Galeri Buku
Buku Para Pecinta
Judul Buku : Para Pecinta Selat Philips
Penulis : Hasan Aspahani, Saibansah Dardani, dkk*
Penerbit : AKAR Indonesia Yogyakarta Bekerjasama Dengan POROSASTRA Batam
Tahun Terbit : Maret 2007
Tebal : 144 hlm.
Buku ini adalah kumpulan cerita pendek (cerpen) yang ditulis oleh para budayawan dan pekerja seni di Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), salah satunya ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Reinventing Indonesia
Judul Buku : Reinventing Indonesia : Menemukan Kembali Masa Depan Bangsa
Penulis : Azyumardi Azra, Jamal D Rahman*, dkk.
Editor : Komaruddin Hidayat & Putut Widjanarko
Penebit : Mizan, Bandung
Tahun Terbit : Juni 2008
Tebal : 795 hlm.
Setelah satu dekade melewati Era Reformasi, bangsa Indonesia masih seperti tertatih-tatih mengarungi sejarahnya,. Meski sepertinya lepas dari ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit
Judul Buku : Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit (Jilid 1—4)
Penulis : Taufiq Ismail
Editor : Moh. Hamzah Arsa* & Oyon Sofyan
Penerbit : Horison
Tahun Terbit : 2008
Tebal : 3104 hlm.
Inilah buku yang cukup representatif menggambarkan sepak terjang Taufiq Ismail di sepanjang trotoar kesusastraan dan kebudayaan Indonesia dan dunia selama 50 tahun ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Khadijah – The True Love Story of Muhammad SAW
Judul : Khadijah – The True Love Story of Muhammad SAW
Penulis : Abdul Mun’in Muhammad
Penerjemah : Ghozi Mubarak*
Penerbit : Pena Pundi Aksara, Jakarta
Tahun Terbit : Desember, 2006
Tebal : 374 hlm.
Khadijah adalah sosok wanita teladan dalam Islam yang sangat mengagumkan. Walaupun beliau orang kaya, cantik, dan terpandang dan bahkan banyak dari ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :
Demokrasi Relegius
Judul Buku : Demokrasi Relegius
Penulis : Idris Thaha*
Penerbit : Mizan, Bandung
Tahun Terbit : Januari, 2005
Tebal : 378 hlm.
Inilah buku pertama yang membahas secara komperatif dan kritis pemikiran politik Nurcholish Madjid dan M. Amien Rais, dua tokoh Muslim Indonesia mutakhir, tentang hubungan Islam dan demokrasi. Cak Nur, demikian Nurcholish Madjid dikenal, ...
0 komentar, 30 Nov 2008 - dibaca :