Kepada Anak Garam

Ditulis pada 7 December 2008 - kategori : Karya Sastra - 5 Komentar - dibaca 144 kali

di petak-petak tanah per-tambak-an
warna putih menjadi sebendung salju
menjadi musim beku.
nafasmu yang nanar seperti mengembara di himalaya
yang penuh dengan udara lembut
menyimpan kesederhanaan.

dengan menghitung peluh mentari
yang jatuh di persenggamaan purba
dan semedi garam-garam,
barangkali kau mampu terlepas
dari cemas dan ketakutan.

siklus air
adalah nyanyian sunyi tak henti-henti
pada tanah berbau amis.

baling-baling berhenti perlahan
memecah angin laut
menjadi selaksa arah mata angin.
lalu aku melihat matamu di kejauhan semakin ranum
seperti menyusun bahasa
dan mengolah makna-makna luka.

kekeringan adalah simbol keangkuhan
yang memantulkan rindu
di gubuk-gubuk berdinding garam.

-dari tubuhmu lahir endapan-endapan kehidupan
menyala bersama ujung-ujung matahari
membakar air laut
membentuk kristal
lalu menjelma garam dalam mimpimu yang semakin setia-

2004-2006

Ali Ibnu Anwar. Alumni TMI Al-Amien Prenduan tahun 2005 dari Jember. Saat ini sedang kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Unindra Jakarta.

Bookmark artikel ini pada :

Ada 5 Komentar pada :
“Kepada Anak Garam”

  1. mengagumkan, sejenak aku menghela nafas karena aku dijadikannya mabuk kepayang.

  2. adnan hasan-buton Says:

    sangat menyentuh ditambah ingatan ku akan hari2 ku saat Latihan ISLABA n CIMANDE
    hmmmmm rasa Kan Gen untuk kembali kini ter obati………….

    oh pondok ku…………………AL_AMIEN………………….

  3. Yuri Alamsyah_Bandung Says:

    Saya tunggu karya” selanjutnya

  4. adnan hasan-buton Says:

    karya seLanjutnya apa Lg nich……….!!!
    kLw bs “anak tembakau” jg yach……….
    ini sich hanya sekedar saran sich………….
    krn ingtan ku akan Tembakau beLakang “as_syifa’” bkn
    AL_yaqdho yach…….hehehehehehhehehehe

  5. Achmad Supyandi _Sukabumi Says:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    ku teringat waktu KMD ama PKM nich……!!!
    oya Pesta kebunnya kapan akan dilaksanakan, mau dong daging sapinya, kirim ke Sukabumi Yach.

    Ko majalahnya cuma Al-Qalam aja, QA ama yang laennya mana

Beri Komentar :