Category: Kabar Pondok

Menulis Bisa Membuat Panjang Umur

TMI- menulis-bisa-membuat-panjang-umur_m_59513Lebih dari 1.500 santri putra dan putri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan mengikuti seminar literasi di Gedung Serbaguna (Geserna) Jumat (23/3). Panitia menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Redaktur Budaya Jawa Pos Radar Madura Lukman Hakim AG., Pemred Majalah Horison Jamal D. Rahman, dan budayawan Syaf Anton Wr.

Majelis Kiai PP Al-Amien Prenduan KH Moh. Zainullah Rois dalam sambutannya mengatakan, kreativitas menulis sangat penting. Seminar dengan tema Mencintai Sastra, Mencintai Kehidupan itu diharapkan bisa memotivasi para santri.

Dengan begitu, mereka mempunyai gairah atau semangat untuk menulis. Dia berpesan kepada santri dalam beproses agar tidak putus asa. ”Jika ingin panjang umur, salah satunya dengan menulis. Karena meskipun orangnya meninggal dunia, karyanya tetap bermanfaat,” katanya.

Jamal D. Rahman banyak mengupas seputar perkembangan sastra dan peradaban Islam. Banyak ilmuan Islam menuliskan ilmunya melalui karya sastra meski mereka tidak disebut sastrawan. ”Terutama syi’ir,” ucapnya.

Sementara Syaf Anton Wr. banyak bicara seputar perkembangan komunitas atau sanggar sastra. Kemudian dilanjutkan dengan materi proses kreatif dan cara menembus media massa oleh Lukman Hakim AG. Seminar itu juga dihadiri Direktur TMI Al-Amien Prenduan H A. Tijani Syadzili.

Pada kesempatan itu, dua novel karya alumni TMI putri diluncurkan sekaligus oleh Pembina Sanggar Sastra Al-Amien Moh. Hamzah Arsa. Yakni, Ali & Aisyah karya Endang Kartini serta Pendar Cahaya di Atas Prahara karya Richa Muthaharoh.

Memperkokoh Akhlak Santri Al-Amien dengan Pengajian Syarah Ta’lim Muta’allim dan Taqrib

pengajianYAP- Pada malam Senin (19/3/18) setelah shalat Jama’ah Maghrib biasanya para santri Al-Amien melaksanakan kegiatan bimbingan membaca al-Qur’an. Tapi malam ini, mereka masih terlihat berkumpul rapi di dalam masjid.

Ternyata mereka dikumpulkan oleh Biro Dakwah yang tahun sekarang di ketuai oleh KH. Bastomi Tibyan, M.Pd. Alasannya, untuk mengikuti pengajian umum Syarah Ta’lim Muta’allim Bersama Pimpinan dan pengasuh Pondok Peantren Al-Amien KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA.

Menurut Kyai Bastomi, malam ini memang awal dimulainya acara pengajian umum setengah bulanan. Selain Syarah Ta’lim Muta’allim, kitab yang juga akan diajarkan adalah Taqrib, yang akan diisi oleh KH. Dr. Ghazi Mubarok Idris, MA. selaku wakil pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien.

Sebenarnya kedua kitab ini di Al-Amien sudah lama diajarkan di sekolah. Namun karena para kyai dan guru menginginkan manfaat yang lebih nyata, khususnya dalam mengokohkan jiwa dan akhlak para santri, maka kegiatan pengajian umum ini dilaksanakan.

Sosialisasi JKN-SKIN oleh BPJS di Al-Amien Agar Bisa Membantu Sesama

JKN KIS jkn kissYAP- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Pamekasan mengadakan acara Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan (9/3/18).

Sosialisasi yang diikuti oleh sekitar 35 peserta ini di mulai pada pukul 9.00 di ruang pertemuan Radio Suara Dakwah Al-Amien (RASDA). Para peserta terdiri dari Majlis Kiyai, pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam, pengurus dan karyawan Yayasan Al-Amin Prenduan serta guru-guru Al-Amien.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien KH. Dr. Ghazi Mubarok Idris, MA dilanjutkan dengan prensentasi oleh perwakilan BPJS Kesehatan cabang Pamekasan.

Harapan dari BPJS yang kantornya ada di desa Panglegur ini, agar seluruh  guru-guru dan para karyawan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien menjadi anggota dari JKN-KIS, dengan tujuan untuk membantu sesama.

Khidmah Tarbawiyah, Bekal Santri Kelas Akhir TMI Al-Amien Prenduan Sebelum Terjun Ke Masyarakat

TMI- Khidmah Tarbawiyah merupakan satu di antara berbagai program kelas akhir TMI Al-Amien Prenduan. Program ini berupa praktek lapangan ke berbagai lembaga pendidikan diluar pondok.

Secara teoritis, mereka telah diajarkan materi tentang leadership, membership dan menejemen pendidikan. Seiring dengan itu, usaha pembentukan sikap mental (character building) juga telah dilakukan secara terus menerus selama 24 jam di dalam pondok.

Namun diakui bahwa metode yang paling ideal adalah yang paling sesuai dengan tempat dan kenyataan. Yaitu berupa pengalaman terjun langsung ke lapangan. Dalam kontek inilah kegiatan ini dilaksanakan.

Untuk tahun ini ada 36 lembaga pendidikan diluar pondok yang menjadi tempat praktikum mereka. Untuk Putra bertempat di wilayah Sumenep menempati 14 lembaga. Dan untuk putri bertempat di wilayah Sampang menempati 22 lembaga.

Praktikum ini akan berlangsung selama 10 hari mulai hari Ahad tanggal 4 Maret sampai hari Selasa 13 Maret 2018 mendatang.

Diproyeksikan dari praktikum ini dapat memberikan bekal-bekal praktis tentang pengelolaan dan menejemen pendidikan, juga yang tak kalah pentingnya, ingin menanamkan jiwa seorang pendidik sebelum mereka berkiprah dalam ajang yang sesungguhnya ditengah-tengah masyarakat.

 

Pengurus ISMI (Ikatan Santri TMI) Al-Amien Prenduan Menggelar Consulat Cup

TMI- Ada yang beda dengan kegiatan ISMI tahun ini. Jika tahun-tahun sebelumnya pertandingan sepak bola diadakan antar club dan angkatan, maka tahun ini, pengurus Organtri ISMI masa bakti 1439-1440 mempunyai inisiatif brillian, yaitu lomba antar daerah atau Consulat Cup.

Event ini mendapat sambutan yang meriah dari seluruh santri dan guru-guru, pasalnya, lomba ini diadakan pada momen yang tepat, setelah ujian Mid III.  Kemudian pesertanya juga dibolehkan dari kalangan guru.

Menurut jadwal, even ini akan berlangsung mulai tanggal 23 Februari sampai 5 Maret 2018, tapi karena sekarang lagi musim hujan, membuat pertandingan final mungkin akan diundur sampai hari Rabu tanggal 7 Maret.

Yang berlaga dalam perlombaan ini terdiri dari 9 klub konsulat. Antara lain Persebaya (terdiri dari daerah surabaya dan sekitarnya), Persija (Jakarta), Persepam (Pamekasan), Andalas Fc (Sumatra), Perseba (Bangkalan), Perssu (Sumenep), Persesa (Sampang), Arema Fc  (Malang) dan Glamour (Kepulauan, Sumenep III  dan Pragaan).

Kegiatan semacam ini diharapkan bisa menjadi media refreshing dan penyeimbang dari rutinitas kegiatan spiritual dan intelektual yang ada di pondok.

Utusan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Mengikuti Pelatihan Cyber Skill di Pesantren Darun Najah Jakarta

IMG-20180302-WA0071 IMG-20180227-WA0035YAP- Utusan Pondok Pesantren Al-Amien kembali Mengikuti Cyber Skill Training di Pesantren Darun Najah Jakarta, setelah 3 tahun yang lalu juga mengikuti training serupa. Kegiatan ini merupakan bentuk wakaf intelektual Darun Najah kepada Gontor, sekaligus merupakan program kerja dari Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor.

Acara ini berlangsung mulai tanggal 25 sampai 27 Februari 2018. Dalam 3 hari ini para peserta dibekali wawasan tentang Komunikasi dan Media serta kekuatannya dalam membangun Sistem Publikasi Pesantren.

Di samping itu para peserta juga diajarkan tentang dasar-dasar Cinematograpy dan Strobist Photography. Sebuah keterampilan dalam menggunakan kamera untuk kebutuhan publikasi kegiatan-kegiatan pesantren dalam bentuk video dan gambar.

Kegiatan yang dilatih oleh para pemateri profesional ini diikuti oleh 43 peserta dari 38 pesantren yang tersebar di seluruh pelosok nusantara.

Setelah pelatihan ini, para peserta diharapkan bisa mengamalkan ilmunya di pesantren masing-masing.

Alumni TMI Al-Amien Prenduan yang Kuliah di IDIA Sabet Best Speaker UADC 2018

best speaker idiaTMI- Seif Robert adalah salah satu dari alumni TMI asal Probolinggo yang melanjutkan studi S1 nya ke IDIA dengan mengambil prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Bersama beberapa temannya yang lain, seperti Miftahurrahman dan Hakim, dia membina Bahasa Arab para santri dalam wadah Markazul Lughah, sebuah bagian di bawah Biro Pendidikan Yayasan Al-Amien Prenduan.

Pada bulan ini bersama Miftah dan Hakim, mewakili IDIA mereka ikut serta dalam Unisi Arabic Debating Championship (UADC) 2018 dengan tema “Pemikiran Pemuda untuk Cahaya Masa Depan” di Universitas Islam Indonesia, menghantarkan Seif Robert el Haq sebagai Best Speaker dari 88 peserta.

UADC merupakan salah satu lomba debat bahasa arab terbesar di Indonesia yang sudah menginjak tahun kedua. Dalam event kali ini, Kontingen IDIA telah mengikutinya dengan maksimal dengan raihan Best Speaker, meskipun secara tim belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Selain mendapat Best Speaker, Pendamping atas nama Ustadz Ihwan Amalih,  M.Fil.I dan Akh.  Muhammad Khairul Basyar, S.Pd termasuk 7 juri yang terpilih dari 30 juri, sebagai juri dalam acara final debat  antara tim Malaysia USIM dan Indonesia UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Karena dalam kompetisi debat UADC sistem debat beserta penilaian mengikuti model Qatar Debating, dimana setiap tim diharuskan memiliki pendamping yang akan menjadi juri bagi tim yang lain.

Pada tahun ini UADC bertempat di Gedung Auditorium Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kepindidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya Yogyakarta, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta pada tanggal 27 Februari – 2 Maret 2018. Diikuti oleh 88 peserta yang terbagi menjadi 22 tim dengan dukungan dari 36 juri. Para peserta datang dari Universitas Sains Islam Malaysia, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Padangsidimpuan, Universitas Al Azhar Indonesia, IDIA Al Amin, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, STAI An-Nawawi Purworejo, Daarul Lughoh wa Da’wah dan IAIN Jember.

UADC 2018 memberikan apresiasi penghargaan kepada para debater yang mendapatkan juara 1 dengan tropi dan uang senilai Rp. 5.000.000,-, juara 2 dengan torpi dan Rp. 3.000.000, juara 3 Rp. 1.500.000,- serta kepada 10 Best Speaker.

KH Ma’ruf Amien: “Pesantren Harus berperan dalam Penguatan Ekonomi Keuangan Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Umat”

YAP – Kyai Ma’ruf Amien yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama kyai ma'ruf 3Indonesia (MUI) sekaligus Rais ‘Am PBNU,  memang layak disebut sebagai motor penggerak ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam acara Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan (16/2) beliau kembali menegaskan bahwa pesantren harus mengambil peran dalam penguatan ekonomi keuangan syariah dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, ekonomi syariah sudah menjadi sistem nasional kita. Dengan menggunakan dual system economic, ia berdampingan dengan sistem ekonomi konvensional yang masih menggunakan praktek ribawi.

“Perjuangan mensosialisasikan sistem ekonomi syariah ini sudah dimulai sejak tahun 90 an. Kalau santri dulu, setelah membaca kitab Fiqih kyai ma'ruf 4langsung ditaruh diatas lemari. Tapi sekarang, harus di implementasikan dalam kehidupan nyata. Seperti di Kitab al- Buyu’ (jual beli) ada al-Wikalah, ar-Rahn, sekarang sudah ada lembaga-lembaganya, ada bank syariah, asuransi syariah dan pegadaian syariah,” tuturnya.

Bersama Kyai Ma’ruf Amin ikut memberi sambutan juga direktur PT Pegadaian Persero Pusat, Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ketua Dewan Dakwah MUI KH. Cholil Nafis, semuanya siap mendukung gerakan ekonomi pesantren. “Sehingga nantinya akan bermunculan Basmalah Mart, Al-Amien Mart, An-Nuqayyah Mart di seluruh nusantara,” kata kyai yang juga merintis dan mendirikan pondok pesantren Al-Nawawiyah Banten ini.

 

Hadirilah Tablig Akbar Nanti Malam di Al-Amien…!!! Bersama Ketua MUI dan Hadroh Majlis Rasulullah

kyai ma'ruf 1 kyai ma'rufYAP– Nanti malam (16/2) sekitar pukul 19.30 Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan akan mengadakan acara Tabligh Akbar dan Kuliah Umum bersama  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat sekaligus Rais Aam, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Ma’ruf Amin.

Tabligh Akbar ini mengangkat tema ”Membangun Kesejahteraan Umat melalui Ekonomi Syariah dalam Arus Baru Ekonomi Indonesia” dan akan diramaikan juga oleh penampilan kelompok Hadroh Majlis Rasulullah asal Banyu Anyar.

Tabligh ini terbuka untuk umum, terutama seluruh masyarakat Madura yang ingin bershalawat bersama dan mencari fadhilah dengan menghadiri Majlis Ilmu bersama para ulama.

Pesan TGB Dalam Pertemuan Khusus Bersama Ulama, Kiyahi dan Cendekiawan di Al-Amien

TGB bersama para ulama TGB BERSAMA ULAMAYAP- Sebelum acara Tabligh Akbar dan Kuliah Umum di masjid jami’ Al-Amien Prenduan dimulai, bertempat di kediaman Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien, TGB menyampaikan pesan akan pentingnya memikirkan generasi umat masa depan.

Pesan ini disampaikan dalam pertemuan khusus bersama para kiyahi, ulama dan cendekiawan, di antara mereka turut hadir Bapak Bupati Sumenep, Dr. KH. Busyro Karim. Acara ini hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Diawali dengan sambutan singkat dari Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, MA, beliau menyampaikan bahwa TGB merupakan aset umat. Karena jarang sekali alumni pesantren yang menjadi gubernur,” paparnya.

Menurut TGB, generasi muda sekarang ini harus difikirkan. Sebagaimana dulu nabi Ibrahim selalu memikirkan keturunannya agar menjadi muqimasshalah (orang-orang yang selalu menegakkan shalat), bahkan beliau selalu berdo’a agar keberkahan yang diberikan Allah kepadanya juga diberikan kepada seluruh sanak keluarga dan keturunannya.