan serta rasa syukur kepada Allah. Dan berakhir sekitar pukul 21.00.*Age*

Tutup Proses Belajar, Songsong Ujian Semester

Putri I – kamis (02/06) Setelah melalui proses belajar satu semester penuh, Pengasuh Pondok Putri I dan Kepala Sekolah memutuskan untuk menutup proses belajar mengajar dalam rangka menghadapi ujian semester genap yang akan dilaksanakan tanggal 06 juni tepatnya pada hari senin nanti. Acara penutupan proses belajar mengajar dan ekstrakulikuler dilaksanakan di Mushalla Baitur Rahman yang diikuti para guru dan seluruh santri mukim maupun non mukim.

Serangkaian kegiatan yang telah menjadi rutinitas para santri seperti Muhadhoroh, Keterampilan dan Pengajian kitab pun dihentikan untuk sementara waktu. Hal ini untuk memaksimalkan proses pelaksanaan ujian semester nanti. “Saya harap waktu luang yang sedikit ini kalian gunakan sebaik-baiknya,” Ujar Mahfudz Zaini yang merupakan kepala sekolah MTs Al-Amien I itu.

Acara yang berlangsung dengan khidmat itu ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh ustadz Fathur Rahman selaku wakil kepala sekolah MTs Al-Amien putri I.(Im/Ra)

Pemilihan Kamar Terbersih Dan Terkotor

Putri I – Rabu (01/06/2011) dini hari, disibukkan dengan pembersihan massal yang di lakukan oleh para santri, tepatnya pada jam 21:30. Kegiatan ini dilakukan karna terpilihnya kamar terkotor oleh pengurus pada periode Amcego Quera, yang langsung di ketuai oleh ketua rayon masing-masing (24/05/2011). Menurut hasil perundingan dari para bagian rayon serta konsultan pembimbing, ditetapkan beberapa sanksi bagi mereka antara lain : menguras kolam dan kamar mandi sesuai dengan rayon mereka, mengepel rayon masing- masing sebanyak 3 kali pengepelan didalam waktu yang telah di tentukan, mencabut rumput di lingkungan pondok dan mencuci 5 baju kotor pada setiap orangnya. Sedangkan pada kamar terbersih ketua rayon masing – masing memberikan sebuah penghargaan sebagai pendorong bagi mereka agar tetap mempertahankan kamar yang bersih.

Cara pemilihan kamar terkotor dan terbersih ini dilakukan secara bersama- sama dengan pengontrolan dadakan yang sifatnya berkala, tepatnya pada saat santri tidak sedang berada di dalam kamar. Kegiatan ini di lakukan agar seluruh santri dapat menyadari bahwa pentingnya kebersihan dan juga mendorong para santri untuk selalu hidup sehat. Hal ini seperti yang di ungkapkan oleh seorang ketua rayon Al-Ikhlas. ”Saya berharap dengan adanya pemilihan kamar terbersih dan terkotor ini, menjadikan para santri sadar akan pentingnya kebersihan serta mendorong mereka agar bisa terbiasa pada lingkungan yang bersih dan sehat”.(Red. Vera)