Category: Kabar Pondok

Wisuda S1 dan Kepondokan IDIA

IDIA kembali mewisuda 247 mahasiswa dalam acara Rapat Senat Terbuka yang berlangsung pada hari Selasa (23/2). Acara yang digelar di Aula TMI ini, merupakan rangkaian kegiatan wisuda ke 12, yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut (21-23/2).

Perhelatan yang digelar di Geserna tersebut juga dihadiri oleh Bupati Sumenep, seluruh rektor perguruan tinggi di Madura dan para tokoh masyarakat.

Krisman Ariyandi, mahasiswa jurusan PBA, didaulat sebagai peraih nilai IP tertinggi, yaitu 3,67. Diikuti Sahidi Mustofa, mahasiswa asal Aceh jurusan TH dengan nilai 3,58, dan Afni dengan nilai 3,57.

Berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, wisuda IDIA Prenduan berlangsung dua kali. Yaitu wisuda gelar sarjana S1 yang berlangsung pada pagi hari, dan wisuda kepondokan bagi mahasiswa intensif (kuliah sambil mondok) yang dilaksanakan malam harinya, dengan pengantar bahasa arab.

“meski wisuda ini berlangsung sederhana, namun nilai yang terkandung di dalamnya sungguh luar biasa. Karena terdapat nilai-nilai Islam yang harus diemban para alumni. Yaitu menjadi insan yang tafaqquh fiddien dan mundzirul-qaum”, ungkap KH. Muhammad Idris Jauhari dalam sambutannya.

Porseni dan Persada 2010

Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) dan Persada (Pekan Seni dan Budaya) secara resmi dibuka oleh pimpinan PP. Al-Amien Prenduan, KH. Muhammad Idris Jauhari pada Rabu (31/12/2009). Pelepasan seekor burung merpati oleh beliau menandai dimulainya kegiatan ini.

Kiai Idris menyatakan, Porseni dan Persada termasuk salah satu unsur pendidikan terpenting yang dilaksanakan di luar jam pelajaran formal. “Porseni dan Persada kental dengan nilai-nilai pendidikan,” tukasnya.

Porseni diperuntukkan bagi santri TMI Putra, sementara Persada khusus untuk santriwati TMI Putri. Keduanya dilaksanakan secara terpisah. Dengan kepanitiaan yang terpisah pula.

Cabang-cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Porseni tahun ini meliputi: sepak bola, bola voli, bola basket, sepak takraw, teni smeja, bulu tangkis, pencak silat, atletik, lempar gelang dan gobak sodor.

Di bidang kesenian meliputi: nasyid, solo song, qori’ dan tilawah, membaca berita pidato 3 bahasa, cipta puisi, melukis, pantomim, debat, fashion show, kaligrafi, kitab kuning, letter, karikatur, mading, balas pantun, penyiar, resensi buku, drama kolosal dan cerdas cermat.

Adapun cabagn seni dan budaya yang dilombakan dalam Persada meliputi: MC 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia), balas pantun, fiqhun nisa’, karikatur, hasta karya, menyulam, nasyid, tata boga dan tata ruang, penyiar 3 bahasa, desain busana, cerdas cermat, debat 3 bahasa, fashion show, cipta puisi terjemah Al-Qur’an, kaligrafi kontemporer, pop song 3 bahasa, graffiti / letter, baca berita 3 bahasa, mading 3 bahasa, merajut, merangkai bunga, rias pengantin, drama, melukis dan karya ilmiyah.

Porseni dan Persada berlangsung hingga Selasa 8 Januari 2009. Selamat berlomba!

Bantuan CAP Menkominfo

Community Access Point sendiri telah digagas sejak lama oleh Depkominfo sebagai salah satu program unggulan dalam rangka menuju masyarakat informasi Indonesia 2020.

“Diharapkan pesantren menjadi ujung tombak Depkominfo dalam penyebaran informasi, khususnya yang berbasis internet bagi masyarakat sekitarnya,” tegas Bambang Soeprijanto, S.H, M.Sc, Direktur Pemberdayaan Telematika Depkominfo RI saat proses penyerahan bantuan di Jakarta (11/12/2009).

Untuk mengelola program ini, Al-Amien dan 21 lembaga lainnya mendapatkan satu unit komputer server dan 9 unit komputer client lengkap dengan koneksi internet. Diharapkan fasilitas tersebut dapat dimaksimalkan oleh para pengelola di daerah-daerah.

Unit CAP di PP. Al-Amien Prenduan, saat ini dikelola oleh Divisi Information and Communication Center (ICC), satu divisi di bawah tanggung jawab langsung Sekretariat Yayasan Al-Amien Prenduan dan masyarakat sekitar pada umumnya,” terang Anwar Dani, penanggung jawab ICC

Juara II Olimpiade Matematika se-Madura

Persepsi santri miskin prestasi di bidang ilmu eksak, khususnya matematika, mungkin benar. tetapi M. Rifki Rahman santri kelas I Intensif TMI asal Lenteng berhasil meraih Juara II dalam Olimpiade Science se-Madura bidang Matematika, yang diadakan oleh GCN (Generasi Cerdas Nusantara) di Pamekasan (27-28/12/2009).

Rifki menyisihkan sekitar 200 peserta yang berasal dari SMP/MTs di Madura. “Alhamdulillah, saya tidak mengira bisa juara, apalagi melihat peserta lain. Sepertinya lebih mampu dari saya, apalagi mereka berasal dari sekolah-sekolah negeri favorit,” katanya.

Dengan kemenangannya ini, Rifki memperoleh tropi penghargaan dan uang pembinaan.

Menurut guru matematika sekaligus pendampingnya, Ust. Abdul Ghofur, keenangan ini diharapkan dapat memberi dorongan bagi santri lain untuk ikut berprestasi di bidang ini. “Semoga yang akan datang, akan banyak lagi santri yang berprestasi di bidang ini. Bahkan, bisa juara dalam olimpiade tingkat nasional, maupun internasional,” harapnya.

Semiloka Pengembangan Kurikulum IDIA

Kurikulum menjadi salah satu unsur terpenting bagi tegakknya sebuah lembaga pendidikan. Kurikulum tidak saja berbicara bagaimana proses pembelajaran berlangsung, lebih dari itu, bagaimana seluruh aspek pendidikan dan pengajaran, dan seluruh unsur pendukungnya dikelola dan dikembangkan. Itulah inti dari Semiloka Pengembangan Kurikulum, yang diadakan oleh IDIA Prenduan pada Kamis-Sabtu (25-27/12/2009).

KH. Abu Shiri Sholehuddin mengatakan, semiloka ini bertujuan untuk, pertama, mengevaluasi kurikulum pendidikan di IDIA Prenduan. Kedua, menyepakati rumusan kurikulum di lingkungan IDIA Prenduan yang akan menjadi pedoman bersama dalam penyelenggaraan pendidikan. Dan ketiga, menyepakati sebaran mata kuliah dalam elemen dan jenis kompetensi.

“Mudah-mudahan, ke depan IDIA Prenduan bisa selalu lebih baik,” kata rektor IDIA, KH. Maktum Jauhari, MA, sembari menyatakan kebanggaannya.

Hadir sebagai pembicara dalam semiloka ini antara lain, Direktur Pendidikan Tinggi Agama Depag RI, Prof, Dr. Muchasin, MA, Kepala Bappeda Sumenep, Tim Ahli Kopertais wilayah Sumenep, dan dosen-dosen dari perguruan tinggi lain.

Semiloka ini dipungkasi dengan penyusunan kurikulum baru IDIA yang langsung ditangani oleh ketua jurusan masing-masing.

Pengasuh Umroh

Alhamdulillah, tahun ini Pimpinan PP. Al-Amien Prenduan, KH. Muhammad Idris Jauhari bersama Ny. Hj. Zahratul Warda, BA didampingi oleh KH. Moh. Ja’far Shodiq, MM, melaksanakan umroh ke Baitullah, Makkah, dari 19-28 Agustus 2009.

Selain ibadah, kesempatan umroh dimanfaatkan oleh Pimpinan untuk mengunjungi kerabat beliau yang ada di Madinah, Makkah dan Jeddah. Di antaranya, Syekh Ma’mun Al-Mandurah (paman Kiai Idris) dan Ny. Hj. Farida (adik kandung Ny. Hj. Maryam, ibunda Kiai Idris).

Beliau juga sowan ke Syekh Muhammad Ismail Al-Makki Al-Yamani di kediaman. Selain itu rombongan sempat bersilaturrahim bersama beberapa alumni dan simpatisan PP. Al-Amien Prenduan yang berada di Saudi Arabia.

Rombongan berangkat atas jasa travel Alwan Zahiro, yang dipimpin oleh H. Yusuf Dedi, alumi TMI asal Samarinda.

Ramadhan di Al-Amien

Siswa SMAN juga berhak belajar di pesantren. Hal itu dilakukan oleh siswa kelas 2 SMAN 1 Pamekasan dan SMAN 3 Pamekasan. Kedua SMAN ini memilih PP. Al-Amien Prenduan sebagai tempat Pondok Ramadhan bagi siswa-siswinya selama 4 hari, 24-27 Agustus 2009.

Total siswa yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 370 orang, terdiri atas 140 siswa SMAN 1 Pamekasan dan 230 siswa SMAN 3 Pamekasan.
Selama 4 hari para peserta Ramadhan in Al-Amien ini mengikuti kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan santri setiap hari. Seperti pengajian kitab kuning, shalat jama’ah 5 waktu, qiyamul lail, tadarrus Qur’an setiap setelah shalat, dan lain sebagainya.

“Walaupun singkat, di sini saya bisa belajar banyak tentang Islam,” ungkap salah seorang siswi SMAN

P2M IDIA Prenduan

Rektor IDIA Prenduan, KH. Maktum Jauhari secara resmi melepas 246 mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) di Pendopo Kecamatan Bluto, Sumenep, Senin (24/08/09).

Program P2M tersebut berlangsung selaam kurang lebih 23 hari, dari tanggal 3 Ramadhan dan berakhir tanggal 26 Ramadhan.

Para Mahasiswa disebar ke 12 desa di kecamatan Bluto kabupaten Sumenep Madura. Yaitu desa Bluto, Bumbungan, Sera Tengah, Errabu, Lobuk, Pekandangan Sangra, Pekandangan Tengah, Pekandangan barat, Guluk Manjung, Aengdake, Palongan dan Masaran.

“Kami berharap, mahasiswa IDIA mampu meningkatkan produktivitas SDM Indonesia, khususnya masyarakat kecamatan Bluto yang berasaskan nilai-nilai ISLAM,” pesan KH. Maktum Jauhari.

Juara Pidato Nasional

Prestasi diraih oleh 3 satri dalam Lomba Pidato Tingkat Nasional di Bandung, 4 Agustus 2009. yaitu: Ach. Shodiqil Hafil, mahasisswa Fakultas Ushuluddin IDIA Prenduan asal Bluto, Juara III Tingkat Mahasiswa, Rafsanjani santri kelas I Intensif TMI Putra asal Aceh, Juara II Tingkat Pelajar Putra, dan Rimawati Achmad santriwati kelas V TMI Putri asal Surabaya, Juara II Tingkat Pelajar Putri.

Wisuda TMI 2009

Sebanyak 314 santri alumni TMI diwisudsa pada 13 Agustus 2009. Mereka terdiri atas 179 santri putra dan 135 santri putri.

Wisudawan terbaik berdasar nilai akhir untuk putra diraih oleh Khoirun Nashihin asal Pademawu Pamekasan dengan predikat Mumtaz. Sedangkan untuk putri diraih oleh Lailatul Jamila asal Gapura Sumenep dengan predikat Mumtaz.

Sementara wisudawan teladan berdasarkan penilaian terhadap seluruh kegiatan niha’iyah dan aspek kepribadian untuk putra diraih oleh Nurul yaqin asal Kapedi, dan untuk putri oleh Lilis Suryani asal Banjarmasin.

“Jadilah kalian emas di manapun kalian berada. Jadilah mudzirul qoum yang mutafaqqih fiddin,” pesan KH. Muhammad Idris Jauhari.

Turut hadir pada prosesi wisuda tersebut Bakorwil IV Madura, Bupati dan Wakil Bupati Sumenep dan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.