Category: Kabar Pondok

Pembelajaran Alfiyah di TMI

TMI – Pembelajaran Alfiyah di TMI Al-Amien kini semangat-semangatnya. Program ini disambut antusias oleh para santri. Terlebih, ketika melihat kakak-kakak mereka kelas VI begitu mahir setelah pulang dari mondok di Al-Amien III Kapedi (Al-Hikmah) selama 35 hari. “Kelas VI yang hanya 35 hari disana bisa menghafal 170-an bait Alfiyah, masa saya tidak bisa,” seru salah seorang santri kelas IV TMI.

Tepatnya pada selasa malam lalu (10/05) pembelajaran Alfiyah yang semestinya berjalan seperti biasa diganti dengan tasyji` dari Mudir A`am TMI, KH. Achmad Tidjani Syadzili, Lc. Beliau memaparkan panjang lebar tentang program pembelajaran Alfiyah, sambil memotivasi mereka dengan menceritakan kegiatan-kegiatan santri niha`ie ketika di Al-Amien III. Termasuk tentang film “KISS” yang dibuat oleh santri kelas VI ketika di sana.

Acara malam itu diakhiri dengan demonstrasi Alfiyah oleh santri kelas VI. Diharapkan ini dapat memotivasi para santri dalam menghafal bait-bait Alfiyah karya Ibnu Malik tersebut. “Kami (santri niha`ie) akan memotivasi para santri dengan demonstrasi ini, agar para santri semangat dalam menghafal Alfiyah melebihi semangat kami ketika di Al-Amien III,” papar Mlm. Farisul Haq saat ditemui di Masjid Jami` Al-Amien.

Pembelajaran Alfiyah tersebut dilaksanakan pada setiap malam Minggu, malam Senin, malam Rabu dan malam Kamis. Para santri didampingi oleh para Wali Kelas dan asisten dari santri kelas VI. Tidak hanya para santri, para guru pun mendapatkan bimbingan khusus Alfiyah. Para guru ini dibimbing oleh guru-guru senior.

PKM 2011

Patah tumbuh, hilang berganti. Pepatah inilah yang selalu menjadi pengingat agar kita selalu mempersiapkan generasi baru sebelum generasi sebelumnya pergi. Hal ini yang menjadi dasar dilaksanakannya Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen (PKM) bagi santri-santri kelas V TMI sebagai persiapan sebelum menjabat sebagai pengurus organisasi santri ISMI masa khidmah 2011-2012 nanti.

“Para santri kelas V ini akan dilatih dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin bagi adik-adik kelasnya. Menjadi pemegang tongkat estafet kepengurusan ISMI. Lebih jauh, para peserta juga akan menjadi pemimpin di masyarakat kelak”, ujar Ketua Panitia PKM, Ust. A. Rifa’ie.

Program tahunan ini dilaksanakan selama 5 hari (7-12/01/11). Kegiatan pelatihan meliputi sesi dan praktek langsung di tengah-tengah santri. Materi meliputi tema kepemimpinan, administrasi kantor, mengelola keuangan, bimbingan santi dalam kelompok-kelompok dan lain-lain. Tahun ini diikuti oleh 143 peserta putra, dan 151 peserta putri.

Selama pelaksanaan PKM, para peserta secara langsung ditempatkan sebagai pengurus pembantu pengurus ISMI di masing-masing bagian. Dan diberi tugas untuk sementara menggantikan para pengurus dalam melaksanakan tugas, dengan diawasi langsung oleh pengurus ISMI.

Para peserta ini akan melaksanakan serah terima jabatan kepengurusan ISMI setelah Musyawarah Tahunan (MUSTA) yang akan dilaksankan pertengahan Februari mendatang.

Tarbiyah Iqtishodiyyah 2010

Dari sekian banyak program Niha`ie, ada satu program yang sangat menarik bagi para santri kelas akhir, yaitu Tarbiyah Iqtishodiyah. Bisa dibilang, program ini adalah pelajaran lanjutan dari KOMDAS B Kewirausahaan yang telah mereka pelajari. Bedanya, pembekalannya kali ini diisi oleh pengusaha sukses beneran. Para santri juga diajak untuk melihat langsung beberapa tempat usaha yang sukses, di Sumenep dan Pamekasan. “Progam ini saya beri tema ‘Bagaimana Menjadi Orang Kaya’”, kata Pimpinan dan Pengasuh Pondok, KH. Muhammad Idris Jauhari sembari tersenyum, dalam pembukaannya di Geserna (13/12/10).

Pembekalan dilaksanakan selama 3 hari, dilaksanakan di Aula putra dan Geserna Putri. Panitia Pelaksana Program Niha’ie (P3N) tidak hanya mendatangkan para pengusaha sukses lokal, akan tetapi juga dari luar Madura. Contohnya saja, ustadz Amien dari Jakarta, redaktur utama PT. Amsa Nur. Juga Ustadz Zainul Ishaq dari Jakarta. Perusahaannya memberangkatkan TKI ke luar negeri. “Saya jauh-jauh datang dari Jakarta, tidak lain hanya ingin melihat calaon-calon pengusaha sukses”, ucap ustadz Zainul Ishaq kepada seluruh santri Niha’ie.

Setelah acara pembekalan selesai, keesokan harinya para santri melihat secara langsung ke tempat-tempat usaha di sekitar pondok. Antara lain: Laundry, Toserba, UKK, AMDK Lana, Book Store, Dll. Besoknya, para santri dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberangkatkan ke Pamekasan dan Sumenep. Para santri mengunjungi beberapa tempat. Di antaranya, pabrik kerupuk, konveksi, persablonan, pabrik ayam petelur, pabrik rajungan, karimata FM, kerajinan batik tulis, dan lain-lain.

Perkajum 2010

Jika istilah yang sering kita dengar adalah Persami, maka di pondok kami, karena hari libur adalah hari Jum’at, kami menyebutnya Perkajum (Perkemahan Kamis-Jum’at). Diselenggarakan tahun ini sebagai program perdana Departemen Kepramukaan ISMI di Lapangan Bhinteng desa Prenduan (10/06/10). Tidak diikuti oleh seluruh santri, melainkan hanya Regu Khusus (Resus), Sangga Khusus (Sangsus) dan beberapa Sangga biasa yang berminat.

“Di sinilah para anggota pramuka dituntut untuk menunjukkan hasil dari latihan pramuka yang diadakan setiap hari Rabu. Masing-masing regu harus berlomba-lomba menunjukan yang terbaik”, terang kak Rizky dalam sambutan pembukaan.
Perkemahan ini juga sebagai wujud persiapan bagi masing-masing regu jika nanti ada perlombaan kepramukaan di luar sekolah. Karena itu, diadakan perlombaan-perlombaan khas kepramukaan seperti sandi-sandi, baris-berbaris, pionering dan lain-lain.

Di luar itu semua, kegiatan kepramukaan memberi banyak manfaat bagi para santri. Selain sebagai bentuk hiburan, kegiatan-kegiatan dalam pramuka sejatinya membuat para santri menjadi lebih mudah bersosialisasi, mandiri dan menjadi pemimpin yang baik.

Meski ada beberapa halangan seperti cuaca yang kurang baik sehingga mengganggu acara api unggun, para santri terlihat tetap bersemangat. Belum lagi, rute penjelajahan yang konon membuat beberapa regu tersesat, karena kurang teliti melihat tanda arah.

Borong Piala di UNISMA Malang

Pada 19-25 April lalu, UNISMA menggelar aneka lomba menulis cerpen, MTQ, pidato bahasa arab, bahasa inggris dan debat.

Dalam event ini, Al-Amien Prenduan menjuarai beberapa lomba. Nurul Hasan santri kelas akhir asal bangka, berhasil menjadi juara pertama lomba menulis cerpen. Pada lomba pidato bahasa arab, Abdul Hakim santri kelas III Intensif berhasil merajai sebagai juara pertama. Dan untuk MTQ, Ach. Fadhil Ag, santri kelas akhir asal gili raja sumenep juga berhasil menjadi juara pertama. Sedangkan Sahal Badri, santri kelas lima asal Boyolali Jawa Tengah berhasil menjadi juara ketiga.

Sementara di UNM, Moh. Nurul Kamil, dengan puisinya sekolah angka-angka berhasil menyabet gelar juara pertama dalam lomba menulis puisi inspiratif, yang diadakan oleh FLP ranting malang.

Wisuda S1 dan Kepondokan IDIA

IDIA kembali mewisuda 247 mahasiswa dalam acara Rapat Senat Terbuka yang berlangsung pada hari Selasa (23/2). Acara yang digelar di Aula TMI ini, merupakan rangkaian kegiatan wisuda ke 12, yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut (21-23/2).

Perhelatan yang digelar di Geserna tersebut juga dihadiri oleh Bupati Sumenep, seluruh rektor perguruan tinggi di Madura dan para tokoh masyarakat.

Krisman Ariyandi, mahasiswa jurusan PBA, didaulat sebagai peraih nilai IP tertinggi, yaitu 3,67. Diikuti Sahidi Mustofa, mahasiswa asal Aceh jurusan TH dengan nilai 3,58, dan Afni dengan nilai 3,57.

Berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, wisuda IDIA Prenduan berlangsung dua kali. Yaitu wisuda gelar sarjana S1 yang berlangsung pada pagi hari, dan wisuda kepondokan bagi mahasiswa intensif (kuliah sambil mondok) yang dilaksanakan malam harinya, dengan pengantar bahasa arab.

“meski wisuda ini berlangsung sederhana, namun nilai yang terkandung di dalamnya sungguh luar biasa. Karena terdapat nilai-nilai Islam yang harus diemban para alumni. Yaitu menjadi insan yang tafaqquh fiddien dan mundzirul-qaum”, ungkap KH. Muhammad Idris Jauhari dalam sambutannya.

Porseni dan Persada 2010

Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) dan Persada (Pekan Seni dan Budaya) secara resmi dibuka oleh pimpinan PP. Al-Amien Prenduan, KH. Muhammad Idris Jauhari pada Rabu (31/12/2009). Pelepasan seekor burung merpati oleh beliau menandai dimulainya kegiatan ini.

Kiai Idris menyatakan, Porseni dan Persada termasuk salah satu unsur pendidikan terpenting yang dilaksanakan di luar jam pelajaran formal. “Porseni dan Persada kental dengan nilai-nilai pendidikan,” tukasnya.

Porseni diperuntukkan bagi santri TMI Putra, sementara Persada khusus untuk santriwati TMI Putri. Keduanya dilaksanakan secara terpisah. Dengan kepanitiaan yang terpisah pula.

Cabang-cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Porseni tahun ini meliputi: sepak bola, bola voli, bola basket, sepak takraw, teni smeja, bulu tangkis, pencak silat, atletik, lempar gelang dan gobak sodor.

Di bidang kesenian meliputi: nasyid, solo song, qori’ dan tilawah, membaca berita pidato 3 bahasa, cipta puisi, melukis, pantomim, debat, fashion show, kaligrafi, kitab kuning, letter, karikatur, mading, balas pantun, penyiar, resensi buku, drama kolosal dan cerdas cermat.

Adapun cabagn seni dan budaya yang dilombakan dalam Persada meliputi: MC 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia), balas pantun, fiqhun nisa’, karikatur, hasta karya, menyulam, nasyid, tata boga dan tata ruang, penyiar 3 bahasa, desain busana, cerdas cermat, debat 3 bahasa, fashion show, cipta puisi terjemah Al-Qur’an, kaligrafi kontemporer, pop song 3 bahasa, graffiti / letter, baca berita 3 bahasa, mading 3 bahasa, merajut, merangkai bunga, rias pengantin, drama, melukis dan karya ilmiyah.

Porseni dan Persada berlangsung hingga Selasa 8 Januari 2009. Selamat berlomba!

Bantuan CAP Menkominfo

Community Access Point sendiri telah digagas sejak lama oleh Depkominfo sebagai salah satu program unggulan dalam rangka menuju masyarakat informasi Indonesia 2020.

“Diharapkan pesantren menjadi ujung tombak Depkominfo dalam penyebaran informasi, khususnya yang berbasis internet bagi masyarakat sekitarnya,” tegas Bambang Soeprijanto, S.H, M.Sc, Direktur Pemberdayaan Telematika Depkominfo RI saat proses penyerahan bantuan di Jakarta (11/12/2009).

Untuk mengelola program ini, Al-Amien dan 21 lembaga lainnya mendapatkan satu unit komputer server dan 9 unit komputer client lengkap dengan koneksi internet. Diharapkan fasilitas tersebut dapat dimaksimalkan oleh para pengelola di daerah-daerah.

Unit CAP di PP. Al-Amien Prenduan, saat ini dikelola oleh Divisi Information and Communication Center (ICC), satu divisi di bawah tanggung jawab langsung Sekretariat Yayasan Al-Amien Prenduan dan masyarakat sekitar pada umumnya,” terang Anwar Dani, penanggung jawab ICC

Juara II Olimpiade Matematika se-Madura

Persepsi santri miskin prestasi di bidang ilmu eksak, khususnya matematika, mungkin benar. tetapi M. Rifki Rahman santri kelas I Intensif TMI asal Lenteng berhasil meraih Juara II dalam Olimpiade Science se-Madura bidang Matematika, yang diadakan oleh GCN (Generasi Cerdas Nusantara) di Pamekasan (27-28/12/2009).

Rifki menyisihkan sekitar 200 peserta yang berasal dari SMP/MTs di Madura. “Alhamdulillah, saya tidak mengira bisa juara, apalagi melihat peserta lain. Sepertinya lebih mampu dari saya, apalagi mereka berasal dari sekolah-sekolah negeri favorit,” katanya.

Dengan kemenangannya ini, Rifki memperoleh tropi penghargaan dan uang pembinaan.

Menurut guru matematika sekaligus pendampingnya, Ust. Abdul Ghofur, keenangan ini diharapkan dapat memberi dorongan bagi santri lain untuk ikut berprestasi di bidang ini. “Semoga yang akan datang, akan banyak lagi santri yang berprestasi di bidang ini. Bahkan, bisa juara dalam olimpiade tingkat nasional, maupun internasional,” harapnya.

Semiloka Pengembangan Kurikulum IDIA

Kurikulum menjadi salah satu unsur terpenting bagi tegakknya sebuah lembaga pendidikan. Kurikulum tidak saja berbicara bagaimana proses pembelajaran berlangsung, lebih dari itu, bagaimana seluruh aspek pendidikan dan pengajaran, dan seluruh unsur pendukungnya dikelola dan dikembangkan. Itulah inti dari Semiloka Pengembangan Kurikulum, yang diadakan oleh IDIA Prenduan pada Kamis-Sabtu (25-27/12/2009).

KH. Abu Shiri Sholehuddin mengatakan, semiloka ini bertujuan untuk, pertama, mengevaluasi kurikulum pendidikan di IDIA Prenduan. Kedua, menyepakati rumusan kurikulum di lingkungan IDIA Prenduan yang akan menjadi pedoman bersama dalam penyelenggaraan pendidikan. Dan ketiga, menyepakati sebaran mata kuliah dalam elemen dan jenis kompetensi.

“Mudah-mudahan, ke depan IDIA Prenduan bisa selalu lebih baik,” kata rektor IDIA, KH. Maktum Jauhari, MA, sembari menyatakan kebanggaannya.

Hadir sebagai pembicara dalam semiloka ini antara lain, Direktur Pendidikan Tinggi Agama Depag RI, Prof, Dr. Muchasin, MA, Kepala Bappeda Sumenep, Tim Ahli Kopertais wilayah Sumenep, dan dosen-dosen dari perguruan tinggi lain.

Semiloka ini dipungkasi dengan penyusunan kurikulum baru IDIA yang langsung ditangani oleh ketua jurusan masing-masing.