Category: Kabar Pondok

Launching Generalspeed

Guru-guru yang belum berkeluarga dilarang membawa sepeda moto pada tahun ajaran yang akan datang. Itu adalah salah satu keputusan baru majlis kiyai dan para mudir dalam rapat pimpinan menjelang tutup tahun ajaran kemarin. Keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan yang cukup mendalam selain juga didasari pada kenyataan bahwa kebutuhan para guru junior atau yang belum berkeluarga terhadap sepeda motor tidak terlalu penting. Sehingga pada tahun ajaran yang akan datang sudah tidak ada lagi guru-guru junior yang membawa sepeda motor. Sebagai penggantinya, para guru dianjurkan untuk menggunakan sepeda pancal saja untuk sarana mobilisasi di dalam pondok.

Menanggapi keputusan ini, kelompok pecinta sepeda antik prenduan yang tergabung dalam GENERALSPEED mengajak semua kalangan baik guru junior maupun senior serta para mudir untuk menggunakan sepeda pancal selama berada di dalam lingkungan pondok. “Sebagai salah seorang duta lingkungan dari Departemen PU saya mengajak semua pihak untuk lebih intensif menggunakan sepeda pancal sebagai sarana mobilisasi di dalam pondok” demikian ungkap Ust. H. Slamet Fiddin yang merupakan salah seorang founding father dari General Speed ini dalam rapat lengkap guru kemarin.

General Speed sendiri telah terbentuk sekitar 4 bulan yang lalu. Saat ini tercatat sekitar 15 orang anggotanya yang terdiri dari guru-guru senior dan beberapa guru semi senior ditambah dengan beberapa alumni dan masyarakat yang berdomisili di sekitar prenduan hingga aeng panas. Kelompok pecinta sepeda antik ini memiliki program rutin mingguan yakni bersepeda ke kota pamekasan. Kegiatan ini telah berjalan sekitar 2 bulan lamanya. Informasi tentang kegiatan General Speed bisa dilihat di sini.

STAIN Bentuk LPA

Bertempat di Aula TMI Putra AL-AMIEN PRENDUAN, acara pembentukan Lembaga Pengkajian Al-Qur’an Al-Karim yang diprakarsai oleh STAIN Pamekasan dihelat. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pamekasan Drs. Kadarisman. Dalam ucapan selamat datangnya KH. Muhammad Idris Jauhari selaku pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN merasa sangat tersanjung dengan dipilihnya AL-AMIEN PRENDUAN sebagai tuan rumah pembentukan Lembaga Pengakajian Al-Qur’an Al-Karim tersebut.

“Sebagai shahibul bait yang bukan shahibul hajjah, kami merasa sangat tersanjung atas kepercayaan yang diberikan oleh pihak STAIN untuk ditempati acara pada hari ini. Kenapa kami katakan shahibul bait yang tidak shahibul hajjah, karena mengkaji dan mendalami Al-Qur’an adalah tugas kita bersama, tugas kita semua…” demikian apa yang disampaikan oleh Pimpinan dalam sambutan selamat datangnya.

Selain acara pembentukan Lembaga Pengkajian Al-Qur’an Al-Karim dalam kesempatan itu pula dilakukan proses revisi terhadap terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa madura. Terjemahan Al-Qur’an tersebut memang diakui beberapa pihak masih terdapat beberapa kekurangan, sehingga tugas utama lembaga pengkajuan al-qur’an al-karim ini adalah merevisi terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Madura. Acara yang berlangsung hingga pukul lima sore ini dihadiri pula oleh kiyai-kiyai sepuh dari Pamekasan dan Sumenep.