Category: Kabar Pondok

IDIA Prenduan Gelar Acara Studium Generale Dengan Tema Muslim-Preneurship Di Era Disruptif

IDIA- Wajah penuh semangat dan antusiasme terlihat dari para mahasiswa/i semester dua kampus Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan ini dalam acara Studium Generale kemarin (Rabu,24/01/18). Tidak mau ketinggalan juga mahasiswa/i program intensif semester empat dan enam pun turut berpartisipasi dalam acara studium generale ini. Acara rutin yang diselenggarakan dua tahunan ini diikuti juga oleh para dosen tetap IDIA Prenduan dan berlangsung selama kurang lebih 5 Jam. Sedangkan untuk Key Note Speakernya adalah Bapak Farid Subkhan, M.E., M.Dev. Beliau merupakan Chief Executive Officer dari Citiasia Inc. dan untuk tempat berlangsungnya acara tersebut yaitu di lantai III gedung Rektorat IDIA Prenduan.

Dalam sambutannya Rektor IDIA Prenduan kemarin Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA. Menyampaikan bahwa kegiatan studium generale harus terus dikembangkan guna memberikan pemahaman yang lebih baik bagi civitas akademika. Terlebih, saat ini Indonesia, khususnya umat Islam betul-betul membutuhkan wirausahawan-wirausahawan baru yang dapat bersaing dan mewarnai Indonesia. Sebab, sampai saat ini 85% perekonomian Indonesia dikuasai oleh pengusaha-pengusaha non Muslim. “Kegiatan ini harus terus dikembangkan, karena untuk dapat memberikan pemahaman yang utuh bagi siapapun juga, terutama di seluruh Indoensia.” Ucapnya dalam sambutan di lantai III gedung Rektorat IDIA Prenduan. Selain itu juga, beliau berharap, dengan kedatangan dari Bapak Farid Subkhan ini menjadi silaturrahim yang berkelanjutan bahkan menjadi konsultan IDIA Prenduan, untuk bisnis berbasis kemaslahatan umat Islam.

Tujuan diadakannya acara ini tidak lain dan tidak bukan ialah untuk membuka mindset para mahasiswa tentang dunia wirausaha yang masih menjadi kekhawatiran di dalam diri pribadi mereka. “Menjadi pengusaha besar dengan dimulai dari bisnis yang kecil, namun dengan keyakinan yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh serta penuh inovasi dalam setiap usaha, maka akan terlahirlah generasi sebagai Muslim-Preneurship” terang beliau sambil menjelaskan satu demi satu point materi berbentuk booklite yang telah dibagikan kepada seluruh audien. -read-

Sosialisasi Keimigrasian Untuk Santri Luar Negri

imigrasi 4YAP- Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan mengadakan kegiatan Sosialisasi Keimigrasian di Pondok Pesantren Al-Amien (25/1).imigrasi 3

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 80 orang, yang diantaranya terdiri dari santri dan santriwati yang berasal dari luar negri yang saat ini berjumlah 20 orang. Selebihnya terdiri dari para Mudir, sekretaris dari semua lembaga dan guru-guru yang berkompeten dalam pengurusan santri-santri luar negri di Pondok ini.

Acara dibuka langsung oleh kordinator harian Majlis Riasah KH. Ja’far Shadiq, MM. Dilanjutkan dengan sambutan dari anggota Majlis Kiyahi KH. Moh. Khairi Husni, S.Pd.I.

Puncaknya adalah presentasi dan dialog bersama penanggungjawab keimigrasian khusus luar negri Kelas III Pamekasan, yang intinya menegaskan bahwasanya urusan keimigrasian harus mengikuti persyaratan dan ketentuan yang sudah ada, karena imigrasi harus mempertahankan sebagai lembaga yang memiliki data paling valid, terutama tentang warga asing ketimbang lembaga-lembaga kenegaraan yang lain,”ungkap bapak Usman selaku kepala Imigrasi Pamekasan.

Menanamkan Jiwa Pendidik dengan Amaliyah Tadris

TMI- Amaliyah Tadris merupakan salah satu Program Nihaie yang wajib diikuti oleh seluruh santri kelas 6 di TMI AL-AMIEN PRENDUAN. Program ini bertujuan untuk semakin menumbuh suburkan jiwa pendidik dalam pribadi santri kelas akhir, di samping juga untuk mengembangkan wawasan mereka tentang skill keguruan dan mempraktekkan teori-teori pendidikan dan pembelajaran yang telah mereka terima selama ini.

Acara ini berlangsung dari tanggal 31 Desember sampai 9 Januari untuk Amaliyah Tadris Namudzajiyah (ATN), sebagai praktek percontohan bagi seluruh santri kelas 6. Dipilih dari mereka yang mempunyai kemampuan lebih dari yang lain yang meliputi materi Conversation, Sejarah Nabi dan Muthala’ah.

Dilanjutkan dengan Amaliyah Tadris Ikhtibariyah (ATI) dari tanggal 10 Januari sampai 31 Januari. ATI ini melibatkan hampir semua Kyai/Nyai dan guru-guru senior yang ada di pondok dalam kapasitas mereka sebagai Musyrif dan Musyrifah yang membimbing dan menilai langsung di lapangan.

Acara ini di Komandani langsung oleh Ust Suhaimi Zuhri yang juga merupakan wakil dari Guru Master Tarbiyah di Pondok Pesantren Al-Amien bersama seluruh staff Lajnah Nihaiyah tahun ini.

Menjaga Mahkota Pondok dengan Usbu’ul Lughah

YAP- Usbu’ul Lughah (5-12/1) merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN. Kegiatan ini didahului oleh Dauroh Tadribiyyah li Muharriki wa Muharrikat al-Lughah (1-4/1) yang sudah berlangsung pada awal Januari lalu.

Peserta dari Dauroh ini terdiri dari para pengurus di lembaga IDIA, TMI, MTA dan Putri I yang dibekali dengan skill Keguruan seperti cara menambah kosa kata bahasa Arab sekaligus memperaktekkannya. Dengan harapan mereka nantinya akan menjadi penggerak dalam kegiatan Usbuul Lughah khususnya dan pada kegiatan-kegiatan kebahasaan pada umumnya di lembaga masing-masing.

Kegiatan Usbu’ul Lughah al-Arabiyah ini di putra dibuka secara resmi oleh salah satu anggota Majelis Kiai Al-Amien Prenduan, KH. Moh. Khairi Husni, S.Pd.I di masjid Jami’ Al-Amien Prenduan pada hari malam Jum’at, 5 Januari 2018 diikuti oleh seluruh santri putra Al-Amien Prenduan. Sedangkan di Putri oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ghazi Mubarok, MA di Geserna yang dihadiri oleh seluruh santri putri.

Beliau berdua menegaskan perlunya para santri untuk menggunakan bahasa Arab dalam kegiatan sehari-hari di pondok serta menyadari akan manfaat yang akan mereka petik kelak di kemudian hari. Karena menurut beliau, Bahasa Arab merupakan kunci ilmu pengetahuan sekaligus mahkota dari Pondok Pesatren Al-Amien Prenduan.

Kegiatan Pekan Bahasa Arab ini diisi dengan kegiatan-kegiatan kebahasaan yang sangat padat mulai habis shalat Subuh hingga menjelang tidur di malam hari. Seperti penambahan kosa kata, kalimat-kalimat bahasa Arab serta lomba-lomba untuk mengasah skill berbahasa. Diakhiri dengan al-Laylah al-Arobiyyah yang diisi dengan hiburan-hiburan berbahasa Arab sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang diadakan selama sepekan ini. Seperti pada tahun sebelumnya, kegiatan Dauroh dan Usbu’ul Lughah tahun ini di Komandani langsung oleh kepala Biro Pendidikan ust Suhaimi Zuhri, S.Ag dan kepala Markazul Lughah ust. H. Fahmi Fattah, S.Sos.I.

IDIA Prenduan Catat Sejarah dalam Pelaksanaan Kegiatan P2M

IDIA- Rangkaian kegiatan dari mahasiswa akhir (Niha’ie) yaitu P2M -singkatan dari Praktek Pemberdayaan Masyarakat- kemarin telah selesai dilaksanakan (Rabu, 03/01/18). Ya, kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini berlangsung selama satu bulan penuh. Adapun juga kegiatan ini dilaksanakan di dua kecamatan yaitu Ambunten dan Pasongsongan. Kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa/i semester akhir ini juga merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian sidang munaqosyah skripsi. Acara yang berjalan selama kurang lebih 2 jam itu dimulai pada pukul 11.30 Wib hingga 13. 15 Wib itu dihadiri oleh bapak Camat Ambunten, Sekretaris Camat Pasongsongan, dan juga Koramil Pasongsongan, kemudian turut hadir pula dari Rektor dan Wakil Rektor IDIA Prenduan.

Dalam penutupan acara P2M ini, terdapat beberapa keunikan dalam Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Rektor IDIA Prenduan bahwa IDIA telah mencatat sejarah, karena telah melaksanakan P2M di dua tempat secara bersamaan. “Kampus kita IDIA Prenduan pada tahun ini telah mencatat sejarah baru dengan diadakannya kegiatan P2M di dua tempat berbeda dengan secara bersamaan.” Ucap Rektor IDIA saat dalam sambutannya di kecamatan Pasongsongan. .”Selain itu juga, tahun ini merupakan langkah awal/perdana dalam pelaksanaan P2M dengan berbasis ABCD (Asset Based Communities Development).” Sambungnya.

Disela-sela akhir acara penutupan P2M. Prodi KPI, BPI dan PAI menjalin kerjasama dalam hal ini penandatanganan MoU (Memorandum of Undestanding) dengan lembaga-lembaga pendidikan yang ada di kecamatan Pasongsongan dan Ambunten. (read)

Muktamar Internasional Untuk Hari Bahasa Arab Sedunia

IDIA- Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia, IDIA (Institut Dirosat Islamiyyah Al-Amien) bekerjasama dengan IMLA (Ittihat Mudarrisi al-Lughah al-Arobiyyah) mengadakan Muktamar Internasional Bahasa Arab dengan tema “al-Lughatu al-Arobiyyatu Aafaaq Mustaqbaliyyah” (28/12).

Muktamar yang bertempat di Aula TMI Putra ini dihadiri oleh sekitar 600 peserta yang datang dari dalam dan luar pondok. Diisi oleh dua Nara Sumber yaitu Sitti Sholehah MA dosen di Fakultas Bahasa Arab Universitas Hukum Islam Hasanuddin Banten Jawa Barat dan Dr. Munir Yusuf Abdul Hafidz Sholeh dosen di Universitas Banggazi Libya.

Bertindak sebagai moderator sekaligus panitia pelaksana acara ini, Dr. H. Fattah Syamsuddin MA yang sekarang masih sebagai dosen aktif di IDIA dan Ust. Khairul Basyar S.Pd.I sebagai notulis.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

IMG_8127YAP-Biro Dakwah Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN mengadakan acara Maulid Nabi besar Muhammad SAW (16/12) yang diikuti oleh seluruh santri dari ma’ahid yang ada di Pondok Pesantren Al-Amien antara lain TMI, MTA dan mahasiswa IDIA.

Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alqur’an oleh Moh. Anis santri MTA asal Kalimantan. Dilanjutkan dengan sambutan dari wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien KH. Dr. Ghazi Mubarok MA. Dan diakhiri dengan do’a oleh KH. Bastomi Tibyan, M.Pd.I.

Untuk Peringatan Maulid Nabi tahun ini Biro Dakwah mengundang KH. Ahmad Madzkur Wasi’ Lc pengasuh Pondok Pesantren an-Najah Karduluk. Menurut Kyai Madzkur, peringatan Maulid Nabi ini sangat penting karena hampir 70 persen Alqur’an berisi kisah-kisah dan cerita tentang Nabi-Nabi dan ummat terdahulu, di samping juga untuk meningkatkan kwalitas ibadah.

Wakil Pimpinan ketika memberikan kata sambutan menyampaikan bahwa Kyai Ahmad Madzkur dulunya juga pernah berguru kepada Sayyid Ibnu Alawi al-Makki al-Hasani yang hampir tiap tahun bersilaturrahmi ke Pondok dan juga merupakan keluarga besar Al-Amien.

 

Menjadi Pemuda Berprestasi Tanpa Narkoba

MTA- Sabtu (2/12) pada pukul 9.00 pagi SMA Tahfidz Al-Amien Prenduan menyelenggarakan Seminar Penanggulangan Narkoba. Seminar yang mengangkat tema “Menjadi Pemuda Berprestasi tanpa Narkoba” ini diadakan di Aula TMI Putra yang dihadiri sekitar 400 orang. Terdiri dari Santri Kelas Akhir MTA dan TMI. Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan pengumandangan Hymne Al-Amien Prenduan serta Mars MTA.

Sambutan pengantar disampaikan oleh A. Sudianto, S.Pd., M.Pd. yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sumenep. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan mencanangkan Gerakan Sekolah Bebas Rokok, karena kecanduan rokok menjadi pintu masuk kecanduan Narkoba.

Sambutan dan pembukaan secara resmi seminar ini disampaikan oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA. Kyai Ahmad menyampaikan bahwa Madura memang menjadi wilayah darurat Narkoba dengan ranking III tingkat nasional dalam bisnis Narkoba. Atas dasar ini, Pondok Pesantren Al-Amien mengapresiasi langkah dinas Pendidikan dalam pelarangan rokok, Al-Amien sendiri sudah melarang rokok sejak tahun 1991,”tambahnya.

Ust Iwan Kuswandi, M.Pd selaku moderator pada seminar ini mengatur seminar ini menjadi dua sesi penyampaian. Pemaparan I oleh H. Rahwini Suwandi, SE. MM selaku Ketua Badan Penanggulangan Narkoba Sumenep. Rahwini mempresentasikan multimedia tentang Narkoba dan juga penanggulangannya. Pemaparan diakhiri dengan Ikrar Pemuda anti Narkoba.

Pemaparan II oleh Dr. H. Utomo, M.Kes, SpKj selaku Dokter Spesialis Kejiwaan dan Konsultan Badan Penanggulangan Narkoba Sumenep. Memaparkan bahwa Payung hukum tentang Narkotika adalah Undang-undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009. Sesuai dengan Pasal 1 ayat 1 dalam Undang-undang Republik Indonesia.

Ia mengakhiri presentasinya dengan pesan singkat, Jangan pertaruhkan masa depanmu dengan mencoba Narkoba!

 

Liburan Untuk Berdakwah

YAP– Bagi santri Al-Amien, berlibur bukan hanya sekedar untuk istirahat dari rutinitas belajar dan melepas kangen dengan keluarga. Tapi Exif_JPEG_420mereka mempunyai misi yang lebih mulia yaitu berdakwah. Berdakwah tentu harus terjun langsung di tengah-tengah keluarga dan masyarakat.

Maka mulai tanggal 30/11/2017 (khusus santri putra, dan sehari sebelumnya untuk santri putri) santri Al-Amien Prenduan akan meninggalkan pondok untuk melaksanakan misi tersebut.

Sebagaimana biasanya untuk masa berlibur Maulid Nabi Muhammad SAW., antara santri Tarbiyatul Mu’allmin al-Islamiyah (TMI) dan Ma’had Tahfidih Al-Qur’an (MTA) memiliki perbedaan tanggal kembali ke pondok.

Santri TMI wajib kembali pada tanggal 11 Desember 2017 untuk yang putra  dan tanggal 10 Desember 2017 untuk santri yang putri. Sedangkan santri MTA santri wajib kembali ke pondok tanggal 16 Desember 2017 untuk yang putra dan tanggal 15 untuk yang putri.

Perbedaan liburan antara TMI dan MTA ini disebabkan karena masa liburan mereka berbeda pada liburan Ramadhan, TMI berlibur sebelum Ramadhan sedangkan MTA berlibur pada pertengahan bulan dari Ramadhan.

Sedangkan IDIA (Institut Dirasat al-Islamiyah Al-Amien) masa liburannya mengikuti masa liburan TMI.

IDIA Miliki Satu Doktor Lagi: Dr. Musleh Wahid, M.Pd.I

IDIA- IDIA Prenddr muslehuan kembali miliki doktor baru. Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan penguji, Rabu (15/11/2017), Dr. Musleh Wahid, M.Pd.I. akhirnya ditetapkan sebagai doktor bidang pendidikan Islam oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya.

Warek bidang Akademik ini menjadi doktor keenam bagi Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan setelah sebelumnya didahului oleh Dr. H. Mashuri Toha, M.Pd., Dr. H. Mohammad Fattah, MA., Dr. KH. Muhtadi Abd. Mun’im, MA., Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA., dan Dr. Abdul Ghoni, M.Pd.

Dengan judul disertasi: ‘Perilaku Politik Kiai Pesantren’ (Studi Relasi Politik dan Kiai di Pondok Pesantren Annuqoyah Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep), warek yang akrab disapa Ustadz Musleh ini tinggal menunggu wisuda doktoralnya.” Ungkap Moh. Fathul Huda Amien, S.Sos. selaku Staff Sekretaris Institusi.

Hal ini tentunya menjadi kabar gembira sekaligus nilai plus bagi IDIA dengan bertambahnya doktor baru dan menjadi motivasi bagi para dosen yang masih belum atau yang sedang menjalani studi S3.read