Jalan Menuju Kesuksesan
Ditulis pada 7 December 2008 - kategori : Refleksi Kiyai - 17 Komentar - dibaca 1,020 kali
Manusia termasuk di antara makhluk Allah yang diciptakan berbeda-beda. Perbedaan ini adalah sebuah variasi hidup, dengannya manusia bisa berinteraksi dan saling kenal satu sama lain. Dari sudut perbedaan itu, manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok: perbedaan batiniah dan lahiriah. Kelompok batiniah tidak bisa kita ukur, karena hal ini berhubungan dengan tingkat keimanan yang bersifat kualitatif, sedangkan kelompok lahiriah sebaliknya.
Pembahasan ini akan difokuskan pada sisi manusia yang bersifat lahiriah, lebih khusus lagi masalah perbedaan tingkat intelektualitas. Dalam masalah perbedaan intelektualitas, manusia itu diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar. Pertama, kelompok orang-orang cerdas, pandai dan cerdik. Kedua, kelompok orang-orang kurang cerdas, kurang pandai atau kurang mampu menangkap ilmu-ilmu Allah dengan cepat.
Sebagai manusia kita harus berusaha untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecerdasan dan kepandaian yang dimiliki. Sehingga dengan demikian setiap manusia akan lebih mampu mengenal dirinya sendiri, mengenal potensi-potensi dan kemampuan yang ia miliki, sekaligus mengenal kelemahan dan juga kekurangannya.
Manusia yang mengetahui hakikat dirinya, kelebihan sekaligus kekurangannya, kemudian dibarenginya dengan akhlak yang mulia, akan membuat diri seseorang tersebut senantiasa berusaha memanfaatkan dan mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ia miliki sekaligus menutupi semua kekurangan dirinya. Nah, manusia seperti inilah yang nantinya insya-Allah akan meraih kesuksesan dan kemenangan yang gemilang di setiap hidupnya.
Lantas apa hubungan antara intelektualitas dan kesuksesan? Di sinilah sebenarnya letak kelebihan intelektual manusia. Setiap orang harus menyadari potensi kecerdasan dirinya serta mampu menggunakan sekaligus menyikapinya.
Kesuksesan akan didapat jika seseorang telah memiliki syarat dasar yang mengantarkan dirinya pada kesuksesan. Dan, rata-rata orang yang tidak sukses adalah mereka yang tidak memiliki syarat dasar tersebut, yaitu tidak mengenal dirinya sendiri.
Banyak orang yang cerdas tapi tidak menyadari bahwa dirinya mempunyai kecerdasan yang lebih dari semua orang, sehingga kecerdasan itu dibiarkan tidak berkembang bahkan tak nampak sekalipun. Adapula yang menyadari kecerdasannya, tetapi dia malah sombong dan congkak atas kecerdasannya itu, sehingga dengan kebangggaan yang berlebihan, ia melupakan usaha-usaha yang akan mengantarkannya menjadi lebih cerdas. Inilah orang yang tidak akan mendapatkan an-najah selama hidupnya.
Sementara itu, manusia yang memiliki kelemahan, kurang cerdas dan kurang mampu menangkap ilmu Allah dengan cepat. Sebenarnya, manusia seperti ini, juga mempunyai potensi untuk menggapai kesuksesan, asalkan ia mampu menutupi kelemahan dan kekurangannya. Akan tetapi, jika manusia tersebut tidak menutupi kekurangannya itu, maka ia akan sama keberadaannya seperti contoh di atas.
Dalam menempuh jalan kesuksesan, setiap orang pada hakikatnya mampu menggapainya dalam setiap langkah hidupnya, namun tak jarang ia akan menuai kegagalan, entah itu orang-orang cerdas atau kurang cerdas. Tetapi, jalan kesuksesan biasanya akan lebih mudah diraih oleh orang-orang yang cerdas. Karena itu, bagi manusia yang kurang cerdas tidak perlu berkecil hati, sebab kesuksesan akan dapat kita dapatkan meskipun dilalui dengan banyak kegagalan yang merintangi.
Sebagai manusia yang senantiasa menginginkan kesuksesan, langkah pertama adalah kita harus mampu mengidentifikasi diri sendiri. Apakah kita termasuk orang-orang kategori pertama yang memiliki kecerdasan dan kelebihan dari manusia yang lain, ataukah kita termasuk kelompok yang kedua, kelompok yang mempunyai kecerdasan yang kurang dan tak memiliki kelebihan dari manusia yang lainnya.
Maka dari itu, manusia yang cerdas dengan kecerdasannya harus mampu menahan diri dari sifat sombong dan mempunyai kemampuan untuk mengembangkannya menjadi lebih cerdas hingga pada tingkat yang paling optimal. Sedangkan bagi setiap manusia yang kurang cerdas, tidak boleh berputus asa, karena keadaan ini adalah kondisi awal dari setiap orang. Apabila ia mampu secara konsisten menjauhkan dirinya dari sifat keputusasaan itu, insya-Allah, ia akan menuai kesuksesan dalam hidupnya. Bisa jadi, kesuksesan yang diraihnya melebihi orang-orang yang lebih cerdas. Tentu, dalam batas-batas tertentu.


maaf pak kiai. aq minta izin artikel ini aku copy untuk bisa dibaca oleh semua umat islam…. Syukron ustadziy. semoga antum selalu dalam lindungan allah swt dan semoga selalu sehat selalu. amien…
# saya memang tidak banyak membaca tentang Roy Suryo. Karena memang Roy Suryo itu hanya selebritis IT, yang menumpang ketenaran dengan menjadi birokrat IT. kalau mau belajar, bacalah apa yang ditulis oleh Onno W. Purbo, Romi Satria Wahono atau I made Wiryana.
# tentang kenapa konten web ini di dominasi oleh content TMI, itu sudah menjadi lagu lama. bukan masalah baru. penjelasan singkatnya, ini terjadi karena selama ini yang banyak menulis adalah orang-orang TMI. Padahal setiap lembaga sudah ada perwakilan redaksinya. Karena website ini adalah milik al-amien, seperti yang saudara sampaikan. seharusnya ada orang-orang struktural IDIA, MTA, Putri 1, Ponteg serta biro-biro yang berusaha untuk menulis tentang lembaga atau biro tersebut. Jadi… bagaimana kalau saya menawarkan kepada Anda untuk ikut menjadi redaksi dari IDIA, sehingga akan ada materi baru seperti yang Anda usulkan sebelumnya. karena saya yakin, Anda adalah aktifis di IDIA. Bagaimana ?
# Bagaimanapun juga, Anda mengakses dan memberikan komentar ini di komputer dengan IP 125.164.222.101. sedangkan saya mengakses dari IP 125.164.77.55. hampir sama kan…? tahu kenapa ? karena prefix 125.164.x.x adalah IP untuk speedy dari telkom pragaan.
# kedepan. komentar-komentar seperti ini, sebagaimana disebutkan oleh saudara Arul Ibn Wahid : “kq kyaknya kmentar2 yg sya bca d atas sperti ……???Ap g salah???”. Nah, saya mengjak Anda untuk ikut urun rembug berdiskusi lebih bebas di milis alamien_prenduan. silahkan subscribe di http://groups.yahoo.com/group/alamien_prenduan/ . di situ kita bisa lebih leluasa berbicara tentang apa saja. Saya tunggu.
It baru solusi..Mudah2an “ajakan” dri sdr. Anwar Dani bisa dpertmbangkan oleh para “komentator2″yg laen yg skirax mw berk0menter sprti k0ment2 yg sya(pribadi)sngat sayangkan,lbh khsus kpd sdr k0mentat0r dr IDIA..Sm0ga bermanfaat..Thanks
Kesuksesan adalah suatu akibat dari suatu proses upaya. Fa idza azamta fa tawakkal alallah - untuk diketahui siapa yang bersyukur akan keberhasilan dan siapa yang sabar akan kegagalan. Ketika anda bersyukur atas keberhasilan atau pun anda bersabar atas kegagalan, itulah kesuksesan.
Ternyata menjadi manusia cerdas untuk menggapai kesuksesan tidaklah mudah, terlebih jika kita masih asyik dengan sikap suka mencela dan kritikus tulen serta sifat iri akan apa yang ada pada orang lain
Sebuah kunci telah diberikan kepada kita untuk selalu dijaga dan digunakan dengan bijak
—Dirimu adalah akibat dari apa yang telah kau perbuat— Budhha
Alam bawah sadar adalah pusat relatifitas Semesta. Jika manusia mau bersyukur maka Semestapun akan membalasnya dengan ramah. Syukuri dan nikmati hidup dengan artian yang tepat, semesta tak kan salah menempatkan kebenaran. MANUSIAPENIKMATALAM.
Ass.
Kesuksesan Sejati adalah Ridho ALLAH S.W.T. , dan dalam menggapainya sudah ada suatu Uswah yaitu kehidupan Rasulullah Muhammad S.A.W. dan tidak ada nabi setelahnya. maka agama ini telah sempurna sebagaiman tertulis dalam Al-Qur’an.
Agama islam dalam penerapannya seharusnya meng-copy dari standard kehidupan Rasulullah S.A.W. bukan memodifikasi untuk kepentingan dunia yang hanya sesaat ini.
Rasulullah bersabda ” belum sempurna iman seseorang sebelum hawa nafsunya disandarkan pada agama yang aku bawa ini”
Oleh sebab itu jangan terlalu sibuk mengejar kesuksesan dunia yang hanya sesaat ini dengan segala macam teori-teori. karna kesuksesan dunia mungkin akan berakibat kesulitan dalam hisab.
ALLAH S.W.T.
“Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”
“..Padahl merekan tidaklah disuruh melainkan menyempurnakan agama yang lurus..”
Hasbunallah wa ni’mal wakil…… Wallahu a’lam bi showab
Ass.
Kesuksesan Sejati adalah Ridho ALLAH S.W.T. , dan dalam menggapainya sudah ada suatu Uswah yaitu kehidupan Rasulullah Muhammad S.A.W. dan tidak ada nabi setelahnya. maka agama ini telah sempurna sebagaiman tertulis dalam Al-Qur’an.
Agama islam dalam penerapannya seharusnya meng-copy dari standard kehidupan Rasulullah S.A.W. bukan memodifikasi untuk kepentingan dunia yang hanya sesaat ini.
Rasulullah bersabda ” belum sempurna iman seseorang sebelum hawa nafsunya disandarkan pada agama yang aku bawa ini”
Oleh sebab itu jangan terlalu sibuk mengejar kesuksesan dunia yang hanya sesaat ini dengan segala macam teori-teori. karna kesuksesan dunia mungkin akan berakibat kesulitan dalam hisab.
ALLAH S.W.T.
“Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”
“..Padahl merekan tidaklah disuruh melainkan menyempurnakan agama yang lurus..”
Hasbunallah wa ni’mal wakil…… Wallahu a’lam bi showab
Assalamu’alaikum Wr. Wb;
pak kyai apa yang diberikan pda ananda moga bermanfaat bagi kehidupan semua
sukron ya Abana…
smoga Allah SWT membalasnya kelak……amien.
jazakumullah khoiron khastir……..
[...] ———————– Dikutip dari: http://www.al-amien.ac.id [...]
semoga kita termasuk orang2 yang najah dan falah amin
cerdas membawa implikasi kepada perbuatan yang luhur. 90 % manusia itu cerdas dan 10 %nya dibagi-bagi buat idiot dan gila. cerdas dalam arti ketepatan seseorang dalam menggabungkan fakta dan informasi sebelumnya berdasrkan sebuah pandangan hidup. contoh seorang Muslim dikatakan cerdas ketika dia mampu menilai realita yang terjadi berdasarkan norma Islam, makanya usul fikih menjadi wajib.
untuk memudahkan mencapai kesuksesan, qt harus mengetahui tujuan hidup yang ingin dicapai dan juga lebih dekat kepada orang-orang yang berilmu… serta hati yang bersih dari virus hati tentunya..^^ Semoga kesuksesan sll menyertai anda. amien..
pada hakekatnya setiap individu memiliki intelegenci yg berbeda bisa berbagai factor penyebab bisa pasokan gizi yg cukup’turunan atau bibit unggul dari ortu dan cara didik yg diperoleh. jadi untuk mencapai sukses perlu proses panjang <meski demikian sukses tidaknya seseorang selain dari kecerdasan maksimal yang terpelihara adalah ridha Alloh adalah bagian yang tidak terpisahkan pada siklus kehidupan ini. salam untuk pak kyai dankeluarga,
Man ‘arofa nafsahu faqod ‘arofa Robbahu. Saya masih ingat apa yang disampaikan oleh Bapak Kyai bahwa salah satu hal yang menjadi indikator sukses seseorang adalah apabila amal-amalnya menjadi investasi bagi kehidupan akhiratnya.
menurut survei: kecerdasan terbagi 3 yaitu: IQ (kecerdasan intelektual)10% dpt mencapai keberhasilan, EQ (kecerdasan emosinal)90%, SQ (kecerdasan Spiritual)100%.mhn penjelasannya pak kiyai.wassalamua’alikum wr.wb
Ass.ust.
bgmna menuju suskes yang bersifat rohaniah? secara tassawuf, mohon tips2nya!syukron katsir.wassalam.