Category: IDIA Prenduan

Orientasi Studi dan Pengenalan Almamater (ORDIPA) IDIA Prenduan Tahun 2017

IordipaDIA- Rabu, 26 Juli 2017 pukul 13.00, terlaksananya pembukaan Orientasi dan Pengenalan Almamater (ORDIPA) di Lantai III Gedung Rektorat yang dibuka secara resmi oleh Rektor IDIA KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA, dan dihadiri sivitas akademika IDIA, serta diikuti 157 mahasiswi baru. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan agar mahasiswi baru dapat mengenal lebih dalam tentang kampus dan seluruh bagian-bagian di dalamnya.

Namun, sebelum pelaksanaan Ordipa diawali Pra-Ordipa yang di selenggarakan Pada hari Selasa, 25 Juli 2017, untuk memperkenalkan kepada para mahasiswi agenda-agenda yang akan dilangsungkan selama ordipa nantinya, begitupula pembagian kelompok, persiapan perlengkapan, dan latihan Hymne Al-Amien serta Mars IDIA Prenduan.

Kemudian sehari selepas pelaksanaan Pra-Ordipa tersebut dilaksanakannya Pembukaan Ordipa, kemudian diteruskan sesi-sesi yang terdiri dari VII sesi dan berakhir pukul 17.00. Pada Sesi Pertama “Mengenal IDIA dan Tri Darma Perguruan tinggi oleh Musleh Wahid, M.Pd selaku Warek I Bid. Akademik. Sesi kedua, Dialog Interaktif mengenai “Falsafah Hidup Islami, Tarbawi dan Ma’hadi” di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan oleh Nyai Hj. Dra. Annisah Fatimah Zarkasy. Sesi ketiga, dialog interaktif semua fakultas oleh dekan dan kaprodi masing-masing fakultas. Sesi keempat, pengenalan Siakad dan Websait IDIA Prenduan oleh sekretaris Institut, Ahmadi, M.Fil.I. Sesi kelima, mengenai “Perpaduan Ma’had Ali dan Perguruan Tinggi oleh warek III Bid. Kemahasiswaan, KH. Dr. Muhtadi Abdul Mun’im, MA. Sesi keenam, mengenal BEM dan UKM IDIA secara khusus oleh ketua masing-masing. Dan sesi ketujuh, kunjungan Perpustakaan oleh Bidari, M.Pd.I selaku kep. Perpustakaan IDIA Prenduan.

“Syukur alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar dan khidmat, baik di Pra-Ordipa maupun Ordipa”, tutur Ket. Pelaksana Ordipa. Dan acara tersebut berakhir pada kamis, 27 Juli 2017.

Rektor IDIA- Apresiasi Terlaksananya Kongres Mahasiswa ke-XVIII

IDIA– Ahad, 6 Agustus 2017. Dilaksanakannya penutupan Kongres Mahasiswa ke XVIII sekaligus  Pelantikan Pengurus BEM & UKM 2017-2018 yang ditutup secara resmi oleh Rektor IDIA Prenduan KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA di Lantai III Gedung Rektorat IDIA Prenduan. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor, Warek I Bidang Akademik Ust. Mushleh Wahed, MA, Warek III Bidang Kemahasiswaan KH. Dr. Muhtadi Abdul Mun’im, MA, Mudir Ma’had Lil-Banin KH. Mujammi’ Abdul Musyfi, Lc, Mudir Ma’had Lil-Banat KH. Muhammad Fikri Hukongres idiasein, MA, dan para Asatidz.

Acara yang digelar pada malam Ahad, 6 Agustus tersebut berjalan dengan lancar yang dikemas dalam beberapa rentetan acara diantaranya adalah Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) dari pengurus BEM lama periode 2016-2017 kepada pengurus BEM baru periode 2017-2018 yang diwakili oleh ketua BEM dan disaksikan oleh Rektor, Warek III Bidang Kemahasiswaan, dan Mudir Ma’had Lil-Banin di depan para audien. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh mantan ketua BEM lama, Ma’ut. Dalam sambutannya dia menyampaikan, “ Jangan pernah berfikir tentang apa yang akan kita dapatkan tetapi berfikirlah apa yang dapat kita berikan pada IDIA dan Bangsa.” Sebuah ungkapan yang bermakna pengabdian dan sesuai dengan Panca Jiwa Al-Amien “ Berjasa, Berkembang, dan Mandiri ”.

Sambutan kedua oleh ketua BEM baru, Supriadi. “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun“, “Demi Allah, sungguh aku tidak meminta urusan ini sedikitpun, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun dengan terang-terangan.” Sembari mengutip perkataan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Karena tidak semua dari pemimpin-pemimpin di dunia ini yang sedih seperti Khalifah Umar tatkala menerima amanah dan terpilih menjadi pemimpin, kebanyakan dari mereka senang, bahkan ada yang berucap “Alhamdulillah, saya terpilih”. Justru tipe pemimpin seperti itu yang perlu diwaspadai.

Dan terakhir adalah sambutan yang disampaikan oleh Rektor KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA sekaligus menutup secara resmi Kongres ke-XVIII IDIA Prenduan. Terdapat beberapa hal yang disampaikannya dalam sambutan tersebut diantaranya adalah berupa apresiasi dari Rektor berkenaan dengan terlaksananya Kongres Mahasiswa dengan baik dan damai pada selasa, 1 s/d 6 Agustus 2017 yang lalu.

“ Biasanya Kongres itu identik dengan pertikaian yang berkepanjangan. Namun, Kongres yang digelar oleh para mahasiswa IDIA ini berjalan dengan lancar dan damai.” “Tentunya ini yang diinginkan dari adanya Mu’tamar (Kongres), karena yang namanya musyawaroh itu menghasilkan kedamaian berdasarkan hasil mufakad bersama.” Ungkap Rektor.

Disamping itu Rektor juga memberikan Tanbih kepada calon pengurus BEM baru agar mengedepankan dan menunaikan apa yang diamanahkan kepada mereka dengan baik. Sebagaimana yang diungkapkannya, “ Jabatan itu adalah nikmat, kehormatan, dan tanggungjawab. Jadi dahulukanlah tanggungjawab itu baru kemudian akan menyusul kehormatan dan nikamat tersebut.” Dan tidak lupa pula ungkapan penghargaan kepada pengurus BEM lama atas jasa-jasa yang telah mereka lakukan selama menjadi pengurus BEM sekaligus permohonan maaf mewakili dari seluruh sivitas akademika IDIA Prenduan.

Dan pada akhirnya tiba pada penghujung acara tersebut yang diakhiri dengan pembacaan do’a oleh Mudir Ma’had Lil-Banat KH. Muhammad Fikri Husein, MA.

IDIA Resmi Miliki Program Studi Perbankan Syariah

IDIA- Direktur Pendidikan Tinggi Keagaman Islam, Kementrian Agama RI, Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag. meresmikan beberapa program studi S1 di beberapa Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Swasta (PTKIS) melalui surat keputusan direktur jenderal pendidikan Islam nomor: 3183 tahun 2017 tentang izin penyelenggaraan program studi pada program sarjana Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Swasta. Acara peresmian dan penyerahan SK berlangsung pada Jum’at, (21/07/17) bertempat di ruang sidang direktorat pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Jakarta. KH. Holilurrahman, MH.I selaku ketua prodi dan Ust. Mujibno MM. Selaku dekan hadir sebagai perwakilan dari pihak IDIA.

Di antara beberapa PTKIS yang mendapat SK peresmian program studi, salah satunya adalah IDIA mendapat SK resmi program studi Perbankan Syariah. “dengan adanya program studi baru ini bisa meningkatkan mutu IDIA dan siap menghantarkan para mahasiswanya mempunyai kompetensi yang handal dalam bidangnya dan mutafaqqih fiddien”. Harap Ust. Mujibno, MM. Selaku dekan Program Studi Perbankan Syariah.

perbankan Read more →

“The Real Muslimah” = “No Couple Before Akad”

IDIA- Jum’at (14/07) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMi) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan, mengadakan seminar Remaja Muslimah dengan tema “No Couple Before Akad” bersama Bayu Dwi Septiyan (Mas Vedha) dan Ust. Yosi Al-Muzanni, serta Tim Klinik Nikah Indonesia dalam rangka mengisi kekosongan aktifitas para Mahasiswa/i, yang dalam hal ini panitia hanya merekrut peserta dari kaum hawa. Acara ini berlangsung di Gedung GESERNA, TMI putri Al-Amien Prenduan, pada pukul 07.00 Wib sampai 11.00 Wib, yang secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik yaitu Ust. Musleh Wahid, M.Pd.I yang dalam waktu terdekat ini akan meraih gelar Doktor. Para nara sumber sempat terkejut dan heran serta kurang pede, pasalnya mereka dihadapkan oleh banyak bidadari-bidadari yang cantik dan sholehah, yang mana kata beliau insyaAllah semuanya merupakan penghuni surga. Amien ya Rabbal Alamin.

Acara berlangsung dengan lancar dan meriah, dengan dipenuhi canda tawa para peserta seminar, pasalnya ada 3 moderator khusus membantu berjalannya acara ini dari awal hingga penutupan, 3 moderator ini adalah personil dari club Mlumah dengan nama-nama yang unik dan mungkin bisa dikatakan religi diantaranya Ipul Singelillah, Rian fi sabilillah, dan Efri lillahi ta’ala. Mereka ikhlas menghibur peserta dengan beberapa percakapan pendek mereka yang kental akan logat jawanya, membuat para peserta tidak bisa berhenti menahan gelak tawanya.ust musleh

Seminar ini memberikan beberapa renungan bagi para muslimah mengenai fitrah cinta yang sesungguhnya, karena di era globalisasi ini banyak para remaja yang mulai mengerjakan beberapa pekerjaan yang keluar dari syariat-syariat agama dan melupakan tugas pokok diembankan kepada manusia. Berkaitan dengan masalah cinta, banyak orang-orang diluar sana yang mau mati konyol, seperti bunuh diri dan lain sebagainya, hanya gara-gara putus cinta, dan tidak sedikit juga orang pintar menjadi gila karena cinta. Mas Vedha menuturkan bahwa kita harus bangga menjadi jomblo saat ini, karena saat ini jarang ada orang yang bahagia ketika dinyatakan dirinya jomblo, pasalnya banyak anak muda saat ini mulai mengikuti kebiasaan buruk dan gaya hidup kebarat-baratan. Hal ini akan membawa dampak negatif untuk penerus bangsa kita, beliau juga menyatakan bahwa dirinya pernah menjomblo selama 25 tahun, dan masa-masa itu merupakan masa-masa sulit baginya, tapi semua itu beliau lewati dengan berbagai aktifitas positif yang menghasilkan manfaat bagi siapapun, sehingga masa jomblonya tidak ngenes.

Kemudian dilanjutkan lagi oleh ust. Yosi yang menjelaskan beberapa keterangan mengenai bahasan tersebut, dan beliau juga merangkum perkataannya melalui beberapa puisi dan lagu-lagu yang membuat para peserta seminar merasa tersentuh dan merenungkan kembali setiap kata-kata dari ust. Yosi. Diakhir acara ust. Yosi memimpin semua hadirin untuk berdo’a, adapun salah satu dari do’a yang dipanjatkannya yakni “Ya Allah, jangan sampai kecintaan kami kepada makhluk ciptaan-Mu, melebihi rasa cintaku kepada-Mu”.

Disitulah, kami bisa mengambil manfaat dari ulasan-ulasan luas yang membuat kita tercengang akan fitrah yang diberikan sang sutradara dunia

Salam Lestari!!! Save Earth

Senin (10/04) dibuka secara resmi acara Peringatan Hari Bumi Se-Dunia yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Mapala Green Zone yang bertujuan untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2017. Acara tersebut dibuka oleh Dewan Kunsultan Mahasiswa yaitu Ust. Dede Syafa’tul Barokah, S.Pd. yang mewakil Mudir Ma’had Lil Banin karena berhalangan hadir pada acara pembukaan tersebut.

Dalam sambutannya Ust.Dede menyampaikan bahwa sangat perlu dan menjadi kewajiban bagi setiap manusia untuk ikut menjaga dan melestarikan alam di sekitar kita, karena hal tersebut sudah termaktub dalam kitab suci Al- Qur’an sebagai pedoman dan kitab suci bagi orang Islam . Acara di mulai pada pukul 20.10 WIB yang diikuti oleh 52 mahasiswa Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Program Intensif.

Dalam acara tersebut akan berlangsung beberapa rentetan agenda, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Pelaksana Saudara Abdul Halim dalam sambutannya yaitu Penanaman Bibit Pohon, Donor Darah, Pengadaan Tempat Sampah dan Bersih-bersih massal disekitar lingkungan kampus. Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini.

Musyawarah Wilayah (MUSYWIL) BEM Pesantren Wilayah Jawa Timur

IDIA BemRabu, 05/04 diselenggarakan acara Musyawarah Wilayah (MUSYWIL) BEM Pesantren Wilayah Jawa Timur di Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan (IDIA) yang diikuti oleh 23 Lembaga dari beberapa daerah Se-Jawa Timur.

Kegiatan tersebut dimulai dengan acara pembukaan secara resmi oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yaitu Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. pada Rabu, 05/04 di Gedung Rektorat Lantai III yang kemudian dilanjutkan dengan acara Ta’aruf peserta Musywil di tempat yang sama.

Keesokan harinya acara dilanjutkan kepada acara inti yaitu Musyawarah BEM Pesantren Se-Jawa Timur yang diikuti oleh 53 peserta dengan rincian 40 putra dan 13 putri. Acara dimulai dari pukul 10.00 sampai 22.00 WIB dengan beragam pembahasan diantaranya AD-ART, Perumusan Struktur Kepengurusan dan Agenda-agenda untuk satu tahun kedepan.

Jum’at, 07/04 acara dilanjutkan dengan Seminar Kepesantrenan dengan tema “Dari Pesantren untuk Kejayaan Umat Islam” dengan Narasumber KH. Bustomi Tibyan, M.Pd. dan Dr. H. Mohammad Fattah, MA. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor IDIA Prenduan Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA. dalam sambutannya Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA. menyampaikan harapan dengan adanya Musyawarah ini dapat mendatangkan manfaat kepada IDIA Prenduan dan kepada seluruh peserta, Semakin mempererat Tali Silaturrahim dan dapat diaplikasikan semua poin-poin yang sudah di bahas dalam Musyawarah tersebut. Acara berlangusung di Gedung Rektorat Lantai III dengan 270 peserta, 110 dari putra dan 160 dari putri. Dimulai dari jam 08.00-11.00 WIB yang sekaligus digabungkan dengan acara penutupan secara resmi Musyawarah Wilayah (Muswil) BEM Pesantren Wilayah Jawa Timur.

Pembukaan Usbu’ul Lughoh

YAP - Meskipun mendung menyelimuti langit malam bumi Djauhari Al-Amien Prenduan malam senin (22/01), namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat santriwati Al-Amien Prenduan untuk mengikuti acara pembukaan Usbu’ul Lughoh tahun 2017.

Acara pembukaan yang diikuti oleh seluruh santriwati dari masing-masing lembaga di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien II Prenduan dari Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (TMI), Ma’had Tahfidil Qur’an (MTA) dan mahasiswi Institut Dirosat Al-Islamiyah (IDIA) Prenduan.

Acara tahunan yang sangat penting tersebut akan berlangsung selama satu minggu kedepan dengan berbagai macam kegiatan-kegiatan kebahasaan seperti tazwidul mufrodat as-shobahi, Islahul Akhto’, al-Hiwar sebelum tidur, Musyahadatu Al-Aflam Al-‘Arabi dan lain sebagainya.

Yang tidak pernah lepas dari acara Usbu’ul Lughoh adalah lomba-lomba di dalamnya. Tahun ini, lomba-lomba akan dilaksanakan antar kelas. Lomba-lomba tersebut antara lain,lomba bercerita bahasa arab, lomba menyanyi pop song arab, lomba drama, cerdas cermat dan berbagai macam kuis-kuis kebahasaan, buletin dan lain-lain.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan,KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA menghimbau kepada seluruh penghuni pondok mulai dari santriwati, ustadz ustadzah, Nyai-nyai bahkan pekerja di lingkungan  pondok untuk berbahasa arab dimanapun dan kapanpun penghormatan terhadap acara usbu’ul lughoh ini.

“Saya harap acara Usbu’ul Lughoh ini tidak hanya terikat makna “Usbu’” yang berarti seminggu,tapi terus berlangsung terus menerus” tutur beliau kemudian dilanjutkan dengan do’a penutup.

Diharapkan dengan adanya acara tersebut mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan kemampuan berbahasa serta menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa arab di dalam hati nurani para santriwati. (Darl)

16179341_1824555651089563_6686381016257471990_o

Membangun Keakraban dengan Tandziful ‘Aam

IDIA- “Acara ini diagendakan setiap dua minggu sekali, minimal mahasiswa dan dosen bisa lebih akrab dan merasa lebih memiliki kampus IDIA” tulis Encung dalam grup WA Silaturrahim IDIA Prenduan.

Ungkapan kandidat doktor filsafat ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, Warek III, KH. Ridho Sudianto, Lc. M.S.I menggerakkan civitas akademika IDIA Prenduan dalam kegiatan Jum’at Bersih (19/08/2016) yang dilakukan secara massal oleh fungsionaris IDIA Prenduan dan Mahasiswa.

Meskipun masih kali pertama dalam tahun Akademik ini, kegiatan yang yang diharapkan menjadi tradisi dua mingguan di lingkungan IDIA Prenduan sudah berdampak besar. Pasalnya, lingkungan IDIA Prenduan sudah tertata rapi, dan mengesankan kebersihan yang terjaga.

Do you know that our earth is crying?” tambah Encung, Dosen IDIA Prenduan yang pernah melakukan short course di Kanada beberapa waktu lalu, saat menjelaskan bahwa tradisi malu membuang sampah di sembarang tempat merupakan salah satu falsafah an-nadhafatu minal iman.

Hadir dalam kegiatan kebersihan ini, Wakil Rektor Bidang Akademik, Ust. Musleh Wahid, M.Pd.I, Wakil Rektor Bidang Keuangan, KH. Ridho Sudianto, Lc. M.S.I, Dekan Fakultas Dakwah, Dr. H. Fattah Syamsuddin, Lc., MA, dan Ketua Program Studi Ilmu Aqidah Fakultas Ushuluddin, Encung, M.Fil.I

“Area kebersihan yang disasar adalah area asrama putra-putri, depan dan belakang kampus, minggu selanjutnya akan kita petakan area strategis lainnya” Ungkap Ust. Dede Syafa’atul Barokah, S.Pd.I, Ketua DKM Putra, yang juga mengawal mahasiswa dalam pembersihan ini.

Membangun Jiwa Kepemimpinan Lewat Kongres Mahasiswa

IDIA. Kongres Mahasiswa adalah kegiatan yang diadakan setiap tahun oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Tepatnya pada tanggal 09-12 Agustus 2016 berpusat di gedung putih Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Lt. III, Kongres Mahasiswa ke-XVII kali ini digelar. Dibuka oleh sambutan Wakil Rektor Bid. Kemahasiswaan, Dr. KH. Muhtadi Abdul Mun’im, MA, acara ini berlangsung pukul 13.30  waktu setempat, dan dilanjutkan sambutan dari ketua pelaksana Moh. Ulil Absor Mahasiswa semester VII asal Nganjuk.

Kongres kali ini mengusung tema “Rekontruksi Demokrasi demi terciptanya Pemimpin yang berkarakter dalam Jiwa Mahaiswa IDIA Prenduan” dengan maksud mampu mengubah demokrasi kampus, agar terbentuk para pemimpin yang berkarakter,” tutur Moh. Fathul Huda (KPI/VII) selaku panitia. Tujuan dilaksanakannya kongres ini adalah untuk pembelajaran demokrasi bagi mahasiswa sebagai bagian dari pengabdian terhadap masyarakat,” tambahnya.

Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa/I dari berbagai program, Intensif, Reguler dan Plus. Mareka antusias dan sangat mendukung terhadap suksesnya acara tersebut. Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut tersusun rentetan acara diantaranya:Sidang Pleno I Pembacaan Tatib Sidang dan Pemilihan Ketua Sidang, Sidang Pleno II Pembahasan LPJ Oleh komisi, Sidang Pleno III Pembahasan hasil LPJ oleh Komisi, Sidang Pleno IV Pembacaan LPJ oleh BEM, Sidang Pleno V Pemabahasan AD/ART BEM dan UKM, Sidang Pleno VI Pembahasan GBHO dan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman Calon Presiden Periode 2016-2017. Jum’at, (12/08) Debat Calon Presiden yang kemudian dilanjutkan dengan pencoblosan calon Presiden, acara tersebut berjalan dengan lancer dan sukses.

Suksesnya kegiatan ini tak lepas dari banyaknya pihak yang turut berpartisipasi di dalamnya.Terpilihnya Ma’ut Mahasiswa Semester V asal Sampang dari Fakultas Dakwah/KPI sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) Periode 2016-2017.

“Harapan kedepan setelah terpilihnya Presiden Mahasiswa yang baru adalah agar dapat memimpin dan mewakili mahasiswa agar bisa menjadi yang lebih baik dan dapat membawa nama Almamater IDIA kedepan untuk menjadi Kampus yang dicintai ditengah-tengah masyarakat”, tutur Zainullah, Mahasiswa Semester VII asal Sapeken.

Alfu Mabruk IDIA Prenduan

Penenda tanganan Mou antara IDIA dan UKMIDIA-Rombongan Senat IDIA Prenduan telah kembali dari tanah jiran, Malaysia, (Kamis, 11/08/2016). Kunjungan ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia ini merupakan balasan dari kunjungan Universitas yang berada di Bangi, Selangor, Malaysia beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan ini rombongan dipimpin langsung oleh DR. KH. Ahmad Muhammad Tidjani, MA, selaku Ketua Senat sekaligus Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Ikut serta dalam rombongan ini, Rektor IDIA Prenduan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Dekan Fakutas Tarbiyah, Dakwah, dan Ushuluddin.

Kegiatan yang dikemas dalam silaturrahin ini dirangkai dalam beberapa kegiatan inti, yakni; Simposium Peradaban Islam, dimana dalam kesempatan ini, DR. KH. Ahmad Muhammad Tidjani, MA, menjadi Keynote Speaker, dan Rektor IDIA Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA. sebagai pemrasaran. Kesempatan ini pula ditandatangani MoU antara IDIA Prenduan dan UKM Malaysia, dalam MoU tersebut terdapat point-point kerjasama, yakni; student exchange, lecturer exchange, pengembangan juornal, seminar dan simposium, pengabdian masyarakat, pengembangan kurikulum, detail dari poin termaktub insya Allah akan dilanjutkan dengan Letter of Agreement (LoA), yang diharapkan bisa terealiasi dalam waktu dekat.

“kita berharap LoA tentang penelitian yang sedang diusulkan oleh UKM Malaysia, bisa ditandatangani saat Kesyukuran 64 Tahun Al-Amien Prenduan, bulan Oktober yang akan datang” ungkap Dr. H. Fattah Syamsuddin, Lc. MA

Dalam kunjungan ini pula Grand Syekh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan DR. KH. Ahmad Muhammad Tidjani, MA dengan Dato’ Noor Aziah Mohd Awal, UKM Malaysia,  menggagas pengembangan pendidikan antara Al-Amien Prenduan dan UKM Malaysia.