Category: Kabar Pondok

KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani MA, Dalam Pembukaan GIA,”Selayaknya Santri Memiliki Jiwa Keikhlasan dan Pengorbanan Yang Dimiliki Oleh Nabi Ibrohim dan Ismaiel Alaihimassalam.”

YAP- Gebyar Iedul Adha disingkat GIA, adalah merupakan rentetan acara menjelang pelaksanaan Iedul Adha di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. GIA ini biasanya diisi dengan kegiatan-kegiatan lomba, seperti lomba takbir beduk, lomba takbir keliling, lomba adzan dan iqomah, lomba shalat berjama’ah, qiroatul qur’an dan Lomba Busana Muslim.

Rentetan lomba ini di awali dengan acara pembukaan terpadu yang bertempat di masjid jami’ Al-Amien Prenduan yang diikuti oleh 3 lembaga, TMI, IDIA dan MTA. Tapi untuk kegiatan lombanya diadakan secara terpisah di lembaga masing-masing.

Ceremonial pembukaan ini di pimpin langsung oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA. Dalam sambutannya, pimpinan mengharap, agar semua santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan mengikuti rentetan acara ini dengan sebaik-baiknya. Tapi yang lebih penting lagi selayaknya seluruh santri memiliki jiwa pengorbanan dan keikhlasan yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimassalam, karena menurut kyai Ahmad, hal ini bisa menjadi modal untuk kesuksesan para santri selama mondok di Al-Amien ini, juga sebagai modal kesuksesan di masyarakat kelak.

Al-Hamdulillah… Al-Amien Sembelih 80 Hewan Kurban Untuk 15 Ribu Warga

YAP – Tahun 1438 H atau 2018 M ini, Al-Amien Prenduan mendapatkan kepercayaan yang begitu besar dari masyarakat seluruh penjuru nuskapolda jatimantara.qurban presiden

Tidak hanya jumlah santri yang semakin banyak, namun jumlah hewan kurban dari masyarakat maupun wali santri juga ikut membludak.

Pada hari raya Idul Adha 1438 H ini sangatlah terlihat betapa antusiasnya masyarakat untuk mempercayakan penyembelihan hewan kurbannya kepada Al-Amien Prenduan.

Sebagaimana informasi yang disampaikan oleh wakil pimpinan Al-Amien Prenduan KH. Ghozi Mubarok ketika penutupan GIA (Ahad, 3/9/2017) bahwasanya jumlah sapi yang dikurbankan tahun ini sebanyak 45 ekor, salah satunya adalah sapi kurban dari Presiden RI dan Kapolda Jawa Timur.

Tidak hanya jumlah sapi yang banyak sampai mencapai angka 45, namun juga ditambah dengan jumlah kambing yang lumayan tidak sedikit, yaitu mencapai angka 35.

Dengan hal ini maka hewan kurban yang disembelih untuk hari raya Idul Adha tahun inj setelah dijumlahkan mencapai 80 hewan kurban. Jumlah yang cukup banyak untuk sebuah pondok pesantren yang letaknya bukan di kota besar.

BERHARI RAYA DI PONDOK SEBAGAI UPAYA MEMAKNAI NILAI PENGORBANAN

TAKBIRAN 4YAP- Jika berhari raya di rumah sendiri kita berkumpul dengan segenap keluarga dan orang-orang terdekat, maka berhari raya ‘Idul Adha di pondok tidaklah seperti berlebaran di rumah sendiri.

Berlebaran di pondok memiliki cita rasa yang sangat berbeda. Di pondok para santri merayakannya dengan sesama santri dan ustadz-ustadzah dan para kyai dan nyai yang hidup bersama mereka.

Sesuatu yang sangat berbeda adalah nilai kebersamaaan antar seperjuangan dalam mencari ilmu, di samping itu juga nilai pengorbanan untuk tidak berkumpul dengan keluarga.

Dalam pelaksanaan shalat ‘Idul Adha kali ini, seluruh santri Al-Amien putra melakukannya di dalam masjid jami’, sedangkan santri Al-Amien puteri melakukannya di halaman samping masjid jami’, di area taman masjid dengan suana shalat di atas rumput yang hijau memenuhi taman.

Suasana hari raya tambah seru setelah selesai shalat. Para santri bersalaman dengan seluruh ustadz yang mereka jumpai setelah shalat dan dilanjutkan dengan silaturrahim ke rumah guru-guru dalam pondok pesantren Al-Amien Prenduan. Hal ini menambah suasana kedekatan dan penghormatan dari santri kepada guru-guru.

Di samping itu di beberapa tempat strategis seperti di samping asrama MTA putra dan di depan PUSPAGATRA para santri memajang kreasi-kreasinya untuk diperlihatkan kepada para wali santri orang-orang yang datang berkunjung ke pondok Al-Amien.

MERASAKAN KEBESARAN ILAHI DENGAN TAKBIR KELILING

YAP- Seluruh santri yang mondok di Al-Amien diwajibkan untuk melaksanakan dan merayakan ‘Idul Adha di dalam pondok, hal ini berbeda dengan sekolah-sekolah maupun pondok pesantren dan lembaga pendidikan yang ada kebanyakan di daerah lain.

Tradisi ini berlangsung dari sejak masa-masa awal Al-Amien Prenduan dan sampai saat ini tetap terjaga, tidak satupun santri diizinkan pulang dengan alasan ingin merayakan ‘Idul Adha di rumahnya.

Meski santri Al-Amien berasal dari berbagai latar belakang aliran keagamaan yang berbeda, namun dalam pelaksanaan hari raya selalu mengikuti ketetapan pemerintah dan tidak mengikuti fatwa aliran kelompok manapun, baik NU maupun Muhammadiyah atau aliran keagamaan yang lain.

Hal ini sesuai dengan semboyan Al-Amien yang mengatakan “Al-Amien Berdiri di Atas dan Untuk Semua Golongan”.

Pada perayaan ‘Idul Adha tahun ini seluruh santri dan santriwati merayakan malam ‘Idul Adha dengan takbir keliling di sekitar pondok. Mengelilingi jalan-jalan di dalam kompleks pondok dimulai dari samping Majlis, bagi santri MTA, dan dari depan masjid Jami’ bagi santri TMI Putra, dengan membawa obor berkeliling melewati depan rumah guru-guru atau asatidz sambil mengumandangkan takbir hari raya.

Di samping merasakan kebesaran ilahi, juga bisa memadamkan kerinduan para santri dan santriwati kepada keluarga mereka di rumah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Lailaha Illallahu Wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd.

JALAN PINTAS MENUJU EROPA !?

lughah putriTMI- (21/08), antusiasisme para santriwati terlihat saat acara seminar dadakan yang diadakan kemarin malam. DACH (red, Edu Changes) benar – benar berhasil memikat santriwati Al – Amien untuk kuliah di luar negri dengan jalur beasiswa. Faktor yang paling menggiurkan ialah, gaji yang akan mereka dapatkan terbilang besar jika kuliah di luar negri. Selain itu, terjaminnya biaya pendidikan dan asuransi kehidupan juga mempengaruhi minat mereka. Namun, mudahnya beasiswa yang ditawarkan berbanding terbalik dengan kuota yang disediakan oleh pihak Edu Changes.

Program ini juga hanya diadakan setiap 4 tahun sekali, hal ini menambah kesulitan bagi para calon penerima beasiswa. Selain itu, banyaknya kendala yang pasti akan mereka hadapi seperti, penduduk yang minoritas islam dan kriminalitas yang tinggi membuat peminat berfikir dua kali untuk mengejar beasiswa tersebut. Padahal, Edu Changes menawarkan berbagai kemudahan. Diantaranya, mudahnya tes penyeleksian bagi para peserta. Seperti yang diungkapkan oleh pihak konsultan Edu Changes yang akrab disapa Mba Putri “ Saya ga butuh orang pinter, saya butuh orang tangguh yang bisa bangkit ketika jatuh. Karna orang pinter itu songong dan susah diatur “.

Namun banyak hal yang mengganjal, seperti biaya pendaftaran yang terbilang sangat murah (200.000) untuk beasiswa penuh S1, S2, dan S3, yang bisa dipilih di tiga Negara yaitu Jerman, Austria dan Swiss. Nah, tanda tanyanya adalah benarkah kita bisa memilih Uiversitas mana saja yang diminati di tiga negara itu?, seperti yang dikatakan Mbak Putri-Pembicara seminar. Yang lebih menggiurkan lagi yaitu, tidak adanya tes Akedemik termasuk nilai raport dan tidak perlu sertifikat TEOFL. “kita hanya pakai tes motivasi, wawancara dan tes kecepatan tanggap bahasa. Dan ” jelas mbak Putri. Namun disini tidak ada kejelasan sumber yang membiayai beasiswa ini . Anda tertarik ?

KAJIAN FAKULTAS BEM IDIA

IDIA- (10/08) Idia  mengadakan kajian Fakultas yang diikuti oleh mahasiswa intensif semester 1 dan 3. Namun, Mahasiwa dari program Plus dan Regular tidak bisa hadir, karena ada kegiatan lain. Kajian Fakultas ini adalah kegiatan UKM yang pengurusnya terdiri dari semester 3 sendiri. Dan ini merupakan ajang Perdana mereka dalam kajian Fakultas. Mahasiwa yang mengikuti acara ini tampak antusias sekali, hal ini terlihat dari peran aktif mereka dalam memberikan masukan tentang tentang kegiatan-kegiatan di fakultas masing – masing.

Tahun kemaren kajian Fakultas di adakan malam hari. Berbeda dengan sekarang yang diadakan di siang hari,  yang disebabkan adanya program baru yaitu Tahfidz. Jadi, semua agenda yang diatur  BEM dan UKM menyeimbangkan dengan program Tahfidz, agar yang aktif di program tahfidz juga bisa mengikuti agenda lainnya. Keakraban pengurus dan anggota pun terlihat saat mereka selesai mengadakan acara kajian ini.

“Yang penting kegiatan Kajian Fakultas berjalan sangat lancar, berkat kerja sama dan komunikasi yang baik antar sesama pengurus hingga menghasilkan hasil yang memuaskan,” tutur sekretaris UKM dari mahasiswa  program intensif, Abdul Wahid mahasiswa semester 3 Fakultas dakwah Prodi KPI  (Komunikasi Penyiaran Islam).

LOMBA AGUSTUSAN HUT RI-72 DI IDIA

IDIA- Kamis (17/08/17) IDIA mengadakan perlombaan Agustusan selama dua hari. Peserta yang mengikuti lomba itu  terdiri dari mahasiswa intensif dari semester 1, 3, 5, dan niha’i. Mereka sangat antusias mengikuti lomba itu. Pertandingan sangat seru dan bergengsi antara (GROUNDISTICA) berhadapan dengan mahasiswa Niha’ie di babak pertama. Pelatih Edward Susilo GDF (GROUDISTICA) sangat kesal karena babak pertama hanya mendapatkan skor 0 – 0. Babak kedua menit ke 6 diakhir permainan bola joget ini di menangkan oleh (GROUNDISTICA) dengan  skor 1 – 0  yang di cetak oleh Nurul Gonzales. Akhirnya tim (GROUNDISTICA) masuk final dan berhadapan dengan SPIGENTISTY. kedua tim ini sejak awal belum pernah bertemu sehingga membuat kondisi kedua tim memanas.

Karena salah satu pemain dari tim (GROUNDISTICA) yaitu Loro Ezeguel mendapat kartu merah akibat membuat salah satu dari pemain SPIGENTISTY cidera , permaian pada saat itu terlihat tidak seimbang lantaran Loro Ezeguel adalah salah satu pemain paling penting dari timnya. Akhirnya, babak final Bola Joget di menangkan oleh tim SPIGENTISTY dengan skor 3-0.

UPACARA HUT RI KE-72 DI AL-AMIEN

YAP- Upacara tujuh belas Agustus pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya (17/08/17). Aneka dekorasi merah putih terlihat sangat ramai menghiasi seluruh pondok. Santri TMI, MTA dan IDIA terlihat sangat antusias mengikuti upacara. Asatidz pun ikut serta memeriahkan upacara dengan ikut serta menghadiri upacara  yang di laksanakan di depan PUSPAGATRA.

 Dirgahayu RI 1Upacara ini dipimpin langsung oleh KH. Fikri Husein MA. Dalam amanatnya beliau menyampaikan  bahwa;  “Hidup ini adalah perjuangan, tanpa perjuangan berarti mati. Mengisi kemerdekaan berarti  harus melepaskan diri dari perbudakan, isme-isme dan penghambaan terhadap berhala-berhala semisal kapitalisme dan sejenisnya. Kita juga harus mendirikan shalat lima waktu dengan berjama’ah, ambil I’tibar dari Turki, yang pemuda-pemudanya memadati masjid ketika shalat subuh. Karena shalat adalah dasar utama dari  kemerdakan untuk diri kita sendiri dan dan agar bangsa kita selalu terjauhi dari hal-hal yang buruk”  ucapnya dengan berapi-api.

Pengibaran bendera merah putih diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia yang dimainkan oleh Marching Band Al-amien. Kemeriahan ini dilanjutkan dengan penampilan Marching Band Al-Amien yang membawakan dua lagu. Setelah upacara dilanjutkan dengan beberapa lomba dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72,  pada tahun sebelumnya tidak pernah di selanggarakan.  Diantaranya ialah lomba balap karung, bola Joget, cerdas cermat, makan kerupuk dan lomba yang lainnya. Semua lomba tersebut berpusat di depan PUSPAGATRA.

PIMPINAN HADIRI PERTEMUAN PIMPINAN MA’AHID TAHFIDZIL QUR’AN SE INDONESIA

MTA- Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA bersama Mudir ‘Am Ma’hadz Tahfidzil Qur’an K. Junaidi Rosyidi, S.Pd.I menghadiri pertemuan Pimpinan Ma’ahid litahfidzil Qur’an se-Indonesia, yang bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta (15/8/17).20770030_1453829688018095_7915580149126800581_n

Acara ini dihadiri langsung oleh Syekh Prof. Dr. Abdullah Ali Bashfar ketua Tim Tahfidz International yang berpusat di Jeddah Saudi Arabia. Baliau juga merupakan sekjen Rabithoh Alam al-Islamiy Litahfidhil Qur’an. Pertemuan yang diprakarsai Hai’ah litahfidzil Qur’an itu, banyak mempertemukan para alumni Al-Amien Prenduan, yang juga bergerak dibidang pendidikan tahfidh Alqur’an. Tampak dalam gambar, KH. Dr. Iskandar Mirza (Direktur Adz-Dzikr bandung), Ust. Shohib Saifi (Wadi Mubarok, bogor), KH. Abdullah Zaini, MA (Zainul Ibad), Ust. Rizky Nur (Jakarta), Ust. Ali Zainal Abidin (Tanggerang), Ust. Faiz khudlori toha (STIDKI Arrahmah, Surabaya), Ust. Afifi (Ummi Foundation), Ust. Muiz dan beberapa asataidz lainnya.

DOA UNTUK NEGRI 171717

YAP- kkodimMemenuhi himbauan dan ajakan panglima TNI, dan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Tepat pada hari Rabu pukul 17.00 wib, seluruh santri AL-AMIEN PRENDUAN Dipimpin oleh KH. Moh. Khoiri Husni, menggelar dzikir dan doa bersama untuk negeri. Berkostum serba putih dengan bendera merah putih di kepala, acara tampak penuh sesak.

Bertempat di masjid jami’ AL-AMIEN PRENDUAN, acara ini berlangsung khidmah dan lancar. Tampak seluruh santri begitu antusias mengikuti acara. Dalam sambutan nya, pengasuh MTA AL-AMIEN PRENDUAN, KH. Khoiri Husni merespon positif atas ide dan inisiatif panglima TNI “Kami mengapresiasi niat baik TNI, karena hubbul wathon minal iman. Sinergi antara TNI dan santri pondok  Harus terus ditingkatkan dan dijaga”. Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para pejuang kemerdekaan, ” Mari kita berdoa, semoga para pejuang, yang menumpahkan darahnya demi kemerdekaan, atau mereka yang gugur dalam medan pertempuran, semoga Allah mencatat sebagai para syuhada’ dan mujahid fi sabilillah.” Disambut gemuruh, “amieennn,,,” oleh segenap hadirin. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari koramil 0827/09 Pragaan, ditutup dengan doa bersama dan sholat maghrib berjamaah.