Category: IDIA Prenduan

Kuliah Tamu Bersama DR. Adurrahman Tsanie, S.AG., M.EI dan H. A. NURAWI

IDIA EKONOMIIDIA- Selasa (06/02/) Diadakannya Kuliah Tamu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan yang diselenggarakan di Micro Teaching putra di Lantai I Gedung Rektorat IDIA dan Micro Teaching putri di Lantai II Gedung baru IDIA Prenduan. Kuliah Tamu tersebut diselenggarakan satu hari dan dimulai dari pukul 16.30 wib sampai dengan pukul 17.00 wib. Penyelenggaraan secara terpisah antara mahasiswa dan mahasiswi dengan pemateri yang berbeda. Pemateri di putra Bapak H. A. Nurawi dengan tema “Strategi Offline & Online Marketing”. Sedangkan di putri bersama Dr. Abdurrohman Tsanie, S.Ag., M.E.I dengan tema “Mengapa Harus Ekonomi Islam”.
Acara yang berjalan hanya satu jam setengah tersebut berjalan dengan lancar dan menarik antusias para peserta untuk berdialog secara interaktif dengan pemateri Bapak H. A. Nurawi (di putra). Mereka sangat tertarik untuk mengkaji dan mengungkap lebih dalam lagi “Seumpama saya mau membuka bisnis sepatu di sekitar PP. Al-Amien ini, bagaimana cara kita melakukan bisnis, apa saja yang harus saya persiapkan untuk berbisnis dengan bapak”. Tanya salah satu peserta putra saat itu.

“Kalau sampean ingin melakukan bisnis, maka persiapkanlah terlebih dahulu tempat dan saya nantinya yang akan menyiapkan bahan-bahannya, itupun kalau tempatnya strategis dan jika tidak, maka tidak bisa karena tempat yang strategis akan sangat membantu. Selain itu juga harus ada ciri khas yang menonjol yang nantinya dapat menarik perhatian para konsumen.” Jawab Bapak H. A. Nurawi.
“Sekarang ini, untuk membuka marketing itu sangat mudah apalagi dalam pemasarannya. Strateginya mudah tinggal memasarkan produk lewat situs sosial media karena aktivitas pemuda-pemudi sekarang tidak terlepas dari yang namanya media sosial (SOSMED).” lanjutnya.
Diakhir-akhir acara tersebut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Bapak Mujibno, M.M melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) bersama dengan Bapak. H. A. Nurawi dan juga Bapak Dr. Abdurrohman Tsanie, S.Ag., M.EI. -read-

SEMINAR REMAJA BERSAMA UST SALIM FILLAH : “Dakwahku Bersamamu”

IDIA- Lebih dari 900 audien yang terdiri dari mahasiswa/i IDIA Prenduan, TMI, MTA dan Umum memenuhi Gedung Serba Guna TMI Putri Al-Amien Prenduan pada hari Jum’at (26/01/18) kemarin, mereka semua sangat antusias untuk mengikuti Seminar Remaja yang diadakan oleh BEM -singkatan dari Badan Eksekutif Mahasiswa- IDIA Prenduan. Tema dari Seminar tersebut adalah “Dakwahku Bersamamu”. Acara yang di isi oleh pakarnya yaitu Ust. Salim A. Fillah berlangsung sekitar kurang lebih 2 jam 1/2 ini mampu menghipnotis para audien dengan tema dari topik pembahasan tersebut. Acara yang dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah sekaligus Dosen dari IDIA Prenduan, yakni Ustad Dr. H. Mohammad Fattah, MA. Beliau menyampaikan pesan dalam pembukaan acara tersebut, yaitu khusus kepada semua generasi muda bahwasannya generasi haruslah aktif dalam hal apapun yang berujung pada kebaikan nanti pada akhirnya, karena masa remaja merupakan masa yang kosong, dalam artian kita bisa saja membuang masa remaja kita dengan sia-sia. “Masa remaja adalah masa kosong, yakni suatu masa dimilikinya kesempatan atau kemampuan, baik berupa harta, tenaga atau kekuatan, dan lain sebagainya. Yang mana masa ini haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para remaja. Karna apabila kesempatan ini tidak digunakan dengan baik, maka akan sangat merusak dan menyia-nyiakan masa remaja tersebut.” Ucap dari Dekan Fakultas Dakwah tersebut dalam membuka acara seminar remaja kemarin.

Selain itu, beliau juga menerangkan bahwa terdapat suatu hadits berkenaan dengan 7 golongan orang yang akan diberi naungan oleh Allah Swt. pada hari kiamat, yang mana tak ada lagi naungan selain dari naungan Allah Swt. Salah satu dari 7 golongan tersebut yakni seorang remaja yang tumbuh berkembang hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah Swt.

Pemateri dari acara seminar tersebut mengaku merupakan sebagai seorang penikmat buku dan kopi. Isi materi yang beliau sampaikan pada seminar remaja ini sangatlah menarik. Sehingga seluruh audien tampak begitu antusias untuk mendengarkan dan memperhatikan setiap kata demi kata yang disampaikan oleh sang Ustad. Bahkan sesekali pula disertai dengan gelak tawa para audien yang menambah suasana menjadi semakin hidup dan bersemangat.

Di akhir acara seminar tersebut, Ust. Salim A. Fillah berpesan kepada semua para remaja bahwa apapun yang kita punya, jadikanlah itu sebagai modal dakwah. Sampaikanlah Islam ini secara sempurna kepada ummat. Ingatlah bahwa remaja merupakan generasi muda yang akan melanjutkan estafet dakwah di dunia ini, guna menegakkan agama islam dan melanjutkan perjuangan dakwah Rasulullah Saw. “Sampaikanlah Islam ini secara utuh kepada ummat, Karena generasi muda merupakan estafet dari kelanjutan Dakwahnya Nabi Muhammad Saw. untuk terus menegakkan ajaran Islam dimanapun kita berada.” Pesannya dalam acara seminar remaja tersebut. -read-

IDIA Prenduan Gelar Acara Studium Generale Dengan Tema Muslim-Preneurship Di Era Disruptif

IDIA- Wajah penuh semangat dan antusiasme terlihat dari para mahasiswa/i semester dua kampus Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan ini dalam acara Studium Generale kemarin (Rabu,24/01/18). Tidak mau ketinggalan juga mahasiswa/i program intensif semester empat dan enam pun turut berpartisipasi dalam acara studium generale ini. Acara rutin yang diselenggarakan dua tahunan ini diikuti juga oleh para dosen tetap IDIA Prenduan dan berlangsung selama kurang lebih 5 Jam. Sedangkan untuk Key Note Speakernya adalah Bapak Farid Subkhan, M.E., M.Dev. Beliau merupakan Chief Executive Officer dari Citiasia Inc. dan untuk tempat berlangsungnya acara tersebut yaitu di lantai III gedung Rektorat IDIA Prenduan.

Dalam sambutannya Rektor IDIA Prenduan kemarin Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA. Menyampaikan bahwa kegiatan studium generale harus terus dikembangkan guna memberikan pemahaman yang lebih baik bagi civitas akademika. Terlebih, saat ini Indonesia, khususnya umat Islam betul-betul membutuhkan wirausahawan-wirausahawan baru yang dapat bersaing dan mewarnai Indonesia. Sebab, sampai saat ini 85% perekonomian Indonesia dikuasai oleh pengusaha-pengusaha non Muslim. “Kegiatan ini harus terus dikembangkan, karena untuk dapat memberikan pemahaman yang utuh bagi siapapun juga, terutama di seluruh Indoensia.” Ucapnya dalam sambutan di lantai III gedung Rektorat IDIA Prenduan. Selain itu juga, beliau berharap, dengan kedatangan dari Bapak Farid Subkhan ini menjadi silaturrahim yang berkelanjutan bahkan menjadi konsultan IDIA Prenduan, untuk bisnis berbasis kemaslahatan umat Islam.

Tujuan diadakannya acara ini tidak lain dan tidak bukan ialah untuk membuka mindset para mahasiswa tentang dunia wirausaha yang masih menjadi kekhawatiran di dalam diri pribadi mereka. “Menjadi pengusaha besar dengan dimulai dari bisnis yang kecil, namun dengan keyakinan yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh serta penuh inovasi dalam setiap usaha, maka akan terlahirlah generasi sebagai Muslim-Preneurship” terang beliau sambil menjelaskan satu demi satu point materi berbentuk booklite yang telah dibagikan kepada seluruh audien. -read-

IDIA Prenduan Catat Sejarah dalam Pelaksanaan Kegiatan P2M

IDIA- Rangkaian kegiatan dari mahasiswa akhir (Niha’ie) yaitu P2M -singkatan dari Praktek Pemberdayaan Masyarakat- kemarin telah selesai dilaksanakan (Rabu, 03/01/18). Ya, kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini berlangsung selama satu bulan penuh. Adapun juga kegiatan ini dilaksanakan di dua kecamatan yaitu Ambunten dan Pasongsongan. Kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa/i semester akhir ini juga merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian sidang munaqosyah skripsi. Acara yang berjalan selama kurang lebih 2 jam itu dimulai pada pukul 11.30 Wib hingga 13. 15 Wib itu dihadiri oleh bapak Camat Ambunten, Sekretaris Camat Pasongsongan, dan juga Koramil Pasongsongan, kemudian turut hadir pula dari Rektor dan Wakil Rektor IDIA Prenduan.

Dalam penutupan acara P2M ini, terdapat beberapa keunikan dalam Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Rektor IDIA Prenduan bahwa IDIA telah mencatat sejarah, karena telah melaksanakan P2M di dua tempat secara bersamaan. “Kampus kita IDIA Prenduan pada tahun ini telah mencatat sejarah baru dengan diadakannya kegiatan P2M di dua tempat berbeda dengan secara bersamaan.” Ucap Rektor IDIA saat dalam sambutannya di kecamatan Pasongsongan. .”Selain itu juga, tahun ini merupakan langkah awal/perdana dalam pelaksanaan P2M dengan berbasis ABCD (Asset Based Communities Development).” Sambungnya.

Disela-sela akhir acara penutupan P2M. Prodi KPI, BPI dan PAI menjalin kerjasama dalam hal ini penandatanganan MoU (Memorandum of Undestanding) dengan lembaga-lembaga pendidikan yang ada di kecamatan Pasongsongan dan Ambunten. (read)

Muktamar Internasional Untuk Hari Bahasa Arab Sedunia

IDIA- Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia, IDIA (Institut Dirosat Islamiyyah Al-Amien) bekerjasama dengan IMLA (Ittihat Mudarrisi al-Lughah al-Arobiyyah) mengadakan Muktamar Internasional Bahasa Arab dengan tema “al-Lughatu al-Arobiyyatu Aafaaq Mustaqbaliyyah” (28/12).

Muktamar yang bertempat di Aula TMI Putra ini dihadiri oleh sekitar 600 peserta yang datang dari dalam dan luar pondok. Diisi oleh dua Nara Sumber yaitu Sitti Sholehah MA dosen di Fakultas Bahasa Arab Universitas Hukum Islam Hasanuddin Banten Jawa Barat dan Dr. Munir Yusuf Abdul Hafidz Sholeh dosen di Universitas Banggazi Libya.

Bertindak sebagai moderator sekaligus panitia pelaksana acara ini, Dr. H. Fattah Syamsuddin MA yang sekarang masih sebagai dosen aktif di IDIA dan Ust. Khairul Basyar S.Pd.I sebagai notulis.

IDIA Miliki Satu Doktor Lagi: Dr. Musleh Wahid, M.Pd.I

IDIA- IDIA Prenddr muslehuan kembali miliki doktor baru. Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan penguji, Rabu (15/11/2017), Dr. Musleh Wahid, M.Pd.I. akhirnya ditetapkan sebagai doktor bidang pendidikan Islam oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya.

Warek bidang Akademik ini menjadi doktor keenam bagi Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan setelah sebelumnya didahului oleh Dr. H. Mashuri Toha, M.Pd., Dr. H. Mohammad Fattah, MA., Dr. KH. Muhtadi Abd. Mun’im, MA., Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA., dan Dr. Abdul Ghoni, M.Pd.

Dengan judul disertasi: ‘Perilaku Politik Kiai Pesantren’ (Studi Relasi Politik dan Kiai di Pondok Pesantren Annuqoyah Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep), warek yang akrab disapa Ustadz Musleh ini tinggal menunggu wisuda doktoralnya.” Ungkap Moh. Fathul Huda Amien, S.Sos. selaku Staff Sekretaris Institusi.

Hal ini tentunya menjadi kabar gembira sekaligus nilai plus bagi IDIA dengan bertambahnya doktor baru dan menjadi motivasi bagi para dosen yang masih belum atau yang sedang menjalani studi S3.read

Delegasi IDIA Meraih Juara Umum dalam Festival Jazirah Arab di UIN Malang

debat uin malangIDIA-Delegasi IDIA Prenduan ditetapkan sebagai Juara Umum dalam Mahrajan (Festival) Jazirah Arab 2017 antar Perguruan Tinggi Tingkat Nasional yang diadakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Fastival ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal 7-11 November 2017.

Jenis perlombaan yang diraih oleh IDIA Prenduan antara lain:  Juara I Lomba Debat Bahasa Arab dengan para peserta Seif Robert Alhaq, Abdul Hakim dan Miftahul Hadi semuanya tercatat sebagai mahasiswa IDIA Semester V. The Best Speaker Debat diraih oleh Seif Robert Alhaq. Dan Juara I Lomba Puisi Arab diraih oleh Muhammad Muhaidin Mahasiswa IDIA Semester VII.

Perguruan tinggi yang ikut serta dalam even kali ini semuanya berjumlah 24, di antaranya; UIN Suka Jogja, PBA IAIN Tulung Agung, IAIN Sunan Ampel, UI, Unibraw, UII, PBA UIN Malang, PBA IAIN Jember, dll.

Menurut Abdul Hakim, perolehan sebagai juara umum kali ini cukup memeras otak karena yang ikut serta dalam kejuaraan kali ini adalah perguruan tinggi yang pernah juara pertama dalam lomba debat pada even Festifal Budaya di UIN SUKA, juga dari perguruan-perguruan tinggi jurusan Bahasa Arab. “Tapi alhamdulillah, dengan bekal ilmu dan pengalaman dari almamater kami TMI serta dukungan dari masyayikh kami dapat mengatasinya,” kata Hakim.

KAJIAN FAKULTAS BEM IDIA

IDIA- (10/08) Idia  mengadakan kajian Fakultas yang diikuti oleh mahasiswa intensif semester 1 dan 3. Namun, Mahasiwa dari program Plus dan Regular tidak bisa hadir, karena ada kegiatan lain. Kajian Fakultas ini adalah kegiatan UKM yang pengurusnya terdiri dari semester 3 sendiri. Dan ini merupakan ajang Perdana mereka dalam kajian Fakultas. Mahasiwa yang mengikuti acara ini tampak antusias sekali, hal ini terlihat dari peran aktif mereka dalam memberikan masukan tentang tentang kegiatan-kegiatan di fakultas masing – masing.

Tahun kemaren kajian Fakultas di adakan malam hari. Berbeda dengan sekarang yang diadakan di siang hari,  yang disebabkan adanya program baru yaitu Tahfidz. Jadi, semua agenda yang diatur  BEM dan UKM menyeimbangkan dengan program Tahfidz, agar yang aktif di program tahfidz juga bisa mengikuti agenda lainnya. Keakraban pengurus dan anggota pun terlihat saat mereka selesai mengadakan acara kajian ini.

“Yang penting kegiatan Kajian Fakultas berjalan sangat lancar, berkat kerja sama dan komunikasi yang baik antar sesama pengurus hingga menghasilkan hasil yang memuaskan,” tutur sekretaris UKM dari mahasiswa  program intensif, Abdul Wahid mahasiswa semester 3 Fakultas dakwah Prodi KPI  (Komunikasi Penyiaran Islam).

LOMBA AGUSTUSAN HUT RI-72 DI IDIA

IDIA- Kamis (17/08/17) IDIA mengadakan perlombaan Agustusan selama dua hari. Peserta yang mengikuti lomba itu  terdiri dari mahasiswa intensif dari semester 1, 3, 5, dan niha’i. Mereka sangat antusias mengikuti lomba itu. Pertandingan sangat seru dan bergengsi antara (GROUNDISTICA) berhadapan dengan mahasiswa Niha’ie di babak pertama. Pelatih Edward Susilo GDF (GROUDISTICA) sangat kesal karena babak pertama hanya mendapatkan skor 0 – 0. Babak kedua menit ke 6 diakhir permainan bola joget ini di menangkan oleh (GROUNDISTICA) dengan  skor 1 – 0  yang di cetak oleh Nurul Gonzales. Akhirnya tim (GROUNDISTICA) masuk final dan berhadapan dengan SPIGENTISTY. kedua tim ini sejak awal belum pernah bertemu sehingga membuat kondisi kedua tim memanas.

Karena salah satu pemain dari tim (GROUNDISTICA) yaitu Loro Ezeguel mendapat kartu merah akibat membuat salah satu dari pemain SPIGENTISTY cidera , permaian pada saat itu terlihat tidak seimbang lantaran Loro Ezeguel adalah salah satu pemain paling penting dari timnya. Akhirnya, babak final Bola Joget di menangkan oleh tim SPIGENTISTY dengan skor 3-0.

Orientasi Studi dan Pengenalan Almamater (ORDIPA) IDIA Prenduan Tahun 2017

IordipaDIA- Rabu, 26 Juli 2017 pukul 13.00, terlaksananya pembukaan Orientasi dan Pengenalan Almamater (ORDIPA) di Lantai III Gedung Rektorat yang dibuka secara resmi oleh Rektor IDIA KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA, dan dihadiri sivitas akademika IDIA, serta diikuti 157 mahasiswi baru. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan agar mahasiswi baru dapat mengenal lebih dalam tentang kampus dan seluruh bagian-bagian di dalamnya.

Namun, sebelum pelaksanaan Ordipa diawali Pra-Ordipa yang di selenggarakan Pada hari Selasa, 25 Juli 2017, untuk memperkenalkan kepada para mahasiswi agenda-agenda yang akan dilangsungkan selama ordipa nantinya, begitupula pembagian kelompok, persiapan perlengkapan, dan latihan Hymne Al-Amien serta Mars IDIA Prenduan.

Kemudian sehari selepas pelaksanaan Pra-Ordipa tersebut dilaksanakannya Pembukaan Ordipa, kemudian diteruskan sesi-sesi yang terdiri dari VII sesi dan berakhir pukul 17.00. Pada Sesi Pertama “Mengenal IDIA dan Tri Darma Perguruan tinggi oleh Musleh Wahid, M.Pd selaku Warek I Bid. Akademik. Sesi kedua, Dialog Interaktif mengenai “Falsafah Hidup Islami, Tarbawi dan Ma’hadi” di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan oleh Nyai Hj. Dra. Annisah Fatimah Zarkasy. Sesi ketiga, dialog interaktif semua fakultas oleh dekan dan kaprodi masing-masing fakultas. Sesi keempat, pengenalan Siakad dan Websait IDIA Prenduan oleh sekretaris Institut, Ahmadi, M.Fil.I. Sesi kelima, mengenai “Perpaduan Ma’had Ali dan Perguruan Tinggi oleh warek III Bid. Kemahasiswaan, KH. Dr. Muhtadi Abdul Mun’im, MA. Sesi keenam, mengenal BEM dan UKM IDIA secara khusus oleh ketua masing-masing. Dan sesi ketujuh, kunjungan Perpustakaan oleh Bidari, M.Pd.I selaku kep. Perpustakaan IDIA Prenduan.

“Syukur alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar dan khidmat, baik di Pra-Ordipa maupun Ordipa”, tutur Ket. Pelaksana Ordipa. Dan acara tersebut berakhir pada kamis, 27 Juli 2017.