Category: Kabar Pondok

Pahlawan di sekitar Kita

Mayoritas Santri Al-Amien Prenduan, khususnya TMI Putra jelas mengenal beliau. Terlepas dari perdebatan siapa tepatnya nama beliau, apakah “Pak Dul” ataukah “Pak Dur,” beliau tetap membalas panggilan kami dan tersenyum ramah.
Bagi kami, beliau adalah pahlawan. Pahlawan yang mampu menuntaskan pekerjaan yang tidak sanggup kami kerjakaan, khususnya dalam menjaga kebersihan Pondok. Pahlawan yang membereskan kesalahan kami yang kadang lalai dan membuang sampah sembarangan dan berpotensi merusak keindahan Pondok.
Bagi mereka yang hanya belajar di kelas beliau mungkin tidak dianggap sebagai guru, tapi bagi kami yang menjalani pendidikan 24 jam di Pesantren dan semua kegiatan di dalamnya bernilai pendidikan, maka beliau adalah seorang pendidik yang juga telah mendidik kami.

Ujian Penempatan Santri Baru

Kurang lebih sebanyak 473 calon Santri dan 411 calon Santriwati TMI Al-Amien Prenduan mengikuti Ujian Penempatan Santri Baru yang dibuka mulai hari ini (Kamis, 21 Syawal / 05 Juli) dan akan berlangsung hingga hari Senin, 25 Syawal / 09 Juli.

Semangat dan Komitmen Baru dalam Pembukaan Tahun Ajaran Baru

 

Apel Pembukaan Tahun Ajaran Baru (27/6) yang dibuka pada pukul 06.35 WIB berlangsung lancar dan mengundang antusias para santri yang cukup signifikan.

Di sela-sela sambutan yang disampaikan oleh KH. Moh. Zainullah Rois, Lc. ditegaskan agar seleksi kenaikan kelas di tahun ajaran baru ini harus lebih diperketat guna mensinyalir adanya santri pondok bahkan alumni pondok yang masih dikategorikan tidak mampu membaca Al-Quran dengan benar.

“Kami, rekan-rekan guru akan memperketat seleksi kenaikan kelas yaitu salah satunya dengan mengadakan ujian membaca Al-Qur’an. Bagi santri yang masih belum memenuhi sayarat kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an, dengan terpaksa akan kami nyatakan tidak lulus dan anak ini tidak berhak melanjutkan kelasnya ke yang lebih tinggi.” ungkap beliau penuh diplomatis, disambut dengan anggukan antusias para guru dan mudir-mudir yang turut menghadiri acara apel pembukaan tersebut.

Di samping keharusan meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran bagi para santri, beliau juga memperingatkan kembali agar para wali kelas dan guru-guru pun turut andil dalam perihal ini, yakni dengan meningkatkan porsi bimbingan kepada para muridnya, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran itu sendiri. Karena disinyalir kejadian-kejadian yang telah terjadi di tahun-tahun lalu, yakni masih ada beberapa alumni yang belum memenuhi syarat mampu dalam membaca Al-Quran dengan benar akan kembali terulang di tahun ajaran yang baru ini.

Mengakhiri orasinya beliau juga mengungkapkan, bahwa dengan adanya seleksi mengaji yang ketat ini bertujuan untuk meluruskan prespeksi masyarakat yang salah yang belakangan ini masih saja sempat terjadi.

Acara apel yang ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh pengasuh Ma’had TMI yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama itu, juga membuahkan keyakinan kepada seluruh jajaran Asatidz dan mudir, bahwa di tahun ajaran yang baru ini, 1439-1440 H. Insya Allah akan menjadi tahun ajaran yang lebih baik lagi.

Di Ma’had TMI Putri dilaksanakan pula kegiatan serupa yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GESERNA). Acara yang dibuka oleh KH. Moh. Khoiri Husni ini berlangsung dengan khidmat. Para santriwati yang terdiri dari santriwati Marhalah Tsanawiyah, Marhalah Aliyah dan beberapa santriwati baru di Marhalah Syu’bah tersebut mengikuti acara pembukaan  dengan penuh rasa antusias atas dibukanya acara yang mengawali seluruh kesibukan warga TMI Al-Amien Prenduan.

Dalam kutipan sambutan beliau, KH. Moh. Khoiri Husni berharap para santriwati bisa kembali ke pondok secara kaffah, ruhan wa jisman. Selain itu beliau juga mengingatkan para santriwati untuk segera membuat rencana untuk apa saja yang akan dikerjakannya untuk mewujudkan hal yang diharapkan, “Rencanakan apa yang akan dikerjakan, dan kerjakan apa yang direncakan.” Ujar beliau sebelum mengakhiri pidato sambutannya. Acara santriwati dilanjutkan dengan menuju ke kelas masing-masing bersama walikelas untuk mendiskusikan jurnal selama liburan serta pemilihan ketua dan struktur kelas. (Az/Ar)

BABAK BARU; Rutinitas Dimulai Kembali dengan Rapat Guru Lengkap

TMI Al-Amien Prenduan kembali mengadakan rapat guru lengkap (RGL) untuk memulai program pondok satu tahun ke depan. KH. Moh. Zainullah Rois, Lc. yang betugas sebagai pemimpin berlangsungnya acara yang biasa dilaksanakan di awal tahun ini, membuka dengan kalimat “Hamdalah” dan dengan penuh optimis beliau menyampaikan beberapa patah kata sebagai pembuka dari acara rapat itu sendiri.

Acara rapat ini dihadiri langsung oleh hampir seluruh guru-guru TMI senior maupun junior termasuk di dalamnya hadir empat orang dari anggota majelis kiyai di antaranya; KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I, sebagai pengasuh ma’had MTA, KH. Moh. Zainullah Rois, Lc, selaku pengasuh ma’had TMI sekaligus pemimpin berlangsungnya acara rapat, KH. Dr. Ghozi Mubarok Idris, MA, selaku wakil dari pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani MA, selaku pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Di antara rentetan acara yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam itu, Guru-guru baru baik yang mengabdi di dalam maupun di luar resmi dilantik, dengan konsekuensi harus menjalankan SAPTA SETIA GURU (Tujuh janji setia guru), sebagaimana isi dari surat pelantikan itu sendiri. Di sela sambutannya, Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan menegaskan bahwa sebagai guru TMI kita harus senantiasa bersyukur atas segala karunia, karena Allah masih memberi kesempatan pada kita untuk menjadi mudarrisum, mudabbirun sekaligus mu’allimun. Maka dari itu, haruslah bagi kita semua sebagai guru yang islami, untuk berfikir keras bagaimana caranya agar supaya segala amal kita benar-benar terlaksana hanya atas dasar cinta kepada Allah dan tidak demi yang lainnya.

Mengakhiri pertemuan, sebelum doa penutup dibacakan wakil pimpinan dan pengasuh PP. Al-Amien Prenduan turut mempertegas kembali, bahwa segala proses yang berjalan selama pendidikan itu berlangsung, guru menempati peran yang sangat penting. Maka dari itu, ada dua cara yang tidak ada lebih baik darinya yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas peserta didik yakni dengan memperbaiki diri agar bisa menjadi contoh yang baik bagi santrinya dan berdoa dengan cara yang paling baik demi kelangsungan hidup anak didiknya. (Az)

RTT Sebagai Wadah Refreshing dan Nambah Wawasan

Rihlah tarbawiyah tanazuhiyah (RTT) merupakan program santri kelas akhir di seluruh lembaga ponpes Al-Amien Prenduan.

Pelaksaan RTT ini dilandasi oleh tiga dasar pemikiran. Pertama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas terlaksananya seluruh program santri akhir menjelang wisuda.

Kedua sebagai wadah rekreasi ke berbagai tempat wisata yang dilaksanakan setelah menyelesaikan ujian Ebta.

Dan ketiga sebagai upaya menambah wawasan dengan melakukan studi ke berbagai lapangan pendidikan, sosial dan budaya yang berkembang di luar pondok.

Salah satunya adalah lembaga TMI.

Pada tahun ini TMI melakukan study tour ke 4 lembaga pendidikan antara lain: untuk putra ke Universitas Islam Malang, Almukmin Ngruki Solo, Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta, sekolah Akademi Militer Magelang. Untuk putri ke Pondok Pesantren As-Salam Solo, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, dan Sanggar kelompok belajar Bantol Yogyakarta.

Untuk objek wisata antara lain: Masjid Cheng Hoo, Jatim Park I, Pantai Parang Tritis, Malioboro dan Candi Borobudur.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dari 10-12 April untuk putra, dan tanggal 11 April 13 April untuk putri.

JQH Lantik 31 Santri Penghafal Al-Qur’an

Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) adalah Salah satu program unggulan Ma’had Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN Sumenep Madura.

Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) adalah suatu program yang berfokus dalam mencetak Huffadz Al-Qur’an dan Qori-Qori’ah yang berkualitas. Yang nantinya selain disiapkan menjadi para pendidik (Mu’alliem) para santri juga diharapkan bisa menjadi Hafidh Al-Qur’an.

Pada tahun ini, sesuai dengan agenda Pondok menjelang akhir tahun pelajaran dilaksanakan acara Tasyakkur Hifdh Juz ‘Amma, 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 Juz pada hari Sabtu (07/04) untuk TMI Putri di Geserna, dan TMI Putra hari Ahad (08/04) bertempat di Auditorium TMI Putra.

Para wisudawan pada tahun ini berjumlah 174 dan 135 untuk wisudawati. Sedangkan jumlah wisudawan dan wisudawati yang hafal 30 juz berjumlah 31 orang.

BSMI Adakan Pelatihan Basic Life Support

Pengurus Perhimpunan BSMI Jawa Timur melalui BSMI Sumenep menepati janjinya untuk mengadakan pelatihan BLS (Basic Life Support) kepada santri pondok pesantren Al-Amien. (7/4/18).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari silaturrahim ketua perhimpunan BSMI Jawa Timur dr. Eko Subagyo, Sp.BS dan ketua BSMI Sumenep, Naryo SPd di Ponpes Al-Amien Prenduan awal Januari lalu.

Acara ini dibuka langsung oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA selaku pimpinan dan pengasuh pondok. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan pengamalan dari perintah at-ta’awun dalam kebaikan sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an.

Kemudian dari pihak BSMI mengamanatkan langsung kepada dr. Teguh Setyo Nugroho, Sp. THT. Kl. Setelah menjelaskan tentang pentingnya pertolongan kepada sesama, dr. Teguh mempertajam materinya dengan praktek secara langsung, khususnya tentang bagaimana cara memberi pertolongan pada mereka yang berada dalam kondisi gawat darurat.

Pelatihan yang diadakan di aula pertemuan Radio Suara Dakwah Al-Amien (RASDA) ini diikuti oleh sekitar 100 orang, sebagian mereka juga ada siswa tingkat SMA yang berasal dari Pamekasan dan Sampang.

Penghargaan Pondok Hingga Tawaran Bea Siswa Bagi Sang Juara

juara 5juara 4juara 2juara 3YAP- Penyambutan juara debat se-Asean di Ponpes Al-Amien mirip tamu kehormatan. Ada sekitar 30 mobil dan Patwal yang menjemput mengiringi kedatangan mereka.

Di dalamnya terdiri dari para kiyahi, guru-guru dan para keluarga besar Al-Amien yang tersebar di Korda IKBAL Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Surabaya. Setibanya di Al-Amien mereka disambut dengan pagar betis oleh seluruh santri.

Terlihat kegembiraan dan rasa haru terpancar dari wajah para kiyahi, guru-guru dan keluarga yang mengantar. Sesekali suara takbir membahana, sebagai bentuk pengakuan bahwa prestasi ini tidak akan diraih kecuali dengan maunah dan pertolongan dari Allah SWT.

Sebagai bentuk kongkrit penghargaan pondok adalah dengan membebaskan mereka dari seluruh pembiayaan hingga menjadi alumni. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh pimpinan dan pengasuh di depan seluruh santri di masjid jami’ al-amien selepas shalat maghrib berjamaah.

KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, yang beberapa kali juga pernah mengunjungi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) ini mengatakan bahwa mereka juga ditawarkan untuk sekolah disana dan bisa mengurus bea siswa sampai S3. Kyai Ahmad mengharap semoga tawaran ini menjadi berkah bagi para santri yang lain untuk melanjutkan studi ke Universitas bergengsi ini.

Juara Debat se-Asean, Ponpes Al-Amien Prenduan Membuktikan Bahasa Arab Sebagai Mahkota Pondok

Juara AseanYAP- Sepanjang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, inilah satu-satunya prestasi paling membanggakan yang diraih oleh santri.

Pondok pesantren yang menjadikan bahasa arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-harinya ini, meraih juara pertama tingkat Association of South East Asia Nations (ASEAN) di Malaysia (2/04/18).

Ajang bergengsi yang diselenggarakan di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) ini diikuti oleh delegasi dari beberapa negara ASEAN.
Seperti Singapura, Brunai Darussalam dan Thailand.

Dalam even ini Al-Amien mengutus empat mahasiswa dari Institut Dirosat Islamiyah (IDIA) dan empat santri dari Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI). Didampingi oleh ust. Suhaimi Zuhri S.Ag. sebagai kepala Biro Pendidikan dan Ust. H. Saiful Anam, M.Pd. sebagai Kepala Jurusan PBA IDIA Prenduan.

Berikut mahasiswa dan santri Ponpes Al-Amien Prenduan yang menjuarai lomba Debat Bahasa Arab se-ASEAN di Malaysia:

Kategori juara umum : Juara I Debat Bahasa Arab tingkat sekolah menengah: Delegasi TMI Al Amien Prenduan (Firdaus ulul Abshor asal Bangkalan, Salman Biltyar asal Tasikmalaya, Ilman Faris asal Kepulauan Sapeken Sumenep dan Ali Sajad dari Bluto)

Kategori juara individu berupa pembicara terbaik (Best Speaker):

1. Ilman Faris (Babak Final tingkat SMA)
2. Firdaus Ulul Abshor (Babak Penyisihan tingkat SMA)
3. Salman Biltysr (Babak Penyisihan tingkat SMA)                                      4. Seif Robert el Haq (Babak Penyisihan tingkat Perguruan Tinggi)        5. AlfianDarmawan (Semester II IDIA asal Bogor)

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh fungsionaris Pondok Pesantren Al-Amien dan seluruh santri pada umumnya untuk meraih prestasi lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang.

Alumni TMI Putri Berkarya

TMI – Dua alumni TMI Putri yang menjadi novelis hadir di tengah-tengah Seminar Menulis pada hari Jum’at kemaren (23/03/18). Mereka melaunching novel yang baru mereka tulis pada akhir tahun 2017.

Dalam kunjungannya ini, kedua alumni menyempatkan untuk melakukan bedah novel dan juga memberi motivasi khusus kepada para santriwati. Novel dengan judul ALI DAN AISYAH dengan nama pena Endang Kartini, dan PENDAR CAHAYA DI ATAS PRAHARA dalam pena Richa Muthahharah.

Dimulai dari ustadzah Endang Kartini. Dia menjelaskan apa yang tersurat dalam novel yang ia tulis hanya dalam jangka 1 ½ bulan ini, disela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Lulusan TMI Putri tahun 2003 ini pernah menjadi ketua DPS. Dan ustadzah Richa Muthahharah sebagai Sekumnya.

 Ustadzah Richa Muthahharah bercerita, rupanya dia sudah mulai menulis sejak duduk di kelas syu’bah karena termotivasi dari seminar, dan majalah yang ada di pesantren. Ciri khas beliau dalam menulis adalah sesuai dengan cerita asli orang yang curhat kepadanya. Menurutnya, agar penokohannya kuat.

Salah satu cara lain yang dia terapkan untuk meningkatkan kualitas menulis yaitu dengan terus belajar serta mengambil pengalaman dari para penulis ternama seperti Asma Nadia, ustadz jamal dan yang lainnya.

“Saya memang belajar ke penulis yang lebih handal dan yang lebih dulu telah terjun dalam dunia novelis,” ungkapnya kepada wartawan Al-Amien Pos.