Category: Berita IKBAL

Ujian Mid Semester II Di Al-Amien dan Kedatangan Para Tokoh

DSC_7701 - CopyYAP- Minggu ini antara tanggal 10 – 20 Februari merupakan hari-hari ujian bagi santri Al-Amien, baik itu IDIA, TMI maupun MTA.

Dan pada minggu ini juga Al-Amien akan kedatangan beberapa tokoh nasional antara lain : Pertama Tuan Guru Bajang (TGB) KH. DR. M. Zainul Majdi yang akan datang pada hari Senin tanggl 12 Februari. Kedua KH. Ma’ruf Amien yang akan datang pada hari Jum’at tanggal 16 Februari. Sedangkan pada hari Sabtu 17 Februari di Aula Pertemuan TMI akan diadakan pertemuan Ulama se Madura.

Untuk mengapresiasi kedatangan kedua tokoh ini khususnya, para santri ikut dilibatkan dalam penyambutan, sehingga ada 2 hari ujian yang diundur ke hari yang lain. Yaitu pada hari Selasa 13 Februari dan hari Sabtu 17 Februari.

Bagi santri Al-Amien kedatangan para tokoh nasional merupakan hal yang biasa, artinya kedatangan mereka tidak akan mengganggu disiplin pondok dan suasana ujian yang sedang berlangsung. Malahan kedatangan para tokoh ke tengah-tengah mereka akan memberikan tambahan motivasi untuk lebih giat lagi dalam belajar dan berprestasi.

FKN INGIN MENCETAK ALUMNI YANG MUTAFAQQIH FIDDIEN

TMI- Ada begitu banyak kelompok minat di lembaga TMI Al-Amien. Salah satunya adalah Kelompok FKN (Forum Kajian Tafaqquh Fiddin). Kelompok yang mengadakan kajian rutin pada setiap hari Ahad dan Kamis sore ini mempunyai anggota yang cukup banyak jumlahnya. Untuk di putri sekarang sudah mencapai 70 orang, sedangkan di putra hanya sekitar 15 orang.

Misi utama kelompok ini adalah ingin mencetak sosok alumni yang mutafaqqih fiddien. Karena itu kelompok ini melatih para anggotanya untuk selalu aktif dalam kajian-kajian keagamaan. Yang membedakan kelompok ini dengan kelompok lainnya adalah jika pada umumnya nara sumbernya berasal dari kawan-kawan mereka sendiri, maka pada kelompok ini pengajarnya terdiri dari para asatidz dan ustadzah, para kyai serta nyai. Hal ini dilakukan agar para anggotanya mendapat pengetahuan langsung dari orang-orang yang lebih berpengalaman.

Untuk lebih memantapkan niat serta meningkatkan semangat dalam kajian, penanggung jawab kelompok ini membuat aturan ketat bagi para anggotanya. Yaitu bagi siapa yang tidak hadir tanpa kabar selama tiga kali pertemuan berturut-turut, akan langsung di keluarkan dari kelompok ini. “Kita disini belajar bersama, jadi agar tidak ada yang main-main dan semua memantapkan niat untuk memperdalam agama khususnya ilmu Fiqih, terpaksa saya buat peraturan sedemikian rupa.” Tegas Anisah Khoifah Fudo, penanggung jawab FKN TMI putri Al-Amien. [Ah/Afm]

Kuliah Tamu Bersama DR. Adurrahman Tsanie, S.AG., M.EI dan H. A. NURAWI

IDIA EKONOMIIDIA- Selasa (06/02/) Diadakannya Kuliah Tamu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan yang diselenggarakan di Micro Teaching putra di Lantai I Gedung Rektorat IDIA dan Micro Teaching putri di Lantai II Gedung baru IDIA Prenduan. Kuliah Tamu tersebut diselenggarakan satu hari dan dimulai dari pukul 16.30 wib sampai dengan pukul 17.00 wib. Penyelenggaraan secara terpisah antara mahasiswa dan mahasiswi dengan pemateri yang berbeda. Pemateri di putra Bapak H. A. Nurawi dengan tema “Strategi Offline & Online Marketing”. Sedangkan di putri bersama Dr. Abdurrohman Tsanie, S.Ag., M.E.I dengan tema “Mengapa Harus Ekonomi Islam”.
Acara yang berjalan hanya satu jam setengah tersebut berjalan dengan lancar dan menarik antusias para peserta untuk berdialog secara interaktif dengan pemateri Bapak H. A. Nurawi (di putra). Mereka sangat tertarik untuk mengkaji dan mengungkap lebih dalam lagi “Seumpama saya mau membuka bisnis sepatu di sekitar PP. Al-Amien ini, bagaimana cara kita melakukan bisnis, apa saja yang harus saya persiapkan untuk berbisnis dengan bapak”. Tanya salah satu peserta putra saat itu.

“Kalau sampean ingin melakukan bisnis, maka persiapkanlah terlebih dahulu tempat dan saya nantinya yang akan menyiapkan bahan-bahannya, itupun kalau tempatnya strategis dan jika tidak, maka tidak bisa karena tempat yang strategis akan sangat membantu. Selain itu juga harus ada ciri khas yang menonjol yang nantinya dapat menarik perhatian para konsumen.” Jawab Bapak H. A. Nurawi.
“Sekarang ini, untuk membuka marketing itu sangat mudah apalagi dalam pemasarannya. Strateginya mudah tinggal memasarkan produk lewat situs sosial media karena aktivitas pemuda-pemudi sekarang tidak terlepas dari yang namanya media sosial (SOSMED).” lanjutnya.
Diakhir-akhir acara tersebut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Bapak Mujibno, M.M melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) bersama dengan Bapak. H. A. Nurawi dan juga Bapak Dr. Abdurrohman Tsanie, S.Ag., M.EI. -read-

SEMINAR REMAJA BERSAMA UST SALIM FILLAH : “Dakwahku Bersamamu”

IDIA- Lebih dari 900 audien yang terdiri dari mahasiswa/i IDIA Prenduan, TMI, MTA dan Umum memenuhi Gedung Serba Guna TMI Putri Al-Amien Prenduan pada hari Jum’at (26/01/18) kemarin, mereka semua sangat antusias untuk mengikuti Seminar Remaja yang diadakan oleh BEM -singkatan dari Badan Eksekutif Mahasiswa- IDIA Prenduan. Tema dari Seminar tersebut adalah “Dakwahku Bersamamu”. Acara yang di isi oleh pakarnya yaitu Ust. Salim A. Fillah berlangsung sekitar kurang lebih 2 jam 1/2 ini mampu menghipnotis para audien dengan tema dari topik pembahasan tersebut. Acara yang dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah sekaligus Dosen dari IDIA Prenduan, yakni Ustad Dr. H. Mohammad Fattah, MA. Beliau menyampaikan pesan dalam pembukaan acara tersebut, yaitu khusus kepada semua generasi muda bahwasannya generasi haruslah aktif dalam hal apapun yang berujung pada kebaikan nanti pada akhirnya, karena masa remaja merupakan masa yang kosong, dalam artian kita bisa saja membuang masa remaja kita dengan sia-sia. “Masa remaja adalah masa kosong, yakni suatu masa dimilikinya kesempatan atau kemampuan, baik berupa harta, tenaga atau kekuatan, dan lain sebagainya. Yang mana masa ini haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para remaja. Karna apabila kesempatan ini tidak digunakan dengan baik, maka akan sangat merusak dan menyia-nyiakan masa remaja tersebut.” Ucap dari Dekan Fakultas Dakwah tersebut dalam membuka acara seminar remaja kemarin.

Selain itu, beliau juga menerangkan bahwa terdapat suatu hadits berkenaan dengan 7 golongan orang yang akan diberi naungan oleh Allah Swt. pada hari kiamat, yang mana tak ada lagi naungan selain dari naungan Allah Swt. Salah satu dari 7 golongan tersebut yakni seorang remaja yang tumbuh berkembang hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah Swt.

Pemateri dari acara seminar tersebut mengaku merupakan sebagai seorang penikmat buku dan kopi. Isi materi yang beliau sampaikan pada seminar remaja ini sangatlah menarik. Sehingga seluruh audien tampak begitu antusias untuk mendengarkan dan memperhatikan setiap kata demi kata yang disampaikan oleh sang Ustad. Bahkan sesekali pula disertai dengan gelak tawa para audien yang menambah suasana menjadi semakin hidup dan bersemangat.

Di akhir acara seminar tersebut, Ust. Salim A. Fillah berpesan kepada semua para remaja bahwa apapun yang kita punya, jadikanlah itu sebagai modal dakwah. Sampaikanlah Islam ini secara sempurna kepada ummat. Ingatlah bahwa remaja merupakan generasi muda yang akan melanjutkan estafet dakwah di dunia ini, guna menegakkan agama islam dan melanjutkan perjuangan dakwah Rasulullah Saw. “Sampaikanlah Islam ini secara utuh kepada ummat, Karena generasi muda merupakan estafet dari kelanjutan Dakwahnya Nabi Muhammad Saw. untuk terus menegakkan ajaran Islam dimanapun kita berada.” Pesannya dalam acara seminar remaja tersebut. -read-

IDIA Prenduan Gelar Acara Studium Generale Dengan Tema Muslim-Preneurship Di Era Disruptif

IDIA- Wajah penuh semangat dan antusiasme terlihat dari para mahasiswa/i semester dua kampus Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan ini dalam acara Studium Generale kemarin (Rabu,24/01/18). Tidak mau ketinggalan juga mahasiswa/i program intensif semester empat dan enam pun turut berpartisipasi dalam acara studium generale ini. Acara rutin yang diselenggarakan dua tahunan ini diikuti juga oleh para dosen tetap IDIA Prenduan dan berlangsung selama kurang lebih 5 Jam. Sedangkan untuk Key Note Speakernya adalah Bapak Farid Subkhan, M.E., M.Dev. Beliau merupakan Chief Executive Officer dari Citiasia Inc. dan untuk tempat berlangsungnya acara tersebut yaitu di lantai III gedung Rektorat IDIA Prenduan.

Dalam sambutannya Rektor IDIA Prenduan kemarin Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA. Menyampaikan bahwa kegiatan studium generale harus terus dikembangkan guna memberikan pemahaman yang lebih baik bagi civitas akademika. Terlebih, saat ini Indonesia, khususnya umat Islam betul-betul membutuhkan wirausahawan-wirausahawan baru yang dapat bersaing dan mewarnai Indonesia. Sebab, sampai saat ini 85% perekonomian Indonesia dikuasai oleh pengusaha-pengusaha non Muslim. “Kegiatan ini harus terus dikembangkan, karena untuk dapat memberikan pemahaman yang utuh bagi siapapun juga, terutama di seluruh Indoensia.” Ucapnya dalam sambutan di lantai III gedung Rektorat IDIA Prenduan. Selain itu juga, beliau berharap, dengan kedatangan dari Bapak Farid Subkhan ini menjadi silaturrahim yang berkelanjutan bahkan menjadi konsultan IDIA Prenduan, untuk bisnis berbasis kemaslahatan umat Islam.

Tujuan diadakannya acara ini tidak lain dan tidak bukan ialah untuk membuka mindset para mahasiswa tentang dunia wirausaha yang masih menjadi kekhawatiran di dalam diri pribadi mereka. “Menjadi pengusaha besar dengan dimulai dari bisnis yang kecil, namun dengan keyakinan yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh serta penuh inovasi dalam setiap usaha, maka akan terlahirlah generasi sebagai Muslim-Preneurship” terang beliau sambil menjelaskan satu demi satu point materi berbentuk booklite yang telah dibagikan kepada seluruh audien. -read-

Dialog Pendidikan dan Penandatangan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Siak

17192372_1845313892347072_2413773958918811435_o

Jumat (10/03) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menggelar acara Dialog Pendidikan dan Penandatangan MoU kerjasama program pendidikan antara Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dengan Pemerintah Kabupaten Siak, Riau. Acara ini dilaksanakan di Auditorium TMI Putra dan dihadiri oleh Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si dan beberapa staf Pemkab Siak, serta Majelis Kiai dan Majelis A’wan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Acara yang juga diikuti oleh sekitar 500 santri senior Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ini berjalan denga lancar dan sesuai rencana. Dalam sambutannya, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. KH. Ahmad Muhammad Tidjani, MA menegaskan bahwa adanya kunjungan Bupati Siak dan kerjasama ini tidak lepas dari peran dan kiprah alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang ada di luar sana, khususnya di Kabupaten Siak ini. “Di mana pun para alumni berada, jangan sampai lupa pada almamater tercinta.” Berikut pesan beliau sebelum mengakhiri sambutannya.

17016094_1845313969013731_7289132104910722543_oDi lain sesi, Bupati Siak, Drs. H. Syamsuar, M.Si juga mengatakan bahwa dengan adanya kerjasama ini nantinya Pemkab Siak akan mengirimkan anak-anak Siak untuk mondok di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, dengan harapan bisa menjadi ulama-ulama besar Indonesia.

Sebelum ditutup dengan doa, acara ini diisi dengan penandatanganan MoU dan saling tukar cenderamata  antara Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan Pemkab Siak. (Rif)

Sosialisasi Penerimaan Santri Baru 2016 bersama IKBAL dan Tokoh Masyarakat Bangkalan

Sosialisasi PSB Al-Amien Prenduan bersama IKBAL BangkalanDalam rangka mensukseskan Penerimaan Santri Baru 2016, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan mengadakan roadshow dan sosialisasi ke beberapa daerah yang dilaksanakan bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Besar Al-Amien Prenduan (IKBAL). Untuk daerah pertama yang dikunjungi adalah Kab. Bangkalan. Kabupaten yang berada paling barat di Pulau Madura ini merupakan salah satu basis terbesar santri TMI Al-Amien Prenduan. Kurang-lebih ada 500 orang santri yang berasal dari Bangkalan saat ini masih menyantri di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, baik di Pondok Tegal, Putri I, TMI, MTA, maupun IDIA.

Acara yang bertajuk Silaturrahim dan Sosialisasi Penerimaan Santri Baru PP. Al-Amien Prenduan, dilaksanakan di Aula Kementerian Agama Kab. Bangkalan, berlangsung pada jam 10:30 s/d 14:00 WIB. Mewakili PP. Al-Amien Prenduan, Wakil Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan KH. Ghozi Mubarok Idris, MA bertindak sebagai ketua rombongan dengan didampingi oleh Ust. Suhaimi Zuhri, S.Ag selaku Ketua Biro Pendidikan sekaligus Project Officer PSB 2016 dan KH. Drs. Abushiri Sholehuddin selaku Koordinator Pusat IKBAL. Hadir dalam acara ini beberapa pejabat dan tokoh masyarakat Bangkalan, di antaranya KH. Moh. Faishol Anwar dan KH. Hasani Zubair Muntashor, selain itu hadir pula wali santri dan wali alumni dan juga alumni PP. Al-Amien Prenduan lintas lembaga dan angkatan.

Dalam sambutan beliau, KH. Ghozi Mubarok Idris berpesan kepada seluruh Alumni PP. Al-Amien Prenduan untuk melakukan dakwah bil haal. Karena menurut beliau, jika semua alumni Al-Amien mencerminkan sikap yang telah diajarkan kepadanya selama di Pesantren, yakni bagaimana berfikir yang baik, berakhlak yang baik, dan beribadah dengan baik, maka tanpa diminta pun masyarakat akan berbondong-bondong memondokkan anaknya Ke Al-Amien Prenduan.

AL-AMIEN Rayakan Milad Hijri Ke-64

milad hijri 1YAP – Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan hari ini (19/10) merayakan tahun berdirinya yang ke-64 sekaligus mengadakan do’a bersama untuk para perintis peletak dasar-dasar pendidikan dan para Anshorul Ma’had para pendukung pondok yang mendorong berdirinya pondok dengan bantuan semangat dan bahkan harta.

Hadir dalam acara ini sekitar 1500 undangan putra-putri terdiri dari para pengurus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dari semua lembaga yang berada di bawah tanggung jawabnya sejak PAUD hingga Perguruan Tinggi, keluarga para pendiri dari Bani Idris Patapan dan Simpatisan Pondok serta tetangga dekat di sekitar komplek Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

milad hijri 3Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Maktum Jauhari, MA menegaskan bahwa, “tanpa terasa Al-Amien sudah berusia 64 tahun, saya tegaskan bahwa pondok ini bukan pondok keluarga… bukan pondok milik keluarga akan tetapi pondok ummat dimana semua ummat Islam berhak memelihara dan mengembangkan kelestariannya. Pengurus yang ada sekarang terus berupaya meneruskan cita-cita para leluhur pendiri dan perintis pondok ini. Kami semua berusaha untuk mempertahankan konsep masa lalu.”

KH. Afifi Nawawi yang diberi tugas menjelaskan “Sekilas tentang Silsilah Bani Idris Patapan” mengawali dengan harapan agar “para santri al-amien tidak sekedar mengetahui ilmu fiqh saja, melainkan pula mampu menguasai berbagai ilmu yang bisa menjawab tantangan zaman.”

Akhirnya, KH. Maktum Jauhari, MA mengingatkan bahwa acara “Milad Hijri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ke-64, Haul Bani Idris Patapan dan Anshorul Ma’had” ini dilaksanakan setiap tahun, pada hari Ahad di Minggu terakhir bulan Dzulhijjah setiap tahunnya. Untuk tahun yang akan datang acara ini akan diadakan pada hari Ahad, 11 Oktober 2015 di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Semoga Al-Amien akan tetap jaya amien…