Search Results For “pembangun”

Masa Perkuliahan di IDIA Prenduan sudah Dimulai

IMG-20160724-WA0000-1024x614Masa liburan bagi civitas akademika IDIA Prenduan sudah berakhir. Pasalnya, semester gasal tahun akademik 2016/2017, sudah resmi dibuka oleh Rektor IDIA Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA. (Sabtu, 23/07/2016).

Acara yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika IDIA Prenduan ini, dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an yang dibawakan oleh Ust. A. Baharmi Taufik, asal Sumbawa, dilanjutkan dengan pengumandangan Hymne Al-Amien Prenduan dan Mars IDIA Prenduan.

Dalam sambutan Rektor, disampaikan preodisasi sejarah dan perkembangan IDIA Prenduan. Dimana awal berdiri perguruan tinggi di lingkungan Pesantren Al-Amien Prenduan ini adalah tahun 1983 dengan nama PTA (Pesantren Tinggi Al-Amien). Hanya butuh dua tahun, yakni tahun 1985, berhasil berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA), yang menjadi cikal bakal Fakultas Dakwah IDIA Prenduan saat ini.

Lebih lanjut Kiai yang sedang menyelesaikan Program Doktoralnya ini menyampaikan bahwa  sebelas tahun kemudian STIDA, tahun 1996, bermetamorfosa menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI). Dan pada 2002, menjadi IDIA Prenduan, sampai saat ini.

“Sudah terlalu lama, kurang lebih empat belas tahun kita dengan tiga fakultas. sudah saatnya IDIA Prenduan membuat tonggak sejarah baru agar bisa dikenang oleh generasi selanjutnya” Ungkap Wakil Pimpinan Al-Amien Prenduan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IDIA Prenduan mengharapkan agar tercipta milestone, atau tonggak ukur dan tolak ukur waktu baru. Setidaknya pembukaan prodi baru segera dilaksanakan. Dipaparkan pula oleh Kiai yang pernah mengikuti pertukaran pelajar di Jepang ini, bahwa IDIA Prenduan termasuk perguruan tinggi yang berhak untuk melaksanakan program pendidikan. Karena sudah sesuai dengan standar dari Pemerintah, bahkan IDIA Prenduan saat ini sedang menunggu SK akreditasi dari BAN-PT, karena baru saja melakukan akreditasi institusi.

IDIA Prenduan saat ini sedang berusaha menerapkan Kurikulum berbasis KKNI yang diamanahkan oleh pemerintah. Namun, bagi Rektor IDIA Prenduan secara pribadi, KKNI bukan tujuan melainkan harus mensupport visi-misi IDIA Prenduan.

Sebelum dibuka secara resmi tahun akademik fakultas, Kiai kelahiran 1980 ini menginformasikan beberapa rencana pengembangan di tubuh IDIA Prenduan, setidaknya pembangunan sistem administrasi perkuliahan, SIAKAD, manajemen keuangan, dan optimalisasi kemampuan dosen dan mahasiswa. Pada moment tersebut disampaikan pula bahwa dalam waktu dekat, sekitar tanggal 6-8 Agustus 2016, Rombongan Dosen dan Mahasiswa IDIA Prenduan akan membalas kunjungan Dosen dan Mahasiswa dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

“Selamat menempuh perkuliahan semester gasal tahun akademik 2016/2017” ujar Pimpinan tertinggi IDIA Prenduan, setelah membuka secara resmi masa perkuliahan yang diiringi riuh tepuk tangan para mahasiswa.

Sebagai infomasi, pembukaan perkulian pagi bagi mahasiswa program intensif sudah dibuka pada Senin (18/07/2016). Pada waktu yang bersamaan Rektor IDIA Prenduan, melantik guru pengabdian baru di lingkungan lembaga yang dipimpinnya tersebut (idia)

 

Rapat Guru Lengkap Menjelang Ujian Tahriri

RGL Ujian Tahriri TMI Al-Amien Prenduan 2016Tarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah (TMI) pada hari ini (7/5) mengadakan rapat guru lengkap (RGL) menjelang Ujian Tahriri di Mushalla Asma’ Lathifa TMI Putri. Rapat ini diikuti semua guru TMI dan juga Santri/wati kelas VI yang dalam ujian kali ini juga bertugas menjadi pengawas ujian.

RGL berlangsung pada jam 07:00 hingga jam 08:30 dan berjalan dengan lancar. Acara dipandu oleh Ust. H. Saiful Anam, M.Pd selaku Project Officer Ujian Akhir Tahun, dengan agenda utama yakni fatwa dan nasehat serta pengarahan secara umum oleh Majlis Kyai dan juga pengarahan tentang petunjuk pelaksanaan (Juklak) Ujian Tahriri oleh Mudir ‘Aam TMI.

Dalam kesempatan ini Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA menyampaikan tentang ujian sebagai ajang untuk memperbaiki moral dan akhlak. Beliau mewanti-wanti tentang kemerosotan akhlak dan juga krisis keteladanan. Saat ini kesuksesan ujian seringkali  hanya diukur dari nilai yang dicapai, sehingga ada beberapa oknum yang berbuat curang demi mendapat nilai tertinggi dan lulus ujian, hal seperti ini tidak boleh terjadi di Al-Amien. Ujian harus dilaksanakan dengan jujur dan juga ada standar penilaian kelayakan santri untuk lulus, namun nilai saja belum cukup. Hal tersebut harus diimbangi dengan akhlak yang baik, yakni bagaimana dia menghadapai ujian serta bagaiman tingkah-lakunya selama setahun penuh menjalani proses pendidikan di Al-Amien, baik di kelas maupun di luar kelas.

Hal senada ditambahkan oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA. Beliau mengingatkan tentang tujuan pesantren sebagai pembangun pribadi manusia. Beliau mengajak kita mengambil i’tibar dari pembangunan Tembok Besar China. Tembok raksasa sepanjang 8.851 km ini dibangun dengan tujuan untuk menghalau serangan musuh, namun ternyata musuh tetap saja dapat masuk bukan dengan menghancurkannya, melainkan dengan menyuap penjaganya. Kisah tersebut mengajarkan kita untuk tidak hanya mementingkan pembangunan fisik dan sarana namun melupakan pembangun mental sumber daya manusia yang menghuninya.

SamPenyerahan Soal Ujian Akhir Tahun TMI Al-Amien Prenduanbutan ketiga disampaikan oleh Pengasuh Ma’had TMI, KH. Moh. Zainullah Rois, Lc dan dilanjutkan dengan pembacaan Juklak Ujian Tahriri oleh Mudir ‘Aam TMI, KH.  Ahmad Tijani Syadzili, Lc. Beliau berpesan bahwa acara seperti ini rutin dilaksanakan–yang sebagaimana sering disampaikan oleh KH. Moh. Idris Jauhari–dengan harapan agar yang belum tahu menjadi tahu, yang lupa kembali ingat, dan yang sudah tahu serta ingat kian meyakini dan istiqomah mengamalkan.

Acara ini ditutup  dengan do’a oleh KH. Fadhli Fatrah dan juga penyerahan simbolis naskah soal ujian oleh Tim Pengadaan Soal (TPS) kepada  Mudir Ma’had Putra dan Putri melalui Pengasuh Ma’had TMI.

Kesyukuran 64 Tahun AL-AMIEN PRENDUAN

Logo 64 Tahun Al-Amien Prenduan

64 Tahun Al-Amien Prenduan 1952-2016

 

Kesyukuran 64 Tahun Al-Amien Prenduan

 

Tepat pada 10 November 2016 mendatang, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan genap berusia 64 tahun atau 8 windu. Usia yang cukup tua dan matang bagi perjalanan kesejarahan pondok pesantren yang didirikan oleh KH. Achmad Djuhari Chotib pada tanggal 10 November 1952 yang lalu dengan nama Pondok Tegal ini. Pondok Tegal inilah yang kemudian berkembang tanpa putus hingga saat ini dan menjadi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan seperti yang kita kenal sekarang ini.

Sejak berdirinya, 64 tahun yang lalu, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan terus berevolusi secara bertahap, baik dalam pengembangan sistem pendidikan, pengembangan dakwah, kaderisasi dan pembinaan alumni, serta ekonomi dan sarana/prasarana. Kini, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan mengelola empat sentra pendidikan, yakni 1. Ma’had Al-Amien I terdiri dari  Pondok Tegal Al-Amien berdiri tahun 1952 dan Pondok Putri 1 Al-Amien berdiri tahun 1975, 2. Ma’had Al-Amien II terdiri dari Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (TMI) berdiri tahun 1971 (putra) & tahun 1985 (putri), dan Ma’had Tahfidz  Al-Qur’an (MTA) berdiri tahun 1992 (putra) & tahun 2006 (putri). 3. Ma’had Al-Amien III yakni Ma’had Salafy berdiri tahun 2010, serta 4. Ma’had Al-Amien IV yakni Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan berdiri tahun 1983 (putra) & tahun 1987 (putri).

Pada tahun 2016, tercatat ada sekitar 6.342 santri yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren ini. Mereka berasal dari penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke dengan latar belakang keluarga, adat, budaya, bahasa, suku, ekonomi, pendidikan, yang beragam dan berbeda-beda. Pada usia 64 tahun ini, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan telah banyak menyumbangkan produk didiknya untuk pembangunan bangsa dan negara. Alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan tersebar di berbagai bidang kehidupan sosial, politik, dan budaya. Mereka berperan serta dalam pembinaan umat, memegang peranan penting pembangunan bangsa dan negara RI.

Untuk mensyukuri nikmat dan rahmat Allah SWT berupa kemajuan konkret dalam menunaikan visi dan misi pendidikan dengan Panca Jiwa dan Catur Jangkanya, maka Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan perlu mengadakan Kesyukuran 64 Tahun dengan mengusung tema “Dari Al-Amien Prenduan untuk Kejayaan Umat Islam dan Bangsa Indonesia”. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 07 Oktober s.d. 13 November 2016.

Kesyukuran ini merupakan wahana bersyukur, evaluasi dan kajian ulang, baik keluar maupun ke dalam. Evaluasi ke dalam dilakukan terhadap idealisme dan cita-cita pendiri dengan segala program dan realisasinya yang saat ini diteruskan oleh generasi penerus, termasuk bagaimana membina sikap kebersamaan di antara semua stakeholder Pondok untuk senantiasa terus konsisten memperjuangan nilai-nilai keislaman, kejuangan, kepesantrenan, serta kesantrian sebagaimana diwariskan oleh para Pendiri. Sedangkan bentuk evaluasi keluar dilakukan terhadap peran, kiprah, dan perjuangan para alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan di masyarakat. Karena untuk mengukur dan mengetahui kemajuan suatu Pondok Pesantren tidak hanya dengan melihat pembangunan fisik pesantren, melainkan harus dari para alumninya yang telah terjun ke masyarakat.

Dengan kesyukuran tersebut diharapkan dapat diantisipasi pola pembinaan dan pengembangan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan serta kelangsungan hidupnya di masa-masa yang akan datang. Sebab dengan perkembangan zaman dan perubahan sosial tuntutan masyarakat terhadap out put lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan agama semakin kompleks. Di sinilah pentingnya senantiasa diupayakan perbaikan, penyempurnaan, dan pengembangan agar Pondok Pesantren Al-Amien senantiasa mampu mempertahankan eksistensinya serta mengembangakan kiprahnya Li-Izzil Islam wal Muslimin.

 

 

IDIA Adakan Program Praktek Pemberdayaan Masyarakat (P2M)

pembekalan p2m 2015IDIA Prenduan Setelah melakukan seminar proposal penelitian (skirpsi) seluruh mahasiswa semester VIII Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan mengikuti kegiatan pembekalan program Praktek Pemberdayaan Masyarakat (P2M) pada Senin (05/01) di Lantai III Gedung Rektorat.

Acara pembekalan P2M dibuka langsung oleh Warek II Bagian Keuangan IDIA Prenduan KH. Achmad Fauzi Rasul, Lc. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada seluruh peserta P2M agar selalu mengamalkan ilmu yang sudah diperoleh dari IDIA dan agar selalu berhati-hati dalam melangkah.

“ada 2 unsur komponen yang mendasari pelaksanaan kegiatan P2M ini: pertama, semua ilmu yang diajarkan disini (IDIA) merupakan ilmu aplikatif, maka aplikasikanlah ilmu yang kalian dapat. Namun ingat kalian harus berhati-hati dalam melangkah terutama dalam hal kedisiplinan, baik kedisiplinan beribadah dll. Masyarakat akan menyoroti kalian dan akan menilai kalian, karena kalian semua adalah cermin masyarakat. Kedua, program P2M ini bersifat kolektif dan koordinatif. Oleh karenanya, apapun agenda yang akan dilaksanakan silahkan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait.” Tegasnya.

Sesuai dengan laporan Penanggung Jawab kegiatan ini Drs. H. Amrullah Umar, bahwa kegiatan P2M ini akan dilaksanakan di 14 Desa yang tersebar di Kecamatan Pragaan, Sumenep Madura, dengan peserta sebanyak 182 Mahasiswa, dengAn  rincian dari 90 putra dan 96 putri.

Untuk selanjutnya acara diisi dengan sesi II: dengan tema Sekilas Tentang Sosial Politik yang disampaikan oleh Bapak Camat Pragaan, sesi III: Pembinaan Kehidupan Sosial Politik, oleh Kepala KESBANGPOL LINMAS Sumenep, sesi IV: Renstra Pembangunan Kab. Sumenep, oleh BAPPEDA Kabupaten Sumenep, Sesi V: Strategi Pengembangan Masyarakat Desa dengan Nilai-nilai Pesantren, oleh KH. Moh. Fikri Husein, MA, sesi VII: Konsolidasi Peserta P2M bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan terakhir (Sesi VII): juknis pengisian Format kolom Kegiatan Program Kerja P2M dilanjutkan dengan penutupan.

Semua kegiatan diatas diperuntukkan sebagai bekal peserta Praktek Pemberdayaan Masyarakat (P2M) 2015 IDIA Prenduan yang nanti pada hari Selasa (06/01) akan berangkat ke lokasi-lokasi P2M. Red_IDIA’15

Laporan Mubes III & SILNAS 2013

Acara Pembukaan; Meningkatkan Ilmu Alumni Dengan Dzikir dan Fikir

Acara Musyawarah Besar (MUBES) III & Silaturrahim Nasional (SILNAS) Ikatan Keluarga Besar Al-Amien Prenduan (IKBAL) tahun 2013 dibuka secara resmi pada hari Sabtu, 13 Sya’ban 1434 H/22 Juni 2013 M oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan KH. Maktum Jauhari, MA. Pembukaan ini dilaksanakan selama satu jam, dari pukul 16.00-17.00 WIB.

Acara pembukaan ini dilaksanakan secara terpisah, untuk Putra dilaksanakan di Aula TMI Al-Amien Prenduan dan untuk Putri di GESERNA TMI Al-Amien Prenduan.

Ketika menyampaikan sambutan pembukaan, KH. Maktum Jauhari, MA menyampaikan informasi-informasi perkembangan Al-Amien sepeninggal almarhum KH. Moh. Idris Jauhari. Beliau mengawali dengan memperkenalkan susunan majlis kiai terbaru dan perkembangan-perkembangan selama ini, seperti produk Air Minum Dalam Kemasan LANA, pembangunan kantor Yayasan Terpadu, pengaspalan jalan di lingkungan Al-Amien II, pendirian Jasa Tour dan Travel Perjalanan PT. Mutiara Alpen. Bahkan yang tak kalah pentingnya, kia Maktum berharap kepada seluruh peserta MUBES, agar dapat memberikan masukan positif kepada pondok pesantren Al-Amien Prenduan. Menurut beliau, “Jewerlah kami, sebelum kami dijewer masyarakat bahkan Na’udzubillah sampai dijewer Allah.”

Sedangkan acara pembukaan untuk Putri, MUBES III  & SILNAS 2013 dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pengasuh Putri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Ny. Hj. Dra. Anisah Fatimah Zarjasyi. Dalam pembukaan tersebut beliau menyampaikan harapannya kepada para alumni. Bahwa, “Sebagai Alumni Al-Amien, kita semua senantiasa terus meningkatkan keimanan, keilmuwan dengan cara berdzikir dan berfikir” Jelas beliau.

Kedua pembukaan ini ditutup dengan do’a oleh KH. Fauzi Rosul, Lc untuk Putra dan Ny. Hj. Zahratul Wardah, BA untuk Putri.

Motivasi Alumni Untuk Santri; Ilmu Yang Diamalkan

Kegiatan Motivasi Belajar: Tokoh Alumni Bersama Santri dilaksanakan secara terpisah antara Putra dan Putri. Untuk Putra dilaksanakan di Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan, sedangkan untuk Putri dilaksanakan di Muholla TMI Putri.

Acara yang dilaksanakn pada tanggal 22 Juni 2013 M setelah sholat maghrib ini diikuti oleh para santri dari tiga lembaga, antara lain; TMI, MTA dan IDIA Prenduan.

Diisi oleh KH. Irham Rofi’ie untuk santri putra dan Usth. Daniatul Husna untuk santri putri.  Dalam isi motivasinya, KH. Irham Rofi’ie selaku Pengasuh PP. Darul Ittihad Geger Bangkalan menyampaikan bahwa pelajarn yang ada di pondok Al-Amien, semuanya akan bermanfaat di kehidupan kelak. “kalian jangan khawatir, semuanya akan bermanfaat asalkan kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari! Insya Allah, ilmu itu akan mengantarkan kita pada kesuksesan dunia dan akhirat” Jelasnya.

Kiai yang tidak pernah mengenyam pendidikan bangku kuliah sejak lulus dari TMI Al-Amien Prenduan pada tahun 1986 ini juga menyampaikan tentang pengaruh mengamalkan mahfudzat, “jangan hanya dihafalkan, tapi harus juga diamalkan! Saya telah membuktikan, mengamalkannya, membantu saya sukses walau tanpa bangku kuliah.

Tidak jauh beda dengan KH. Irham Rofi’ie. Di depan santriwati, Usth. Daniatul Husna juga menyampaikan tentang kunci sukses di dunia dan akhirat di depan para santriwati. Alumni TMI Putri tahun 1997 ini, juga menyampaikan  bahwa sukses itu kuncinya hanya satu. “Sukses itu adalah ilmu yang bermanfaat dan diamalkan,” tegas beliau.

FORMASI PENGURUS PUSAT IKBAL | Masa Khidmah: 2013-2018 M

Dewan Pembina:

Majlis Kyai Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN

Majlis A’wan Pondok Pesantren AL-AMIEN PRENDUAN

Pengurus Yayasan AL-AMIEN PRENDUAN

Dewan Penasehat:

Ketua: KH. Taufiqurrahman, FM, Sumenep | Sekretaris: Sofyan Hadi, Sumenep | Anggota: KH. Lailurrahmah, Lc, Pamekasan | Drs. H. Djatim Makmun, Pamekasan | KH. Fahmi Say’ari, M.Ag., Sampang | KH. Iedul Fitri, Sampang | KH. M. Faishol Anwar, Bangkalan | KH. Abdul Hakam, Bangkalan.

Pengurus Harian:

Ketua Umum: KH. Irham Rofi’ie | Ketua I: KH. Drs. Abushiri Sholehuddin | Ketua II: KH. Nahrowi Syukairi | Sekretaris Umum: Mahfud, S.Pd.I | Sekretaris I: Maliji Jalali, S.Sos.I | Sekretaris II: Drs. Amrullah Umar | Bendahara Umum: Maimun | Bendahara I: KH. Moh. Bakri Sholihin, S.Pd.I | Bendahara II: Rusdi Subroto.

Departemen-departemen:

Pendidikan dan Pembinaan SDM: Rasyadi [Sumenep], Umar Bukhari, M.Ag. [Pamekasan], Sauqi Mubarak, S.Pd.I [Sampang], Zainullah, S.Sos.I [Bangkalan]

Da’wah dan Pengabdian Masyarakat: Susiyanto, S.Sos.I [Sumenep], KH. Nafi’, Lc [Pamekasan], Maksum Kariem, M.Pd [Sampang], KH. Hasani Zubair, S.Ip [Bangkalan]

BAZIS dan Pemberdayaan Ekonomi Umat: Nur Hayat [Sumenep], Ir. H. Nizar Asyik [Pamekasan], Moh. Shodiq Al-Akromi, S.Ag [Sampang], Dr. Abd. Rahman Tsani [Bangkalan]

Informasi dan Hubungan Masyarakat: H. Bahri Bahar [Sumenep], KH. Mannan Zarkasyi [Pamekasan], Rofi’ Ukhrowi, S.Hi [Sampang], Hadhori Fathurrosi [Bangkalan]

 

Dosen IDIA Menjadi Duta MORA ke Kanada

Ustad Encung Hariyadi ke KanadaIDIA Prenduan – Program Bantuan Short Course Community Outreach pada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia merupakan salah satu program penunjang guna mendukung kegiatan pokok program pembangunan pendidikan Islam yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Program bantuan Short course tersebut merupakan wujud komitmen DIKTIS untuk memberikan akses yang luas bagi dosen dalam rangka mengembangkan metodologi baru diranah implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang disiplin ilmu agama, sosial, dan humaniora. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Rencana Strategis (renstra) Pendidikan Islam Kementerian Agama 2010-2014, yaitu peningkatan mutu relevansi dan daya saing pendidikan Islam.

Program bantuan Short Course dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan metodologi baru dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di lingkungan PTAI. Secara umum, program bantuan short course memfasilitasi upaya pengembangan metodologi baru bidang pengabdian kepada masyarakat. Namun demikian, program bantuan short course juga memberikan ruang yang cukup lapang untuk aksi partisipatif dalam halfacilitation and training approaches for community change, mobilizing assets for community-driven development, learning organizations and change, dan advocacy and engagement. Inti dari semua itu adalah agar peserta dapat mentransformasi kondisi sosial khususnya penguatan kualitas hidup komunitas.

Kegiatan yang memiliki dasar hukum dalam Undang-Undang ini berhasil diikuti oleh salah seorang dosen IDIA Prenduan, Encung Haryadi, M.Fil.I. dan 11 dosen PTAI negri dan swasta se-Indonesia lainnya. Mereka berhasil lolos ketika proses penyeleksian yang dilakukan pada tanggal 23-25 Agustus 2013 lalu di Hotel Ciumbluit Bandung, oleh tim penilai yang terdiri atas unsur tim ahli dari Supporting Islamic Leadership in Indonesia (SILE) dan Ministry of Religious Affairs (MORA) atau yang biasa dikenal dengan Kementerian Agama RI.

Berdasarkan agenda yang dikeluarkan oleh DIKTIS, Kegiatan ini akan dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan yaitu dari bulan September s/d November yang bertempat di Coady Internasional Institute, Antigonish, Canada. Adapun agenda kegiatan yang beliau ikuti selama berada di Canada yaitu Facilitation and Training Approaches for Community Changes danMobilizing Assets for Community-driven Development  yang akan berlangsung dari tanggal 23 September 2013 s/d 11 Oktober, Advocacy and Engagement dan Learning Organizations and Change dari tanggal 21 Oktober 2013 s/d 8 November 2013. Sementara 10 hari lainnya dibulan Oktober yaitu independent Study dan study lapangan bersama masyarakat St. Andrews dan penduduk Havre Bouchre Nova Scotia Antigonish Kanada. (red.697)

Peresmian Toko Buku IDIA Prenduan

toko-bukuIDIA Prenduan - IDIA Prenduan kini memiliki toko buku yang memadai. Kemarin, Jumat (15/03/2013), proyek pembangunan toko buku IDIA Prenduan akhirnya selesai dan secara resmi dibuka, ditandai dengan prosesi gunting pita oleh  Rektor IDIA Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa memiliki Toko Buku yang representatif adalah salah satu cita-cita IDIA Prenduan sejak dulu. “Mudah-mudahan toko buku ini nantinya dapat menyuplai buku bagi lembaga pendidikan sekitar Al-Amien Prenduan, dan juga bisa menjadi rujukan utama bagi mahasiswa dalam mencari buku,” tutur Kiai Ahmad di hadapan para Kiai dan tokoh masyarakat sekitar kampus.

Cukup luas, toko buku ini dibangun dengan ukuran 8×18 m. Selain menyediakan buku dan ATK, pengurus toko buku juga menyiapkan kafe kecil di dalam ruangan. Qosim, salah satu pengurus mengatakan, bahwa toko buku ini merupakan “anak” dari IDIAMART, karena biaya pendiriannya bersumber dari laba IDIAMART.

Pembangunan Gedung Perkantoran Terpadu

komadYAP- Keinginan memiliki gedung perkantoran terpadu Yayasan Al-Amien, Dewan Riasah Al-Amien, dan Badan Pengawas, akan segera terealisasi. Hal itu ditandai dengan dimulainya pembangunan gedung perkantoran tersebut di atas tanah bekas gedung Kommad (Kompleks Madinah) di lingkungan TMI Al-Amien Prenduan sejak Selasa (19/02/2013).

Pembangunan gedung perkantoran terpadu berukuran 11.50 x 32.50 meter ini diperkirakan menelan biaya sebesar 300 juta dan diharapkan selesai sebelum pendaftaran santri bảru tahun 2013 yang akan datang. “Saya harap bangunan ini cepat selesai,” ungkap KH. Marzuqi Ma’ruf, selaku Ketua Yayasan Al-Amien Prenduan, ketika meninjau lokasi, Senin (18/03/2013)

Biro Ekonomi & Sarana

Biro Ekonomi dan Sarana dan secara khusus mengelola laju perekonomian dan pengembangan sarana fisik lewat unit-unit usaha yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Selain itu, biro ini juga memback-up sirkulasi keuangan dalam proyek-proyek pembangunan sarana fisik yang tak pernah berhenti sepanjang tahun.

Maka tak heran, jika sepanjang tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan selalu membangun sarana baru, merenovasi serta menyempurnakan sarana yang ada di setiap lembaga. Untuk menunjang kegiatan tersebut, sebagai pelaksana harian yang terjun langsung di lapangan, dibentuk beberapa divisi, yaitu: 1. Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren); 2. Badan Usaha Non Koperasi (BUNK); 3. Pelaksana Pemeliharaan dan Perluasan Tanah Wakaf (P3TW); 4. Pelaksana Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana dan Fisik (P3SF).

Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) 

Kopontren membawahi unit-unit usaha yang dikelola oleh beberapa alumni dan simpatisan pesantren, unit-unit usaha tersebut adalah: Wartel dan Warnet, Toko Bangunan, Unit Home Industri, Usaha Kesejahteraan Keluarga (UKK), Unit Tahu-Tempe, serta unit-unit usaha lain yang tergabung dalam Serba Usaha. Beberapa unit usaha tersebut dapat dirinci sebagai berikut:

- Unit Toko Bangunan

Secara umum program Unit Toko Bangunan adalah: melakukan penyehatan usaha toko bangunan, meningkatkan volume usaha dan pendapatan, membina hubungan yang harmonis dengan konsumen dan produsen, menyediakan seluruh kebutuhan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan masyarakat sekitarnya, terutama bahan-bahan dan alat-alat bangunan, meningkatkan daya saing dan pelayanan terhadap konsumen, mengembalikan kepercayaan produsen/sales kepada toko bangunan dan melakukan penagihan hutang piutang.

- Usaha Kesejahteraan Keluarga (UKK)

Unit UKK adalah unit yang menjadi soko guru dari perjalanan ekonomi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ini. Adapun program-program UKK memiliki 5 program pokok, yaitu: Meningkatkan volume usaha dan pendapatan, membina hubungan yang harmonis dengan konsumen dan produsen, menyediakan seluruh kebutuhan bahan pokok (sembako), camilan dan minuman bagi santri dan keluarga Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan serta masyarakat sekitar, mengkoordinir kebutuhan sembako di lingkungan pondok dan melakukan penagihan hutang piutang. Unit UKK juga diproyeksikan sebagai embrio dari pusat perbelanjaan terlengkap dan menjadi gerbong lokomotif bagi perkembangan ekonomi pesantren yang sangat diimpikan bersama.

- Unit Tahu Tempe

Usaha ini tergolong unit industri yang sangat potensial, karena di samping memiliki pangsa pasar yang jelas, juga karena mutu dan kualitas produknya mampu bersaing, dan telah menempatkan unit ini menjadi salah satu unit usaha yang diperhitungkan oleh kompetitor dengan prospek yang menjanjikan. Sejarah mencatat bahwa usaha tahu dan tempe merupakan produk lokal yang sulit digeser oleh produk asing manapun karena sudah menjadi tradisi.

- Unit Home Industri

Unit Usaha Home Industri menyediakan makanan ringan yang memenuhi standar kesehatan. Dengan mentargetkan 5 program pokok yaitu: peningkatan omzet usaha, pendirian tempat yang layak untuk produksi, mengkoordinir unit usaha dalam pengadaan makanan ringan khususnya di dalam pondok, memperluas jangkauan pasar, menjaga mutu dan kualitas makanan ringan sesuai standar kesehatan. Unit ini memiliki prospek yang cukup bagus dan pangsa pasar yang menjanjikan, sebab racikan bahan-bahan membuat makanan ringan juga pangsa pasar yang sangat signifikan sebab produk ini sangat digandrungi oleh santri, guru dan masyarakat sekitar pondok.

- Unit Wartel

Unit Wartel yang dikelola oleh Kopontren terdiri dari dua lokal, satu unit terletak di pinggir jalan raya, dimana sebagian besar pelanggannya adalah masyarakat di luar Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, dan satu unit lainnya terletak di dalam komplek Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Putra II. Unit Wartel ini juga melayani penjualan pulsa HP, sehingga diharapkan bisa mendongkrak pendapatannya di masa-masa yang akan datang.

BADAN USAHA NON KOPERASI (BUNK)

Badan Usaha Non Koperasi (BUNK) bergerak di bidang usaha Non Koperasi yang khusus menangani usaha lembaga dan yayasan. Adapun BUNK membawahi bidang Unit Usaha Percetakan, Unit Usaha Jasa Transportasi, Unit Usaha Pengolahan Rajungan, Unit Usaha Pabrik Es, dan Unit Usaha SPBU.

- Unit Usaha Percetakan

Bidang usaha percetakan ini mempunyai aktivitas yang sangat padat terutama dalam cetak-mencetak buku pelajaran, majalah, kalender, brosur dan lain-lain. Keberadaan unit usaha percetakan ini, selain mendukung program pondok juga merupakan potensi pasar yang sangat signifikan, karena percetakan ini didukung oleh tenaga-tenaga operasional yang kreatif, inovatif dan profesional.

- Unit Usaha Jasa Transportasi

Unit Usaha Jasa Transportasi merupakan unit yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan darat, sampai saat ini Unit Usaha Jasa Transportasi ini masih memiliki 1 unit bis dan unit colt/taksi yang melayani penyewaan untuk masyarakat umum.

- Unit Pengolahan Rajungan (Processing Crab)

Unit Usaha Pengolahan Rajungan berlokasi di desa Pekandangan. Unit ini mempunyai prospek yang sangat bagus dengan nilai ekonomis cukup strategis. Unit ini bergerak dalam pengolahan daging rajungan yang dikemas dalam bentuk kalengan dan berorientasi ekspor. Unit ini juga bekerjasama dengan PT. Phillips Seafood Indonesia yang berpusat di Pasuruan. Hal ini patut disyukuri bahwa pangsa pasar dan jumlah pesanan sangat besar, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya beberapa kendala yang dihadapi. Namun obsesi unit ini ke depan masih harus dipertahankan dan dikembangkan agar menjadi unit usaha yang maju.

Selain untuk memperkaya dinamika perekonomian di pondok pesantren Al-Amien Prenduan (bisnis) dan menunjang investasi material pendidikan, Unit Usaha ini juga sebagai sarana praktikum akademis para santri di bidang lingkungan hidup, perkebunan atau tumbuhan, dan seni alam. Sekaligus dalam rangka memperindah lingkungan pesantren sebagai sebuah pengamalan bahwa dunia pesantren tidak hanya berkecimpung dalam dunia kitab, ritual, moral, dan intelektual akan tetapi juga soal bisnis dan estetika sebagaimana yang dikatakan oleh pengasuh dan pimpinan pesantren saat perestuannya. Dan semua itu-sekali lagi-tetap di atas satu dasar dan satu misi besar li’izzil islam wal muslimin.

- Bidang Usaha Lain

Selain unit-unit usaha di atas, BUNK juga mengembangkan investasi ke perusahaan-perusahaan lainnya seperti pabrik ES, SPBU, perternakan, perkebunan dan lain-lain. Dan Alhamdulillah sampai saat ini beberapa unit usaha memberikan kontribusi dalam sendi perekonomian di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

PELAKSANA PENGADAAN DAN PEMELIHARAAN TANAH WAKAF (P3TW)

Pelaksana Pengadaan dan Pemeliharaan Tanah Wakaf (P3TW) khusus menangani pertanahan seluruh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Sampai saat ini luas tanah wakaf pondok mencapai 50 ha. Jika ditinjau dari master plan luas lokasi pondok, secara umum sebenarnya sudah cukup memadai, namun ada beberapa lembaga yang ada masih mengalami kesulitan dalam membangun gedung dan fasilitas lainnya, dikarenakan keterbatasan lahan dan dana untuk pembebasan.

PELAKSANA PENGADAAN DAN PEMELIHARAAN SARANA FISIK (P3SF)

Pelaksana pengadaan dan pemeliharaan sarana fisik (P3SF) merupakan divisi khusus yang menangani pembangunan dan pemeliharaan sarana yang ada, dengan cara merenovasi sesuai kebutuhan dan penyempurnaan yang belum selesai karena diburu waktu untuk segera dimanfaatkan atau karena keterbatasan dana pada saat pembangunan.

P3SF tidak hanya membangun dan membangun sarana fisik bagi perkembangan pondok pesantren Al-Amien Prenduan, tanpa memikirkan penataan master plan di pondok ini. Rupanya master plan ini menjadi fokus divisi P3SF agar mengacu pada fungsi, visi dan misi pondok dan berorientasikan kepada islami, tarbawi dan ma’hadi.

Sekretariat

Dalam tugas kesehariannya, sekretariat memiliki 3 bagian: Tata Warkat, Information and Communication Center (ICC) dan Al-Amien Video Shooting (AVS)

Tata Warkat 

Bagian ini tugas sehari-harinya akrab dengan komputer, mengelola korespondensi dan kearsipan.

ICC (Information and Communication Center)

Information and Communication Center (ICC) adalah lembaga Pusat Informasi dan Komunikasi (PIK) di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, visinya menjadi lembaga informasi dan komunikasi yang handal dan berkompeten di Al-Amien Prenduan. Sedangkan misi utamanya adalah:

  • Membentuk jaringan informasi (LAN) di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan
  • Menyediakan informasi bagi seluruh pihak  yang memerlukan

Ruang lingkup kerja operasional ICC adalah:

  • Menyediakan informasi ke dalam dan keluar Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan
  • Mengembangkan sistem informasi dan Komunikasi di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan
  • Membangun dan mengembangkan SDM di bidang TIK yang handal

Dalam pelaksanaannya, ICC membawahi 3 divisi:

Div. Pelayanan Informasi. Divisi pelayanan informasi bergerak dalam pengelolaan website dan XL SDC. Hingga saat ini, website kita telah dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi-informasi penting seputar Al-Amien Prenduan. Saat ini pula informasi penerimaan santri baru telah bisa diakses baik lewat SDC maupun website al-amien.

Div. Pengembangan ICT. Pengembangan ICT yang telah berjalan adalah pembangunan jaringan intranet untuk seluruh kantor di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Keberadaan jaringan ini diharapkan akan membantu dan mendukung kinerja ICC di masa mendatang, sebagai bentuk pelayanan informasi yang mudah dan cepat.

Pemeliharaan jaringan intranet di lingkungan Al-Amien Prenduan.

Pengembangan website Al-Amien Prenduan (www.al-amien.ac.id). Konten website diklasifikasikan secara lebih rinci, sehingga dapat memberikan informasi kepada semua pihak yang memerlukannya. Selain itu, website juga diarahkan untuk menjadi sarana komunikasi dari pihak luar dengan pondok secara langsung.

Div. Pengembangan SDM. Divisi ini bekerja pada tataran pengembangan SDM di bidang teknologi informasi. Termasuk di dalamnya adalah penyediaan bahan ajar bagi guru dan santri baik yang berkenaan dengan teknologi informasi maupun bahan ajar yang berbasis teknologi informasi.

AVS

Al-Amien Video Shoting mengelola dokumentasi baik berupa foto atau video. Walaupun dengan peralatan yang sederhana, cukup  kiranya untuk keperluan dokumentasi khususnya di lingkungan sendiri.

Struktur YAP 

Ketua: KH. Moh. Marzuqi Ma’ruf, Lc; Wakil Ketua: KH. Moh. Shobri Shiddiq, S.Sos.I; Sekretaris: Khairun Niam, S.Th.I; Bendahara: H. Abd. Mu’iz, M.Th.I; Kepala Biro Pendidikan dan Pembudayaan: Suhaimi Zuhri, S.Ag; Kepala Biro Dakwah dan Pengembangan Masyarakat: KH. Basthami Tibyan, M.Pd.I; Kepala Biro Alumni dan Kaderisasi: H. Harun Ar-rasyid, S.Pd.I; Kepala Biro Ekonomi dan Sarana: K. Abd. Warits, S.Pd.I; Pusat Studi Islam: H. Fahmi Yunus, M.Ud.  Staf-staf: Mahmudi (Tata Warkat/ICC), Ariad (Pusdarmen), Aprian Zakaria (AVS), Syaifullah (TU).